
Olivia segera berlari ke arah air yang berwarna biru itu, bergegas melepaskan sepatunya. Alister tersenyum melihat pemandangan yang ada di depan nya, Alister semakin tidak bisa berpaling melihat keindahan yang menakjubkan. Gadis cantik yang menikmati suasana pantai.
"Dia melepaskan nya begitu saja, benar-benar menggemaskan" Ucapan Alister ketika melihat Olivia sudah melepaskan sepatunya, terlihat Olivia menikmati pasir menyentuh telapak kakinya, dia terlihat seperti anak kecil yang baru pertama kali ke pantai.
"Kau apa baru pertama kali ke pantai" Ledek Alister yang membuat Olivia terlihat sedikit murung beberapa detik.
"Benar aku baru pertama kali ke mari" Ucapan Olivia mampu membuat Alister terdiam Bagaimana mungkin ada orang yang sebesar ini baru pertama kali ke pantai itu yang ada di pikiran Alister.
"Hah apa kau bercanda? " Ucapan Alister yang sudah berada di dekat Olivia.
"Apa aku terlihat bercanda? " Senyuman Olivia bercampur dengan kesedihan, Olivia tidak berbohong.
Olivia ingin berlari kecil namun di tangannya di tahan oleh Alister "Olivia" memposisikan Olivia tepat di depannya membuat Olivia merasa ada sesuatu yang aneh pada Alister.
"Ada apa? jangan membuatku takut? " Ucapan Olivia menyadarkan Alister, bukan waktu yang tepat untuk nya menyatakan perasaan nya.
"Aku seperti nya lapar" Ucap Alister langsung melepaskan tangan nya dari kedua lengan Olivia.
"Kita melakukan perjalanan cukup lama, wajar saja jika kau lapar, kita bisa cari makan dulu" Ucap Olivia dengan senyum leganya.
"Tapi kau bahkan sudah melepaskan sepatu mu, apa tidak apa? " Alister sedikit canggung dia menggosok tengkuknya yang tak gatal.
"Aku baik-baik saja dengan itu, kita bisa bermain setelah makan" Olivia memakai kembali sepatu nya "Ayo kita makan" Ucap Olivia
"Baiklah, apa yang ingin kau makan" Ucap Alister
"Kepiting, atau lobster, ikan juga enak seperti nya" Olivia mulai nyaman berbicara dengan Alister, membuat Alister tak henti mengembangkan senyumnya.
"Baiklah kau bisa memesan semuanya" Alister menatap punggung yang kini berjalan di depannya, dia ingin tau lebih banyak tentang masa lalu Olivia kenapa dia begitu tidak beruntung bahkan sebesar ini baru pertama kali ke pantai.
"Kau akan kehilangan banyak uang, aku dengar restoran di sekitar sini itu terkenal dengan harga makannya yang mahal" Olivia pernah mencari tau beberapa pantai yang bagus untuk di kunjungi tapi dia tidak pernah ada waktu untuk melaksanakan nya, waktu kuliah dia harus bekerja partime tidak ada waktu bersenang-senang, selesai kuliah langsung bekerja di rumah sakit, dia juga di tempatkan di bangsal paling rendah, banyak pasien yang membuat nya tak bisa berhenti bekerja, libur pun untuk membantu ibu nya membersihkan rumah, tidak ada waktu untuk nya bersenang-senang.
"Apa kau meremehkan , uangku tidak akan habis bahkan untuk menafkahi mu" Ucap Alister tanpa sadar membuat Olivia tersipu malu.
Olivia tidak ingin melanjutkan pembahasan itu, dia memilih diam, Olivia tidak berani menanggapi nya, dia tidak tau Alister bercanda atau tidak, diam adalah pilihan yang tepat.
__ADS_1
Alister dan Olivia berjalan ke sebuah restoran di dekat pantai itu "Apa ini tempat yang kau katakan mahal" Alister menatap tempat makan sederhana itu
"Benar banyak orang yang merekomendasikan resto ini meski mahal namun masakannya sangat enak" Ucap Olivia yang ingat betapa antusias nya dia dulu mencari tahu tentang pantai dan restoran itu, meski pada akhirnya dia tidak bisa pergi ke situ waktu itu.
"Baiklah aku ingin libatkan seberapa mahalnya tempat ini" Ucap Alister bercanda dengan pembawaan yang dia buat seakan-akan menyombongkan dirinya.
"Jika tidak bisa bayar, kau jangan mengajak ku untuk cuci piring ya" Canda Olivia membuat Alister menggelengkan kepalanya.
"Tidak akan terjadi hal seperti itu saat bersama mu" Alister mengulurkan tangannya mengacak-acak rambut Olivia, Alister senang Olivia sudah mau bercanda dengannya.
"Ah rambutku" Olivia membenarkan rambutnya.
"Biarkan seperti itu, itu terlihat baik untuu" Ledek Alister yang membuat Olivia menggembungkan pipinya, membuat Alister tak tahan dengan keimutan Olivia.
*Dia benar-benar menggemaskan, papi bisakah kami menikah sekarang " Ucap Alister yang dekat dengan papinya, tiba-tiba ingin segera menikahi Olivia.
Mereka sudah sampai dan masuk ke restoran dengan pemandangan langsung ke arah Pantai.
"Ada yang bisa saya bantu nak" Ucap gadis manis yang seperti nya bekerja di situ.
"Tidak perlu melihat nya, kami ingin menu spesial di sini, dua porsi di setiap menunya" Ucap Alister tanpa pikir panjang, begitulah cara orang kaya hidup, uang bukan hal penting bahkan menghabiskan nya adalah hal sulit, karena pundi kekayaan mereka tidak bisa habis.
Olivia menatap Alister berbicara dengan tanpa bersuara "Apa kau serius" Bibir Olivia menggerakkan ucapan itu, Alister tertawa kecil
"Tenang saja aku mampu membayarnya" Mengedipkan satu matanya kepada Olivia, Olivia langsung memalingkan wajahnya.
*Apa dia seorang playboy sangat pintar menggoda hati wanita " Pandangan Olivia pada Alister, berfikir Alister adalah seorang badboy.
"Bagaimana tuan? " Tanya pelayan itu memastikan
"Seperti yang aku katakan dua porsi di setiap menu terfavorit di sini" Alister tersenyum ramah pada pelayan wanita itu.
"Baik tuan dan Nona tunggu sebentar" Ucapnya kembali ke belakang.
Sejenak suasana menjadi hening, saat HP pintar itu memberikan suara nya. "Sebentar aku angkat telepon" Ucap Alister yang mendapat anggukan dari Olivia.
__ADS_1
"Alister, Arion berhasil mendapatkan lokasi mu, aku tidak bisa membantumu lagi sangat jenius sudah bertindak " Ucap Davian uang orang yang membantu Alister merentas pergerakan Dion adalah Davian.
"Aku sudah tau itu akan terjadi, kau lebih lemah dari kak Arion, kak kau harus banyak berlatih" Ledek Alister
"Sial lihat saja aku akan mengalahkannya suatu hari nanti" Teriak Davian tidak Terima dari seberang telepon.
"Aku rasa itu tidak akan terjadi" Alister masih meledak Davian
"Sial kau, jika terjadi sesuatu padamu aku tidak akan membantumu lagi! " Davian segera mematikan telepon nya.
"Hah! dia terlalu cepat menemukan kami" Terdengar helaan nafas dari Alister, yang sebenarnya sudah tau akan berakhir dengan bertemu dengan Arion.
Baru saja menengok ke arah Olivia benar saja sudah ada dua orang duduk di sana bersama Olivia
Alister berjalan dan duduk di samping Olivia "Wah kebetulan sekali tuan Arion berada di sini, apa kalian mengikuti kami" Alister langsung memberikan tekanan pada Arion.
"Apa aku kurang kerjaan! kami di sini untuk sebuah proyek baru, tidak menyangka bisa bertemu dengan kalian" Arion berkilah dengan wajah datarnya jika Alister tidak tau dari awal tentu akan percaya, seperti yang terjadi pada Olivia dia terlihat sangat percaya dengan alasan yang Arion berikan.
*Dia harusnya memenangkan Oskar sebagai Actor terbaik bukan, lihat wajah yang tanpa ekspresi itu, seakan-akan dia benar-benar hanya kebetulan bertemu dengan kami" Keluh Alister dalam hati.
Sejenak suasana jadi hening terlihat kecanggungan di sana, Dion hanya bisa diam tak berani berbicara.
Untung saja pelayan sudah datang membawa pesanan mereka, 6 porsi makanan sudah tersaji.
"Maaf kak, aku hanya memesan dua porsi setiap menunya, apa kau tidak ingin memang sendiri! " Sindir Alister.
"Ini terlalu banyak kau juga tidak bisa menghabiskan nya" Arion menatap tajam Alister.
"Benar, kau ambil 3 porsi ini, aku akan makan seporsi berdua dengan Olivia" Alister menatap Olivia dengan senyum, sedangkan Olivia hanya bisa menunduk melihat tatapan tajam dari Arion yang mampu membuatnya bergidik ngeri.
Arion mendengar ucapan Alister mengeratkan giginya mengepalkan tangannya terlihat sekali dia tidak menyukai perkataan Alister.
Alister mulai dengan kepiting nya, Alister memecahkan capit kepiting itu dan memberikan nya pada Olivia "Kau tadi mau makan inikan ambilah" Ucap. lembut Alister memberikan pada Olivia.
Dion menelan ludahnya dengan susah payah saat dia melirik wajah marah tuan mudanya *Tuan Alister hentikan itu, selamat kan nyawamu sekarang " Gumam Dion yang melihat tangan Arion sudah mengepal sempurna
__ADS_1
*Ada yang terbakar tapi bukan kayu"