MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG

MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG
Episode 66


__ADS_3

Arion berjalan meninggalkan Olivia yang masih terdiam, saat ini Arion menginjak kan kakinya ke dalam rumah yang belasan tahun sudah dia tinggalkan, bahkan mungkin dia tidak akan ingin di mana letak kamarnya yang dulu.


Arion masuk lebih dalam berencana duduk di ruang tamu itu, tapi matanya menangkap sesuatu yang tidak asing untuk nya.


Sebuah lukisan besar di lukis di sana, semua Anggota keluarga rapi tergambar di sana, tak terkecuali dirinya. *Bagaimana mungkin? " Gumam Arion dalam hati.


Aleena yang tau kakaknya akan terpaku akan lukisan itu segera berjalan ke arah kakaknya "Bagus bukan kak, suatu hari kita akan berfoto bersama tidak hanya sebuah lukisan yang di manipulasi, kakak tidak berada di samping kami, hanya bisa melukis kakak dalam foto dan membuatnya seolah-olah nyata, kakak aku ingin kita berfoto bersama setelah Mama keluar dari rumah sakit" Ucapan Aleena terdengar seperti putri kecil yang sedang minta harapan nya terwujud.


"Dari mana kalian mendapatkan foto itu? " Arion ingat foto itu di ambil saat memenangkan tender milyaran rupiah.


"Foto itu Mama dapatkan dari nenek, tidak hanya itu kak, tunggu sebentar" Ucap Aleena kemudian berlari menaiki tangga.


Olivia dengan canggung masuk ke dalam. rumah, matanya bertemu dengan mata Arion, secepatnya Olivia memalingkan wajahnya.


Aleena berlari turun dari tangga tinggal satu anak tangga dan Aleena dengan ceroboh menjatuhkan dirinya dan buku yang dia bawa di tangannya.


"Aleena " Teriak semua orang khawatir tak terkecuali Arion, Aric yang lebih dekat segera membantu Aleena.


"Kau selalu saja ceroboh, jika Mama tau kau pasti akan kena marah" Aric segera menggendong Aleena untuk duduk di sofa empuk itu , sedangkan Arion memungut buku yang di jatuhkan Aleena.


Arion terdiam sejenak setelah membaca Apa yang tertera di buku itu


BUKU FOTO ARION.


Tanpa sadar Arion mengusap buka yang tertulis namanya di atas buku itu.


"Tuan Aric apa ada kotak pertolongan pertama, aku akan membantu membalut luka, Nona Aleena" Ucap sopan Olivia.


"Tentu saja ada, sebentar aku ambilkan" Ucap Aric bergegas mengambil apa yang olivia minta.

__ADS_1


"Kakak, nama kakak Olivia kan? " Ucapan Aleena


"Benar Nona"


"Apa kau seorang dokter? " Tanya Aleena yang mengagumi profesi itu, profesi ibu dan neneknya, meski ibunya tidak se aktif neneknya di dunia kedokteran.


Olivia menggelengkan pelan kepala nya "Saya hanya pembantu dokter Nona" Ucap lembut Olivia.


Alena mengangguk "Itu juga bagus, yang akan menjadi suami kakak pasti akan senang, mendapat perawatan dari kakak"


Olivia tersenyum dengan ucapan Aleena, dia tidak tau harus merespon seperti apa.


"Nona Olivia, ini" Memberikan kotak pertolongan pertama, Olivia dengan sigap menerimanya, dengan hati-hati membersihkan luka di lutut Aleena memberikan obat oles.


Olivia meniup luka di lutut Aleena dengan hati-hati, tanpa sadar mata Aric menatap ke arah Olivia tanpa berkedip.


Sedangkan Arion tengah terpaku dengan setiap lembar album foto yang dia buka, setiap foto memiliki tulisan tentang apa yang terjadi di foto itu. "Apa ini kau yang melakukan nya Mama" Gumam Arion lirih, dia tidak menyangka sedetail itu Mama nya memantau pertumbuhannya.


Rocky menetralkan hatinya kemudian menyentuh bahu Arion "Bisakah kau memaafkan tante, itu hanya tentang salah paham, buka perlahan hatimu mereka menyayangi mu"


Arion yang mendengar perkataan Rocky mulai memikirkan semuanya, tapi dia tidak tau harus mulai dari mana. "Akan aku pikir kan" Hanya kalimat itu yang keluar dari mulut Arion tapi Rocky tidak bisa memaksa Arion begitu saja, Arion keras kepala dia harus memutuskan semuanya atas inginnya bukan kemauan orang lain.


Arion menutup bukunya dan mencari keberadaan adik kecilnya, matanya menemukan pemandangan harmonis, senyum Olivia, Aric dan Aleena di sana. pemandangan yang menyilaukan mata Arion.


Arion segera melangkah kan kakinya mendekat ke arah mereka "Aleena buku ini aku bawa" Ucap Arion langsung duduk menggeser tempat duduk Olivia sedikit menjauh dari Aric dan Aleena.


"Boleh, kakak ingin membaca semua yang Mama tuliskan, Mama menulis kan semua dengan detail, jadi Aleena dengan mudah bisa mengenali kakak" Aleena memperlihatkan gigi putihnya.


"Ekhm, jangan terlalu banyak berfikir, aku hanya lihat banyak foto ku yang jelek di sini, aku ingin membuangnya" Ucap Arion yang tidak ingin mengakui apa yang di katakan Aleena adalah benar.

__ADS_1


"Hah? tidak aku tidak izinkan apapun di ganti, Mama menulis setiap foto setiap hari, itu tidak boleh" Menarik album dari Arion.


Arion mengusap Kepala Aleena "Bercanda, aku tidak akan melakukan" Ucap Arion, sembari mengambil kembali buku itu.


Rocky dan Dion terdiam mendengar ucapan Arion, baru kali ini dia melihat orang yang mengatakan kata bercanda dengan muka yang datar.


Aleena kembali berdiri dan mengambil handphone nya, memberikan nya pada Rocky, untuk sementara Rocky bingung namun tiba-tiba Aleena menarik tangan Arion dan Aric untuk mendekat ke arahnya,"Kak Rocky boleh foto kami? " Ucap Aleena antusias


"Baiklah" Ucap Rocky


Olivia yang merasa orang luar ingin berdiri namun tak di sangka, Arion menarik Olivia mendekat, membuat Rocky tersenyum *Dia sudah benar-benar membuka hatinya," Rocky ikut bahagia dengan apa yang sepupu nya itu rasakan.


"Ok senyum semuanya" Ucap Rocky mulai memotret.


Olivia terlihat gugup namun berusaha untuk tetap tenang, dia tidak menyangka jika tuan muda Arion akan menahannya untuk berfoto bersama


"Dion ambil ini aku juga ingin berfoto bersama" Ucap Rocky


"Tidak.. tidak kak Rocky tidak oleh ikut" Ucap Aleena segera menggelengkan Kepala nya


"Ayolah Aleena kau terlalu kejam padaku" Ucap Rocky memelas


"Rocky dia hanya bercanda kemari, kita adalah keluarga, Aleena jangan terus menggoda Rocky, dia adalah sepupu mu"


Aleena dengan imut melipat kedua tangannya ke depan dada "Siapa yang punya sepupu jelek seperti kak Rocky" memajukan bibirnya


"Hei Aleena kau terlalu jujur" Rocky berakting sedih menekan dadanya


"Apa yang aku katakan adalah kenyataan, wlee" Aleena menjulurkan lidahnya.

__ADS_1


Mereka semua tersenyum melihat tingkah lucu Aleena, Rocky juga tersenyum melihat nya.


Pada akhirnya Rocky ikut berfoto bersama dengan mereka semua, sampai seseorang datang dan membuat suasana menjadi hening sementara.


__ADS_2