
Andreas dan Rafael tiba di penjara bawah terlihat satu tangan yang terbungkus perban, Andreas bersyukur hanya tangan ibunya yang terluka tidak seperti yang Arion katakan.
Langkah kaki Andreas semakin mendekat, membuat ibunya yang baru saja bisa tidur terbangun dan melihat siapa yang ada di depannya saat ini
Terhalang jeruji besi tidak membuat wanita tua itu tidak mengenali putranya "Andreas.. Andreas kau di sini sayang, bawa ibu keluar sayang ibu takut di sini sangat dingin" Ucapan ibunya dengan nada memelas kepada sang putra
Andreas menghela nafasnya "Jika ibu tidak ingin di sini kenapa ibu menyakiti Olivia?! " Ucapan Andreas itu membuat ibunya teringat lagi dengan kebencian yang mendalam pada Olivia
"Ini semua salah pelac*r itu!! " Ucapan ibu Andreas ini menandakan ibu Andreas belum merasa bersalah sedikit pun pada Olivia
"Cukup ibu cukup!! apa salah Olivia terhadap mu sehingga membuatmu begitu kasar padanya! apa yang ada di pikiran mu ibu" Andreas menghela nafasnya ternyata hukuman yang Arion dan dirinya berikan tidak merubah rasa benci ibunya terhadap Olivia
Ibu Andreas terdiam sejenak " Dia tidak pantas untuk mu" Ucap ibu Andreas
"Bukan dia ibu, tapi aku yang tidak pantas untuk nya! " Ucap Andreas lemah, Olivia wanita yang begitu baik kepada semua orang bagaimana bisa pantas dengan nya yang bahkan tidak bisa mempercayai ucapannya.
"Apa yang kau bilang sayang, kau adalah dokter terbaik bagaimana perempuan rendahan seperti dia pantas untuk mu" Ucap ibu Andreas yang masih bersikeras memandang tinggi putranya
"Aku hanya seorang dokter, tapi dia wanita berhati malaikat, apa kau tau ibu orang yang membantu ibu selamat dari kecelakaan waktu itu adalah Olivia, dia orang yang mendonorkan darahnya untuk mu ibu" Ucap Andreas yang akhirnya membuka rahasia yang selama ini dia tutupi sesuai dengan permintaan Olivia
"Ti... tidak mungkin itu bukannya Susan? ak.. aku sudah memberikan begitu banyak uang untuk nya dan Mario Harris, aku juga menyuruh Mario Harris menjauhkan mu dengan Olivia" Ibu Andreas terpancing berbicara tanpa berfikir
"Ibu apa yang kau lakukan, aku sendiri yang melihat dengan jelas Olivia yang mendonorkan darahnya bagaimana bisa kau percaya dengan ucapan tanpa bukti" Ucap Andreas memijat kening nya
__ADS_1
"Bahkan aku sudah menjodohkan mu dengan Susan dia wanita yang baik, Andreas kamu pasti di tipu oleh Olivia, dia.. dia berpura-pura dia berbohong kau.. kau yang sudah di tipu Olivia benar kau yang di tipu" Ucap ibu Andreas masih bersikukuh dia merasa dirinya yang benar, dia benar-benar keras kepala, ibu dan anak yang berbeda sifatnya benar-benar tidak sesuai.
"Ibu kau benar-benar keras kepala! " Andreas memijat kepalanya dia tidak habis pikir bagaimana ibunya bisa begitu membenci Olivia.
Rafael yang sedari tadi mendengar wanita tuannya terus di hina merasa tidak Terima, bagaimana bisa calon Nyonya nya di hina begitu dan di bandingkan dengan wanita yang ada di penjara gelap Itu.
"Mohon anda jaga ucapan anda, apakah anda tau nona Olivia adalah wanita tuan Arion jangan membuat saya hilang kesabaran" Ucap Rafael tegas membuat ibu Andreas sedikit gemetar namun masih berusaha meyakinkan dirinya bahwa dia benar
"Katakan pada Tuan Arion jangan sampai terperangkap dengan tipu muslihat perempuan ular seperti Olivia, dia dan ibunya sama-sama jalan*" Ucap ibu Andreas
"Seperti nya anda sudah buta, yang ****** adalah menantu pilihan anda" Rafael memberikan bukti yang ada di hpnya tentang Susan yang bermain dengan banyak wanita
Rafael membawa ibu Andreas keluar dari penjara membuat nya melihat dengan nyata betapa menjijikkan nya Susan.
"Jika anda tidak percaya saya akan mengantarkan anda bertemu dengannya di ruangan gelap! dia adalah tahanan tuan seorang penjahat yang membakar rumah sakit yang berisikan sepupu tuan Arion dan pamannya, wanita seperti inikah yang pantas dengan Andreas, dan jika anda masih meragukan perkataan dokter Andreas tuan Arion bisa memberikan rekaman CCTV, bahkan rekaman 10tahun yang lalu,tuan saya mampu memberikannya, anda ingin wanita yang baik untuk anak anda tapi anda sendiri bersikap tak selayaknya seorang ibu, dan anda tidak seharusnya bersikap kejam pada penyelamat anda" Ucap Rafael begitu panjang tidak seperti biasanya dia benar-benar kesal. dengan tingkah ibu Andreas yang begitu keras kepala itu membuatnya tidak bisa mengunci kekesalannya membuatnya banyak bicara.
"Anda benar-benar gagal menjadi wanita baik" Sindir Rafael dia langsung pergi namun sebelumnya dia menepuk pundak Andreas "Sisanya aku serahkan padamu dokter" Ucap lirih Rafael.
******
"Apa yang sedang kau lakukan! " Ucap Arion dengan nada tinggi berjalan dengan penuh emosi masuk keruangan Olivia
"Tu.. tuan" Ucap gugup Olivia, entah mengapa Olivia merasakan perasaan seperti wanita yang kepergok selingkuh oleh suami sendiri.
__ADS_1
"Apa kau rabun? apa kau sakit mata? apa kau tidak lihat aku sedang membantunya makan" Ucap Alister tenang
"Kau! " Arion mengepalkan tangannya dia benar-benar marah baru saja kehilangan satu rival ada satu lagi yang muncul
Rocky mendekat ke arah Arion menenangkan Arion "Tenanglah jangan membuat Olivia takut" Bisik Rocky pelan
Tanpa sadar mata Arion beralih ke Olivia, wajannya kelihatan pucat mungkin dia benar-benar ketakutan "Kau keluar! " Ucap Arion penuh penekanan menatap tajam Alister
"Ha! untuk apa aku keluar, ini adalah ruangan Olivia aku bebas untuk menjenguknya" Ucap Alister
"Ini rumah sakit milik ku! jika kau tidak ingin masuk daftar hitam keluar! " Ucap Arion tegas kali ini Arion menahan emosinya, jika itu Arion yang dulu sebelum mengenal Olivia dia akan menyeret Alister dengan tangannya sendiri.
Alister tau Arion bukan orang yang hanya bisa mengancam dia pasti akan melakukan apa yang dia katakan, jika itu terjadi dia tidak akan pernah bisa menjenguk Olivia lagi
Rocky tiba-tiba merangkul Alister " Adik baik menurut ucapan kakak Arion mu ok" Rocky membawa keluar Alister yang sebenarnya enggan tapi demi untuk tetap bisa bertemu dengan Olivia di kemudian hari Alister terpaksa pergi dari ruangan Olivia
Rocky menutup pintu ruangan Olivia sekarang tersisa Arion dan Olivia, Olivia tidak bisa melihat ke arah Arion entah mengapa ada perasaan bersalah membiarkan dirinya satu ruangan dengan laki-laki
*Ada apa ini? kenapa rasanya seperti sedang ketahuan berselingkuh " Ucap Olivia dalam hati
Arion mengatur nafasnya sesuai ucapan Rocky tidak boleh membuat Olivia Takita dengannya atau dia akan kehilangan Olivia, Arion mengambil makanan yang Alister bawa dan membuangnya di kotak sampah.
Dia kemudian duduk di kursi di smping ranjang membuka bubur yang dia beli untuk Olivia "Kenapa tidak mau menatapku! apa aku begitu menakutkan" Ucapan Arion membuat Olivia menatapnya, Olivia tidak merasa takut tapi entah mengapa dia seperti merasa bersalah
__ADS_1
Olivia menggelengkan kepalanya, tapi dia juga tidak bisa mengatakan apa yang dia rasakan
Melihat tampang Olivia yang begitu lugu membuat Arion tidak bisa menahan dirinya dia mendekatkan wajahnya ke wajah Olivia " Bagaimana aku harus menghukum mu, istriku yang cantik" Ucapan Arion itu membuat Olivia terkejut dan ciuman yang tiba-tiba Arion berikan juga mampu membuat Olivia terkejut dua kali lipat.