MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG

MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG
Episode 39


__ADS_3

Olivia berjalan mendekat ke arah pintu, mengendap-endap dan keluar ke arah taman


saat dirinya mendekat ke arah pagar tinggi itu dia mendengar suara yang membuatnya cemas, dia bergegas mencari asal suara itu


"Ah, kau terluka" Ucapnya yang bergegas mendekati kucing yang sedang terluka itu "Aku akan mengobati mu" Ucap Olivia yang langsung menggendong kucing itu, dia akhirnya mengurungkan niat nya untuk kabur demi menolong kucing itu.


Arion terus memandangi gadis cantik yang tengah menggendong kucing itu, yang dia pikir akan kabur meninggalkan nya, Arion ternyata tengah mengawasi Olivia lewat CCTV di villa


"Bagus aku pikir kau akan kabur, tapi kemanapun kau pergi aku pasti akan menemukan mu" Ucapnya sembari menatap layar laptop di depannya


Olivia dengan susah payah mencari peralatan pertolongan pertama dan dia akhirnya menemukan nya dengan cepat membersihkan luka di kaki kucing itu "Kau apa kau tersesat, kenapa kau bisa muncul di sini dengan luka seperti ini" Ucap Olivia kepada kucing yang tengah dia obati itu


"Selesai" Ucap Olivia yang berhasil membalut luka si kucing, malam semakin larut membuat anaya mulai terlelap di meja itu


Arion berjalan ke arah Olivia tiba-tiba dia terdiam dan baru menyadari betapa cantik dan lembutnya Olivia, Tiba-tiba dia teringat kembali ucapan Rocki kalau Olivia berbeda dari Mario Harris



Entah dari mana bisikan itu, kali ini Arion sudah membawa Olivia pada gendongan nya membawa Olivia untuk berbaring di kamar yang tadi dia tempati


Arion perlahan membaringkan tubuh Olivia menyelimuti tubuh gadis cantik itu, namun tiba-tiba tersadar "Hah? apa yang sedang aku lakukan ba.. bagaimana bisa? " Ucap Arion yang seperti baru sadar dari hipnotis


"Ah sudahlah dia juga sudah di sini" Ucap Arion yang kemudian pergi meninggalkan Olivia

__ADS_1


Saat ini di sisi lain Daniel sudah pergi dari casino itu dan pergi ke rumah sakit setelah dia sampai di depan rumah sakit dia mencari sesuatu di sakunya, terus memeriksa setiap sakunya dia sampai melepaskan jas nya memastikan benda itu ada di dalamnya tapi sialnya sekeras apa dia mencoba dia telah menghilangkan nya "Aaaahh bagaimana bisa rambut itu tidak ada, hei kau rambut bukan kah kau harusnya menempel! ini semua sebab anak buah Anak sialan itu! " Ucap Daniel yang harus berkelahi dengan anak buah Arion


"Bagaimana ini, perasaan familiar yang gadis itu tinggalkan benar-benar seperti malam itu" Ucap Daniel sembari mengacak-acak rambutnya dia benar-benar menyesal harus kehilangan apa yang dia incar sejak mengajak Olivia untuk makan malam bersama


"Ah sudahlah lebih baik cari kesempatan lain untuk mengambil nya lagi" Ucap Daniel yang akhirnya meninggalkan rumah sakit tanpa masuk ke dalamnya


Di dalam mobil Daniel menelpon kai, namun beberapa kali telponnya tidak di angkat "Sudahlah mungkin dia sudah tidur ini juga sudah larut malam" Ucap Daniel menyerah dan menyetir mobil yang dion berikan untuk nya ah lebih tepatnya mobil yang Daniel rampas dari Dion


Daniel memutuskan kembali ke rumah angel, berharap ada kesempatan lagi berbicara dengan Olivia


Sesampainya di halaman lebar itu dia melihat wajah tampan sang dokter yang mondar-mandir di depan pintu


"Kau sedang apa? " Ucap Daniel mengagetkan Andreas


"Tidak tau, Tuan muda mu membawanya kabur " Ucap Daniel santai


perkataan Daniel itu membuat sesak dalam dadanya, pikiran nya kini melayang dia benar-benar takut terjadi sesuatu pada Olivia


Tak lama Rocki datang "Jika ingin tau kau tanya saja pada Tuan muda kedua mu itu" Daniel berlalu pergi untuk membaringkan dirinya dan tidur


Andreas segera mendatangi Rocki " Rocky di mana Olivia? " Tanya Andreas to the poin


"Apa Arion tidak membawanya pulang? " Tanya Rocki heran

__ADS_1


"Tidak dia tidak membawanya pulang" Ucap panik. Andreas


"Hei tenanglah, Arion tidak akan membunuh seorang wanita" Ucap Rocki mencoba menenangkan Andreas namun sebenarnya dia juga khawatir dia teringat saat pertama kali Olivia datang dia hampir kehilangan kesucian di tangan banyak laki-laki, tapi kemudian Rocki membolak-balikan pikiran dia ingat Arion sudah mulai tertarik pada Olivia dia menyakinkan dirinya sekaligus berbicara pada Andreas "Arion tidak akan menyakiti nya" Ucap Rocki yakin membuat Andreas menggelengkan kepala nya


Bukan itu yang Andreas takutkan Andreas juga tau Arion tidak akan menyakiti Olivia, tapi yang Andreas takut kan adalah perasaan Arion, dia takut Arion menyadari kalau dirinya sudah tertarik pada Olivia


"Bisakah mencari keberadaan nya sekarang! " Ucap Andreas memohon pada Rocki


"dokter Andreas tenanglah, tidak perlu sekhawatir itu besok pagi aku yakin mereka akan kembali" Ucap Rocki yang berlalu pergi meninggalkan Andreas yang termangu menatap gelap nya malam yang semakin larut itu "Aku harus apa Tuhan? dia adalah kekasihku tapi di sisi lain dia juga sahabat ku, aku tidak ingin mengalah tapi aku juga tidak ingin egois. Aku mencintaimu 6 tahun lalu bahkan sampai sekarang, Olivia kau gadis pertama yang menepati hatiku dan itu tidak akan tergantikan" Ucap Andreas sendu kalimat nya terasa menyakitkan


Malam berakhir dengan cepat Daniel mengerjapkan matanya dan mendengar handphone nya sedang berbunyi dia meraihnya saat ingin mengangkat telpon itu telpon itu sudah mati Daniel mengecek HP nya menerima ribuan telepon dari banyak orang "Hah ada apa ini? kenapa semua orang menelpon ku " Ucap Daniel yang menggerakkan layar handphone nya


Kai, Dena, Dekka, Derrel, dan Daffin tidak luput Nama Aric dan Davian pun berada di sana


"Ada apa mereka semua menelpon ku" Entah mengapa tiba-tiba dia merasa tidak enak hati dan mulai menelpon adiknya namun nomor nya sibuk, alhasil mencoba menelpon adik iparnya berdering namun tidak di angkat "Hei mereka menghubungi ku tapi sekarang malah tidak mengangkat telpon ku" Ucap Daniel yang kini mencoba menelpon Kai beberapa kali tidak terhubung "Dia ini sedang menelpon siapa? " Ucapan Daniel mencoba tenang "Lebih baik aku mandi dulu" Ucap Daniel yang akhirnya memilih untuk mandi


Setelah mandi dia langsung mengganti pakaian nya, dia kembali mengecek HP nya kini panggilan tak terjawab nya berisi nama Kai dan Daffin Daniel melihat ada pesan masuk dari daffin


Tiba-tiba mata Daniel terbelalak membaca isi pesan di tangannya, tangannya sedikit bergetar ada rasa tidak percaya namun lamunannya buyar saat layar HP nya hidup dan mulai berdering


"Bos kau dari mana saja" Ucap kai panik


"Apa yang Daffin katakan benar? " Langsung saja Daniel berbicara

__ADS_1


"Benar itu.. itu benar bos" Ucap kai yang sebenarnya tidak tau apa yang Daffin ketik pada paman nya itu tapi dia tau itu pasti sama dengan apa yang ingin dia katakan


__ADS_2