
Senja menyapa mereka semua sudah bersiap untuk kembali ke negaranya, Arion, Rocky, Olivia dan Andreas beserta nenek Angel dan Zulfa.
Keluarga Rayyan dan Daniel mengantarkan kepulangan mereka sampai di bandara, sebelum pergi Olivia memberikan sesuatu, Rocky juga memberikan balasan puding waktu itu.
Aleena bahagia meski masih ada rasa sedih berpisah dengan mereka.
Sebenarnya tidak lama lagi, Aleena juga akan menyusul mereka karena harus menghadiri resepsi pernikahan Arion dan Olivia.
"Kak Olivia hati-hati jaga diri baik-baik " Ucap Aleena saat Olivia mulai berjalan masuk.
Setelah pesawat lepas landas, Aleena masih memantau kepergian mereka, walaupun ada kelegaan sebelum Rocky pergi dia sudah mengatakan apa yang ingin dia katakan meskipun Rocky tidak mendengar nya.
Berjam-jam mereka berada di dalam pesawat, Arion tidak melepaskan genggaman tangannya pada tangan Olivia bahkan saat mereka tidur.
Arion benar-benar tidak melepaskan Olivia.
Sampai pesawat mendarat Arion masih memegang erat tangan Olivia dia hanya melepaskan saat makan malam di dalam pesawat.
Sesampainya dia di bandara...
Olivia melihat seseorang yang familiar dari jauh, benar saja orang itu berteriak nama Andreas.
"Jangan takut" Ucap Arion menggenggam tangan Olivia bagaimanapun Olivia masih memiliki sedikit rasa takut dengan ibunya Andreas.
Mereka semua bersiap menaiki mobil yang menjemput mereka namun sebum itu ibu Andreas berlutut meminta maaf pada Olivia "Maafkan tante, tante belum minta maaf dengan layak kepadamu dan ibumu, maaf kan tante" Ucap ibu Andreas dengan tulus.
Olivia tidak bisa melihat ibunya dokter yang merawat neneknya berlutut di hadapannya. "tante Olivia sudah memaafkan tante, tidak perlu sampai melakukan hal ini yang terjadi di masa lalu biarlah" Olivia memeluk dengan lembut ibunya Andreas.
Membuatnya merasa sangat sangat malu dengan apa yang dia lakukan di masa lalu, bagaimana dia bisa buta melakukan kejahatan kejahatan pada wanita sebaik Olivia.
Andreas tersenyum dia sangat tau setelah kejadian yang terjadi ibunya Andreas benar-benar menyesal dan terus merasa bersalah meskipun Olivia sudah memaafkannya.
__ADS_1
Tapi kali ini berbeda pelukan Olivia seperti nya benar-benar sudah membuatnya yakin kalau Olivia memaafkan nya.
"Tuan Arion maafkan saya " Ucap ibunya Andreas.
"Sudah di maafkan" Arion merangkul istrinya membawanya pergi.
"Tante saya permisi" Ucap Olivia sopan
Zulfa hanya diam melihat pemandangan itu, dia tentu saja tidak mengerti apa yang terjadi.
Andreas sudah memutuskan jadi dia harus melakukan langkah pertamanya "Nenek bisakah aku meminjam dokter zulfa sebentar" Ucap Andreas
"Tentu saja" Ucap angel.
"Rocky, bisakah kau menggantikan zulfa" Ucap Andreas, Rocky yang sekarang tidak terlalu banyak bicara mengangguk dan menggandeng neneknya.
" Ibu" Panggil Andreas yang menggandeng zulfa
"Ibu kenalkan dia zulfa, aku sedang mengejarnya sekarang" Ucap Andreas terang terangan membuat wajah zulfa n
memerah.
Ibunya Andreas tersenyum dia tidak seperti dulu yang akan menanyakan banyak hal tentang wanita yang dia bawa Andreas, sekarang ibunya Andreas akan mempercayakan masa depan Andreas pada Andreas sendiri "Dia cantik kau harus mendapatkan nya untuk jadi menantu ibu" Ucap ibu Andreas yang membuat Andreas tersenyum, dia tau ibunya sudah benar-benar berubah.
"Pe.. perkenalkan ibu saya zulfa" Zulfa menjabat tangan ibunya Andreas.
Satu minggu berlalu...
Pagi ini Arion sudah berteriak..
"Arion apa kau ingin membunuh ku? " Tanya Rocky yang kesal degan permintaan Arion yang aneh-aneh.
__ADS_1
"Berisik cepat belikan" Ucap Arion dengan masa memerintah.
"Sepagi ini kau sudah memintaku ke supermarket 7 kali, apa kau sudah gila" Rocky benar-benar tidak mengerti kenapa Arion semakin hari semakin bertingkah aneh, dia jadi lebih sering marah, ngambek tidak jelas bahkan posesif nya sudah masuk ke fase tak tertolong.
"Apa boleh buat dion bumi datang" Jawab santai Arion.
"Kalau begitu tunggu dia datang aku tidak mau lagi " Ucap Rocky kesal.
"Tenanglah Rocky, ini mungkin bawaan bayi" jelas lembut Olivia
"Bawaan bayi? kau yang membawa bayinya kenapa dia yang menginginkan makanan nya, tidak masuk akal! "
"Berisik! kau jika ingin tau alami saja sendiri" Ucapan Arion yang spontan itu membuat Olivia terkejut.
Arion lupa bahwa penyakit kehilangan wanita yang di cintai rocky belum hilang.
Rocky kehilangan moodnya dia mengambil kunci mobil yang sempat dia letakan dan pergi membelikan apa yang Arion mau.
Setelah kepergian Rocky "Boo kau harusnya bisa mengontrol ucapan mu"
"Aku tidak sengaja" Arion baru menyadari saat melihat raut wajah Rocky berubah.
" Aku tau, lain kali lebih hati-hati " Olivia mengingatkan.
"Boo tentang permintaan Rocky apa yang akan kau lakukan, kau harus berjanji padanya" Tanya Olivia.
"Aku sudah mendiskusikan nya dengan nenek aku dan nenek sudah sepakat"
"Apa itu? "
"Tentu saja tidak membiarkan Rocky pergi.... "
__ADS_1