MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG

MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG
Episode 60


__ADS_3

Di dalam kamar suasana menjadi canggung, Arion merutuki apa yang dia lakukan, bagaimana seorang Tuan Muda malah menarik anak penjahat kedalam kamar miliknya.


*Apa yang aku lakukan? " Dia mengacak-acak rambutnya, sedangkan Olivia tidak tau harus berbuat apa.


Seketika suasana menjadi hening sesaat sampai bel pintu di tekan.


Arion bergegas membuka pintu kamarnya "Kau? " Menatap Rocky dan Dion yang sudah berada di depan kamarnya.


Rocky menyerobot masuk tanpa permisi.


"Rocky apa yang kau lakukan?! " Segera mengikuti saudara nya yang masuk tanpa di suruh itu.


"Tidak apa-apa? aku hanya ingin di sini, bagaimana kalau kita tidur berempat" Rocky tersenyum menunjukkan gigi putihnya.


"Apa kau lupa?! Aku tidak suka berbagi dengan orang lain! " menatap tajam Rocky.


"Hem, benarkah lalu apakah kau akan membiarkan Olivia di sini? " Menyindir Arion.


"Hah! Dia di sini hanya... " Ucapan Arion terhenti.


"Ah sudahlah lebih baik kau ikut dengan ku" Ucapan Rocky membawa Arion keluar dari kamar. " Olivia kau bisa membersihkan dirimu" Ucapan Rocky sebelum meninggalkan ruangan itu.


"Kenapa menyeret ku keluar" Ucap Arion kesal menyingkirkan tangan Rocky dari dirinya.


"Kenapa? apa kau tidak rela meninggalkan Olivia sendirian di kamar? " Ucap Rocky menggoda Arion


"A.. Apa yang kau katakan! bukan seperti itu" Ucapan Arion terbata-bata, wajahnya memerah seperti tersipu malu.


"Wajahmu merah, kau benar-benar tidak ingin meninggalkan Olivia sendiri ya" Meledek Arion


"Berisik!! wajah siapa yang merah! " Arion menyangkalnya tapi tanpa dia sadari memang dia enggan meninggalkan Olivia sendiri.


"Ya ya, tidak ada uang wajahnya merah"


"Jadi ada apa membawaku keluar? " Arion, Dion dan Rocky berhenti di depan lift.


"Kita bicarakan di mobil" Ucap Rocky yang terlihat misterius, membuat Arion bertanya apa yang terjadi.

__ADS_1


Kini mereka berada di tempat parkir hotel, mereka masuk ke dalam mobil mereka dan melajukan mobilnya ke suatu tempat.


"Kenapa harus keluar hotel? "


"Tidak mungkin membicarakan di kamar mu bukan? " Ucap Rocky


"Bukankah masih ada kamarmu"


"Ah, aku lupa! Dion kenapa kita harus keluar? " Rocky berusaha melimpahkan kesalahan pada Dion.


"Kau tidak bertanya padaku bagaimana aku akan memberitahumu, kau merencanakan semuanya sendiri" Ucap Dion yang tak ingin di salahkan


"Ah benar aku benar-benar bodoh"


"Kau memang bodoh! " Sahut Arion.


"Tidak masalah kita bisa sekalian menikmati indahnya negara ini, jarang sekali bisa kemari apa lagi bersamamu, aku juga sudah menemukan Bar bagus di sini"


"Bilang saja kau hanya ingin minum Rocky" Ucap Dion menyindir.


"Hei hei jaga ucapan mu, aku hanya ingin pembicaraan kita tidak di ganggu siapapun" Kisah Rocky pada Dion.


Mereka mengambil tempat VVIP, tidak meminta wanita satupun hanya minta anggaran terbaik di bar itu.


Anggur terbaik sudah berjejer dengan rapi di meja mereka, Rocky menuangkan ke gelas Arion dan Dion serta gelasnya sendiri.


Arion mengambil gelas itu menenggak perlahan Anggur itu benar-benar terlihat mempesona " Jadi apa yang ingin kau bicarakan? " Tanya Arion.


"Aku sudah berbicara berdua dengan Aric" Rocky mengangkat gelasnya dan mulai minum.


"Apa yang kau bicarakan? " Tanya Arion.


"Tentang tempo hari dia menemui Mario Harris dan jumlah uang yang dia berikan" Ucap Rocky menjelaskan.


"Dia bilang apa? " Arion terlihat penasaran ada rasa khawatir di hatinya entah kekhawatiran macam apa?, mungkin saja dia khawatir apa yang terjadi pada angel berkaitan dengan Aric.


"Dia bilang, dia memberikan uang untuk informasi yang dia dapat"

__ADS_1


"Informasi? informasi apa? "


Rocky mengeluarkan handphone nya dan memberikan nya pada Arion "Dia ingin tau keadaanmu dan Nenek, dia menyelidiki dan menemukan nama Mario Harris orang terdekat dengan keluarga kita jadi dia mengumpulkan semua informasi tentang keadaan kita dirinya, tapi beberapa bulan ini dia tidak bisa menghubungi Mario Harris, dia seperti nya tidak tau tentang keadaan nenek" Ucap Rocky menjelaskan apa yang dia tau


Sekian detik Arion terdiam, sebegitu besarlah rasa sayang Aric, Arion sendiri bahkan tidak pernah memantau keadaan Aric dan adiknya Aleena bahkan dia juga tidak pernah memantau kesehatan Mama dan Papa nya.


"Kenapa kau diam?, Arion mereka semua menyayangi mu, apakah kau akan pergi begitu saja tanpa memaafkan mereka? dan lagi ternyata Nenek selalu mengirimkan semua perkembangan mu pada bibi Tiara, pantas sahabat Aleena berkata ibunya selalu menceritakan mu, di balik diamnya mereka, mereka semua sangat menyayangi mu Arion, Arion kau harus memaafkan mereka"


Arion menenggak lagi dan lagi anggur di gelasnya, mendapatkan kebenaran yang satu persatu terkuak.


"Entahlah" Hanya itu yang keluar dari mulut Arion, membuat Rocky bingung dia tidak bisa menebak apa yang Arion kini rasakan.


*Apakah kalian semua bodoh? aku bahkan tidak pernah memikirkan kalian untung apa kalian memantau keadaan ku? ingin membuatku tersentuh hah? " Ucap Arion dalam hati, hatinya benar-benar sangat keras.


Cukup lama suasana hanya di temani suara anggur yang di tenggak masuk ke dalam mulut mereka sampai akhirnya Arion bersuara.


"Hanya itu yang ingin kau katakan?! kau membuang waktu ku"


Rocky menghela nafasnya dan menatap pada Dion, Dion mengangguk ini gilirannya untuk menyampaikan informasi.


Arion ingin berdiri "Hal sepele seperti ini bukan termasuk informasi!, Aku pulang" Ucap Arion yang terlihat akan meninggalkan tempat itu..


"Tunggu dulu, masih ada satu informasi, ini tentang Olivia" Ucap Rocky yang membuat Arion mengurungkan niatnya untuk pergi dari ruangan itu.


"Katakan! " Arion kembali ke tempat duduknya.


Dion menyerahkan berkas di laptopnya, "Tuan muda informasi tentang Olivia banyak yang terkunci, namun aku lihat banyak kejanggalan dalam informasi nya, seperti dugaan Rocky seperti nya Olivia bukan anak kandung dari Mario Harris"


"Seperti nya? kau belum menemukan bukti yang kuat? "


"Tidak! aku yakin Olivia bukan putri kandung Mario Harris karena saya menemukan golongan darah Mario Harris dan Olivia berbeda begitupun dengan Selena dan Susan mereka tidak memiliki golongan yang sama dengan Olivia"


Arion menggenggam kuat tangannya terlihat sekali dia sedang marah, tapi entah dia marah pada dirinya sendiri yang salah menghukum orang, atau marah karena Mario Harris berani meninggalkan Olivia sebagai kambing hitam untuk nya.


"Dan ada lagi satu bukti jika Olivia bukan anak kandung dari Selena" Dion mengklik dan memberikan sebuah gambar


"Ini? adalah" Arion menatap Dion, Dion mengangguk seperti tau apa yang ada dipikiran Arion.

__ADS_1


"Sialan Mario Harris aku terlalu santai membiarkan mu hidup di luar sana! Setelah ini lihat bagaimana aku membereskan mu" Arion menggebrak meja dengan kuat.


__ADS_2