MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG

MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG
Episode 61


__ADS_3

"Dion jangan berhenti untuk mencari tahu semua tentang wanita itu, aku mau informasi tanpa ada yang terlewat" Ucap Arion serius.


"Aku mengerti Tuan Muda" Ucap Dion yang menutup laptop nya, untuk mencari informasi yang sulit tidak mungkin hanya menggunakan satu laptop saja.


"Atas kerja bagus kalian berdua, aku akan mentraktir kalian minum" Ucap Arion kepada Dion dan Rocky.


"Arion, apakah besok kita akan pulang? " Ucap Rocky yang merasa semuanya belum selesai.


"Tentu, Nenek sendirian di rumah" kembali menenggak anggur di gelasnya.


"Tenanglah di sana ada dokter More dan Andreas, bocah itu juga di rumah bersama adiknya, nenek akan baik-baik saja".


" Lalu apa hubungannya jika nenek baik-baik saja"


"Apa kau tidak ingin sedikit bernostalgia atau mengenalkan Olivia pada bibi Tiara" Goda Rocky membuat Arion tersedak.


"Ukhuk.. Ukhuk.. Bicara apa kau? untuk apa aku mengenalkan nya pada Mama" Ucap Arion tanpa sadar menyebut Tiara Mama, sebutan yang telah lama dia lupakan.


Rocky tersenyum mendengar perkataan Arion *Sedikit lagi, kau harus sedikit lebih lama di sini Arion, aku ingin kau benar-benar berdamai dengan masa lalumu" Ucap Rocky dalam hati.


"Kenapa kau tersenyum?! tidak ada yang meminta mu untuk tersenyum" Sentak Arion, Arion tau Rocky tersenyum karena dirinya menyebut Tiara dengan sebutan Mama tidak seperti sebelumnya yang menganggap Tiara orang lain. Sebenarnya Arion juga merasa terkejut dengan dirinya yang seperti nya mulai menerima keberadaan Tiara.


"Tidak ada, hanya saja tiba-tiba datang dan memberitahu kau akan menikah seperti nya menarik Hahaha" Rocky tertawa terbahak-bahak dan mulai meminum anggur nya lagi.


"Rocky apa kau mabuk" Ucap Dion yang sedari tadi diam.


"Ck! siapa yang mabuk, aku masih sangat sangat sadar" Rocky tersenyum dia seperti nya sudah mulai mabuk.


"Hah, dia akan menyebalkan saat mabuk" Ucap Dion yang pernah menemani Rocky saat mabuk.

__ADS_1


"Biarkan saja" Ucap Arion, Arion tanpa sadar memikirkan apa yang Rocky bicarakan *Menikah? " Gumam Arion dalam hati.


Mereka bertiga minum hingga larut malam, yang paling mabuk adalah Rocky, Rocky terus berbicara tanpa henti membuat Dion kewalahan.


"Hei kau bisakah diam sebentar, kau sangat berat saat terus berbicara" Gerutunya Dion yang sedang memapah Rocky.


"Olivia, hahaha tidak bisa" Ucapan Rocky membuat Arion yang setengah sadar terkejut begitupun dengan Dion.


"Rocky, apa kau menyukai Olivia? " Tanya Arion dengan ragu, selama ini Rocky sangat dekat dengan Olivia tidak mustahil untuk Rocky jatuh cinta dengan Olivia.


"Suka, dia cantik dan baik benar-benar seperti malaikat yang indah, ahhh Olivia" Rocky meracau terus tidak jelas.


Arion mendengarkan ucapan Rocky entah mengapa merasa marah dan kesal ada kesakitan di dadanya.


"Tu.. Tuan muda jangan dengarkan dia tuan, si bodoh ini sedang mabuk" Dion berusaha menenangkan Arion, dia takut Arion akan marah.


Arion mencoba berjalan dengan cepat masuk kedalam mobil dengan keadaan setengah sadar, sedangkan Dion terus mengikuti Arion dengan memapah sahabat nya itu.


Klakson mobil terus Arion bunyikan membuat Dion bergegas membawa Rocky "Hah sejak kapan kunci mobilku berada di tangan tuan muda? " Udah Dion bingung


Arion mendengar ucapan Rocky membuat dirinya tidak sabar untuk menemui Olivia, dia merasa ingin mendekap Olivia di pelukannya tidak boleh lepas dari nya "Perasaan aneh apa lagi ini" Gumam Arion setengah sadar.


Tin.. Tin.. Tin...


Klakson terus Arion , Dion segera menaruh Rocky di jok belakang, sedangkan dia Bergegas masuk di belakang kemudi.


"Kau lama! " Ucap Arion membuat Dion meminta maaf pada Tuan mudanya itu.


"Maafkan aku tuan" Ucap Dion yang segera menyalakan mobilnya, mengemudikan mobilnya dengan hati-hati.

__ADS_1


"Benar dia lebih baik benar, aku memang tidak pantas untuk mu pergilah bersama Arion" Rocky meracau membuat Dion membulatkan matanya.


"Apa yang dia bicarakan"


"Mu.. mungkin hanya mengigau tuan jangan terlalu di respon dia hanya sedang mabuk, orang mabuk itu suka berbicara aneh-aneh tuan" Ucap Dion yang tidak ingin Arion bertanya lebih dalam lagi.


Arion hanya mengangguk, tidak terlalu menanggapi ucapan Rocky.


Mereka kini sampai di parkiran hotel, Dion membawa Rocky ke kamar mereka di dalam lift "Tuan ingin aku mengantar tuan ke kamar? " Tanya Dion


"Tidak perlu kau urus saja pemabuk itu" Menunjuk pada Rocky, Dion mengangguk dia lebih dulu keluar dari lift.


Arion kini sudah berjalan di lorong hotel memecat bell di kamarnya.


Olivia yang hampir tertidur bangun dan membukakan pintu "Tu.. Tuan kau mabuk? " Ucap Olivia yang melihat wajah Arion


Arion sebenarnya masih setengah , wajahnya memerah karena baju yang Olivia kenakalan, Olivia menggunakan kemeja yang ada di hotel itu kemeja yang sedikit kebesaran namun terkesan sangat sksi


"Tuan aku bantu kamu berjalan, apa Rocky tidak mengantarmu? bagaimana bisa membiarkan kamu sendiri" Olivia membawa Arion dalam rangkulan nya sedikit kesulitan karena Olivia lebih pendek dari Arion.


*Rocky? dia menyebutkan nama Rocky begitu akrab" Ucap Arion dalam hati entah mengapa seperti nya hatinya mulai di penuhi api.


Olivia membaringkan pelan Arion di ranjang, namun tak di sangka Arion menarik Olivia dan jatuh menimpa Arion, kini Arion melihat wajah cantik Olivia yang begitu dekat.


Arion memeluk erat tubuh Olivia membuat Olivia terkejut "Apa Tuan Muda melakukan hal aneh saat mabuk? " Ucap Olivia yang teringat saat dirinya waktu itu di cekik saat Arion mabuk.


Olivia kini terlihat panik dan memberontak, berusaha melepaskan dirinya, membuat rambutnya berantakan, Arion ingin menyingkap rambut yang menutupi wajahnya tapi respon Olivia tak terduga, dia menutupi lehernya dan bergumam "Ja.. jangan cekik aku tuan" Ucapan itu membuat Arion tersadar betapa dia sudah menyakiti Olivia selama ini melihat wajah ketakutan yang tertutup rambut itu Arion melepaskan pelukannya.


Olivia bergegas menjauh dari Arion, dan terlihat wajah lega dari Olivia, wajah Itu membuat Arion merasa sakit di dadanya *Apa selega itu menjauh dari ku? " Ucap Arion dalam hati, kini dia baru menyadari mungkin wanita di depannya itu sangat takut pada dirinya.

__ADS_1


"Tu. Tuan kau beristirahat lah, sa.. saya akan mencari obat di sini, mungkin saja ada obat pereda mabuk" Ucap Olivia yang segera pergi menjauh.


Arion menatap punggung Olivia yang sedikit demi sedikit semakin tak terlihat dari pandangan nya, membuat nya berfikir akan kah nanti Olivia akan pergi darinya, tiba-tiba perasan Arion merasa sakit dan kecewa "Kenapa? apa aku? tidak mungkin " Arion mengusap kasar wajahnya


__ADS_2