MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG

MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG
Episode 121


__ADS_3

Arion tertawa sangat renyah, wajahnya benar-benar berubah dari biasanya membuat tanpa sadar Olivia juga tersenyum, meski dia tidak tau yang sedang di tertawai Arion adalah dirinya.


Arion segera mengubah ekspresi nya saat mendengar langkah kaki, dan pintu di buka


"Kau di sini? , kau sudah sadar Olivia, bagaimana keadaan mu? apa kau merasa ada yang tidak enak? " Pertanyaan yang begitu banyak mampu membuat Arion kesal, dia menatap tajam Rocky!


"Aku.. " Ucapan Olivia tidak berlanjut saat Arion sudah menjawab nya dengan sinis


"Ck! untuk apa bertanya begitu banyak hal, apa kau buta! kau bisa melihat nya sendiri dia baik-baik saja! " Celetuk Arion yang membuat Rocky bergidik, dia mengerti seperti nya sepupunya itu tengah cemburu dengan sikap perhatian nya pada Olivia


"Hei ayolah apa aku tidak boleh khawatir pada temanku? " Ucap Rocky sedikit protes


"Tidak! " Jawaban singkat dan tatapan tajam itu mampu membuat Rocky terdiam tak berani berbicara lagi bahkan menelan ludahnya sendiri pun terasa sulit.


Olivia sejenak baru teringat tisa "Tunggu Rocky bagaimana keadaan Tisa? " wajah Olivia terlihat khawatir


"Ah dia baik-baik saja hanya mendapat sedikit luka bakar di tangannya " Ucap Rocky memberitahu keadaan tisa


"Oh Tuhan, luka bagi seorang wanita yang belum menikah itu bukan hal baik " Olivia merasa bersalah, entah mengapa dia merasa bersalah mungkin Olivia berfikir kejadian itu di sebabkan oleh nya dan Tisa adalah korban luar yang tidak. sengaja ikut terseret kedalam masalahnya.


Arion menangkap wajah Olivia yang terlihat merasa bersalah begitupun Rocky, Rocky ingin menenangkan Olivia, baru saja kakinya bergerak sedikit, Arion langsung mendekat kearah Olivia dan menepuk kepalanya pelan tapi matanya menatap tajam Rocky seakan memperingati Rocky kalau Olivia adalah wanitanya Rocky tidak boleh melewati batasnya.


*Ck! dasar tuan pencemburu! " Gumam Rocky kesal, hanya khawatir bahkan bergerak sedikitpun salah di mata orang yang sedang jatuh cinta.


HP Rocky berbunyi Rocky mengangkat nya dia mendengar orang di seberang sedang berbicara "bagus, aku ke sana" Ucap Rocky yang baru saja mengangkat telepon nya, berbicara sebentar dan menutup telepon nya.


"Arion" Rocky hanya mengangguk dan Arion mengerti maksud kode yang Rocky berikan, Rocky berjalan keluar terlebih dahulu sedangkan Arion melihat Olivia sejenak dan ingin melangkah pergi

__ADS_1


Namun tiba-tiba Olivia teringat Arion belum memberitahu apa syarat yang Arion minta "Tu.. tunggu tuan kau belum memberitahu apa syaratnya" Ucap Olivia dengan ragu-ragu bertanya


Arion menghentikan langkahnya dan menengok ke arah Olivia "Kau benar-benar ingin tahu? " Tanya Arion yang mendapatkan anggukan dari wanita cantik itu "Syarat nya adalah menikah denganku " Arion sekilas tersenyum dan berjalan keluar.


Perkataan Arion ini membuat Olivia merasa jantung nya berdegup lebih cepat apalagi saat Arion tersenyum sekilas, namun Olivia tidak yakin apa itu sarat sesungguhnya atau hanya main-main "Apa dia sedang bercanda? " Itu yang ada di pikiran Olivia sekarang ini.


Daniel berjalan keruangan khusus di mana Ranti di rawat, di ruangan itu di jaga satu dokter dan satu perawat "Bagaimana keadaannya? " Tanya Daniel pada dokter ya dia adalah More dokter yang sama yang menjaga Angel selain Andreas karena selain Andreas Morelah orang yang di percaya Arion.


"Keadaannya sudah stabil tapi pasien belum sadarkan diri selain itu kami sedang memantau tentang kondisi kejiwaan nya, setelah pasien sadar kami akan melakukan banyak pemeriksaan untuk mengetahui kondisi pasien yang sebenarnya" jelas dokter More pada Daniel


"Bagus lakukan yang terbaik untuk nya" Ucap Daniel dengan tatapan serius


"Tentu, tuan Arion juga mengatakan hal yang sama, tuan Daniel jangan khawatir kami akan melakukan yang terbaik" Yakin More pada Daniel


"Bagus, kalau begitu bisakah aku menjenguknya? " Meski Daniel bisa masuk begitu saja tanpa izin , tapi untuk keselamatan Ranti Daniel bersikap lebih lembut dan selalu memikirkan kebaikan untuk Ranti


"Te.. tentu saja, tapi tuan jangan membangun kan pasien dengan sengaja" More dengan hati-hati memperingati Daniel, meski More takut dokter More tetap bersikap profesional k sebenarnya meski dia takut dengan Daniel dia lebih takut dengan Arion.


Daniel dengan hati-hati melangkah, entah mengapa dadanya merasa sesak sangat sesak melihat wanita yang pernah dia tiduri seperti kesakitan meski dalam lelapnya, kesakitan itu terlihat jelas dari wajah yang masih cantik meski mulai menua itu.


"Ekhm" Daniel berusaha menenangkan hatinya "Ap.. apa kabar? " Daniel bersikap salah tingkah "Ah bodoh nya, kenapa harus menyapa dan bertanya kau terlihat tidak baik" Daniel berdialog dengan dirinya


Daniel menggenggam tangan Ranti, perasaan yang sama pada malam itu mulai Daniel rasakan, Daniel menghela nafasnya, Daniel tersenyum "Akhirnya aku tau namamu Ranti" Ucapan Daniel benar-benar tidak bermutu namun terdengar suara yang bahagia "Selama ini aku ingin tau siapa wanita yang mampu membuat ku jatuh cinta dengan sentuhan pertama, kau tidak pernah hilang dari bayangan ku, bahkan kejadian malam itu tersimpan rapi di memori ku, meski seperti nya kau melupakan ku Ranti " Daniel menggenggam erat tangan wanita yang tengah terlelap itu


"Hei Ranti apakah Olivia anak ku? kalaupun dia bukan anak kandung ku, aku akan membuat dia menjadi anak sambung ku dan kau akan menjadi wanita ku satu-satunya dan untuk selamanya" Daniel mencium tangan Ranti deng menggosok nya pelan di pipinya


Daniel tidak membenci sentuhan itu Persis dengan malam itu, "Percayalah aku akan membuatmu kembali seperti semula, meski kau tidak ingin mengingat malam itu, aku tidak masalah kita buka lembaran yang baru" Ucap Daniel dengan lembut.

__ADS_1


Ranti Menggerakkan tangannya, Daniel dengan cepat menarik tangannya dari Ranti, perlahan Ranti mengerjapkan mata, tapi sebelum itu Daniel bergegas pergi memanggil More *Aku harap kau segera sembuh dan kita akan berbahagia " Daniel mulai bersemangat dengan kehidupan nya lagi.


******


Di sisi lain


Rocky mengemudikan mobilnya dan bergegas menuju ke markas mereka


"Apa mereka berhasil menangkap Susan? " Tanya Arion pada Rocky


"Benar, mereka belum sadarkan diri karena Dion dan Rafael membuat mereka berdua pingsan" jelas Rocky


"Bagus, kita lihat siapa sebenarnya dalang di balik mereka" Ucap Arion tersenyum penuh arti


Melihat senyuman Arion yang membuatnya merinding itu, Rocky tau Arion merencanakan sesuatu "Apa kau punya rencana? " Tanya Rocky


"Biarkan kelinci masuk ke kandang singa" Ucap Arion yang hanya di mengerti oleh Rocky


Rocky akhirnya menghentikan Mobilnya di markas Arion, mereka masuk dan langsung menemui dion dan Rafael di penjara bawah tanah, tempat Susan dan pria paruh baya itu di tahan


"Kalian menghajar nya? " Tanya Arion yang melihat pria paruh baya itu babak belur


Dion dan Rafael hanya diam, mereka berdua tidak tahan melihat wajah menjijikkan pria paruh baya itu jadi mereka kehilangan kendali menghajar nya tanpa henti


"Itu.. Maaf tuan" Jawab Dion dengan takut bersama dengan Rafael mengangguk


"Bagus, kalian luar biasa untung saja tidak membunuhnya" Di luar dugaan Arion tidak marah

__ADS_1


Arion duduk di kursi yang ada di sana "Seret pria paruh baya itu ke sini" Ucap Arion pada Rafael, Rafael memerintahkan anak buahnya yang menyeret pemilik rumah sakit itu


"Siram dia! aku ingin tau siapa yang dalang di balik ini semua?! " Ucap Arion dengan mengepalkan tangannya


__ADS_2