MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG

MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG
Episode 94


__ADS_3

"Kau mau kemana Arion? " Tanya Rocky yang mengekor di belakang Arion.


"Makan malam! "


"Tapi kau melewati meja makan" Rocky masih tidak mengerti akan sikap Arion


"Aku akan makan di luar" Ucapan Arion seketika membuat Rocky mengerti, dia tidak ingin melewatkan pertunjukan bagus di depan mata


"Bagus aku ikut, kebetulan akau sangat bosan dengan makanan rumah" Rocky membuat alasan agar bisa ikut dengan Arion.


"Terserah! asal kau tidak menganggu" Rocky berlagak menutup mulutnya seakan ada resleting di bibirnya kemudian mengacungkan jempol nya.


Rocky mengemudikan mobilnya, Rocky dan Arion tertinggal jauh dari mobil Alister, membuat Rocky ragu *Apa dia benar-benar hanya makan malam? aku pikir dia akan mengikuti Olivia " Rocky bergumam dalam hatinya.


Namun Arion terlihat sangat santai memainkan HP nya sepanjang jalan.


"Arion kita akan makan di mana? " Tanya Rocky penasaran, Arion hanya menunjukkan jalan tanpa mengatakan restoran mana yang ingin dia tuju.


"Apa kau lupa persyaratan ku tadi! diam! " Rocky mendengar ucapan Arion langsung terdiam tak berucap lagi.


Setelah cukup lama Rocky mengemudi, mereka menghentikan mobilnya di depan restoran mewah namun terlihat sepi, di sana juga ada mobil yang di kendarai Alister, Rocky mengembangkan senyumnya tebakan nya benar, Arion mengikuti Alister.


"Ini mobil Alister? kau mengikutinya? " Udah Rocky mencoba menggoda sepupunya "Kau berubah menjadi penguntit Arion" Ledek Rocky lagi.


"Kebetulan saja! aku hanya ingin makan di sini!" Ucap Arion berdalih, dia bahkan menyuruh bawahan nya memasang alat pelacak di mobil Alister saat mobil nya terparkir di parkiran kantor Alister, Arion bertindak satu langkah lebih dulu karena dia memiliki filing Alister tidak akan menyerah begitu saja dengan waktu 24 jam yang susah payah dia dapat.


"Ini restoran yang memiliki pengaturan sendiri, restoran ini sangat terkenal akhir akhir ini, kau harus melakukan reservasi dulu baru bisa makan di sini Arion, apa kau sudah memesan tempat? " Rocky menebak Arion bahkan tidak. berminat makan di sini, dia hanya mengikuti Alister.


"Kau pikir siapa aku? haruskah aku memesan tempat dulu? aku adalah penguasa untuk apa melakukan hal konyol seperti itu" Ucap Arion sombong.


*Muncul lagi, sikap sombong nya benar-benar mendarah daging" Ucap Rocky menggelengkan kepala tidak berani berucap langsung hanya bisa mengatakan dalam hati.

__ADS_1


Sedangkan di sisi lain


Olivia sudah berganti pakaian dia terlihat sangat cantik dengan gaun berwarna Dusty itu menambah kesan elegan gadis berkulit putih itu.


Olivia merasa takut mempermalukan Alister saat mobil Alister sudah terparkir di restoran mewah itu.


"Apa aku tidak akan membuatmu malu? " Menatap sekilas Alister dia malu untuk menunjukkan wajah yang sudah di hiasi make up tipis itu.


"Apa yang mampu membuatku malu? bahkan jika kau tidak berganti pakaian atau berdandan kau sudah cantik Olivia, untuk apa aku merasa malu berdiri di samping wanita secantik dirimu" Ucapan Alister mampu membuat wajah Olivia bersemu merah, Alister benar-benar pandai memuji dan menarik hati wanita.


Alister keluar dan membukakan pintu untuk Olivia menjulurkan tangannya untuk membantu Olivia turun dari mobil.


Tangan Alister bertolak pinggang kemudian menyuruh Olivia menggandeng tangan itu benar-benar terlihat seperti pasangan, meski Alister tak setampan Arion tapi dia masih termasuk golongan laki-laki tampan.


Olivia melangkahkan kakinya masuk matanya langsung terpesona dengan restoran mewah yang baru pertama dia datangi "Alister kau memesan meja di sini? ini pasti sangat mahal" Ucap Olivia khawatir tentang biaya makan di sini.


"Kau selalu saja mengkhawatirkan hal yang tidak perlu kau khawatirkan, nikmati saja apa yang sudah ada untuk uang serahkan padaku" Alister tersenyum lembut membuat Olivia tersenyum kembali pada Alister.


Alister bahkan menyewa satu lantai hanya untuk nya dan Olivia, Alister memilih lantai teratas yang langsung melihat ke arah ratusan bintang, meski berada di atap restoran harga reservasinya sangat mahal hanya bisa di tempati 4 orang pasangan dan Alister menyewanya untuk nya sendiri.


"Olivia ayo" Ucap Alister memudarkan kekaguman nya pada restoran itu.


"Kemana? " Tanya Olivia polos


"Tentu saja ke meja makan kita" Alister tersenyum menuntun Olivia untuk memasuki lift. lift mengantarkan mereka ke lantai tertinggi gedung itu.


Mata Olivia hampir keluar dari tempatnya melihat pemandangan yang begitu indah, kota yang di terangi begitu banyak lampu dan langit yang di hiasi begitu banyak bintang.


Benar-benar pemandangan yang sangat indah gemerlap malam di hiasi bintang buatan manusia dan bintang buatan Tuhan semesta benar-benar pemandangan yang membuat hati bahagia.


Alister melepaskan pelan tangan Olivia, sebagai laki-laki yang gentleman dia menarik kursi untuk Olivia, Olivia duduk dan perlahan alunan lagu mulai di mainkan menambah kesan romantis suasana malam ini.

__ADS_1


Appetizer di sajikan di meja makan mereka, mangkuk kecil berisi sup itu mampu menggugah selera Olivia, benar-benar kaya dengan rasa meskipun tempatnya sangat kecil Olivia tau sup itu mungkin harganya sama dengan gajinya bekerja selama satu bulan.


Setelah selesai memakan Appetizer tentu saja pelayanan segera menggantinya dengan menu utama.


Olivia ingin mendekatkan piring berisi steak itu ke arahnya, namun Alister tiba-tiba menukar piring mereka membuat Olivia sedikit bingung


"Makan yang ini, aku sudah memotong nya untuk mu" Alister tersenyum


Lagi-lagi Olivia di buat kagum dengan sikap lembut Alister itu, wajah Olivia lagi-lagi bersemu merah.


Sampai saat makanan penutup di sajikan, puding cantik bertabur buah mangga , buah kesukaan Olivia mampu membuat Olivia tersenyum bahagia, senyum yang tidak di paksa hanya karena buah mangga.


Olivia menyuapkan puding itu ke mulut nya duar... rasa lembut dan manis memenuhi mulut Olivia.


"Kau menyukainya" Tanya Alister hanya di jawab anggukan oleh Olivia, Olivia tidak dapat berkata-kata lagi.


"Aku masih ada satu kejutan lagi" Alister menatap Olivia dan tersenyum begitu menggoda membuat Olivia menghentikan aktivitas nya dan menatap Alister.


Alister mulai menghitung "Satu, dua, tiga" Ucapan Alister berhenti kemudian


DUAAAARRRRRRR.....


Langit di penuhi dengan kembang api yang begitu cantik, Olivia tak bisa menghentikan mulutnya untuk tidak mengatakan Wow benar-benar kembang api yang menambah cantik bintang di langit, sayang Olivia tidak memiliki handphone nya kalau tidak dia akan mengabadikan momen itu.


Di tempat Arion, dengan kekuasaannya Arion tentu dapat dengan mudah masuk restoran itu, namun sialnya dia tidak bisa satu lantai dengan Alister, bagaimana pun restoran itu tidak bisa merusak citranya hanya bisa membuat Arion mendapat tempat duduk tanpa reservasi.


Arion menggenggam tangan nya sangat erat saat melihat langit yang di penuhi kembang api itu.


"Wow apa ini kejutan yang Alister siapkan untuk Olivia, dia boleh juga" Rocky sengaja memanas-manasi Arion dengan wajah santainya.


"Hanya seperti ini, aku bisa memberikan kejutan lebih baik dari ini" Ucap Arion tanpa sadar tidak Terima Alister memberikan kejutan pada Olivia

__ADS_1


"Benarkah, aku tidak sabar kejutan apa yang akan kau berikan padanya? " Ucap Rocky terus memojokkan sepupu nya itu.


__ADS_2