
Olivia hanya terdiam dia tidak tau apa yang harus dia jawab, ada sisi di mana dia merasa bahagia tapi di sisi lain dalam dirinya dia merasa takut sekaligus tidak pantas.
Bagaimanapun luka yang ibu nya Andreas berikan benar-benar menyusup kedalam jiwa Olivia, ada ketakutan untuk menjalin hubungan dengan laki-laki luar biasa dan kaya
Selain itu siksaan dan hinaan yang Arion berikan di masa lalu menambah ketakutan untuk berhubungan
"Kau diam berarti kau bersedia" Arion membawa Olivia dalam pelukan bya tapi Olivia dengan berani mendorong tubuh Arion
"Tu.. tuan apa sudah main-main nya, ayahku memang bersalah kepada Nyonya angel, tapi kau tau sendiri dia tidak pernah menyayangi ku, jika kau ingin membalasnya lewat diriku kau salah besar tuan, jadi tolong jangan permainkan saya lagi, saya juga manusia yang memiliki hati, dan lagi Nyonya angel sudah sadar apa masih perlu tuan balas dendam" Air mata Olivia tidak bisa di bendung lagi, akhirnya ria bisa mengutarakan semua yang ada di pikiran nya "Tuan buang waktu jika balas dendam melewati saya" Ucapan Olivia dengan isak tangis, sebenarnya dia ingin mengatakan semuanya dari awal tapi dia tidak memiliki cukup keberanian apa lagi pertemuan pertama nya dengan Arion benar-benar membuatnya takut
Namun kali ini dia rasa Arion sudah keterlaluan, di pikiran Olivia Arion ingin mempermainkan hati nya, agar Mario merasa anaknya sudah di mainkan oleh Arion dan akan marah kemudian menunjukkan keberadaan nya.
Arion terdiam dia sejenak dan menatap Olivia, tatapan nya kali ini terlihat sangat lembut dan penuh cinta, membuat Olivia menghindari tatapan itu
Arion menyentuh wajah Olivia dengan lembut membuat Olivia menatap matanya, Arion kemudian menghela nafasnya dia berusaha bersikap lembut sebisa mungkin "Apa kau lihat aku sedang mempermainkan mu! adakah itu di mataku! apa kau tidak bisa melihat keseriusan ku Olivia" Ucapan Arion itu tidak bisa Olivia jawab
Olivia berusaha membuang pandangan nya namun di tahan oleh Arion "Olivia aku jatuh cinta padamu, entah sejak kapan" Ucap Arion lirih
Tapi perkataan lirih itu mampu membuat Olivia tidak percaya benar-benar tidak percaya seorang penguasa sombong dan kejam itu mengatakan dia jatuh cinta padanya.
Arion tanpa berkata menuntun tangan Olivia tepat di dada bidang miliknya itu "Kau bisa merasakan nya bukan" Detak jantung yang begitu terasa membuat Olivia semakin tidak menyangka
Detak jantung yang mungkin sama kerasnya dengan miliknya, namun Olivia tersadar cinta beda kasta itu sangat menyiksa, masih ada ketakutan untuk Olivia
Olivia menarik tangan nya "Tuan anda mungkin salah paham dengan hati anda sendiri, tuan tidak mungkin jatuh cinta dengan saya" Ucap Olivia lirih
"Apa yang membuatnya tidak mungkin" Menatap ke arah Olivia seakan meminta penjelasan atas ucapan Olivia
__ADS_1
"Anda adalah penguasa tertinggi di dunia bisnis perusahaan terbesar di negara A, jatuh cinta dengan seorang perawat kecil yang ayah nya seorang penjahat dan ibu yang menderita gangguan kejiwaan itu hal yang sangat tidak mungkin, saya tidak pantas untuk anda tuan" Entah mengapa setelah mengucapkan itu ada hati yang merasa sakit benar-benar sakit Olivia juga tidak tau kenapa sesak sekali setelah mengatakan itu.
"Tidak ada yang tidak mungkin di hadapan ku" Ucap Arion yang menarik tangan Olivia dan membawa wajahnya semakin dekat dengan Olivia dan lagi bibir Arion berhasil menguasai bibir mungil milik Olivia
Kali ini ciuman itu tidak ingin Arion lepaskan dengan mudah, Arion ingin Olivia merasakan betapa tulusnya dia.
Olivia tidak bisa menolak ada perasaan di dirinya yang seakan mengatakan untuk menikmati nya, Olivia tidak membenci sentuhan lembut yang Arion berikan padanya, perasaan manis entah datang dari mana
Sampai sudah cukup lama mereka berciuman Arion melihat Olivia hampir kehabisan nafas dia melepaskan ciumannya dan tersenyum menatap Olivia " Badan mu lebih jujur di banding hatimu" bisik lembut Arion yang membuat Olivia wajahnya semakin memerah, Olivia tidak bisa memungkiri perkataan Arion bahwa dia menikmati ciuman barusan.
"Dasar! " Mengacak rambut Olivia dan menariknya dalam pelukan nya "Aku tunggu kau sembuh kita akan segera menikah! aku tidak menerima penolakan" Ucap Arion
Olivia tidak tau harus berkata apa dia hanya diam tidak tau harus merespon apa.
****
"Aku ingin bertemu dengan anak Mario Harris itu" Ucap Daniel pada Rocky
" untuk apa paman bertemu dengan nya, dia sudah aman di ruangan gelap, paman tidak perlu khawatir dia tidak akan kabur" Ucap Rocky yang berfikir Daniel hanya ingin mengecek keamanan ruangan gelap milik Arion
"Aku tau itu pasti aman, tapi aku ingin bertemu dengannya ingin memberikan pelajaran kecil karena telah berani menyentuh wanita ku" Ucapan Daniel itu mampu membuat Alister terkejut sejak kapan gurunya itu bisa dekat dengan wanita.
Rocky menggelengkan Kepala nya dia melihat sikap posesif yang sama yang di miliki Arion dengan Daniel " Ah benar-benar paman dan keponakan " Ejek lirih Rocky
"Kau bilang apa? " Daniel Menatap Rocky tajam
"Ak.. aku tidak bilang apa-apa paman, tapi kau tidak bisa melukainya terlalu parah dia masih berguna untuk kita" Ucap Rocky
__ADS_1
"Berisik! sebelum kau beritahu hal kecil seperti ini aku juga sudah mengerti! " Ucap Daniel tajam
"Ahaha aku hanya mengingatkan saja paman" Ucap Rocky canggung dan mulai berjalan keluar "Dion lanjutkan penyelidikan" Ucap Rocky sebelum meninggalkan ruangan rahasia itu, Dion mengangguk mengerti atas perintah Rocky.
Rocky menyuruh seseorang membawa Susan keluar dari ruangan gelap namun tak di sangka Susan sudah pingsan karena ketakutan
"Tuan dia tidak sadarkan diri" Ucap penjaga yang membawa Susan ke penjara bawah
"Ck! punya nyali sekecil ini saja berani menyentuh wanitaku! benar-benar tidak tau diri! " Ucap Daniel mengambil sesuatu di sakunya
Rocky melihat obat dan jarum di tangan Daniel, itu membuat Rocky khawatir " Paman kau tidak ingin menyuntik mati dia bukan? " Tanya Rocky pada Daniel
"Apa kau pikir kematian adalah hukuman yang pantas untuk nya?, kau tenang saja aku tidak menyuntik mati dia" Ucapan Daniel
Setelah Daniel berurusan dengan susah dia akhirnya memutuskan untuk pergi bersama dengan Alister
Mereka kini sudah di dalam mobil "Kita ke rumah sakit? aku ingin menjenguk Olivia paman" Ucap Alister membuat Daniel teringat
"Ya ke rumah sakit" Ucap Daniel
Alister tentu sangat antusias "Baiklah paman tapi biarkan aku membeli buah dulu" Ucap Alister dia tentu ingin membawa buah tangan saat menjenguk Olivia
"Kita ke rumah sakit yang lain, setelah itu baru kita menjenguk Olivia" Ucap Daniel
"Tapi paman" Ucap Alister kecewa
"Lakukan atau akan ku rampok mobilmu ini" Ancam Daniel yang membuat Alister menyerah dan mengantarkan Daniel ketempat yang ingin dia tuju
__ADS_1
Daniel terdiam dalam lamunan nya *Apapun hasilnya kau akan tetap menjadi anak ku" Ucap Daniel dalam hati yang entah sejak kapan sudah menganggap Olivia putrinya