
Terlihat saat Arion dan Rocky turun dia melihat Silvia ada di ruang tamu "Silvia untuk apa dia kesini? " Ucapan lirih Rocky yang tidak mendapat respon dari Arion.
Olivia terlihat menatap ke arah wanita yang tak kalah cantik darinya itu, Silvia tersenyum membuat Olivia membalas senyumnya. Arion mendudukkan nenek di sofa di depan Silvia.
" Ekhemm kenapa kau kesini? " Tanya Rocky yang tidak bisa untuk tetap diam melihat Arion tidak merespon apapun.
"Untuk melihat mu" Silvia berdiri dari duduknya dan mendekat ke arah Rocky menatap nya sedikit menggoda.
"Hei hei jangan buat orang salah paham" Rocky mencoba membuang pandangan nya yang tak bisa untuk tidak melihat ke arah Silvia.
"Aku serius kok, aku tentu ingin bertemu denganmu" Silvia meyakinkan Rocky membuat Rocky tidak bisa tidak salah tingkah.
"Sudahlah aku tau kau kesini mencari Arion kan" Rocky kelepasan dia teringat dulu Silvia terus mencari Arion tanpa henti.
"Tidak, aku benar-benar mencari mu" Silvia sedikit merajuk karena ucapan Rocky.
'Benarkah dia mencariku, aneh dulu dia selalu memandang Arion tapi sekarang tidak, apa dia benar-benar sudah tidak menyukai Arion' pertanyaan itu sekarang ada di kepala Rocky.
"Nenek, apa kabar? aku sampai lupa tidak menyapa nenek" Ucap Silvia yang akhirnya memalingkan pandangan nya pada angel.
"Silvia kau berubah ya! " Angel tersenyum pada Silvia.
"Bagaimana apa aku bertambah cantik? " Silvia memeluk Nenek angel, dan angel hanya bisa membalas pelukan Silvia.
"Benar kau tambah cantik, dan sekarang sudah kembali ceria di banding kita terakhir bertemu" Angel mengusap punggung Silvia, angel dulu sudah tau perasaan Silvia pada Arion.
"Benarkan, nenek sekarang bisa berikan cucumu padaku " Gurau Silvia yang membuat Rocky dan Angel terlihat ketar-ketir.
Olivia hanya menyimak tanpa mampu memotong pembicaraan mereka.
"Silvia kau ini," Angel merasa Canggung tidak tau mau menjawab apa, apakah harus memberitahu kalau Arion sudah memiliki istri.
"Ehhh ramai sekali ada apa ini" Ucap Aleena yang berjalan ke arah neneknya melepaskan Silvia yang masih dekat dengan neneknya itu. "Siapa? orang sok ceria ini" Ucapan Aleena benar-benar pedas untuk kesan pertama pada Silvia.
"Adik kecil perkenalkan dulu nama mu baru aku akan memperkenalkan namaku" Silvia tersenyum pada Aleena tapi Aleena bersikap ketus pada Silvia.
__ADS_1
"Aku Aleena Baskoro Aditama, aku adik kandung kakak Arion dan kau? " Menatap Silvia.
"Ahh rupanya kau adiknya Arion, Arion kau memiliki adik selucu ini kenapa tidak pernah memberitahu ku! " Ucap Silvia yang menatap Arion namun tidak di respon Arion, wajah Arion masih saja datar.
"Jadi kau ini siapa? " Aleena kesal melihat tingkah sok akrab Silvia pada Arion.
"Sampai lupa, aku ini teman kakak mu teman baik mereka berempat" Ucapan Silvia yang menghitung Andreas dan dion tentunya.
"Oh hanya teman" Perkataan Aleena ini seperti bilah pidang yang menusuk benar-benar kejam sindiran nya.
"Ekhem Aleena jangan ganggu kak Silvia ya" Rocky terlihat berbeda saat ada Silvia Aleena menyadari itu dan merasa tidak senang.
"Siapa yang menganggu, aku hanya menemani dia mengobrol dari mana aku menganggu! " entah mengapa Aleena jadi kesal tak karuan pada Rocky yang terkesan membela Silvia.
"Sudahlah Rocky Aleena ini tidak menganggu ku, kita hanya berbicara saja, jangan terlalu posesif padaku hehe" Silvia mengedipkan matanya pada Rocky membuat Aleena melihat Rocky dan Silvia ini bukan temen biasa.
"Heeeh, kalian mengobrol lah aku akan menyuruh Rania menyiapkan minum" Aleena bergegas pergi dari sana.
"Aleena seperti nya marah! " bisik lirih Olivia pada Arion "Aku akan melihat nya sebentar" Ucap Olivia yang mendapat anggukan dari Arion.
"Ahh maaf nona Silvia, jika nona Silvia berkenan saya akan perkenalkan diri saya, saya Olivia" perkenalan singkat itu membuat Silvia menatap Olivia dalam
"Apa kau saudara jauh Arion? " Ucapan Silvia yang melihat Arion dan Olivia berdiri tidak jauh dan Arion yang tidak suka di dekati wanita tidak merasa risih.
"Bu.. bukan " Olivia menggeleng dengan cepat.
"Lalu kalau bukan saudara? kau ini? " Menatap Olivia tajam membuat Olivia gugup
"Dia is... " Arion ingin mengakui Olivia namun Olivia segera memotong pembicaraan mereka.
"Saya adalah perawat pribadi nenek angel" Arion langsung menatap Olivia setelah mendengar Jawaban Olivia, Arion terlihat kesal.
"Ah hanya seorang perawat" Pernyataan Silvia itu terkesan meledek namun juga tidak.
"Ya seperti itu, kalau begitu saya permisi sebentar" Olivia segera pergi menyusul Aleena sedangkan Rocky tau mood Arion menjadi buruk mendengar jawaban Olivia.
__ADS_1
'Jangan sampai membuat Arion marah, ini bahaya' Ucap Rocky dalam hati. Rocky melihat kearah neneknya meminta bantuan neneknya untuk mencairkan suasana.
Angel hanya bisa menghela nafas "Jadi Silvia kau kemana saja selama ini" Nenek angel mengajak Silvia mengobrol untuk mencairkan suasana.
"Aku berkeliling dunia melupakan kesedihan ku nek" Silvia melirik Arion sebentar kemudian melirik Rocky.
"Berapa banyak negara yang sudah kau kunjungi? " Nenek angel lanjut mengobrol.
"Tidak banyak nek" Arion tidak tahan untuk tetap di sana dia langsung pergi ke arah Olivia pergi. "Kau mau kemana Arion kita belum berbicara apapun? apa kau tidak ingin mengenang masa lalu" suara Silvia terdengar agak keras namun itu tak membuat Arion menghentikan langkah nya.
"Apa dia benar-benar mengabaikan ku? " Silvia ingin berdiri dan menyusul Arion namun di tahan oleh Rocky.
"Silvia kau mau kemana nenek masih ingin berbicara dengan mu, aku juga masih ingin berbicara banyak hal" Rocky hanya bisa menghalangi Silvia, sekarang ini Rocky tidak tau Silvia masih suka atau tidak pada Arion.
****
"Apa kau benar-benar akan pulang sekarang? " Tanya fiona yang membantu kekasihnya itu untuk bersiap keluar dari rumah sakit.
"Kita sudah membicarakan nya bukan, aku sudah baik-baik saja dan lagi hari ini mereka semua akan kembali lebih baik aku mengantarkan mereka." Fiona hanya bisa mengangguk mengikuti permintaan kekasihnya itu.
"Tapi di mana Alister kenapa lama sekali dia tidak kembali" Fiona sudah dua kali melihat ke depan dan tidak ada adiknya, hanya ada bodyguard yang berjaga.
"Mungkin sedang mencari makan, sudahlah kita tunggu saja" Aric mengusap punggung tangan Fiona untuk menenangkannya.
"Tapi aku menghubungi nomor nya tidak bisa, apa dia dalam bahaya" Fiona tiba-tiba khawatir pada Alister yang tidak bisa di hubungi.
"Jangan berfikir buruk dia itu adikmu dia pasti baik-baik saja" Aric sebenarnya sedikit khawatir, bagaimanapun waktu dia di tembak Alister berada di sana takutnya Alister menjadi sasaran berikutnya.
"Aku tau hanya saja tidak biasanya hp nya tidak bisa di hubungi. " Aric memeluk Fiona dan mencoba menenangkan nya.
"Halo semua, apa kalian sudah si" Ucapan Alister terhenti melihat adegan romantis di depan matanya.
Fiona langsung melepaskan dirinya dari pelukan Aric untuk menjaga perasaan jomblo adiknya, "Kau kemana saja, kenapa HP mu tidak bisa di hubungi? " Tanya Fiona.
"Ah itu HP ku rusak hehe" Alister menggosok tengkuknya yang tak gatal.
__ADS_1
Fiona mendekat dan menjewer telinga adiknya itu membuat Fiona melihat dari dekat wajah Alister yang terlihat tidak baik-baik saja "Apa kau menangis? "