MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG

MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG
Episode 151


__ADS_3

Semua orang sedang makan siang bersama, Aric juga sudah kembali begitupun dengan Arion yang mendapat kan kabar dari Rocky untuk segera pulang.


Setelah membantu menyiapkan makan siang semua orang, Olivia kembali bertugas dia membawakan makan siang untuk nenek Angel, saat Olivia akan pergi dia di hentikan oleh Aleena.


"Kak Olivia tidak makan bersama kami? " tanya Aleena yang melihat Olivia membawa makanan pergi.


"Aleena kakak harus membantu nenek Angel makan siang dan minum obat, jadi Aleena makan sendiri ya" Olivia tersenyum menenangkan gadis kecil yang wajahnya sudah di tekuk itu.


"Aleena jangan menganggu dia bekerja" Ucap Arion langsung bertindak saat Aleena bersikap manja pada istrinya.


"Hmm, tapi setelah kakak membantu nenek kak Olivia temani aku jalan-jalan ya" Aleena memasang wajah yang begitu imut membuat Olivia tidak tega untuk tidak mengabulkan permohonan nya.


"Baiklah, tapi sekarang Aleena makan dulu ya" Ucap Olivia tersenyum sabar menghadapi Aleena yang terlihat begitu manja padanya.


"Maafkan Aleena ya Olivia dia begitu ingin memiliki kakak perempuan jadilah dia seperti ini" Ucap Tiara yang entah mengapa perkataan nya itu malah membuat Olivia tersipu


"Iya nyonya, kalau begitu saya permisi" Olivia membawa makanan ke dalam kamar nenek Angel.


"Sayang setelah makan aku juga ingin bertemu ibu" Ucap Tiara pada Rayyan yang mendapatkan anggukan dari suaminya itu.


"Kak waktu kecil kau bukanlah suka makan ayam goreng, biar aku ambilkan" Ucap Fiona coba mendekati Arion.


"Tidak! aku tidak suka ayam" Ucap Arion dingin pada Fiona, Fiona hanya bisa menghela nafasnya


"Baiklah apa kau mau lauk yang lain aku bisa mengambilkannya untuk mu" Fiona tidak bisa berhenti di situ dia terus membuat kesempatan agar bisa lebih dekat dengan Arion.


"Tidak! aku sudah kenyang" Arion tiba-tiba menghentikan makannya dan pergi menyusul Olivia ke kamar nenek Angel.


"Kak kena.. " Fiona menahan air mata yang mungkin mulai menggenang perlakuan Arion padanya terlihat semakin dingin, Aric yang tak tega melihat Fiona dengan cepat berpindah tempat duduk dia menduduki kursi milik Arion.


"Jika dia tidak mau aku saja yang ambil ayamnya" Aric meletakkan ayam yang masih ada di tangan Fiona ke dalam piringnya.


Tiara tadinya ingin menghibur Fiona tapi melihat Aric yang lebih peka dari Arion dia merasa bersyukur.


"Ak.. aku juga mau kak ayamnya" Aleena ikut menghibur Fiona yang terlihat benar-benar sedih karena perlakuan Arion padanya.

__ADS_1


Tapi Arion adalah orang yang tegas jika dia tidak suka maka dia akan menunjukkan ketidaksukaan nya dia bukan laki-laki yang suka memberikan harapan palsu pada orang lain


"Hm, ini ambilah" Fiona menghela nafasnya dia berfikir sangat positif, dia berfikir perjuangannya masih panjang *Selama kau belum menikah aku akan tetap mengejar mu kak, bahkan mungkin aku tidak akan pernah melepaskan mu" Fiona berbicara pada dirinya sendiri memberikan semangat untuk nya sendiri.


Olivia sudah selesai menyuapi makanan untuk Nenek Angel, nenek angel sebenarnya sudah bisa makan dan duduk sendiri, dia juga sudah mulai belajar berjalan lagi, mau bagaimana tubuhnya sudah sangat kaku karena sudah lama berbaring di ranjang jadi otot-otot nya masih belum terbiasa menjalankan aktivitas seperti biasanya.


"Ini obatnya Nyonya" Olivia memberikan obat pada Nenek angel dan meminumnya.


"Terimakasih Olivia, Olivia bagaimana cuti mu apakah menyenangkan? " mendengar pertanyaan Angel Olivia merasa tidak enak dia mengambil cuti libur lebih dari satu hari.


"Maaf Nyonya saya tidak masuk kerja cukup lama" Olivia sudah di beritahu agar tidak berbicara tentang kejadian yang menimpanya ke pada Angel.


"Tidak apa-apa Olivia kau sudah terlalu lama merawat ku bagus juga untuk mu menghirup udara segar" Ucap Angel


"Benar, jika nenek bilang begitu hari ini dia cukup sampai di sini merawat nenek" Ucap Arion yang tiba-tiba masuk dalam percakapan mereka.


"Kenapa? apa cucuku yang tampan ini ingin mengajaknya berkencan" Goda angel pada Arion tapi yang wajahnya bersemu merah bukan hanya Arion melainkan Olivia juga sama.


"Tid... " Sanggahan yang ingin Olivia ucapkan tak bisa terucap sampai selesai karena Arion sudah mengangguk.


"Bagus, ini baru cucuku" Angel sangat mendukung hubungan Arion dan Olivia.


"Tidak Nyonya ini bukan kencan, Nona Aleena memintaku menemaninya berjalan-jalan di sekitar sini" Olivia segera menjelaskan semuanya candaan Arion ini membuat dia tidak bisa bernafas.


"Ah begitu, sayang sekali" Ucap nenek angel yang memberikan kode untuk Arion ikut, Arion hanya mengangguk kecil mengerti akan kode yang neneknya berikan.


"Ibu.. " Suara Tiara terdengar saat pintu tertutup baru saja terdengar


"Tiara, kau akhirnya datang sayang" Mendengar suara ibu yang dia rindukan dia segera memeluknya dengan Rayyan dan Aleena mengekor di belakang.


Aleena ikut berpelukan dengan ibu dan neneknya "Bagaimana keadaan ibu sekarang? " Tanya Tiara saat melepaskan pelukannya dari Angel.


"Jangan khawatir ibu sudah membaik, ini semua berkat Olivia yang begitu sabar merawat ibu" Angel terus menerus memuji cucu menantunya itu


"Terimakasih Olivia kau telah menggantikan ku untuk merawat ibu" Tiara tersenyum pada Olivia

__ADS_1


"Itu sudah kewajiban ku Nyonya Tiara, tidak perlu berterimakasih, Nyonya silahkan lanjut berbicara saya akan keluar" Ucap Olivia pamit agar tidak menganggu pertemuan keluarga itu.


"Baiklah, kau boleh pergi" Tiara mempersilahkan Olivia yang ingin pergi dari kamar Angel.


"Nenek Aleena boleh membawa kak Olivia jalan-jalan kan" Ucap Aleena pada Angel


"Tentu sayang, tapi apakah Aleena tidak ingin bersama nenek sekarang" Angel sangat gemas pada cucu perempuannya itu


"Aleena akan menemani nenek tidur malam ini, tapi siang ini Aleena ingin pergi bermain dengan Kak Olivia, bolehkan nenek" Aleena memeluk neneknya itu agar mendapat kan izin.


"Boleh sayang pergilah, Hati-hati jangan pulang terlalu malam ya" Ucap Angel yang mendapatkan anggukan dari kedua orang tuanya


"Siap" Ucap Aleena yang segera pergi dari ruangan itu, dan di ikuti Arion yang tak berbicara apa pun langsung mengikuti Aleena.


"Kak Olivia " Aleena berlari ke arah Olivia yang memang berjalan tidak berlari seperti Aleena. "Ayo kita pergi" Ucap Aleena


"Ta.. tapi.. " Olivia tidak sempat menolak saat Aleena sudah menggenggam tangannya


"Kak Rocky ayo berangkat" Ucap Aleena mengajak Rocky, Fiona pun berdiri mendengar Aleena akan pergi


"Aku ikut tidak masalah bukan" Ucap Fiona yang juga ingin melihat negara A.


"Tentu kak Aric ayo ikut" Ucap Aleena, Aric pun mengangguk setuju.


Arion yang baru sampai pun ikut angkat bicara "Kau bawa mobil sendiri, mobilnya tidak muat untuk enam orang" Ucap Arion yang langsung saja berjalan ke arah dapur mengambil satu buah apel dan langsung saja pergi.


"Ta.. tapi aku ingin satu mobil dengan kak Arion" Ucap Fiona kecewa


"Sudahlah Fiona nanti di sana juga kita bersama ok" Aric terus saja menghibur Fiona, Fiona pun dengan berat hati mengangguk.


Mereka semua sudah berada dalam mobil, Arion dan Olivia duduk bersebelahan Rocky mengemudi dan Aleena duduk di depan.


Olivia terus diam dan menekan perutnya "Ambil kau belum makan apapun bukan" Arion menyodorkan apel yang dia bawa tadi "Kau harusnya juga memikirkan dirimu sendiri, bodoh" Arion mengusap lembut kepala Olivia setelah apel di tangannya di ambil oleh Olivia, meski Arion bersikap dingin namun dia sangat memperhatikan istrinya itu.


Aleena dan Rocky saling pandang dan tidak percaya kalau Arion juga bisa melakukan hal kecil yang begitu romantis

__ADS_1


__ADS_2