
Arion dan Olivia tidak langsung pulang bersama mobil Rayyan, namun Arion ingin pergi ke suatu tempat.
"Ini bukan jalan ke rumah? kita mau kemana? " Tanya Olivia dia benar-benar tau jalan yang Arion tempuh ini bukanlah jalan ke rumah keluarga Mars.
"Aku akan membawamu ke suatu tempat" Ucap Arion masih dengan konsentrasi penuh mengendarai mobilnya.
"Suatu tempat? " Tanya Olivia yang memandang wajah suaminya yang terlihat dari sisi samping itu.
"Kau boleh tidur terlebih dulu mungkin memakan waktu beberapa jam untuk sampai" Arion tidak ingin Olivia kelelahan jadi menyuruhnya untuk beristirahat, Arion menepikan mobilnya dan mengatur tempat duduk Olivia agar nyaman untuk nya tidur di dalam mobil "Yos.. tidurlah sayang" Arion mengecup kening Olivia, Olivia hanya bisa tersipu malu dengan sikap lembut Arion padanya.
Setelah ciuman di kening itu mendarat Arion segera melajukan kembali mobilnya, Olivia terus melihat sosok Arion yang tengah fokus mengemudi sampai akhirnya mata Olivia mulai berat dan dia mulai terlelap.
Arion melirik sebentar kearah istrinya "Sebentar saja, semoga kau senang setelah melihat nya" Ucap Arion yang tidak sabar menunjukkan sesuatu yang dia persiapkan untuk Olivia.
Arion kini telah sampai di tempat tujuannya, namun dia melihat istrinya itu masih terlelap membuatnya tak bisa berhenti memandang wajah cantik wanita yang sedang tidur di samping nya itu.
Tangan Arion tanpa ragu langsung mengusap pipi Olivia yang begitu lembut dan kenyal itu, Arion menyibak kan rambut yang sedikit menutupi bagian wajah Olivia, mata Arion tak lepas dari bibir mungil nan menggoda itu, pada akhirnya Arion mengecup perlahan bibir Olivia, membuat Olivia terbangun dan membuka matanya perlahan saat dia merasakan sesuatu di bibir nya.
Melihat Olivia sudah membuka matanya Arion bukannya menyudahi ciuman nya namun dia berusaha membuat lidahnya menerobos masuk, akhirnya ciuman lembut itu menjadi ciuman panas yang bergelora.
Arion menghentikan ciumannya karena Olivia sudah memukul pelan dada nya itu, tentu saja Arion mengerti Olivia hampir kehabisan nafas karena ciumannya yang begitu intens.
"Ap.. apa sudah sampai? " Tanya gugup Olivia sebenarnya Olivia masih merasa malu dan canggung meskipun itu bukan ciuman pertamanya dengan Arion.
"Hmm kita sudah sampai" Ucap Arion yang mulai turun dari mobil kemudian berjalan memutar dan membuka pintu mobil untuk Olivia.
"Te.. terimakasih " Olivia masih sedikit tidak terbiasa dengan sikap Arion yang kini berubah 180° dari sikapnya yang dulu.
Olivia turun dari mobil matanya terpana akan apa yang dia lihat. "Ini?" Olivia tidak bisa berhenti takjub dengan apa yang di lihatnya.
"Apa kau menyukai nya, kita akan segera ke sana" Arion menunjuk rumah di atas laut itu.
__ADS_1
Olivia mengangguk pemandangan indah yang terlihat saat menuju senja benar-benar tidak hanya memanjakan mata tapi membuat ketenangan jiwa.
Penjaga rumah laut itu sudah tau Arion akan tiba dia sudah membawa perahunya ke tepian
dan membawa Arion dan Olivia ke rumah di atas laut itu.
"Apa tidak masalah kau membangun ini di atas pantai seperti ini? " Tanya Olivia saat kapal sudah berjalan menuju rumah.
"Ini adalah milik ku, pulau kecil di sebelah sana adalah milik ku, barisan pulau di sana juga milik ku" Ucap Arion sombong, Olivia tidak bisa tidak percaya karena suaminya adalah orang kaya dan hebat apapun bisa dia lakukan dan milikki.
"Luar biasa" Kehidupan orang kaya dengan kekayaan yang tidak bisa di hitung memang beda pantai dan pulau bisa di beli dengan mudah, membangun rumah di atasnya pun sangat mudah.
"Jangan katakan itu sebelum kita sampai ke dalam" Ucap Arion saat kapal kecil sudah menepi ke rumah itu.
Olivia terperangah dengan isi di dalamnya, Foto pernikahan mereka terpajang rapi dan lukisan dengan gambar wajahnya berada di ruangan itu "Lukisan ini sangat indah" Ucap Olivia yang tanpa sadar berjalan mendekat ke arah lukisan itu.
"Apa kau menyukai lukisan nya? " Tanya Arion yang langsung mendapatkan anggukan dari Olivia.
"Apa kau memotret ku diam-diam dan membawanya ke seorang pelukis? " Tanya Olivia penasaran bagaimana lukisan itu di buat.
"Tidak, apa kau mengambilnya diam-diam? " Olivia menghadap suaminya itu dengan wajah yang bertanya-tanya.
Arion menggelengkan kepalanya "Semua yang kau lakukan sudah terekam di sini" Ario menutup matanya sekilas dan tangannya menyentuh dadanya, "Aku akan dengan mudah melukis nya" Arion menatap mata istrinya dan tersenyum.
"Boo apa kau yang melukis nya? be.. benarkah, luar biasa aku terlihat lebih cantik di dalam lukisan mu" Olivia benar-benar mengagumi hasil karya Arion, Olivia sampai tidak bisa berfikir sebenarnya suaminya itu Sejenius apa "Apakah kau masih manusia? " Pertanyaan polos itu keluar dari mulut Olivia dan membuat Arion tertawa.
"Apakah aku terlihat seperti iblis? " Arion memeluk istrinya itu dan membuat istrinya mendongak menatap nya.
"Dulu kau seperti Iblis" Jawab jujur Olivia yang membuat Arion sedikit menarik ujung bibirnya.
"Kalau begitu aku akan membuktikan kalau aku adalah manusia " Ucapan Arion sembari mengarahkan tangan Olivia untuk menyentuh dadanya meraba nya perlahan membuat wajah Olivia memerah
"Ap.. apa yang kau lakukan? " Tanya gugup Olivia
__ADS_1
"Membuktikan jika aku manusia, sayang" Arion terus memandu tangan Olivia untuk menyentuh dada bidangnya perut sixpack nya, tak lupa Arion membumbui Hembusan nafasnya di leher istrinya dan juga beberapa kecupan dan berakhir di tiupan pelan di telinga Olivia.
"Boo ap.. apa yang kau la... lakukan jangan lakukan di sini, ada anak buahmu" Olivia baru ingat penjaga rumah itu pasti masih di sana.
"Apa kau tidak dengar suara kapal menjauh" Bisik Arion dengan suara yang begitu menggoda. Arion segera membawa tubuh Olivia ke gendongannya Arion membawa Olivia ke kamar utama di bawah laut.
Arion membaringkan Olivia di ranjang nya, Olivia melihat sekeliling "Ada apa sayang? " Tanya Arion yang melihat Olivia terus melihat sekeliling.
"Boo apa kita akan melakukan nya di sini? " Ucap lirih Olivia yang mendapat anggukan dari Arion.
"Benar, bukankah kita harus segera memberikan Arion junior untuk mereka" Mereka yang Arion maksud nenek, papa, mama dan adiknya.
"Tapi bisakah kita tak melakukan nya di sini? " Ucapan hati-hati Olivia.
Arion mengernyitkan dahinya "Kenapa? "
"Ak.. aku malu, aku merasa semua hewan laut sedang memperhatikan kita" Ucap lirih Olivia yang membuat wajah Arion tersenyum.
"Kenapa harus malu bagaimana jika kita tunjukkan kehebatan kita pada mereka" Arion langsung menyerang Olivia bibir mereka sudah terpaut satu sama lain.
*****
Di sela perbincangan nya HP Rocky berbunyi terlihat nomor baru di sana, Rocky membuka pesannya "Silvia" Rocky membaca nama di kontaknya.
[Rocky, bisakah aku bertemu berdua dengan mu besok, aku menunggu mu dong restoran favorit ku].
"Bertemu berdua? hanya berdua? " Rocky tersenyum membaca pesan Silvia itu kemudian membalasnya [Baiklah].
#Terimakasih buat kakak readers yang sudah setia membaca karya aku, jangan lupa buat LIKE, KOMEN, VOTE, GIFT ANDA FAVORIT.
TERIMAKASIH JUGA BUAT KAKAK YANG UDAH KASIH AKU TIPS
__ADS_1
Terimakasih semuanya😍