
Olivia berbalik dan menemukan Arion masih menatapnya, membuat suasana menjadi hening
"Ekhem" Olivia berdehem dan mulai merangkai kata di Kepala nya "Tuan apakah anda ingin membersihkan diri? " Ucap Olivia yang malah mendapatkan senyuman menyeringai dari Arion.
"Kau? apa kau sedang menggodaku? "
*Ha? apa dia masih mabuk? apa yang dia pikirkan tentang ku? aku hanya merasa tubuh nya penuh dengan bau alkohol, agar dia bisa tidur harusnya dia membersihkan dirinya bukan" Gumam Olivia dalam hati
"Ma.. maksud saya bukan begitu Tuan? saya hanya ingin memastikan jika anda ingin mandi saya bisa membantu menyiapkan air hangat, jika tidak saya akan pergi tidur" Ucap Olivia yang merasa dirinya sudah lelah dan mengantuk tapi dia pikir tidak sopan baginya jika tidur terlebih dahulu sebelum Arion, dan juga ada rasa takut yang Olivia rasakan jika dia tertidur dan Arion masih terjaga.
"Kalau kau ingin tidur, tidur saja aku bukan bocah berusia lima tahun yang harus kau urus!! "
"Ba.. baik Tuan, selamat malam" Ucap Olivia yang segera membaringkan tubuhnya di sofa yang berada di kamar itu.
Arion terlihat kesal dengan Olivia yang langsung saja tidur setelah mendengar ucapan Arion, Arion berjalan ke kamar mandi
Brakk.......
Arion menutup pintunya dengan keras "Wanita bodoh banyak wanita yang mengantri untuk satu kamar denganku, dan dia malah mengacuhkan ku, tidur begitu saja!" Arion kesal
"Hah apa yang sedang ku pikirkan? Arion kau tidak berfikir ingin dia membantumu mandi bukan hah? ada apa denganku? kenapa aku seperti ketergantungan dengannya? hah! ada yang salah denganku" Arion mengusap kasar rambutnya.
Arion mandinya dan mengambil celana yang di sediakan pihak hotel sesuai permintaan nya, Arion melihat ke arah Olivia, gadis itu sudah tertidur lelap.
"Dia benar-benar tidak waspada bagaimana bisa tidur begitu saja, meski tau ada pria di kamar yang sama dengannya, apa kau benar-benar bodoh! apa kau sangat yakin aku tidak akan menyentuhmu? " Arion tanpa sadar mengusap wajah yang terlihat sangat cantik itu.
Olivia meringkuk tidur yang sangat tidak nyaman, tanpa sadar lagi-lagi Arion mengangkat tubuh gadis itu dan membaringkan nya di ranjang besar itu.
Arion menyelimuti tubuh Olivia dan berjalan ke sisi ranjang lain nya dia membaringkan pembatas guling di tengah nya dia yang sudah lelah dan pusing efek dari alkohol memutuskan untuk segera tidur. Arion mulai menutup matanya.
Pagi menyapa tanpa sadar tangan Olivia meraba sesuatu yang berbentuk kotak dan keras "Apa ini? " Ucap Olivia yang membuka matanya dan melihat perut rata berada di tangannya Olivia yang terkejut berteriak "Aaaaaaaaaa" segera menarik tangan nya dari perut idaman wanita itu.
__ADS_1
"Berisik sekali kenapa pagi-pagi begini berteriak" Ucap Arion yang masih setengah sadar.
"I.. itu an.. anu tu.. Tuan baru.. bagaimana bisa aku, aku.. kenapa aku" Olivia gugup tidak karuan wajahnya memerah karena malu.
"Tenangkan dirimu aku yang membawamu ke ranjang! dan lagi kita sama-sama tidur kita tidak melakukan apapun! tenanglah" Arion terlihat lebih santai dari Olivia
Olivia segera turun dan mengatur nafasnya yang memburu bagaimana pun ini pertama kalinya dia tidur dengan laki-laki apalagi dengan keadaan telanj*ng dada, tentu saja membuat Olivia terkejut apa lagi Olivia menyentuh nya dengan tangannya
Olivia bergegas ke kamar mandi tanpa melihat ekspresi Arion, sebenarnya saat ini tidak hanya wajah Olivia yang memerah namun wajah Arion tak kalah merah melihat sesuatu yang kenyal mengintip dari sela kancing yang terlepas.
Olivia membasuh wajahnya melihat dirinya di dalam kaca dia menemukan satu kancing kemejanya terbuka tanpa sengaja "Hah? ap.. apa tuan muda melihat nya, tidak-tidak pasti tidak melihat nya, Olivia jangan terlalu banyak berfikir cepat bersihkan dirimu " Olivia menepuk-nepuk pipinya dan berusaha menenangkan hati yang sedang melompat lompat karena teringat akan perbuatannya tadi.
Arion menatap bagian bawahnya terlihat itu sedang berdiri tegak, apa lagi setalah dia melihat sesuatu yang kenyal itu, dia semakin mengeras "Arion sejak kapan kau semesum ini? gadis ini benar-benar membuatku di luar kendali" Ucap Arion pada dirinya sendiri.
Olivia sudah menyelesaikan mandinya, Olivia keluar dengan kimono handuk yang malah memperlihatkan bentuk badannya yang indah. Arion melirik sekilas dan Arion segera bergegas menuju kamar mandi tidak ingin melihat kearah Olivia, dia tidak mau jika Olivia menyadari ada sesuatu yang bangun di bawah sana di tubuh bagian bawah nya.
Pagi ini Arion memilih mandi dengan air dingin berusaha menidurkan sesuatu yang sudah bangun itu.
Arion dengan cepat menyelesaikan mandinya, dia tidak melihat Olivia berada di kamar, Arion segera berganti.
"Di mana gadis itu? "
"Ah Nona Olivia? dia sudah di restoran dengan Rocky tadi Rocky menjemput nya dan menyuruhku menjemput tuan" Ucap Dion yang mandi setelah Rocky dan menerima perintah.
Arion tidak mengatakan apa-apa dia segera bergegas keluar dari kamarnya, suasana hatinya terlihat sangat buruk membuat Fionn bergidik ngeri
"Rocky cepat lari selamat kan hidupmu" Ucap Dion sembari menggelengkan kepalanya dan merasa merinding.
Arion sudah berada di restoran terlihat Olivia dan Rocky berbincang dengan riang, tawa Olivia yang lepas bersama Rocky membuat Arion teringat kata-kata Rocky saat mabuk kalau dia menyukai Olivia.
Arion tiba-tiba merasa kekurangan oksigen di Sekeliling nya dia berjalan dengan hawa hitam yang mengikutinya, membuat Dion yang melihat Arion menggosok lengannya bergidik ngeri.
__ADS_1
Arion sudah sampai ke restoran itu terlihat Rocky duduk bersebelahan dengan Olivia, Arion duduk dengan sedikit menggebrak meja
Brak....
Untung saja makanan yang mereka pesan belum datang, jika sudah di pastikan semua akan tumpah di atas meja itu
Rocky melihat hawa membunuh dari mata Arion tapi Rocky masih mencoba tetap tenang.
Sedangkan Olivia yang tadi terlihat ceria saat bersama Rocky kini hanya mampu menunduk tidak berani menatap mata Arion.
Kenapa tidak di lanjut! " Ucap dingin Arion yang membuat Olivia bingung.
"Kami belum makan apa yang harus di lanjut" Jawab Rocky.
Arion memilih diam dia tidak mungkin mengatakan menyuruh mereka untuk tertawa bersama jika dia mengatakan nya mau di taruh di mana mukanya, dia pasti habis di cemooh oleh sepupunya itu
"Olivia apa kau tidak ingin menjadi seorang dokter? " Setelah sekian menit mereka semua diam akhirnya Rocky membuka percakapan.
"Menjadi dokter? mana mungkin aku bisa? " Olivia memaksakan senyum nya sebenarnya dia pernah belajar ilmu kedokteran di saat dia menjadi junior di saat itu dia dan Andreas bersama. Tapi karena ayah Olivia tidak mau membiayai nya dia hanya bisa mengambil jurusan keperawatan.
"Kau pasti bisa, kalau kau mau aku akan membiayai semua nya, kau bisa belajar kembali" Ucapan Rocky membuat Arion makin tidak senang hawa hitam itu seakan terlihat menyelimuti meja itu.
"Sejak kapan barang milik ku orang lain yang atur! hidupnya adalah milik ku! Rocky kau lupa batasan mu" Menatap tajam Rocky.
"Kau sudah tau kebenaran nya, dan kau masih memperlakukan dia seperti barang! apa kau tak punya hati? "
Arion menyeringai " Kau lupa aku memang tak punya hati"
Rocky ikut menyeringai " Apa kau yakin hati itu belum hidup kembali Arion" tiba-tiba Rocky menggenggam tangan Olivia.
membuat Arion merasa marah sangat marah ingin sekali dia Mencabik-cabik sepupu nya itu.
__ADS_1
*Perasaan ini lagi? apa aku tertarik pada gadis ini? tidak mungkin, sudah lama hatiku mati rasa bagaimana mungkin aku..? tidak mungkin!" Arion bergulat dengan batinnya sendiri sekuat tenaga dia menyangkal ketertarikan nya pada Olivia.
*Arion lekas sadari perasaan mu sebelum Olivia semakin jauh dari genggaman mu, jika Olivia mampu mengembalikan hatimu aku akan berhenti di sini, tapi kau harus menjaganya dengan baik, Arion sadarlah" Ucap Rocky dalam hati