MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG

MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG
Episode 234


__ADS_3

Aleena melangkah pergi terlebih dahulu kemudian di susul oleh Arion dan Olivia.


Saat mereka sampai di ruang tamu Rayyan dan Tiara menatap mereka "Apa yang kau lakukan lama sekali! " Keluh Rayyan.


"Kenapa harus menunggu kau bisa pergi terlebih dulu, lagi pula aku masih mengingat rumah paman kenzo" Balas Arion yang bukan merasa bersalah karena membuat papa nya menunggu, malah ganti menyalahkan papanya.


"Sial! harusnya aku tak menuruti kata mamamu" Kesal Rayyan dan melangkah di ikuti sang istri


"Hubby jangan marah" Tiara berjalan mengimbangi langkah suaminya untuk menggenggam tangannya kemudian mengusapnya.


"Aku tidak marah, hanya kesal saja sikap angkuhnya itu menurun dari siapa? kau begitu baik aku juga tidak seperti itu sebenarnya menurun dari siapa? " Pertanyaan yang di ulang dua kali itu hanya bisa membuat Tiara menggelengkan kepalanya dan menatap suaminya.


"Kenapa menatap ku? " Ucap Rayyan yang tidak sadar diri bahwa sikap angkuh Arion itu di wariskan olehnya


Tiara tersenyum "Tidak ada" Ucapnya sembari menggenggam erat tangan suaminya.


"Boo, harusnya kau jangan bersikap begitu pada papa, ini salah ku karena terlalu lama berganti pakaian" Ucap Olivia


"Tidak kau tidak salah, dia saya yang kurang berinisiatif " Arion menenangkan istrinya dengan menyalahkan papanya.


"Ini bukan salah kak Olivia ini salah kak Arion kenapa menyuruh kak Olivia berganti pakaian berulang huh" Aleena ikut mengungkapkan pendapat.


"Diam kau! siapa suruh istriku begitu cantik membuatku tidak bisa membiarkan dia begitu cantik di depan orang lain" Gumam lirih Arion yang masih terdengar, Olivia tersipu malu mendengar nya sedangkan Aleena memutar bola matanya jengah mendengar gombalan Arion.


"Tunggu, Aleena di mana Rocky dan lainnya? " Maksudnya Aric dan Andreas tentunya.


"Ah mereka bertiga sudah berangkat duluan" Ucap Aleena santai.


"Tunggu jadi aku harus pergi dengan membawamu? sana kejar papa dan mamamu" Ucap Arion yang tidak ingin Aleena berada di mobil yang sama membuat kemesraan mereka berkurang karena jika ada Aleena Olivia akan lebih menjaga jarak dengannya.


"Kak Arion kau tega, kak Olivia liat kak Arion" Adu Aleena.


"Boo kau tidak boleh seperti itu pada Aleena papa dan mama sudah berangkat biarkan Aleena bersama kita ok"


Arion tidak bisa menolak permintaan istri tercinta nya dengan hela nafas panjang dia mencoba untuk pasrah.


"Kalau begitu, ayo kita berangkat" Aleena menggandeng tangan Olivia dan berjalan meninggalkan Arion.

__ADS_1


"Belum apa-apa dia sudah merebut mu Olivia" Ucap kesal Arion melihat dia di tinggal begitu saja.


Mereka semua sudah berada di perjalanan ke rumah kenzo dan Tina. Rayyan dan Tiara sudah sampai di ikuti dengan mobil Arion dan Olivia.


Mereka semua di sambut hangat, pesta ini hanya di hadiri keluarga kerabat dan orang orang penting seperti klien kenzo atau alister yang notabene mewakili keluarga sang mami.


"Kau sudah datang? " Tanya kenzo pada sahabat nya itu.


"Apa mata mu mulai rabun kau sudah melihat ku untuk apa kau bertanya Ha! " Ucap Rayyan yang masih sama seperti dulu si pahit lidah.


"Menyesal aku basa-basi denganmu" Ucap kenzo.


"Tina, ambilah ini hadiah kami untuk kalian berdua" Ucap Tiara lembut menyerahkan kado yang sudah mereka persiapkan untuk Kenzo dan Tina.


"Terimakasih Tiara, kau tidak perlu repot-repot" Ucap Tina malu-malu.


Fiona terus melihat ke kanan dan ke kiri dia mencari keberadaan sang kekasih yang belum terlihat sama sekali.


"Kak Fiona" Teriak Aleena saat melihat Fiona


Mendengar namanya di panggil oleh Aleena dia tersenyum dan segera berjalan ke arah mereka, namun saat mendekat dia pun masih tak menemukan kekasihnya.


"Kak Fiona sedang mencari orang ya? " Tanya Aleena dengan polos.


"Aleena apakah kak Aric tidak datang bersama kalian? " pertanyaan Fiona itu membuat mereka bertiga terkejut.


"Apa yang kak Fiona katakan, kak Aric berangkat satu jam lebih dulu dari kami, dia tentu sudah berada di sini? kenapa kak Fiona bertanya seperti itu" Jawab Aleena


Fiona menatap Aleena di mata Aleena terlihat dia mengatakan yang sebenarnya "Tapi kak Aric belum sampai, aku tidak menemukan di manapun, aku juga sudah bertanya pada Alister dan papi mereka belum bertemu dengan kak Aric" Fiona terlihat mulai khawatir.


"Benarkah? haruskah kita mencarinya" Ucap Aleena yang seperti nya ikut khawatir.


"Tidak usah mereka sudah besar tidak akan tersesat" Ucap Arion dengan santai.


"Kak Arion ini bukan masalah tersesat, jika terjadi sesuatu pada mereka bagaimana? " Ucap Aleena yang tanpa sadar menyebut mereka bukan menyebut Aric saja.


"He! siapa yang kau khawatir kan, apakah Andreas Hei gadis kecil setelah kau bilang menyukai Dion apa kau akan berpaling? " Arion menatap Aleena penuh makna.

__ADS_1


"Kak Arion bodoh! mengkhawatirkan mereka semua bukankah hal wajar" Jawab Aleena


"Tidak wajar sama sekali" Jawab cepat Arion yang masih curiga dengan Aleena.


"Haruskah kita menelpon Rocky atau Aric? " Olivia akhirnya angkat bicara.


"A.. aku sudah menelpon kak Aric ponselnya tidak bisa di hubungi"


"Bagaimana dengan kak Andreas dan kak Rocky? " Tanya Aleena.


Mendengar nama Andreas di sebut pertama Arion langsung menatap curiga adik kecilnya itu.


"Kenapa kau menatap ku seperti itu kak? " Aleena mulak salah tingkah.


"Siapa yang menatapmu? " Kilah Arion.


"Soal pertanyaan mu Aleena aku belum menelepon mereka berdua, aku tidak memiliki kontak Dokter itu, aku akan mencoba menghubungi Rocky" Fiona mencoba menghubungi nomor Rocky namun nomor nya tidak bisa di hubungi juga.


"Tidak bisakah? " Tanya Aleena saat Fiona mencoba berkali-kali dan tanpa hasil.


Fiona mengangguk "Tidak sama saja nomornya tidak bisa di hubungi" Ucap Fiona yang semakin khawatir.


"Kak coba kau hubungi dokter Andreas " Pinta Aleena pada Arion, Arion bahkan tidak menggerakkan tangannya mendengar permintaan Aleena.


"Seperti yang ku duga, tidak aku tidak ingin" Ucap Arion tanpa alasan jelas.


"Boo, jangan begitu cobalah telepon dia" Ucap Olivia


"He, apa kau ingin aku menelpon nya apa kau khawatir padanya" Kali ini tatapan curiga di tujukan pada istrinya.


"Boo, jangan bercanda" Olivia tidak ingin Arion cemburu di saat seperti ini.


"Aku tau aku tau" Arion mengambil HP nya dan menelepon Andreas, namun sama saja nomor nya tidak terhubung. "Sudah dengar tidak bisa" Ucap Arion malas.


"Apakah terjadi sesuatu pada kak Aric, Baru-baru ini paman Rayyan menyerahkan perusahaan pada kak Aric apakah ada yang ingin mencelakai nya" Fiona tau kejamnya dunia bisnis wajar saja dia berfikir seperti itu.


"Tenanglah Fiona, Aric pasti akan baik-baik saja" Olivia mencoba menenangkan Fiona yang terlihat semakin panik.

__ADS_1


Aleena tanpa sadar juga mengeluarkan mimik wajah yang terlihat khawatir, 'Kak Rocky' Tanpa sadar dirinya menyebut nama Rocky


__ADS_2