MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG

MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG
Episode 41


__ADS_3

"Siapa kau berani menyuruhku! " Ucap Arion lagi kali ini terdengar lantang dia berdiri dari duduknya


"Terserah kau anggap apa?! sekarang bukan waktunya untuk mu berhati batu! " Daniel kali ini menekan egonya ingin rasanya dia memukul keponakan nya yang keras kepala ini mirip sekali dengan ayahnya


"Hah! tidak perlu repot untuk menilai ku pak tua! sekeras apa hatiku itu Urusan ku! " Ucap Arion


"Arion ikut aku sekarang! kita kembali ke negara ku, sebelum kau menyesal! "


"Tidak ada hal yang bisa membuatku menyesal kembali itu hal yang tidak akan mungkin" Ucapnya dengan nada sombong membuat Daniel tak tahan lagi


"Mungkin! hari ini nenek mu meninggal ibumu kritis dia sedang di ambang kematiannya kau ingin ibumu menyusul nenekmu! " Ucap Daniel kali ini bibir Daniel bergetar matanya memanas Daniel yang sedari tadi menekan kesedihan nya hanya untuk segera bertemu keponakan nya harus menelan pil kecewa karena keras kepala Arion


Arion sedikit memundurkan tubuhnya ada rasa sakit di Dadanya teringat dia yang saat itu masih di keluarga besar aditama , teringat saat Shina yang mengutamakan kemaunya dari pada Aric, dia menekan rasa sedihnya "Kau pergi saja aku tidak akan pernah kembali" Ucap Arion sedikit terdengar sedih namun kebencian nya begitu terasa


"Bocah sialan! kau tidak akan menghadiri pemakaman nenekmu! bahkan kau tidak perduli nyawa orang yang mengandung mu sedang dalam kondisi berbahaya! kau bukanlah berhati batu Arion kau bahkan tak punya hati! " Teriak Daniel membuat Olivia dan Rocki terkejut


"Ya!! aku tidak punya hati! aku sudah lama tidak punya hati sekarang kau mengerti, kalau sudah mengoceh nya cepat keluar dari villa ku" Ucap Arion menahan sedikit sesak di hatinya Tapi dia sudah bertekat untuk tidak kembali ke keluarga Aditama


Kali ini Rocki angkat bicara "Arion kali ini saja, aku akan memohon pada mu temui bibi sebelum kau menyesalinya"


"Diam kau Rocki jangan ikut membelanya! kau tau apa yang aku rasakan kau tau apa yang aku alami! di dunia kita tidak ada orang lain keluarga kita hanya kau, aku dan Nenek" Ucap Arion kali ini suaranya terdengar agak bergetar


Olivia sedikit iba melihat apa yang terjadi di depan matanya dia tau apa yang Arion rasakan kali ini

__ADS_1


"Aku pikir kau hanya keras kepala seperti ayahmu tapi ternyata kau bukan keras kepala tapi kau kejam! "Daniel mulai tersulut emosinya


" Benar aku kejam! tapi aku tak sekejam mereka yang memberikan anaknya obat dan meninggalkan nya di Negara orang lain! " Ucap Arion tangannya kini mengepal dia mengingat memori paling menyedihkan dalam hidupnya


"Kau salah paham! " Teriak Daniel


"Tidak ada salah paham kau tidak ada di sana! berhenti bicara saat kau tidak tau kebenaran nya!" Ruangan itu kini benar-benar mencekam teriakan emosi berpadu di ruangan itu


Olivia terdiam benar-benar diam dia kini mengetahui rahasia besar Arion kenapa dia bisa phobia terhadap obat


"Kalau begitu jika aku tidak bisa membawamu hidup-hidup untuk bertemu ibumu maka aku akan membawa mayat mu juga tidak masalah" Ucap Daniel lantang dia benar-benar tak ada lagi cara selain melawan Arion


Arion Menatap tajam pada Daniel "Menginginkan mayat ku pak tua aku takut aku akan mengecewakan mu" Ucap Arion yang tanpa sadar sudah mendapatkan serangan dari Daniel benar tendangan tepat mengenai punggung nya membuat dia terdorong ke depan namun tidak jatuh


"Bicara baik-baik dengan orang yang tidak punya hati kau hanya akan buang waktu! " Ucap Daniel menjawab perkataan Rocki membuat Rocki terdiam


"Tu.. tuan Daniel ja.. jangan seperti ini Tu.. tuan Arion memiliki kesulitan nya sendiri" Ucap Olivia yang teringat akan apa yang dia tau phobia itu benar-benar menyiksa Arion


"Diam kau! aku tidak perlu untuk di lindungi apa lagi untuk wanita peliharaan seperti mu! " Ucap Arion membuat Olivia terdiam tidak bukan hanya itu tapi perkataan Arion membuat Daniel Sangat emosi Arion benar-benar membenci semua wanita kecuali Angel


"Berengs*k benar-benar berhati Iblis" Daniel langsung saja menyerang Arion pukulan dekat itu berhasil di tangkis oleh Arion Daniel melayang kan beberapa pukulannya namun berhasil terus di hindari oleh Arion


Arion kini berhasil mendaratkan pukulannya ke wajah Daniel, Daniel mengusap ujung bibirnya "Kau boleh juga tapi aku tidak akan kalah" Ucap Daniel yang ingin mengalahkan Arion dan membawa nya bertemu dengan Tiara

__ADS_1


"Berisik!! " Ucap Ariob yang kini menyerang balik dia menendang tepat di dada Daniel namun Daniel berhasil menahannya melemparkan kaki itu menjauh darinya, Daniel langsung memberikan pukulannya kali ini berhasil mengenai ujung pelipis Arion


Perkelahian itu sangat sengit membuat keduanya terengah-engah kekuatan mereka hampir seimbang namun Arion yang lebih muda tentu saja stamina nya lebih bagus Daniel sedikit kewalahan


"Aku tidak tau kau sedendam apa pada keluarga Aditama tapi ibumu tetap lah ibumu" Ucap Daniel yang terdengar sangat bijak


"Aku sudah tidak memiliki ibu" Ucapan Arion itu membuat Daniel semakin marah bagaimana bisa Arion melupakan dia terlahir dari siapa


"Kau benar-benar anak durhaka!! " Ucap Daniel yang kali ini tidak bisa diam , Daniel yang begitu emosi kembali menyerang Arion namun Arion juga tidak akan hanya diam


Daniel kali ini berjarak sangat dekat dengan Arion dia ingin menendang kepala Arion berharap isi kepala Arion berubah tidak membenci Tiara lagi, namun tendangan itu terbaca oleh Arion hanya satu langkah mundur berhasil membuat Arion menghindari kali ini Arion tidak melepaskan kesempatan itu dia langsung saja membuat Paman nya itu jatuh menyapu kaki tumpuan Daniel membuat


Daniel terjatuh


"Kau tidak akan bisa mengalahkan ku, pergilah sebelum pemakaman bibirmu berakhir" Ucap Arion yang kemudian berjalan menjauh


"Aku tidak akan pergi tanpa mu, meskipun dengan mayat mu! aku tidak masalah" Ucap Daniel yang berdiri dan kemudian mengambil senjata yang selalu dia bawa kemana-mana menodongkan nya ke arah Arion


Arion tersenyum getir, sedangkan Olivia terlihat sangat terkejut tidak mungkin hari berkabung neneknya Arion akan menyusulnya bukan itu yang ada di pikiran Olivia namun Olivia kemudian teringat ucapan Daniel *Tuan Daniel tidak mungkin akan benar-benar membawa mayat Tuan Arion kan" Pertanyaan demi pertanyaan melintas di pikiran Olivia


"Kau benar-benar sudah putus asa pak tua" Ucap Arion yang tak gentar dia malah berjalan mendekat ke arah Daniel "Bagus bawa mayat ku ke sana! agar mereka tau betapa aku membenci mereka semua" Ucap Arion yang kini hanya berjarak satu langkah dari pistol itu Arion menunjuk keningnya "Tembaklah! " Tantang Arion


Hai kaka reader baca cerpen terbaru aku juga ya, KESALAHAN MASA LALU langsung cek profile aku ya

__ADS_1


__ADS_2