
Arion menatap penuh harap
, Olivia terlihat menelan ludahnya dan hampir membuka mulut
"A.. " Ucapan Olivia terhenti saat seseorang masuk ke ruangan itu dengan membawa paperbag, Olivia dengan reflek mendorong Arion menjauh
"Maaf tuan, apakah saya terlalu lam.." Ucap Dion terhenti karena tatapan membunuh yang dia rasakan dari tatapan Arion, Dion memenangkan kasar ludahnya dia merasakan Aura membunuh dari Arion membuat Dion bergidik ngeri
*Apa aku datang di saat yang tidak tepat?, seperti nya aku harus segera pergi" Ucap Dion dalam hati dengan hati-hati menaruh paperbag "Tuan saya tunggu keluar permisi" Dion segera kabur sebelum Tuan nya mencabut nyawanya menggangu sesi romantis tuannya itu.
"Tuan saya akan berganti dulu " Olivia segera berlari masuk ke toilet yang ada di ruangan itu setelah mengambil paparbag yang di letakan di meja
"Dion! lihat apa yang akan aku lakukan padamu! " Menggenggam tangannya erat, ingin rasanya Arion memukul Dion sekarang juga
Dia mengirim pesan pada Dion "Gaji bulan ini di potong! " Pesan itu terkirim pada Dion.
Dion mendapatkan pesan itu dan hanya bisa menangisi kesialan nya hari ini "Ah gaji ku" Gumam Dion menatap layar HP nya dan hanya mampu menjawab ya dengan hati yang teriris.
Olivia mengganti pakaian nya, Dion memberikan celana pendek dan sebuah kaos mungkin di belinya di taman hiburan itu.
"Tuan saya sudah selesa.. " Ucapan Olivia tidak bisa di lanjutkan saat melihat Arion memakai baju yang sama dengannya.
"Kenapa diam? " Ucap Arion, Olivia hanya bisa menggelengkan kepalanya "Ti... tidak ada" Olivia segera berjalan ingin segera keluar
Tapi tiba-tiba tangan Arion menarik tangan Olivia, menggenggam nya dan keluar secara bersamaan
Mereka berjalan di keramaian Olivia terus menundukkan wajahnya karena semua mata menatap mereka berdua, di mata semua orang mereka pasangan yang serasi wanita yang cantik dan laki-laki yang sangat tampan sebenarnya mereka sedang mengingat wajah tampan yang begitu familiar.
Tu.. tuan apa ada yang salah dari kita berdua kenapa semua orang menatap kita?, apa mereka berfikir kita sangat tidak cocok? lebih baik tuan lepaskan tangan saya" Ucap Olivia yang insecure dengan dirinya sendiri saat di tatap begitu banyak orang
__ADS_1
Arion tidak mendengarkan Olivia dia tetap menggenggam erat tangan Olivia, membuat jantung Olivia berdegup cepat.
Tapi segera Olivia menggelengkan kepalanya, dia menyadarkan dirinya untuk tidak masuk dalam jebakan yang Arion berikan padanya, Olivia selalu berfikir di balik semua tindakan Arion mungkin adalah salah satu trik balas dendam yang Arion mainkan.
Mereka berdua berjalan melewati permen kapas yang terlihat sangat lucu , permen kapas yang berbentuk karakter kepala kelinci. Mata Olivia terus memandangnya dan Arion menyadari itu.
Arion berhenti dan melepas tangan Olivia, tanpa berbicara Arion membeli permen kapas itu untuk Olivia.
Olivia tercengang saat Arion menyodorkan permen kapas berbentuk kepala kelinci itu untuk nya, Olivia bahkan tidak percaya tidak bisa menggerakkan tangannya, tanpa berbicara Arion bisa menyadari dirinya menginginkan permen itu. "Untuk saya tuan? "
"Jika tidak mau aku bisa membuangnya" Ucap dingin Arion, Olivia segera mengambil permen itu dari tangan Arion
"Mau mau" Ucap Olivia singkat segera merebut permen kapas nya dia tersenyum bahagia, senyuman yang mampu membuat seorang Arion yang dingin mampu mengembangkan senyum juga.
Olivia mengambil telinga kelinci itu dan merasakan betapa manisnya permen kapas di mulutnya "Tuan tidak mau coba? " Tanya Olivia yang segera memasukan permen kapas lagi ke mulutnya
Sedangkan Olivia wajahnya kini sudah sangat merah padam menahan malu karena Arion menciumnya di depan publik dia ingin marah tapi dia tidak bisa marah hanya bisa menyembunyikan wajahnya dengan menunduk.
Arion tertawa kecil melihat wajah malu-malu Olivia dan dia membisikkan sesuatu "Kedepannya wajahmu akan sering memerah" Ucapan itu mampu membuat jantung Olivia berdegup makin cepat "Sampai kapan kau akan menunduk, kita pulang" Ucap Arion membawa Olivia berjalan mengikutinya, Olivia memandang punggung laki-laki di hadapannya
*Seandainya ini benar-benar terjadi, hah apa yang kau pikirkan Olivia jangan berpikir terlalu banyak dia hanya sedang balas dendam, u jangan pernah jatuh cinta dengannya Olivia " Olivia mengubur semua hal manis yang ada di pikirkan nya meyakinkan dirinya ini hanya cara terbaru Arion untuk membalas kejahatan ayahnya melalui dirinya.
Olivia berfikir Arion ingin mendapatkan hatinya kemudian setelah dia jatuh cinta padanya Arion akan menghancurkan hatinya berkeping-keping itu yang selalu ada di pikiran Olivia.
Mereka kini sudah berada di dalam mobil, Dion tidak bisa menatap bos nya meski dalam kaca mobil sekalipun dia akan menjadi orang buta hari ini, dia tidak mau semua gajinya habis terpotong.
Dion menjalankan mobilnya, sedangkan Olivia masih diam tidak bersuara dia masih menatap hatinya untuk teguh tidak terpengaruh dengan tindakan dan perkataan Arion.
sedangkan Arion tidak bisa mengalihkan wajahnya dari Olivia, Olivia sadar dirinya sedang di tatap oleh Arion namun dia tidak bisa berkata apapun.
__ADS_1
Dion terus melajukan mobilnya sampai di sebuah taman bunga tulip, sejauh mata memandang dia hanya bisa melihat ratusan ribuan bahkan jutaan bunga tulip yang tertanam rapi di sana
Arion membukakan pintu mobil untuk Olivia, kaki Olivia tanpa sadar langsung berjalan "Woww indah sekali" Ucap Olivia melihat hamparan laut bunga tulip. Olivia menghentikan langkahnya yang sudah berada di tengah ratusan bunga tulip itu
"Jangan lupakan langitnya " Bisik Arion membuat jantung Olivia merasa tidak aman, hembusan nafas Arion membuat jantung Olivia benar-benar ingin meloncat dari tempat nya
Olivia menatap langit senja itu pemandangan yang begitu indah bunga tulip dan langit senja
"Apa kau menyukainya? " Bisik Arion lagi tanpa sadar Arion melingkar kan tangannya memeluk Olivia dari belakang
Olivia tidak bisa berkata lagi entah mengapa tubuhnya juga tidak bisa menolak perasaan hangat uang yang Arion berikan Olivia hanya bisa mengangguk.
Sekian detik berlalu Arion masih memeluk Olivia, sampai Olivia merasa ada sesuatu di lehernya, Olivia meraba sesuatu itu dan dia sangat terkejut saat tangan mendapati sesuatu
"Apa kau menyukai nya? " pertanyaan itu lagi keluar dari mulut Arion tapi kali ini Olivia melepaskan pelukan Arion dan menatap Arion
"Tuan ini? " Olivia menatap Arion sembari memegang kalung yang sudah bertengger di Lehernya.
"Jika tidak suka buang saja" Kalimat itu mampu membuat Olivia terdiam
Olivia menghela nafasnya dia tahu kalung itu sangat mahal tidak mungkin untuk nya membuang begitu saja kalung itu "Tuan kalung ini tidak seharusnya di berikan kepada saya"
"Lalu harus ku berikan pada siapa?! "
"Orang yang tuan sukai" Ucap Olivia yang ingin melepaskan kalung dari lehernya
"Kalau begitu, simpan." Ucapan Arion lagi-lagi mampu membuat jantung Olivia ingin melompat dari tempatnya.
__ADS_1