
Olivia memejamkan matanya dia tau Arion tidak main main dengan ucapan nya kali ini Olivia hanya bisa pasrah dengan apa yang akan terjadi padanya
Arion sebenarnya tidak benar-benar ingin memukul Olivia namun tiba-tiba tangannya di tarik oleh seseorang "Arion apa yang kau lakukan! apa kau akan memukul seorang wanita" Suara laki-laki itu menghentikan tangan Arion, Arion tau siapa yang ada di samping nya saat ini, Arion melepaskan tangan nya
"Kau tidak perlu ikut campur!! " Ucap Arion yang tau benar siapa dia
Olivia membuka matanya dia melihat dia Tuan Muda di hadapan nya membuatnya memegang Kepala nya "Apa aku sudah di pukul kenapa Tuan Arion ada dua, tapi jika di pukul kenapa aku tidak merasa sakit" Ucap Tiara yang merasa dirinya sedang bergumam namun nyatanya suaranya lantang terdengar membuat Aric tersenyum ke arah Olivia
Senyum itu membuat Olivia bingung satu berwajah dingin dan satu lagi berwajah sangat manis "Ada apa dengan ku" Memukul kecil Kepala nya dia ingin menyadarkan dirinya
Rocki menahan senyumnya Olivia yang terlihat polos ini lah yang mampu membuat semua orang menyukainya
Aric menarik tangan Olivia " Jangan di pukul lagi" Ucapnya membuat Olivia segara menghempas kan tangannya dan mundur
"Ba.. baik Tuan" Ucap Olivia ketakutan melihat satu bayangan yang sangat ramah dirinya jadi sedikit merinding
"Jangan menyentuh barang milik ku Tuan Muda aditama! " Ucap Arion membuat Olivia menyadari sesuatu
*Tunggu mereka berbeda marga, apa mereka kembar? Ah bodohnya aku mengira itu hanya bayangan " Olivia merutuki tingkah bodohnya
"Arion apa kau tidak bisa bersikap lebih baik, Sekarang adalah hari pemakaman nenek apakah kau tidak ingin meredam amarahmu" Ucap Aric
"Tidak perlu kau jelaskan sikapku memang jauh lebih buruk karena itu orang tua mu membuang ku!! "
"Arion mereka juga orang tuamu! kau harus mendengarkan penjelasan mereka sebelum kau membuat kesimpul" Ucapan Aric terpotong
"Cukup jika ingin menjelaskan tidak sekarang! Semua sudah terlambat!!, Aku adalah Arion Mars dan kau Aric baskoro aditama kita berbeda marga, Jadi tuan muda Aditama jangan sok kenal dengan ku! " Ucap Arion menarik tangan Olivia dan pergi meninggalkan Aric yang mematung melihat saudara kembarnya pergi
Rocki segera menyusul Arion, Arion berjalan di kediaman Miko, rumah yang tak kalah besar dengan rumahnya, Mata Arion kini melihat satu pohon yang bertumbuh besar di sana
Memori masa kecil mulai terputar di otak nya "Tidak Aric kau harus menggalinya lagi" Ucap Shina
"Nenek ini sudah dalam" Ucap Aric
"Aric lakukan seperti kakak mu, Arion kau bisa mulai menanamnya"
"Baiklah nenek" Ucap Arion
Arion berhasil menanam pohon nya dengan baik sedangkan Aric menyerah untuk berkebun
__ADS_1
Saat itu Shina memberikan hadiah pada Arion dan Arion menguburnya sebagai harta karun, Arion tanpa sadar berjalan ke arah pohon itu dengan masih menggandeng tangan Olivia
Mereka berjalan semakin dekat dan melihat ukiran di pohon itu, ada tulisan namanya tanpa sadar mata Arion menghangat "Nenek" Tanpa sadar melepaskan genggaman tangan dari Olivia dan meraba pohon yang berukir kan namanya
Olivi merasakan sebenarnya Arion merindukan keluarga nya tapi Arion enggan berdamai dengan masa lalunya itu bukan hanya membuatnya terluka namun seluruh keluarga nya tersiksa
Arion tiba-tiba tertawa, tawanya bukan tawa bahagia terdengar kesedihan di sana "Kenapa masih membuat nya tumbuh! sedangkan membuang orang yang menanam nya, lelucon apa ini" Ucap Arion mengepalkan tangannya di pohon itu
Olivia mengusap pundak Arion tanpa sadar Olivia ingin menenangkannya " Tu.. Tuan mungkin kah semua hanya salah paham ak.. aku lihat seperti nya mereka semua menyayangi mu" Ucap Olivia dia memberanikan diri untuk berbicara
"Hah! Salah paham, tentang apa? tentang aku yang di bawa pergi, tidak ada salah paham aku mengingat semuanya, Tuan Rayyan itu yang memasukan obat ke dalam mulut ku! apa yang membuatku salah paham? " Ucap Arion tersenyum getir
Olivia terdiam baru kali ini Arion bisa berbicara biasa saja dengan nya, namun Olivia tidak menyangka mendengar rahasia lagi tentang Arion "Mu.. mungkin kah phobia itu di mulai dari ini? " Olivia memberanikan diri untuk bertanya
Arion hanya diam sampai akhir nya dia ingin berbicara namun Rocki tiba-tiba memanggil nama Arion "Arion! " Teriak Rocki
Arion tersadar tangan halus itu masih di pundaknya namun Arion langsung berdiri dan menatap Rocki "Ada apa? "
"Ikut aku? " Ucap Rocki
"Ada apa? "
"Tidak! aku tidak akan mengikuti mu! Rocki lihat apa yang akan aku lakukan setelah kita kembali! aku akan membuatmu menebus penghianatan mu! "
"Ok ok aku akan menerima semua hukuman darimu tapi ayo ikut aku"
"Tidak! " Ucap Arion yang bersikukuh tidak akan ikut dengan Rocki
"Ayolah aku mohon ikut dengan ku"
"Tidak! "
"Baiklah aku akan membawa Olivia saja" Menarik tangan Olivia pergi meninggalkan Arion yang tiba-tiba mengusap punggung nya teringat Olivia yang mencoba menenangkannya
"Sialan! Ada apa dengan ku! " Ucap Arion yang tidak rela Olivia di bawa Rocki begitu saja, dia akhirnya mengikuti langkah Rocki
Rocki berjalan masuk ke dalam rumah Miko "Apa yang kita lakukan kenapa kita masuk tanpa permisi" Ucap Olivia yang takut dengan apa yang mereka lakukan
"Setelah kalian pergi, aku mengikuti kalian tapi aku ingat barang milikku tertinggal di dalam, aku kembali ke dalam dan mendengar benda jatuh di atas" Rocki menjelaskan
__ADS_1
"Tu.. tunggu , lebih baik kita mencari orang lain, ini bukan rumah mu Ro.. Rocki" Ucap Olivia yang pertama kalinya memanggil nama Rocki, Olivia menghentikan langkah nya membuat Rocki juga berhenti berjalan
"Kau sudah ingat namaku? " Rocki terlihat senang
"Ini bukan waktunya kau bahagia, aku memang selalu ingat namun aku tidak nyaman untuk memanggil nama mu secara langsung"
"Lalu sekarang sudah nyaman memanggil namaku? "
"Kau selalu membantuku dan aku menganggap mu sebagai teman, ka.. kalau kau mengizinkan"
"Apa yang kau katakan Olivia, kita memang teman" Ucap Rocki
Olivia tersenyum mendengar perkataan Rocki baru kali ini dirinya sangat di hargai dan melihat tatapan Rocki yang bersungguh-sungguh membuatnya merasa tidak buruk menjadi tahanan Arion
Arion melihat tidak suka keduanya tapi dia masih memantau mereka dari balik pintu
Braaaaaakkkkkkkkkkk suara itu terdengar lagi
"Itu dia, ayo Olivia kita lihat! "
"Tidak.. Tidak kita lebih baik cari orang lain di rumah ini" Ucap Olivia
"Tidak.ada orang, paman Derrel sedang mengurus biaya pemakaman, Aric dan yang lainnya seperti nya tadi pergi mungkin ke rumah sakit" Ucap Rocki
"Ta.. Tapi"
"Sudahlah Olivia kita hanya melihat, kalau itu pencuri bagaimana? " Ucap Rocki
"Bagaimana mungkin, ini adalah kediaman yang sedang berkabung" Ucap Olivia
"Bisa saja, ini di jadikan kesempatan" Ucap Rocki
Meski Rocki merasa alasannya tak masuk akal karena banyak penjaga di rumah itu, tapi dia penasaran dengan suara yang dia dengar, dia tidak ingin melihat nya sendiri maka dari itu dia mengajak Arion namun Arion tidak mau alhasil dia membawa Olivia
"Baiklah kita coba lihat"
"Bagus ayo" Menggenggam tangan Olivia tanpa canggung membuat Arion merasa kesal tanpa sadar mengepalkan tangannya
Braaaaaaaaaaaakkkkkk suara itu terdengar lagi
__ADS_1
membuat Olivia juga penasaran apa yang terjadi