
"Pertanyaan ini? bagaimana bisa ada di pikiran mu?, bahkan di pikiranku tidak terbesit" Ucap jujur Olivia, Olivia sendiri mungkin saja masih terjebak dengan masa lalu, bagaimana dia memikirkan untuk jatuh cinta, dengan orang yang menyiksa nya bahkan memperlakukan nya seperti barang.
"Ah syukurlah, jadi kau bukan rival untuk ku, aku bisa tenang sekarang" Fiona tersenyum begitu manis.
Olivia membalas senyuman Fiona, tiba-tiba Olivia memikirkan pertanyaan Fiona, dan menggelengkan kepala nya *Meski sebenarnya Tuan Arion baik, namun tidak mungkin ada jalan untuk kami berbaikan, memikirkan menjalin hubungan dengannya sama sekali tidak mungkin, aku hanya ingin segera lepas dan menemuinya " Ucap Olivia dalam hati.
"Olivia... Olivia.. " Panggil Fiona beberapa kali membuat Olivia tersadar dari lamunannya.
"Ah maaf aku tidak mendengar, ada apa Fiona? " Olivia merasa tidak enak pada Fiona
"Sudah selesai kita pergi sekarang? " Ucap Fiona yang sudah selesai membantu Olivia merapikan rambut panjang nya.
"Terimakasih, sudah mau membantuku "
"Tidak apa-apa kita adalah teman Olivia jangan khawatir" Fiona tersenyum tulus, membuat Olivia memandang kagum pada Fiona tapi sedikit bingung, bagaimana gadis seceria dan secantik ini bisa jatuh cinta pada Tuan Muda yang begitu kejam dan sombong.
Olivia dan Fiona berjalan ke arah pintu, sebelum sampai ternyata suara pintu kamar mereka di ketuk
Tok.. Tok.. Tok...
"Kakak apa kalian sudah selesai" Suara imut itu terdengar di balik pintu membuat Fiona segera membukakan pintu
"Kami sudah selesai" Ucap Fiona yang memperlihatkan dirinya sudah berganti, tapi mata kecil itu malah tertuju pada Olivia, penampilan nya benar-benar berbeda.
"Kak Olivia kau sangat cantik, aku ingin seperti mu" Ucap Aleena menerjang Fiona dan Menggenggam tangan Olivia
"Aleena apa aku tidak cantik? " Tanya Fiona sedikit kecewa
"Aku sudah sering lihat kecantikan kak Fiona, tapi kak Olivia yang selalu berpakaian simple dan sekarang di balut gaun seperti ini, membuatku ingin menikahinya" Ucap Aleena menggosokkan pipinya pada tangan Olivia.
"Apa yang kau katakan! gadis kecil, dari mana kau belajar kata-kata seperti itu" Ucap Aric dari depan pintu.
"Kakak Aric, mundur mundur" Ucap Aleena yang malah mengganti topik acara tidak menanggapi perkataan kakaknya
__ADS_1
" Kenapa? " Aric bingung untuk apa dirinya mundur.
"Cepat! aku bilang mundur kakak!! " Aleena menggunakan nada sedikit merajuk.
Aric hanya bisa menghembuskan nafasnya dan pasrah mengikuti permintaan adik kecilnya itu. " Baiklah" ucapnya sembari memundurkan tubuhnya " Sudah cukup? " Tanyanya saat dirinya sudah lumayan jauh dari pintu.
"Ok, sudah cukup. berdiri yang tegak ok" Ucap Aleena yang tiba-tiba menggandeng Olivia berjalan seperti pengiring pengantin yang membawa pengantinnya.
Sampai Aleena dan Olivia tiba di dekat Aric tiba-tiba Aleena menarik tangan Aric dan memberikan tangan Olivia pada Aric, membuat keduanya sama terkejutnya.
"Aahhh kalian sangat serasi, membuat Aleena sangat iri, benarkan kak Fiona? " Tanya Aleena pada Fiona entah mengapa Fiona terpaku sejenak ada perasaan tidak enak.
"Ekhmmm" Suara itu membuat Olivia tersadar menarik tangannya dari tangan Aric.
"Apakah kalian sedang melakukan gladi resik untuk acara pernikahan" Ledek Rocky yang berjalan mendekat ke arah Aric dan Olivia di. ikuti dengan Arion di belakang nya yang menatap tajam ke arah mereka.
"Bagaimana kak Aric dan kak Olivia cocok bukan? " Aleena sangat terlihat sangat senang dengan Aric dan Olivia.
Rocky membuat jarak di antara Olivia dan Aric kemudian dengan sengaja menggandeng tangan Olivia " Lihat!, bukankah lebih cocok denganku" Rocky tersenyum kepada Aleena, sedangkan Olivia hanya bisa pasrah bagaimanapun dia tau Rocky sangat suka bercanda dia juga tidak keberatan karena menganggap Rocky sebagai sahabat nya sendiri.
Fiona mengambil kesempatan itu, dia mencoba meraih lengan Arion "Aleena bagaimana dengan aku, apa aku cocok dengan kakak Arion mu? " Tanya Fiona saat berhasil meraih lengan Arion.
"Lumayan, aku lebih suka pasangan kak Aric dan kak Olivia" Aleena memberikan senyum kudanya memperlihatkan gigi putih nya.
"Lepaskan! " Ucap dingin Arion pada Fiona menatap Fiona tajam, tapi Fiona bukan merasa ngeri dia malah merasa bersyukur bisa di tatap Arion dari dekat dan bisa menikmati wajah tampan Arion begitu dekat.
"Tidak!, aku tidak mau" Ucap Fiona menjulurkan lidahnya, membuat Arion menghempas tangan Fiona dan berlalu meninggalkan mereka semua dengan tatapan tajam yang menusuk pada Olivia.
"Galak sekali, tapi aku menyukainya" Ucap Fiona jujur tidak menutupi perasaannya sama sekali.
*Apa aku melakukan salah, seperti nya Tuan Arion menatap ku begitu tajam atau ini hanya perasaanku saja, ah mungkin perasaanku saja' Olivia meyakinkan dirinya.
"Hei kalian semua di sini" Ucap Tuan Rayyan mengagetkan mereka semua.
__ADS_1
"Papa" Aleena langsung berlari ke arah papanya itu dan tentu saja ingin papanya menggendong nya, Rayyan langsung membawa putrinya pada gendongan nya.
"Kak Rocky Minggir! sekarang kau harus mundur" Ucap Aleena mulai menginstruksikan lagi, tapi setiap instruksi gadis kecil itu tidak pernah mengalami penolakan sama sekali. Rocky mundur dan terlihat Aric dan Olivia yang masih berdampingan berdiri dengan sedikit jarang yang Rocky buat.
"Papa lihatlah, kakak Aric dan kak Olivia sangat cocok, kak Fiona juga bilang benarkan kak? " Tanya Aleena meminta pendapat Fiona, Fiona dengan tersenyum mengacungkan dua jempolnya.
Rayyan mengusap kepala putri kecilnya "Aleena yang menurut Aleena cocok belum tentu menurut kakak Aric dan kak Olivia cocok, kita harus menghormati keputusan mereka, dan lagi pula sejak kapan kau suka bermain jodoh menjodohkan? " Rayyan tersenyum penuh wibawa
"Papa, waktu masih panjang lagi pula Mama selalu bilang, di mana ada kemauan di situ ada jalan, Aleena mau kakak Olivia menjadi kakak Aleena, selama kakak Olivia belum memiliki pasangan Aleena tidak akan berhenti" Aleena memperlihatkan keteguhan nya membuat gadis cantik itu semakin imut untuk di lihat.
"Baiklah tapi jangan terlalu menganggu kakak Olivia ya, Olivia maafkan putriku dia sangat aktif dan pantang menyerah jadi maafkan kelakuan nya " Rayyan yang dulunya adalah Tuan Muda sombong semakin bertambah umur dia terlihat semakin bijaksana.
"Saya tau Tuan, Nona Aleena hanya senang bermain dan mencoba hal dia ingin, saya tidak keberatan lagi pula ini hanya sebuah candaan, tidak mungkin seorang itik akan berubah menjadi angsa putih" Ucap Olivia meski pepatah nya terdengar menyedihkan dia tetap tersenyum dengan tenang.
Aric merasa tidak enak dengan Olivia dan tidak ingin Olivia terus merasa rendah pada dirinya. "Papa apa semua sudah datang, baiknya kita segera kesana" Ucap Aric membawa papanya yang menggendong Aleena pergi " Fiona cepat Papi mu sudah datang" Ucap Aric membuat Fiona bergegas mengikuti langkah mereka.
Sedangkan Olivia tiba-tiba tidak enak untuk menghadiri acara makan keluarga itu, Rocky menepuk pundak Olivia "Kau di sini adalah tamu jangan merasa jadi orang luar, Olivia apa kau tau? " Panggil Rocky
"Tau apa? "
"Wajah masam tidak cocok untuk mu, bisakah kau tersenyum sekarang" Rocky mencoba menghibur Olivia " Dan lagi itik tidak perlu jadi angsa untuk menunjukkan dirinya, cukup jadi diri sendiri dan tunjukkan keberadaan mu" Ucap Rocky menepuk kembali pundak Olivia
perkataan Rocky mampu membuat Olivia tersenyum kembali " Terimakasih Rocky, kau adalah teman yang baik" Ucap Olivia
Rocky tertawa " Tentu saja, aku adalah teman yang baik" Ucap Rocky mengulangi kalimat Olivia. * Hanya teman" Ucap Rocky dalam hati ntah mengapa kalimat itu membuat dadanya sesak.
"Kakak, kenapa masih di sini, ayo" Ucap Aleena yang kembali untuk membawa Olivia bersamanya dan meninggalkan Rocky sendiri.
Aleena menarik tangan Olivia sedikit berlari dan
Bruuuukkkk......
Aleena menabrak seseorang di depannya " Aleena kau senang sekali berlari ya" Ucap laki-laki itu lembut membantu Aleena dan saat itu Olivia juga membantu Aleena tak sengaja menyentuh tangan laki-laki yang menabrak Aleena.
__ADS_1
"Maaf" Ucap mereka bersamaan kedua pasang mata itu bertemu
"Kamu? " Ucap Olivia yang mengenali laki-laki yang dia temui di supermarket, yang memberinya soda terakhir.