
"Arion apa yang di katakan papamu benar? " Olivia Menggenggam tangan Arion dan sedikit menggelengkan kepala karena gugup.
'Olivia percayalah padaku, kedepannya aku akan membuatmu bahagia' Ucap Arion dalam hati sebelum dia menjawab pertanyaan mamanya.
"Arion jawab sayang" Ucap Angel yang juga sudah di selimuti dengan rasa penasaran, pasalnya Angel sangat menyukai Olivia.
"Tentu saja! apakah aku adalah seorang pembohong" Jawaban Arion itu membuat Olivia menelan ludahnya dengan sulit bahkan Olivia reflek memejamkan matanya sebentar dia takut respon keluarga Arion akan sama dengan Mama nya Andreas yang begitu menentang kebersamaan mereka berdua dulu dan melakukan kejahatan pada ibu Olivia.
Arion menatap istrinya itu dia tau Olivia sedang takut, Arion menggenggam erat tangan Olivia dan sesekali mengusapnya membuat Olivia mengatur nafasnya dan membuka matanya "Jangan takut, aku di sini" Bisik lirih Arion yang membuat Olivia tersipu.
Olivia perlahan mengangkat wajahnya dan melihat kearah mereka semua yang menatapnya ternyata wajah mereka semua di penuhi dengan senyum dan terlihat bahagia.
"Akhirnya, selamat sayang kau harus berhenti memanggilku Nyonya " Ucap Tiara yang berpindah ke sisi Olivia dan memeluk erat tubuh Olivia.
"Kakak, bagaimana acting Aleena? " Bisik Aleena pada Arion, Aleena yang sebenarnya tidak perlu terkejut karena dia sudah tau kebenaran nya.
Arion membulatkan matanya dia langsung terpikir dengan nama yang membocorkan rahasianya 'Rocky lihat bagaimana aku menghukummu! " Ucap kesal Arion.
Aleena segera memeluk Olivia sengaja memisahkan tangan Arion yang Menggenggam tangan Olivia "Aleena sangat senang karena kak Olivia bisa menjadi kakak ku, kedepannya kakak harus sering menemani Aleena bermain" Ucap Aleena mempererat pelukan nya.
"Tidak boleh! kedepannya kakak Olivia mu akan selalu menemani ku tidak ada waktu untuk menemanimu bermain! " Ucap Arion yang menarik tubuh mungil Aleena, membuat Aleena mengerucutkan bibirnya.
__ADS_1
"Tidak.. tidak kak Olivia harus menemaniku bermain selamanya" Aleena memberontak dia kembali memeluk tubuh Olivia, membuat Arion merasa kesal apalagi dengan ucapan Aleena mengatakan ingin bermain dengan Olivia selamanya.
"Tidak! dia hanya boleh DI SISIKU SELAMANYA!! " Perkataan Arion itu membuat wajah Olivia memerah dan membuat semua orang yang mendengarnya tertawa, apalagi Tiara dia melihat dengan jelas Arion seperti suaminya dulu bertingkah seperti anak kecil jika menyangkut tentang pasangan nya.
Arion segera menarik Aleena dan menggeser tubuh mungil Aleena menjadi di samping nya kemudian menarik Olivia untuk menyenderkan kepalanya di bahunya. Olivia hanya bisa menutup wajahnya karena malu, apalagi Tiara yang hanya bisa terpaksa melepaskan pelukannya dari menantunya itu.
"Nenek sangat terkejut mendengar ini semua tapi nenek juga sangat senang, dan mengapa kalian merahasiakan pernikahan kalian? Apalagi sampai tidak memberitahu nenek" Ucap nenek Angel yang terdengar agak kecewa.
"Maafkan saya Nyonya say.. " Ucapan Olivia terpotong oleh Arion, Arion tau Olivia akan menyalahkan dirinya karena yang meminta syarat untuk merahasiakan pernikahan itu adalah Olivia.
"Nenek aku punya Alasan tersendiri kenapa menikahi Olivia secara diam-diam, Nenek juga tau musuhku ini bukan sedikit, aku harus memastikan semuanya aman baru aku akan mengadakan resepsi yang sangat meriah, jadi aku memutuskan untuk memberitahu keluarga dulu" Olivia menatap Arion dan menyadari jika tuan muda yang biasanya sangat sombong itu ternyata melindungi nya agar terhindar dari pandangan buruk dari keluarga nya.
"Aku mengerti, lalu apa situasi nya sangat tidak baik, apakah aku perlu turun tangan untuk membantu" Ucap Rayyan yang telah lama diam.
"Kau meremehkan ku! kau ini terlalu lama jika aku yang bertindak semuanya sudah aman terkendali!" Ucap Rayyan tak kalah sombong nya.
"Aku tidak membosankan seperti mu! karena aku hanya ingin lebih lama bermain" Jawab Arion yang tidak ingin di katakan lambat oleh sang papa.
"Ya ya ya terserah saja jika perlu bantuan ku kau tidak perlu berlutut" Ejek Rayyan yang merasa jiwa mudanya bangkit kembali karena berdebat dengan putra yang telah lama tidak di jumpai nya itu, dan obrolan mereka ini membuat mereka terlihat lebih Krab.
"Aku tidak akan melakukan nya! " Ucap Arion dengan lantang dan tegas, membuat Rayyan tersenyum dia benar-benar melihat dia di masa muda dalam diri Arion.
__ADS_1
"Terserah kau saja" Rayyan sebenarnya menawarkan bantuan pada putranya tapi caranya benar-benar membuat orang salah paham. Rayyan malah seakan meremehkan putra nya padahal sebaliknya dia sangat mengkhawatirkan putranya.
"Rayyan apakah kami harus kembali agar kau fokus untuk menemukan musuh mu? " Tanya Tiara, sebenarnya Tiara mendapatkan pesan singkat dari Fiona, tentang rencana membawa nenek Angel pergi dari negara A dan membiarkan Arion menangani masalahnya dulu.
"Apakah Rocky menyuruh kalian pergi dari negara ini, ada kalian atau tidak aku bisa menanganinya, jadi jangan khawatir jika masih mau berada di sini tidak masalah" Ucap Arion yang tau betul siapa yang mungkin memikirkan hal itu kalau bukan sepupu sekaligus orang kepercayaan nya yaitu Rocky.
"Sebenarnya aku ke sini untuk membawa nenekmu pergi menengok suaminya karena Mama mu juga ingin melihat makam ayahnya jadi ingin menjemput nenekmu, tidak menyangka kalau kau di sini memiliki banyak masalah, ini sebuah kebetulan" Alasan inu sebenarnya baru saja melintas di pikiran Rayyan, Rayyan tau jika mereka ada di sini mungkin akan ada yang menjadi beban untuk Arion karena terlalu banyak yang di lindungi, apalagi kekuatan Rayyan tidak terlalu bagus di negara A.
"Heh, bukan alasan yang buruk tapi membawa nenek kau harus menjaganya dengan baik" Ucap Arion pada Rayyan.
"Bocah sialan apa kau lupa nenek mu itu ibuku juga! aku tidak mungkin mencelakai nya dan lagi di negara ku aku ini termasuk penguasa seperti mu" Ucap kesal Rayyan karena mendengar nada meremehkan dari Arion
Tiara berjalan ke arah suaminya"Bie sabarlah Arion hanya mengingatkan mu" Ucap Tiara sembari mengusap bahu Rayyan.
"Jadi kau selesaikan dengan cepat masalahmu, agar secepatnya mengadakan resepsi sebelum Olivia sadarkan diri" Ucapan Rayyan itu membuat Arion kesal.
"Hei apa kau pikir aku menghipnotis nya! " Ucap Arion sembari menggenggam tangannya semakin kesal dengan tingkah papanya. Sedangkan Rayyan hanya menaikan bahunya dengan senyum mengejek membuat Arion benar-benar ingin menghajar papanya itu.
"Rayyan Arion berhenti main-main, Arion segera kerjakan apa yang harus kau kerjakan, nenek sudah semakin tua, nenek ingin segera menggendong cicit" Ucapan Nenek Angel itu membuat Olivia tidak bisa menahan merah pada wajahnya.
"Benar Aleena juga ingin segera di panggil aunty yeey" Sorak senang Aleena membuat semua orang tersenyum bahagia.
__ADS_1
Sedangkan Olivia hanya menunduk menahan malu "Sayang sebaiknya kita harus lebih sering melakukan nya, kau dengar mereka sudah tidak sabar untuk menemui Arion junior" Bisikan Arion itu membuat wajah Olivia semakin memerah.