
"Rocky Rocky sampai kapan kau akan seperti ini? " Keluh Daniel.
Rocky tidak tau ingin menjawab apa dia hanya bisa diam tak berbicara, dia mulai memikirkan apa yang di tanya oleh Daniel.
Sunyi sepi di sepanjang jalan tanpa ada suara, Daniel segera memarkirkan mobilnya "Kita sudah sampai" Ucap Daniel yang membuka sabuk pengaman dan mulai turun dari mobil.
Rocky juga ikut turun "Untuk apa kita kemari? " Tanya Rocky saat melihat area pelatihan menembak milik Daniel.
"Temani aku berolahraga" Ucap Daniel yang mulai melangkah masuk.
"Tidak! aku pulang" Rocky tidak ada waktu untuk melakukan latihan menembak.
"Jangan jadi pengecut! Rocky dengar, semua orang punya masalah tidak hanya kau saja, aku mengajak mu kemari untuk melampiaskan sesuatu yang mengganjal di hatimu itu" Ucap Daniel 'Seperti mu aku juga ada sesuatu yang sulit di jelaskan' Ucap Daniel dalam hati.
Rocky merasa perkataan Daniel bisa di coba, dia juga sudah lama tidak berolahraga " Untuk kali ini saja" Rocky mengikuti langkah Daniel.
Mereka bersiap untuk menembak, penjaga area tembak itu sudah menyediakan banyak sasaran untuk mereka berdua.
Mereka mulai bertanding mereka mulai dari pertandingan tembak dan berakhir dengan latihan bertarung.
"Hah! sudah lama aku tidak bertarung sesemangat ini, Rocky kau lumayan juga" Tubuh pria paruh baya itu masih terlihat sangat fit terlihat sksy dengan keringat yang menetes.
"Kau juga lumayan paman" Ucapan Rocky yang mulai duduk menyukai keringat nya.
"Bagaimana perasaanmu sekarang? "
"Tidak tau, paman apa kau pernah merasa duniamu runtuh! "
"Semua orang pernah merasakan nya, hanya saja setiap orang punya caranya masing-masing untuk menyelesaikan nya" Jawab bijak Daniel.
"Aku mengerti" Jawab singkat Rocky
****
Aleena baru pulang sekolah, dia segera menuju ke kamar Rocky, namun Aleena tidak menemukan Rocky di sana setelah mengetuk pintu nya lama
"Aleena apa yang kau lakukan? " Tanya Tiara yang mendapati putrinya berada di depan kamar Rocky dan Andreas.
"Tidak ada" Ucap Aleena yang menyembunyikan sesuatu di tangan nya.
__ADS_1
"Benarkah? jika ada sesuatu biar mama bantu" Tiara sedikit penasaran dengan apa yang di sembunyikan di balik punggung Aleena. Tapi Tiara bukan tipe orang tua yang memaksa jika anaknya tidak ingin bercerita.
"Tiada ada masalah mama, Aleena seperti nya lelah jadi salah kamar hehe" Aleena tertawa terpaksa.
Tiara hanya menyentuh kepelatihan Aleena "Baiklah kalau begitu istirahatlah" Ucap. lembut Tiara pada putri kecilnya.
"Mama" Panggil Aleena
"Iya ada apa sayang" Tiara menatap putrinya penuh perhatian.
"Sebenarnya Aleena membelikan ini untuk kak Rocky" Aleena memperlihatkan sesuatu yang dia sembunyikan di balik punggung nya.
"Waaah, Aleena anak yang baik, kenapa tidak memberikan nya pada kak Rocky"
"Aleena sudah mengetuk pintu kamar kak Rocky namun tidak ada jawaban, seperti nya dia sedang keluar, tidak apa Aleena bisa memberikan nya nanti, Aleena bisa menyimpan nya saja dulu" Tiara memberikan saran pada putrinya.
"Baiklah kalau begitu Aleena akan menyimpan nya "Aleena tersenyum begitu manis dan melangkah pergi terlebih dahulu untuk menyimpan sesuatu yang dia beli untuk Rocky.
Sore sudah menyapa, Aric masih berkutat di depan komputer nya, menyelesaikan beberapa dokumen yang papanya berikan pada nya.
" Hah, banyak sekali benar-benar pusing" Ucap Aric sembari menyenderkan badannya agar rileks
Aric melihat ponselnya terlihat jam sudah menunjukkan jam setengah lima sore "Sudah sore rupanya lebih baik aku segera pulang, dan membeli sesuatu untuk Fiona " Aric terlihat semangat dan mulai merapikan semua dokumen nya.
"Aric kau sudah pulang? " Tanya Tiara yang melihat Putranya buru-buru menunju kamarnya.
"Iya ma" jawab singkat Aric.
"Malam ini apa yang ingin kau makan Aric, kau pasti sudah lelah, bagaimana jika mama masakan makanan kesukaan mu? " Tanya Tiara dengan senyum lebarnya.
"Ah, apa papa belum bilang? hari ini Aric akan malam di rumah paman Kenzo" Jawab Aric.
"Eh, begitukah? kau harus berjuang Aric" Tiara menggoda putranya itu membuat Aric malu sendiri.
"Mama, ini hanya makan malam saja" Jawab Aric dengan wajah kikuk nya.
"Kau harus hati-hati paman Kenzo mu itu bukan orang yang mudah menyerah, aku khawatir dia tidak akan menyerahkan putrinya untuk mu" Ucap Rayyan yang baru saja selesai membersihkan tubuh dan turun menuju ke arah Aric.
"Papa, jangan berkata seperti itu, tina bilang dia sangat senang saat tau Aric dan Fiona berpacaran"
__ADS_1
"Benarkah tante Tina bilang seperti itu ma? " Aric terlihat lebih bersemangat ketika tau maminya Fiona menyetujuinya.
"Iya sayang, jangan khawatir dia sangat mendukung hubungan kalian mama juga mendukung mu" Tiara tersenyum manis.
"Yosh.. aku akan segera bersiap" Aric seketika melupakan kata-kata pahit papanya.
"Dia hanya mendengarkan mu sayang" Ucap Rayyan
"Bee kau terlalu keras padanya aku yakin kak kenzo juga akan setuju dengan hubungan mereka"
"Soal itu aku juga tidak tau sayang" Rayyan merangkul istrinya.
Arion dan Olivia sudah memakai pakaian rapi seperti nya mereka akan pergi "Arion Olivia kalian mau kemana? " Tanya Tiara.
"Kami akan makan malam keluar, setelah Olivia datang kesini aku belum pernah ?membawanya jalan-jalan di negara ini" Jawab Arion sembari merangkul istrinya.
"Ah ide yang bagus kalau begitu kalian hati-hati" Ucap Tiara, Rayyan hanya diam saja menatap Arion, seperti nya mereka berdua sedang tanding kemesraan dengan cara merangkul istrinya masing-masing
"Kak Olivia mau pergi, aku mau ikut" Ucap Aleena yang bergegas berjalan ke arah kakak iparnya itu namun tiba-tiba tangan Arion datang menghalangi.
"Tidak boleh! kau di rumah saja, ayo sayang" Ucap Arion yang mengajak istrinya segera melangkah pergi.
Aleena dengan cepat merentangkan tangannya menghalangi Olivia dan Arion pergi "Tidak boleh pergi kalau aku tidak ikut! " Ucap Aleena lantang.
"Aleena sayang biarkan kak Olivia dan kak Arion pergi ya"
"Tidak tidak mau, aku mau ikut" Ucap Aleena merajuk, dia terus menghalang langkah Arion dan Olivia.
"Sayang, kita di rumah saja ya ok, nanti mama akan kabulkan satu permintaan Aleena ok" Tiara segera menghampiri putrinya.
"Baiklah" Aleena dengan berat hati melepaskan Arion dan Olivia.
"Aleena sampai jumpa" Olivia tersenyum tidak enak kepada Aleena.
Aleena tersenyum dan melambaikan tangannya "Selamat bersenang-senang kakak" Aleena membalas senyum Olivia
Arion dengan cepat membawa Olivia keluar dan masuk kedalam mobil "Boo sebenarnya Aleena ikut juga tidak masal.. " Ucapan Olivia segera di hentikan oleh Arion
"Tidak boleh, malam ini adalah malam kita" Arion tersenyum penuh Arti membuat Olivia sedikit curiga.
__ADS_1
"Malam kita? apa maksud nya Boo? " Olivia sama sekali tidak mengerti maksud Arion.
"Kau akan tau nanti sayang" Arion Mengerlingkan satu matanya.