
"Tenanglah Fiona, Aric pasti akan baik-baik saja" Olivia mencoba menenangkan Fiona yang terlihat semakin panik.
Aleena tanpa sadar juga mengeluarkan mimik wajah yang terlihat khawatir, 'Kak Rocky' Tanpa sadar dirinya menyebut nama Rocky
"Bagaimana ini? " Fiona benar-benar khawatir membuatnya tidak bisa berfikir lagi "Haruskah aku mengirim orang? aku akan menyuruh anak buahku untuk mencari kak Aric" Fiona segera menekan nama di layar hp nya namun tiba-tiba HP nya di ambil alih oleh Alister.
"Kakak sedang menelepon siapa? " Alister melihat nama seseorang yang dia kenal di HP nya.
"Kak kenapa kau menelpon nya?, biarkan dia beristirahat di hari jadi papi dan mami" Ucap Alister yang mematikan HP Fiona.
"Alister, kak Aric belum datang sedangkan Aleena bilang mereka berangkat lebih dulu, bukankah ini mencurigakan"
"Memang mencurigakan " Alister terlihat menganggukkan kepalanya tanda dia setuju dengan ucapan Fiona.
"Kalau begitu kembalikan HP ku aku akan menyuruh mereka semua mencari keberadaan kak Ari.. " Ucapan Fiona terhenti saat Tina memanggilnya
"Fiona, acara akan segera di mulai " Ucap Tina yang mengajak putrinya untuk mendekat "Alister kau juga papi kalian sudah menunggu" Ucap Tina dengan senyum lebar di wajahnya.
"Ba.. bagaimana ini? mami tunggu sebentar aku harus menemukan kak Aric dulu" Fiona tidak ingin pergi dari tempatnya.
Alister melihat kekhawatiran yang semakin besar dari kakaknya "Hmm kakak ikutlah dengan mami, aku akan mengurus sisi-Nya jangan buat mami khawatir" Ucap Lirih Alister.
"Nak Arion bisakah kau menolong Fiona dan Alister untuk menemukan makanan Aric, aku mohon" Tina menyelesaikan masalah kebimbangan putrinya.
"Akan aku usahakan" Ucap Arion
"Terimakasih, nah kalian berdua ayo ikut" Ucap Tina yang menarik kedua putrinya.
"Kak apakah kak Aric akan baik-baik saja? " Aleena menatap kakaknya.
"Tentu saja kau pikir keluarga Aditama itu siapa? apa kau tidak bisa percaya dengan kemampuan Aric, lagi pula dia itu baik-baik saja kau tenang saja" Arion mengatakan penuh dengan keyakinan, membuat Aleena menatap Arion dengan tajam.
"Apa kakak yang menculik kak Aric agar kak Aric tidak bisa mewarisi kekayaan Aditama? " Tanya Aleena dengan wajah yang terlihat begitu serius.
__ADS_1
"Tak! kau bodohkah? sepertinya kau terlalu banyak menonton drama di televisi! " Arion menjentikan carinya di kening Aleena membuat Aleena mengeluarkan keningnya yang terasa sedikit sakit itu.
"Habisnya kak Arion pulang kak Aric menghilang" Aleena masih mengusap keningnya sembari menggembungkan pipinya "Jika memang benar harusnya kau hanya menculik kak Aric saja kan, bukan semuanya" Gumam lirih Aleena.
Arion menatap balik Aleena "Apa maksud ucapan mu itu" Arion menatap penuh curiga 'Jangan-jangan dugaan ku benar tidak hanya dion, Andreas kah? ' Arion bertanya dalam hati apakah adik kecilnya itu benar-benar menyukai Andreas sampai berbicara seperti itu.
"Tidak ada" Aleena melipat tangannya di depan dada dan membuang wajah tak ingin melihat ke arah Arion lagi.
"Aleena jangan berkata seperti itu, kak Arion mu tidak mungkin melakukan penculikan " Olivia menenangkan Aleena.
"Hah! sudahlah ayo kita mendekat acara sudah akan di mulai" Arion ingin melangkah pergi namun di hentikan oleh Aleena.
"Kak kau bahkan belum menelepon siapapun untuk mencari kak Aric, apa kau tidak perduli padanya? "
"Sudah ku bilang dia baik-baik saja, ucapan ku tidak akan meleset " Ucap sombong Arion sembari dia membenarkan jasnya dengan penuh gaya.
Aleena terlihat tidak percaya.
"Aleena percaya saja ya, ayo kita mendekat acara sudah akan di mulai" Ucap Olivia lembut perlahan membujuk Aleena, Aleena tidak bisa berkata tidak jika sudah di bujuk kakak ipar favoritnya itu.
Mereka mendekat ke tempat acara, kali ini Kenzo dan Tina membuat pestanya di taman belakang milik mereka.
Kenzo dan Tina sudah berada di atas panggung dengan berlatarkan kotak besar bertutupkan kain hitam.
Semua orang sudah berkumpul, Kenzo dan Tina memejamkan mata dan mengucap harapan mereka sebelum mereka meniup lilin di kue itu.
"Terimakasih untuk kedatangan kalian, sebagian yang hadir adalah saksi hidup perjalanan cinta kami, terimakasih untuk waktu yang lama masih menemani kami dan mendukung kami" Kenzo melakukan pidato nya.
"Dan untuk istriku tercinta, terimakasih sudah memberikan ku satu putri dan satu putra yang sangat hebat, membuat keluarga kecil kita sangat lengkap, terimakasih sudah menerima kekurangan ku, Aku sangat beruntung mendapatkan mu di kehidupan ini, terimakasih" Kenzo mencium kening istrinya penuh cinta membuat semua orang bertepuk tangan.
Namun di tengah riuhnya tepuk tangan itu masih ada hati yang terlihat sangat gelisah, ya benar Fiona masih tidak bisa menemukan Aric itu membuat Fiona tidak bisa berfikir.
"Aku juga sangat beruntung bisa berada di samping mu di kehidupan ini, terimakasih" Tina membalas ciuman kening Kenzo dengan pelukan yang begitu erat.
__ADS_1
Fiona sudah tidak tahan lagi dia ingin segera mencari keberadaan Aric, dia ingin melangkah tangannya di tarik oleh Alister "Kau mau kemana kak? " Bisik lirih Alister di tengah riuhnya tepuk tangan.
"Aku tidak bisa diam lagi aku akan mencari nya sendiri" Ucap Fiona melepaskan tangan Alister.
"Tapi kak" Fiona menggelengkan kepalanya dia sudah yakin akan mencari keberadaan Aric sendiri namun baru saja melangkah
"Fiona kemari" panggil Kenzo yang membuat Fiona menjadi sorotan semua orang dia tidak bisa pergi sekarang.
Fiona dengan langkah lesu mendekat ke arah kedua orang tuanya, Fiona langsung berbisik "Pi aku tidak boleh di sini aku harus pergi sekarang? "
"Apa kau yakin kau akan pergi kau akan menyesal" Ucap Kenzo yang dengan cepat mendapat anggukan dari Fiona.
"Aku tidak akan menyesal aku harus segera menemukan kak Aric" Fiona terlihat sangat serius dengan ucapan nya.
Kenzo tersenyum penuh arti "Sudah jangan mencarinya lagi" Ucap kenzo membuat Fiona terkejut.
"Apa maksud papi? " Ucapan kenzo benar-benar tidak bisa di mengerti oleh Fiona.
Tanpa mengatakan apapun kenzo turun dari panggung dengan istrinya, membuat Fiona semakin tidak mengerti.
Fiona ingin turun mengikuti langkah papinya namun tiba-tiba tirai di belakang nya terbuka terlihat aquarium besar berada di sana dengan seseorang yang membawa tulisan " Will you marry me? " Fiona kemudian mendekat ke arah aquarium itu dan mendekatkan tangannya, dia tidak menyangka laki-laki yang sedari tadi dia cari sedang memberikan kejutan di dalam aquarium besar itu.
"Yes" Fiona mengangguk dengan wajah yang terlihat sangat bahagia
Arin kemudian mengambil kotak yang sudah di gantung di lehernya, Arin membuka kotak kecil itu dan memperlihatkan cincin bertahtakan blue diamond kecil namun terlihat sangat mewah.
Fiona tidak tahan lagi dia berlari ke arah belakang panggung dan menemukan dua orang yang bekerja sama dengan Aric.
Aric terlihat terkejut saat Fiona berlari memutari aquarium.
Fiona melihat tangga yang di gunakan Aric, Fiona langsung memanjat dan terjun dengan gaun yang dia gunakan masuk ke dalam air membuat semua orang berteriak
Aric terkejut saat melihat Fiona menghampirinya masuk ke dalam air, Fiona mantap Aric dan mengulurkan jarinya, Aric mengerti maksudnya Aric menyematkan cincin itu di jari manis Fiona membuat semua orang bertepuk tangan.
__ADS_1
Saat bersamaan dengan tepuk tangan itu Fiona dan Aric saling bertukar oksigen, mereka berciuman dan berpelukan dengan erat.
Di balik kesuksesan melamar Aric, ada empat orang yang kelelahan.