
Ranti Menggerakkan tangannya, Daniel dengan cepat menarik tangannya dari Ranti, perlahan Ranti mengerjapkan mata, tapi sebelum itu Daniel bergegas pergi memanggil More *Aku harap kau segera sembuh dan kita akan berbahagia " Daniel mulai bersemangat dengan kehidupan nya lagi.
"Dia sepertinya akan bangun, coba kau lihat! " Ucap Daniel pada More, More mengerti dan segera berdiri dari duduknya mengajak sang perawat untuk melihat kondisi Ranti
Daniel mengikuti langkah More dan perawat nya, More memeriksa tanda-tanda vital Ranti, "Nyonya apa anda bisa menggerakkan tangan anda? " Tanya More setelah selesai melakukan pemeriksaan mendasar.
Tapi pertanyaan More sama sekali tidak mendapatkan jawaban dari Ranti, itu membuat Daniel khawatir sekaligus sedih, merasa kasihan melihat kondisi wanitanya yang terlihat begitu buruk
"Suster, kau ambil terlebih dahulu darah pasien ini, setelah itu lakukan pemeriksaan menyeluruh " Ucap More dia ingin tahu apakah Ranti benar-benar menderita penyakit kejiwaan atau dia mengalami halusinasi yang di sebabkan oleh ketergantungan obat, melihat Reaksi Ranti yang begitu tenang memang tidak sesuai dengan keterangan yang Tisa berikan. Sebelumnya memang Rocky sudah bertanya sedikit banyak tentang Ranti dan memberitahukan nya pada More
"Baik dokter" Ucap perawat itu dan melaksanakan prosedur perawatan yang telah di tetapkan oleh More
"Apa perlu melakukan pemeriksaan menyeluruh? tidak kah kau bisa membuat ini mudah? " Tanya Daniel yang tidak bisa membayangkan berapa banyak fase yang harus Ranti jalani.
"Tuan saat ini kita tidak tau banyak tentang kondisi jiwa dan raga nyonya Ranti, sebagai dokter aku harus tau keadaan pasien ku" Jelas More
"Terserah saja! tapi kau ingat jangan sampai menyakiti nya! jika sampai ada yang terjadi padanya jangan harap kau bisa menghirup udara lagi" Daniel menatap More dengan tatapan tajam mengintimidasi.
More merasa tertekan dengan tatapan Daniel "Ba.. baik saya mengerti tuan" Ucap more dengan terbata-bata
"Kalau begitu, jaga dan rawat dia dengan baik buat dia menjadi sedia kala, aku pergi dulu" Ucap Daniel yang akhirnya tak mendekap Ranti hanya memandang Ranti dari belakang dokter
"Saya akan berusaha tuan" More tidak tahu ingin mengatakan apa lagi.
Daniel keluar dari kamar Ranti dia berencana untuk menangkap orang yang ada di balik penyerangan mereka, dia menghubungi anak buahnya untuk menyelidiki masalah yang terjadi di rumah sakit hari ini.
__ADS_1
****
Anak buah Rafael menyiram satu ember penuh ke wajah pria paruh baya itu
"Hujan... hujan... " Ucap pria paruh baya itu yang baru saja tersadar
Tanpa ragu Arion berdiri dari tempat duduknya mencengkram kuat pipi yang sudah mulai keriput itu dengan kuat.
Pria paruh baya itu merasakan sakit dan ketakutan saat matanya menemukan mata elang Arion yang seperti sudah siap untuk menerkamnya "Le.. lepaskan say.. saya, apa mau kalian! jika kalian mau uang ak.. aku bisa memberikan nya" Ucap pria paruh baya itu yang belum sadar siapa yang ada di depannya itu
Arion menarik ujung bibirnya menertawai kebodohan pria paruh baya itu "Buka mata mu dan lihat siapa aku, uangmu yang sedikit itu apakah pantas di bicarakan di depanku" Suara berat Arion itu mampu membuat pria paruh baya itu ketakutan
Pria paruh baya itu kini melihat dengan jelas siapa orang yang ada di depannya, sang penguasa sombong, penguasa dunia bawah sang penguasa di bidang keuangan di negara A, siapa yang tidak tau namanya Arion Mars "Tu... Tuan apa salah saya, ke.. kenapa anda menculik saya " Ucap pria paruh baya dengan berani
Arion mempererat cengkraman nya "Masih bisa bertanya! apa kau tidak tau siapa yang baru saja kau celaka-i" Arion melepaskan cengkraman nya dengan kerasa meninggalkan luka gores di wajah pria paruh baya itu
"Ck! tua bangka tidak tau diri, menyentuh wanita ku masih berani mengatakan aku salah orang!!! " Ucap Arion geram ingin rasanya Arion memukul pria menjijikkan itu sampai mati, namun dia masih membutuhkan informasi tentang Susan dan Mario Harris.
"Wa... wanita mu? si... siapa? " Pria paruh baya itu tidak berfikir kalau wanita yang Arion maksud Olivia
"Kau benar-benar bodoh! pantas saja kau menjadi pemilik rumah sakit jiwa, itu sangat cocok denganmu yang bodoh" Arion benar-benar tidak tahan dia menendang pria itu tanpa ampun
Rocky segera menahan Saudara nya itu " Hei Arion jangan sampai membunuhnya, ingat tujuan utama kita" Rocky akhirnya bangun dari duduknya yang tadi berniat hanya menonton akhirnya ikut campur juga karena takut Arion akan membunuh pria paruh baya itu
"Berisik! aku tau" Arion melepaskan dirinya dari Rocky
__ADS_1
"Kau tau tapi kau menendangnya seperti itu, dia sudah terluka karena Rafael dan Dion sekarang di tambah dengan tendangan dari kau bisa mati dia" Ucap Rocky yang menggelengkan Kepala nya karena tingkah sepupunya itu "Kau duduk saja biar aku yang tangani! " Ucap Rocky
"Kau, cepat katakan kenapa kau ingin Tante Ranti dan Olivia mati?! " Ucap Rocky serius menatap pria paruh baya yang wajah mulai memucat dan mengerti kesalahan nya
Namun di sisi lain di belakang Rocky tanpa dia sadari ada mata yang sedang menatapnya seakan menusuknya "Sejak kapan dia menjadi tante mu! apa kau seakrab itu dengan calon mertuaku! " Ucap Arion tiba-tiba di sela keseriusan Rocky ternyata dia masih bisa membuat sang penguasa cemburu
"Arion apakah ini waktunya untuk kau mempermasalahkan hal ini, jika dia mertuamu harus aku panggil apa kalau bukan tante kau ingin aku memanggilnya ibu mertua juga!" Ucap kesal Rocky kepada Arion
"Berani memanggilnya ibu mertua aku tidak segan menendang mu jenis Afrika sekarang juga! " Ucap keras Arion
Rocky hanya mampu menggelengkan kepala dan kembali fokus pada pemilik rumah sakit jiwa itu "Katakan apa alasan mu membakar ruangan itu! " Ucap Rocky menginterogasi
"Tu.. tuan saya tidak bersalah ini semua salahnya, dia yang sudah merencanakan ini semua" Pria paruh baya itu melihat ke arah Susan
"Ck! ini ulahnya atau ayahnya? " Tanya Arion to the poin
"Tidak.. tidak tuan ini adalah rencana Susan, ayahnya mungkin saja tidak tau " Ucap pemilik rumah sakit jiwa itu
"Benarkah! kau tidak membohongi kami" Ucap Rocky menatap pemilik rumah sakit jiwa itu
"Be.. benar-benar aku tidak akan berani membohongi tuan, in.. ini semua rencana Susan tidak ada sangkut pautnya dengan Mario" Ucap nya meyakinkan Rocky dan Arion
"Kalau begitu katakan di mana Mario Harris sekarang?! " Tanya Rocky
Namun tiba-tiba Susan bangun dari pingsannya dan berteriak "Gigit! atau mereka mati" Ucap Susan tiba-tiba, mungkinkah Susan sedari sudah bangun dan pura-pura tidak sadarkan diri
__ADS_1
"Rocky halangi dia, hei kau tidak boleh mati! aku akan menjamin keluargamu aman! " Ucap Arion yang sangat mengerti arti dari ucapan Susan