MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG

MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG
Episode 78


__ADS_3

Arion menghela nafasnya, dia terus teringat ucapan ayahnya jika itu adalah penyakit orang jatuh cinta *Bodoh sekali" Ucap Arion yang memilih untuk memejamkan matanya.


Sedangkan Olivia memilih melihat pemandangan di sepanjang jalan menuju Bandara itu.


"Haaaahhh " Arion memijat Kepala nya dan mengambil hp nya "Ck! mengganggu sekali" Ucapan Arion yang kemudian mengetik sesuatu di hp nya.


Rocky sesekali melirik Arion yang terus menghela nafas itu, Rocky melihat pada Aric seakan bertanya ada apa dengan Arion, namun Aric hanya memainkan pundaknya seakan menjawab tidak tau.


Arion menyipitkan matanya ketika dia menemukan banyak Artikel tentang jatuh cinta itu "Omong kosong dari mana ini!! Arion ada apa denganmu kenapa mencari hal seperti ini, bodoh sekali! " Gumam Arion menaruh kembali HP nya dan memilih kembali memejamkan matanya.


Aric sudah memarkirkan mobilnya dan turun bersama Arion, Olivia dan Rocky untuk mencari keberadaan Daffin.


Aric menemukan keberadaan Daffin namun tiba-tiba di belakang Daffin terlihat ada orang lain lagi.


"Kenapa kau di sini? " Tanya Aric pada Davian yang sudah menatap ke arah mereka semua.


"Kenapa? aku juga ingin tau negara kekuasaan sepupu ku" Davian ini tergolong orang yang cuek dan apa adanya "Arion tidak masalah bukan aku ikut? "


Arion hanya diam saja tidak menanggapi Davian membuat Davian tersenyum " Kau diam berarti kau setuju" Merangkul kan tangannya pada sepupunya itu. Arion berusaha melepaskan nya tapi Davian masih saja merangkulnya erat.


"Ayo berangkat" Ucapan Rocky pada Daffin namun Daffin belum bergerak.


"Sebentar lagi masih ada yang harus kita tunggu " Ucap Daffin sedikit tidak enak


"Siapa tanya Aric? " Yang hanya mendapatkan senyuman canggung dari Daffin.


Tak berapa lama terdengar langkah kaki dari belakang mereka "syukurlah kalian belum berangkat" Ucap seseorang yang membuat semua orang menoleh ke arah nya

__ADS_1


"Maaf aku terlambat Daffin tiba-tiba menelpon ku untuk menjemput paman Daniel" Ucap Alister terengah-engah karena sedikit berlari sedangkan Daniel santai berjalan di belakang Alister.


"Lama ayo cepat berangkat" Ucap Daniel tak tau diri, dia yang terakhir dia juga yang mengatai semuanya lama.


"Kenapa kau ikut pak tua! " Ucap Arion yang tidak mendapatkan Jawaban dari Daniel, Daniel terus berjalan ke meninggalkan Arion dan Davian di belakang nya.


"Olivia" Alister menyapa Olivia


"Ada apa tuan Alister" Jawab Olivia sopan dan tersenyum


"Apa kau mau permen" Mengambil beberapa permen dari kantongnya dan menyodorkan pada Olivia, membuat Olivia tersenyum.


"Apa boleh? " Tanya Olivia yang mendapat anggukan dari Alister dan tidak lupa mendapat senyuman manis nya juga. Olivia mengambil satu permen yang bergambar strawberry di bungkusnya


"Apa kau menyukai strawberry? " Tanya Alister terus berusaha mengobrol dengan Olivia


"Aku suka, tapi aku lebih suka buah mangga, tapi tidak ada permen Mangga di sini" Olivia menunjuk tangan Alister yang masih penuh dengan permen.


"It.. Itu tidak perlu sepertinya terlalu merepotkan untuk tuan Alister" Olivia merasa sungkan bagaimanapun dia belum lama mengenal Alister, membuat orang yang baru di kenal membawakan sesuatu untuk nya menurutnya itu terlalu merepotkan.


"Tenang saja tidak merepotkan, oh iya Olivia kau duduk dengan ku ya" Tiba-tiba Alister menggenggam tangan Olivia menggandeng nya berjalan mendahului Rocky untuk berjalan masuk ke dalam pesawat.


Rocky menggelengkan kepalanya "Dia terlalu agresif bukan Dion, sangat terang-terangan tapi aku suka, nah Arion apa yang kau lakukan dua pesaing akan berada di satu rumah, di satu sisi ada mantan yang belum sepenuhnya di lupakan di sisi lain laki-laki tampan yang pertemuan nya terjadi seperti takdir secara kebetulan" Rocky mengangguk kecil Kepala nya.


"Hei apa kau tidak ikut dalam pertarungan?, kau juga menyukai Olivia bukan? " Ucap Dion yang berada di belakang Rocky.


"Apa menurut mu suka itu menjurus pada cinta, dan kau tau aku bukan" Rocky menarik ujung bibirnya senyumnya tidak selepas biasanya

__ADS_1


"Apa kau belum bisa melupakan nya? " Tanya Dion yang tau cerita cinta masa lalu yang berakhir pada cinta dalam diam. Rocky tidak menjawab pertanyaan Dion dia malah terus bejalan meninggalkan Dion.


Davian berbisik pada Arion saat melihat Alister berjalan mendahului mereka mengejar Daniel "Aku rasa Alister benar-benar tertarik pada Olivia, lihat lah aku bara pertama melihat Alister berani menggenggam tangan wanita selain tangan Fiona"


Mendengar ucapan Davian tiba-tiba hati Arion merasa tidak nyaman Arion teringat Artikel yang dia baca jika jatuh cinta dengan seseorang dia akan merasa risih melihat orang yang di suka berjalan dengan orang lain *Sialan apa aku terpengaruh artikel gila tadi tapi ini benar-benar menyebalkan!! "


Saat ini Alister sudah duduk berdua dengan Olivia mereka semakin terlihat akrab, sesekali Olivia tertawa kecil dengan lelucon yang Alister berikan padanya


Arion merasa tidak tahan dan berjalan ke arah Olivia "Kemari" Ucapnya menatap Olivia dengan tatapan tidak suka


Olivia takut dengan tatapan Arion itu dan memilih berdiri namun Alister menahan Olivia untuk kembali duduk.


Adegan itu benar-benar membuat Arion muak "Lepaskan barang milikku!, kemari cepat! " Mendengar ucapan Arion itu Olivia dengan perlahan melepaskan tangan Alister dan berjalan ke arah Arion


"Aku tidak suka barang milik ku di sentuh orang lain, apa kau mengerti" Menatap kedua orang yang ada di depannya, Arion berjalan di ikuti oleh Olivia.


Alister tidak ingin berdebat dia memilih diam, dia tidak ingin menyebabkan masalah untuk Olivia.


Arion duduk dan menyuruh Olivia di sampingnya, wajah Olivia terlihat sangat berbeda saat duduk dengan nya "Kau tidak suka duduk dengan ku! " Wajah datar itu bertanya dengan dingin.


"Su... suka suka" Ucap Olivia terpaksa dia tentu tidak mau membuat Arion menghukum nya


"Tidak suka juga harus suka! " Ucapan Arion membuat Olivia sedikit bingung suka yang di maksud itu duduk dengannya atau hal yang lain.


Olivia tidak ingin berfikir terlalu jauh dia langsung mengangguk kan kepalanya dengan senyum terpaksa menghiasi wajah cantik nya.


Stelah mereka duduk bersama hanya hening yang ada di sana Olivia takut memulai pembicaraan sedangkan Arion tidak tau apa yang harus dia bicarakan

__ADS_1


Olivia tidak ingin kecanggungan itu semakin menjadi, akhirnya dia memilih menutup matanya dan tidur perjalanan nya bukan sebentar memerlukan waktu panjang untuk sampai ke negara asal mereka


Baru beberapa menit Olivia sudah terlelap dia merasa tidak nyaman pada kepala nya kemudian kepala nya tidak sengaja menyender pada pundak Arion, jantung Arion kembali bereaksi detak jantung nya seperti genderang mau perang "Kambuh lagi? penyakit ini benar-benar merepotkan, harus segera mencari obat nya" gumam Arion


__ADS_2