MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG

MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG
Episode 160


__ADS_3

"Katakan" Fiona menatap tanpa ragu Aric seakan menanti jawaban dari Aric, Aric menghela nafasnya.


"Huhh Arion yang mengatakan nya? " Aric menebak siapa yang memberitahukan kebenaran dan benar saja Fiona langsung mengangguk, Aric melihat ekspresi Fiona yang tak mengelak pun hanya bisa menyandarkan tubuhnya di kursi mobilnya.


Aric sejenak menganggukkan kepalanya, saudara kembar nya sudah membuat kesempatan untuk nya tentu saja dia tidak boleh menyia-nyiakan nya "Dasar" Aric memijat keningnya.


"Kak kau ini sedang apa?! sedari tadi terus berputar-putar, jadi siapa yang mengatakan yang sebenarnya jawab aku! " Fiona sudah tidak tahan lagi dengan tingkah Aric yang tidak segera menjawab pertanyaan nya membuat nya sangat penasaran.


"Dia mengatakan hal yang sebenarnya" Ucap Aric dengan berat hati akhirnya mengakui jika dirinyalah orang yang di masa lalu Fiona.


"Ini bohongkan! jika memang itu kau kenapa kau tidak bilang sedari dulu kak! apa ini semua rencana kak Arion kau ikut berbohong bersamanya! " Fiona tidak bisa percaya dengan apa yang dia dengar, selama ini ternyata dia mencintai hal yang semu.


Aric menggelengkan kepalanya "Ini tidak bohong, Fiona maafkan aku? " Aric tiba-tiba menyesal karena sudah mengatakan yang sebenarnya dan membuat Fiona terluka karena kebenaran yang dia ucapkan.


"Hahahaha maaf!!! kau pikir berapa tahun aku menjadi badut di depan mu kak! aku seolah-olah sangat mengenal orang yang aku cintai selama ini, tapi ternyata aku salah! aku salah mencintai orang, salah mengenali orang yang aku cintai!, apa perasaan ku sebuah lelucon?! kau diam saja tanpa memberitahukan kebenaran nya! " Fiona benar-benar merasa dirinya sedang memainkan peran sebagai badut, bagaimana bisa dia selalu menceritakan orang yang dia suka pada orang yang sebenarnya.


"Fiona apa yang kau katakan bukan itu maksudku aku hanya.. " Aric tidak bisa melanjutkan lagi saat air mata semakin deras jatuh di wajah cantik Fiona


"Hanya apa? hanya terhibur dengan kebodohan dan ke naifan ku! aku benar-benar bodoh! " Fiona ingin turun dari mobil namun di tahan oleh Aric, namun saat ini Fiona dalam keadaan marah dia menghempas kasar tangan Aric, dan keluar dari mobil.


"Fiona tunggu, apa yang kau lakukan" Aric segera turun dan mengejar langkah Fiona yang ingin berlari meninggalkan mobil. Aric dengan cepat menahan tangan Fiona.


"Apa yang aku lakukan tidak ada hubungan nya denganmu! " Fiona berusaha keras melepaskan tangan Aric, namun Aric tak ingin melepaskan Fiona tentu saja dia menggenggam erat tangan Fiona. "Lepaskan!" Suara Fiona semakin meninggi dengan suara isak terdengar di sela nafasnya.

__ADS_1


"Tidak akan! " Tanpa sadar Aric menggenggam sangat erat dan itu menyakiti Fiona, Fiona mengaduh kesakitan dan membuat Aric reflek melepaskan tangannya, hanya berapa detik terlepas Fiona berlari sekuat tenaga.


Aric ingin mengejar namun Aleena tiba-tiba turun "Kak ada apa? " Tanya Aleena yang terbangun karena angin malam yang masuk ke dalam mobil, karena pintu yang tidak tertutup.


"Aleena kau tunggu di sini aku akan" Ucapan Aric terhenti saat manik matanya tak menemukan wanita yang dia cinta "Fiona kamu di mana? Sial dia tidak tau daerah sini bagaimana jika dia tersesat" Aric menarik kadar rambutnya dia menyalakan dirinya atas apa yang terjadi.


"Kak Fiona? tunggu dulu ada apa ini kak? " Tanya Aleena bingung, membuatnya mencari keberadaan Fiona dan tidak ada.


"Aleena kau tunggu di sini, aku akan mencari Fiona sebelum dia jauh ok" Aric menyuruh Aleena menunggu di dalam mobil namun Aleena menggelengkan kepala nya


"Aku akan membantu mu mencari kak Fiona " Aleena sudah bertekad dia tidak mungkin hanya diam saja melihat kakaknya sedang kesusahan.


"Tapi Aleena" Aric sedikit ragu, dia ragu meninggalkan Aleena tapi dia juga ragu untuk membawa Aleena karenakan takut terjadi sesuatu.


****


Arion perlahan membuka resleting gaun Olivia di sela permainan nya, Arion mengusap punggung Olivia perlahan-lahan seirama dengan permainan lidahnya, Olivia tiba-tiba mencengkram punggung Arion saat sesuatu berhasil di lepas Arion.


Arion mengusap punggung mulus Olivia sejengkal dua jengkal begitu hangat, ada rasa yang ingin di puaskan dalam diri mereka berdua.


Arion menyudahi ciumannya, sekarang dia menyapa leher jenjang Olivia dengan tanda merah yang dia buat sebanyak mungkin bahkan hampir melingkar seperti sebuah kalung yang ada di leher.


Olivia menggigit bibir bawahnya sensasi yang baru pertama dia rasakan membuat darahnya seakan berdesir dan tubuhnya semakin merasa panas, ada rasa haus merasuki dirinya.

__ADS_1


Arion perlahan menurunkan gaun milik Olivia, pemandangan indah dan menggoda kini berada di depan mata Arion, sesuatu yang kenyal yang sebelumnya hanya bisa dia raba kini bisa dia lihat secara langsung, tangan Arion tentu saja tak bisa diam, tangan Arion dengan reflek memegangnya.


"Emmh" Suara itu keluar dari mulut Olivia ada rasa geli menjalar di seluruh tubuhnya, Arion menurunkan ciumannya Arion juga memberikan tanda kepemilikan nya di sana.


Arion tidak bisa lagi menahan sesuatu yang sudah tegak berdiri dengan sempurna, bahkan sudah memberontak ingin segera keluar dari tempat persembunyian nya.


Tangan Arion menjelajah kembali perlahan mengusap paha mulus Olivia, Olivia menggeliat, dia tidak tau rasa apa yang mengalir di tubuhnya sekarang, panas sangat panas namun terasa begitu nyaman, ada rasa malu namun ada rasa ingin di jamah lebih dalam lagi.


Tangan Arion mengusap lembut perlahan naik ke atas nafas mereka saling, Arion benar-benar sudah tidak bisa menahan nya lagi, Arion melepaskan kemeja miliknya membuat Olivia tidak bisa berkata tubuh milik Arion memanglah sangat bagus, dia adalah tipe laki-laki yang benar-benar sempurna


Arion kembali bermain, permainan mereka semakin memanas, sampai sesuatu yang sudah tegak berdiri itu terasa ingin segera masuk ke dalam bukit kecil yang sudah terasa basah di tangan Arion.


Arion segera menurunkan resleting celana nya dengan nafas yang memburu, begitupun dengan Olivia nafasnya kian memburu, seakan mereka sudah tidak memiliki akal sehat lagi.


Saat resleting itu sudah turun tiba-tiba ada suara ketukan dari luar pintu. Arion sudah tidak menghiraukan nya, namun Olivia merasa cemas.


"Tu.. My Boo pi.. pintu" Suara Olivia bergetar suara yang sudah bercampur dengan hasrat yang terpendam.


"Tidak masalah" Arion sudah tidak bisa menunda lagi, karena dia benar-benar tidak sanggup menahannya lagi namun


TOK.. TOK.. TOK.. TOK.. pintu semakin di gedor, Olivia benar-benar takut jika di salah pahami sebagai wanita murahan apa lagi pintu nya tidak terkunci bagaimana jika ada yang menerobos masuk dan melihat nya dalam keadaan setengah tidak berbusana itu.


"Tu.. tuan" Olivia merasa takut dia menarik selimut dan menutupi dirinya.

__ADS_1


"Sialan! siapa yang berani menganggu ku! " Ucapan Arion yang terpaksa menaikan resleting celananya lagi dan berusaha menenangkan dirinya namun apa boleh buat yang sudah berdiri tidak mudah untuk tidur lagi jadi dia berdiri dalam keadaan berdiri dan berjalan menuju pintu.


__ADS_2