
Arion sedikit ragu untuk melangkah kan kakinya namun syarat untuk nya mendapatkan barang-barang nya kembali adalah menemui Tiara, Arion tidak mungkin melewatkan kesempatan itu.
Arion mengatur nafasnya berjalan mendekat ke Arah Tiara, melihat Tiara yang masih memejamkan matanya namun tubuhnya terlihat sudah tidak di penuhi Alat medis, tanpa sadar Arion merasa lega.
Arion duduk di kursi di samping tempat tidur Tiara "Kau sudah lebih baik ternyata, aku ikut senang" Ucapnya kaku Arion seperti berbicara dengan orang lain.
"Oh iya aku di sini bukan karena ingin melihat kondisi mu, aku di sini hanya untuk mendapatkan barang ku kembali dan segera pergi dari sini".
" Oh iya, ku dengar kau merindukan ku? lebih baik kau hentikan sandiwara mu menjadi ibu yang baik! karena sejak saat kau melepaskan ku, aku tidak merasa kau boleh merindukan ku! " Ucap Arion lagi
Rayyan yang tiba-tiba masuk hanya menggelengkan kepalanya dan berjalan mendekat, membuat Arion menatap ke arah suara langkah kaki itu.
"Kenapa kau tiba-tiba masuk? " Menatap ke arah Rayyan " Bukannya hanya boleh satu orang? ".
" Aku sudah berbicara dengan dokter tentang hal itu, dia memperbolehkan dua orang untuk menjaga Mama mu" Rayyan semakin mendekat ke arah Arion dan Tiara, sedangkan Arion memilih berdiri dan ingin pergi.
"Kau ingin melarikan diri Arion? " Sindir Rayyan yang tau betul anaknya itu akan pergi menghindari nya.
"Ck! Jangan bicara seakan aku seorang pengecut seperti mu" Ucap Arion
"Aku memang pengecut, Arion apa kau benar-benar tidak ingin mendengarkan penjelasan ku? " Suara Tuan Rayyan sedikit bergetar matanya memerah seperti nya sedang menahan sesak di hatinya.
"Tidak! sekarang sangat amat terlambat! " Arion tidak ingin mendengar penjelasan Papa nya menurutnya semua sudah terlambat.
"Tidak ada kata terlambat Arion, beri beberapa menit untuk Papa menjelaskan nya padamu" Rayyan berbicara sedikit lirih menahan sebuah kesedihan di suaranya.
"Kau bukan Papa ku! " Ucap Arion yang ingin pergi, Rayyan tak bisa lagi menunggu untuk kesempatan lain, dia menahan pundak anaknya. "Beri aku sedikit waktu".
__ADS_1
" Aku tidak ada banyak waktu"
"Arion jika bukan karena Mama mu yang menyuruhku tetap diam saat kau memasukan nama ku di daftar hitam, apa kau pikir hanya dengan kekuatan kecilmu bisa menahan ku masuk ke negara mu!. Tidak mungkin, aku selama ini menuruti ucapan Mama mu yang malah membuatmu semakin marah kepada ku! kepada kami semua. Mama mu pikir dengan tetap diam bisa membuatmu tumbuh bahagia! tapi aku tau kau merasa kami membuang mu bukan? , Arion pemikiran mu tentang itu buang jauh-jauh " Ucap Rayyan dengan serius.
"Buang jauh-jauh lalu apa maksud mu mengirim ku ke sisi nenek setelah kalian bilang Aric yang akan menemani nenek. Untuk apa menipu ku! " Dengan marah Arion menyingkirkan tangan Rayyan di pundak nya.
"Tentang itu, aku minta maaf saat it.. " Ucapan Rayyan terpotong saat suara lemah Tiara terdengar.
Arion menghentikan langkahnya saat suara yang keluar dari mulut Tiara adalah namanya "A.. Arion ma.. maafkan Mama" Suara itu lirih terdengar kesedihan dalam suara lemah itu.
"Sayang kau sudah bangun? " Dengan cepat Rayyan Menggenggam tangan istrinya "Jangan sedih Arion ada di sini sayang" Ucap Rayyan sedikit melirik ke arah Arion.
"Aku panggilkan dokter" Ucap Arion yang ingin berjalan mencari dokter.
"Arion" Ucap lirih Tiara " Kemarilah" Ucapnya lagi suara terdengar lemah.
"Temui ibumu dulu, dia kesulitan melihat mu jika kau berada di sini" Mendorong tubuh Arion mereka dekat ke arah Tiara.
Mata lembut Tiara kini bisa Arion lihat, tatapan yang selama ini dia ingin lupakan, tatapan yang seakan penuh kasih sayang, tatapan yang membuatnya hancur berantakan.
"Di sini saja, kau bisa melihat ku bukan? " Arion berhenti melangkahkan kakinya " jangan mendorong ku lagi" Menatap Papa nya.
"Baiklah, kau bisa melihat nya sayang? " Bertanya pada sang istri.
Tiara mengangguk sedikit tersenyum,. meski senyumnya terlihat sedih karena Arion tidak ingin mendekat dan memeluknya. "Arion Mama Rindu".
Arion terdiam sampai seseorang berlari masuk ke ruangan Tiara " Mama kau sudah bangun" Ucapnya memeluk sang Mama, siapa lagi kalau bukan Aric si kembar yang berbeda sifat dengan kembarannya.
__ADS_1
Arion memutar matanya menghela nafasnya " Putramu sudah di sini! aku akan kembali, semoga lekas sembuh Nyonya Tiara" Ucap Arion yang ingin melangkah pergi
Tiara meneteskan air matanya, sebutan Nyonya yang keluar dari mulut Arion benar-benar sangat menyakitinya benar-benar membuat hatinya teriris "Apakah jarak kita begitu jauh sekarang" Gumam Tiara yang tak bisa menahan air matanya.
Rayyan dan Aric melihat betapa sedihnya tiara dengan ucapan Arion.
Aric segera melepaskan pelukannya pada Tiara dan berlari mendekat pada Arion "Apa yang kau katakan! kau salah menyebut harusnya kau panggil Mama" Mengalungkan tangannya ke pundak Arion membawa Arion kepada Mamanya.
Arion menghempas tangan yang merangkul di pundaknya "Maaf Tuan Muda Aric kita tidak sedekat itu sampai Anda berani merangkul saya. Dan apa yang saya katakan tidak salah, untuk Apa saya memanggil orang Asing dengan sebutan Mama." Ucapan Arion itu semakin membuat dada Tiara semakin sesak dia tidak menyangka akan sebesar itu rasa benci Arion pada keluarga nya.
"Arion hentikan! jangan bercanda lagi" Aric berusaha untuk tidak membuat Mama nya bersedih tapi Arion benar-benar sangat keras kepala.
"Saya tidak bercanda Tuan Aric" Melepaskan tangan Aric dengan kasar "Jika anda masih bersikeras untuk merangkul saya, saya bisa dengan mudah mematahkan tangan Anda yang lancang menyentuh saya" Arion menatap tajam ke Arah Aric.
Tiara tak sanggup berkata lagi, keinginan nya untuk memeluk Arion telah pupus sebelum dia melakukan nya.
"Arion bisakah kau sedikit lembut, Mama mu baru saja sadarkan diri"Rayyan berbicara pelan ke arah Arion.
" Saya tidak ingin berpura-pura seperti kalian yang menipu ku! waktu itu. " Suara Arion sedikit meninggi.
"Arion Papa tidak menipu mu kejadian waktu itu tidak seperti yang kau pikirkan "
"Sudah ku bilang aku tidak ingin mendengarnya!, Istri dan Mama mu sudah sadar sebaiknya aku segera pergi, aku tidak ingin menganggu waktu keluarga ini" Ucap Arion melangkah pergi namun tak di sangka Tiara malah mencoba untuk bangun
"Mama, Apa yang Mama lakukan" Ucap Aric terkejut yang melihat mamanya berusaha turun dari ranjang nya, Aric langsung berlari menahan Mamanya
"Sayang apa yang kau lakukan"
__ADS_1
"Aku hanya ingin memeluk Arion, Arion maafkan Mama" Ucap Tiara yang berlinang air mata, entah mengapa itu membuat dada merasakan sakit.