MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG

MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG
Episode 175


__ADS_3

"Benar, bisa membawa Susan kabur tanpa di lihat oleh petugas keamanan dan orang kita benar-benar ada pengkhianat di antara orang kita" Rocky mulai menerka-nerka siapa orang itu yang tau seluk belum rumah sakit keluarga mars.


"Terlebih lagi mereka menghancurkan sistem CCTV rumah sakit kita jadi kita tidak tau bagaimana mereka membawa susan pergi! " Ucap dion yang menyesalinya.


"Seandainya saat itu aku masuk kedalam sistem keamanan rumah sakit mereka tidak akan bisa mengelabuhi kita seperti ini" Rafael terlihat sangat menyesal dan merasa dirinya tidak pecus.


"Tidak! ini juga bagus kita tau musuh kita tidak buta teknologi bahkan bisa mengacaukan keamanan rumah sakit" Ucap Arion dengan santai dia bahkan sudah menuangkan anggur di gelasnya dan memutarnya dengan elegan mengitari gelas itu.


"Fokus kita sekarang ada di alat pelacak yang ada di tubuh Susan jangan sampai kita kehilangan jejak, Rafael kau bisa merantau setiap rute yang Susan lewati, kita kacaukan CCTV seluruh kota, aku sudah lama tidak bermain! " Ucapan itu sudah lama tidak Rocky dengar seperti nya Arion malah menikmati permainan petak umpet ini.


"Kalian bertiga tetap awasi Susan aku akan pergi dulu" Ucap Arion meletakan gelasnya dan berdiri ingin meninggalkan mereka bertiga.


"Aku ikut! " Rocky mengekor di belakang Arion, sebelum melangkah lebih dekat Rocky menghentikan langkahnya saat aura membunuh dan tatapan tajam mengarah padanya!.


"Apa kau tuli aku bilang bertiga!" tidak perlu senjata untuk membunuh melihat tatapan mata Arion saja Rocky terasa sudah mati berkali-kali benar-benar menakutkan.


"Ba.. baiklah baiklah ak.. aku hanya bercanda hahahahahaha... " Rocky tertawa kaku membuat Rafael dan dion menahan tawanya.


Arion kembali berjalan meninggalkan mereka setelah melihat pengunduran diri Rocky untuk ikut bersamanya.


Di sisi lain


Aric tengah menatap wajah cantik Fiona yang masih terlelap di tempat duduk tepat di sampingnya, seperti nya Fiona semalam benar-benar terjaga untuk menjaga keselamatan Aric.


Aric perlahan menyingkirkan rambut yang menghalangi dirinya untuk menatap wajah cantik Fiona, Arin mengusap lembut pipinya "Terimakasih kau benar-benar menjagaku, kedepannya aku yang akan selalu menjagamu Fiona" Ucap Aric yang berusaha mendekat kan wajahnya ke wajah Fiona namun tiba-tiba Fiona terbangun membuat Aric reflek mengundurkan dirinya dan duduk dengan tenang seperti tidak terjadi apapun.

__ADS_1


"Kau sudah bangun kak" Ucap Fiona sembari mengusap kelopak matanya yang setengah terpejam.


"Hmm baru bangun" Jawab singkat Aric, dia merasa lucu pada dirinya sendiri kenapa dia merasa malu jika ketahuan ingin mencium Fiona.


"Baiklah aku akan mencuci muka ku" Fiona berjalan menuju kamar mandi yang ada di ruangan Aric itu.


Selama Fiona di kamar mandi perawat masuk dan memberikan sarapan serta obat yang harus di minum oleh Aric, kemudian perawat itu pun pamit pergi.


Setelah merapikan dirinya Fiona keluar dan melihat makanan yang sudah di taruh di atas meja "Kenapa tidak di makan? " Tanya Fiona pada Aric.


"Aku mau di suapi" Ucapan Aric itu membuat Fiona menggelengkan kepalanya tidak menyangka Aric yang selalu menjaga nya dan bersikap dewasa di hadapan nya itu bisa memiliki sikap manja dan tidak dewasa seperti ini.


Fiona hanya tersenyum dia tidak bisa menolak permintaan orang sakit bukan, "Baiklah" Fiona berjalan dan duduk di samping Aric meraih makanan yang berada di atas meja itu kemudian menyuapi Aric perlahan sampai makanan nya habis.


"Sekarang minum obatnya, setelah itu aku akan mengajakmu menghirup udara segar" Fiona memberikan obat dan segelas air pada Aric, Aric meminum obatnya dengan patuh.


Mendengar Aric memanggilnya Fiona berjalan ke samping Aric dan duduk sejajar di bangku taman "Ada apa kak apa ada yang tidak nyaman? " Melihat Aric dari atas kebawah.


Aric menggelengkan Kepala nya "Tidak jadi" Ucapanya sembari tersenyum.


"Kakak tidak ingin cerita? " Fiona memperlihatkan wajah kecewa nya karena Aric tidak jadi bicara.


"Sebenarnya kemarin Rocky mengusulkan untuk kita semua kembali ke negara kita, seperti nya musuh Arion mulai bergerak, dan Rocky tidak ingin membahayakan keselamatan kita bagaimana menurutmu? " Aric akhirnya menanyakan pendapat Fiona tentang kembali ke negara nya.


"Apa kak Aric enggan kembali? kak Aric ingin membantu Arion? " Aric di hujani banyak pertanyaan.

__ADS_1


"Apa aku bisa membantu, aku sudah lama tidak menghadapi musuh yang seperti nya tidak bisa di remehkan" Aric berfikir orang yang menyerangnya ini tentu sudah memiliki rencana matang.


"Jika itu kau pasti bisa kak, apa kau ingin Black Drago juga membantu? " Tanya Fiona tersenyum.


"Dengan tempramen nya apa kau pikir dia akan menerima bantuan kita? " Fiona terseyum dia tau betul Arion tidak akan mau uluran tangan orang lain.


"Kalau begitu ikuti rencana Rocky saja, aku akan mengajak paman dan tante tiara untuk kembali ke negara kita" Ucap Fiona yang mengerti maksud dari ucapan Rocky.


"Baguslah seperti nya ini lebih bagus, jika mama khawatir dengan nenek, dia bisa membawa nenek ke rumah untuk sementara" Tiba-tiba Aric terfikir untuk menyuruh mamanya membawa neneknya.


"Ya aku setuju, ini mungkin akan lebih mudah mengajak mereka kembali" Ucap Fiona bersemangat.


"Terimakasih Fiona, setelah mereka kembali aku akan merepotkan mu untuk menjaga mereka" Ucap Aric sembari mengusap kepala Fiona.


Fiona tersenyum "Serahkan padaku sa.. sayang" Aric terkejut sembari tersenyum malu dengan panggilan yang Fiona berikan begitupun dengan Fiona dia merasa malu sendiri memanggil Aric sayang.


****


Saat ini Olivia tengah bingung haruskah dirinya keluar dari kamar Arion atau tidak, jika keluar dan bertemu dengan Rania bagaimana doa akan menjelaskan tidur di mana dia semalam atau kenapa dia tidak kembali, Olivia masih duduk sembari memikirkan semuanya dengan baik.


"Haruskah aku tetap di sini? jika aku keluar bagaimana akin harus menjelaskan nya, lalu jika aku masih tetap di sini jika ada yang masuk dan tau aku di sini bagaimana aaaakhhh hhh aku harus bagaimana? " Olivia berdialog lirih dengan dirinya, Olivia menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal.


Olivia mengatur nafasnya di perlahan menggeser dirinya sampai ke tepian ranjang "Huuh Olivia sebaiknya kau keluar sekarang jika ada yang melihat mu di sini akan banyak pertanyaan dan kecurigaan" Ucap Olivia lagi meyakinkan untuk dirinya lebih baik pergolakan dari kamar Arion.


Olivia perlahan berdiri dan melangkahkan kakinya perlahan karena pinggang dan **** ********** nya terasa tidak nyaman "Ah bagaimana orang bisa melakukan nya berkali-kali ini benar-benar membuat tubuhku serasa remuk, dia benar-benar kuat" Ucapan Olivia itu malah membuat Olivia membayangkan betapa gagahnya Arion semalam "Plaaakk... apa yang kau lakukan Olivia kenapa kau membayangkan hal seperti itu apa kau wanita mesum? " Olivia menampar dirinya saat dia teringat tubuh sempurna Arion yang berada di atasnya semalam.

__ADS_1


Olivia perlahan keluar dari kamar Arion baru beberapa langkah dari kamar Arion tiba-tiba terdengar suara orang memanggilnya, Olivia menengok ke belakang dan terkejut melihat siapa yang memanggilnya.


__ADS_2