
Daniel dan Ranti menghampiri Dena yang masih duduk sendiri "Kau terlambat! kau membuat aku menunggu" Dena sedang berakting marah pada kakaknya, namun sedetik kemudian dia tersenyum "Bercanda, aku tidak akan marah karena kau membawakan ku kakak ipar yang cantik" Puji Dena pada Ranti membuat Ranti merasa malu.
Saudara kembar ini bergantian membuat Ranti tersipu malu karena ucapannya.
Daniel menarik kursi untuk Ranti duduki " Tentu saja kakak ipar mu adalah wanita tercantik kedua setelah mama"
"Lalu, apakah aku wanita yang ketiga? " Dena bertanya penuh harap.
"Bukan, anak ku yang tercantik nomor tiga" Ucap Daniel yang membuat kedua wanita itu terkejut.
"Anak? kak kau tidak mengatakan tentang itu? " Dena menatap kakaknya meminta penjelasan.
Begitupun Ranti yang melihat kearah Daniel, yang sama halnya dengan Dena meminta penjelasan.
"Namanya Olivia dia anak kami, dia sangat cantik tapi sayangnya br Aaaaa kkkk! " Daniel. menggebrak meja di depannya.
"Sayangnya kenapa kak? " Tanya Dena penasaran karena Daniel seketika merubah ekspresi nya yang tadinya bahagia menjadi kesal.
"Hah! dia sudah menikah dengan bocah tengil Arion itu, jika aku menyelamatkan nya dulu aku pasti tidak akan memiliki menantu seperti dia! " Daniel terlihat kesal
Dena mengangguk dan mencerna ucapan Daniel "Hahaha tunggu dulu, apa aku tidak salah dengar jadi menantu mu keponakan mu? Hahaha apa ini lucu sekali" Dena tertawa dengan lepas membuat semua orang melihat kearahnya.
Tai terkecuali dua laki-laki tampan beda generasi yang berjalan ke arah Mereka.
"Ibu apa yang sedang kau tertawakan semua orang melihat kearah mu" Ucap Daffin putra Dena dan Dekka, yang sudah berada di dekat sang mama yang masih tertawa.
"Haha, ibu punya sesuatu yang lucu untuk kau dengar" Ucap Dena.
"Sayang, pelan kan suaramu lihat semua orang menatap kita" Ucap Dekka mengingatkan istrinya.
"Hoi hoi, sebelum kau tertawa lebih lanjut, kau bahkan belum memperkenalkan dirimu pada kakak ipar mu" Tegur Daniel.
"Ahahaha maafkan aku, aku sampai lupa, kenalkan aku Dena saudara kembar kak Daniel, ini suamiku dan ini anak ku" Dena memperkenalkan keluarganya.
"Ranti senang berkenalan dengan kalian" Sesi perkenalan terus berlanjut.
__ADS_1
Dena juga menceritakan hal yang membuatnya tertawa, suami dan anaknya hanya bisa terkejut dengan ucapan Dena.
Mereka makan dan berbincang, Ranti dan Dena lekas akrab seperti Ranti dan Olivia, karena Olivia dan Dena memiliki beberapa sifat yang sama jadi mereka sangat nyambung.
Sampai akhirnya senja menyudahi percakapan mereka, karena Daniel sudah mengajak Ranti keluar begitu lama, membuat Ranti tidak enak pada keluarga Aditama jika pulang sampai kemalaman.
"Ranti kau pergi dulu ke mobil, aku ada sedikit yang ingin aku bicarakan pada Dena" Ucap Daniel yang mendapat anggukan Ranti.
"Dena, aku ingin segera menikah dengan Ranti, bagaimana menurutmu? " Tanya Daniel yang membuat Dena tersenyum.
"Tentu saja itu hal bagus, semakin cepat semakin baik"
"Tunggu Daniel apa kau sudah memiliki semua dokumen nya, menikah beda negara bukan hal mudah" Ucapan Dekka masuk akal, namun perkataan Dekka tidak membuat Daniel Gantar melainkan malah membuat Daniel tersenyum meremehkan.
"Hei adik ipar, kau pikir aku ini siapa aku sudah menyiapkan semua dokumen nya jauh-jauh hari" Ucap Daniel yang memang sudah mendapatkan semua yang dia butuhkan untuk menikahi Ranti.
Sudah lama Daniel ingin segera menikahi Ranti, namun masa lalu menjadi penghalang terberat untuk Daniel mewujudkan hal itu, namin sekarang semuanya sudah berada di titik terang, Ranti memaafkan Daniel ini saatnya Daniel bergerak untuk segera menikahi Ranti.
"Paman memang hebat! " Daffin memgangkat kedua jempolnya.
"Dia begitu sombong, padahal perlu waktu lama untuk mendapatkan wanitanya" Ucap Dena yang mendapat anggukan dari anak dan suaminya.
****
Arion saat ini dan Olivia tengah berjalan menyusuri senja di tengah hutan, Arion sebenarnya ingin mengajak Olivia menginap di hutan, namun dia khawatir akan kenyamanan Olivia yang sedang hamil jadi dia memutuskan untuk kembali.
"Sebenarnya di rumah itu kalau malam akal terlihat sangat indah, masih ada kunang-kunang di sana" Ucap Arion yang membuat Olivia menghentikan langkahnya.
"Benarkah? kalau begitu ayo kita kembali boo" Ucap Olivia yang menjadi penasaran karena ucapan Arion.
"Tidak , kau sedang hamil sayang kita masih bisa kembali saat honeymoon kedua kita, kita bisa membuat Arion junior kedua di sana" Ucap Arion dengan wajah begitu santai tanpa malu-malu.
"Boo, apa yang kau katakan kau mesum! " Olivia menutup kedua wajahnya uang mulai memerah karena ucapan tak senonoh Arion.
"Huuu. jangan malu-malu begitu sayang aku tau kau juga menginginkan nya " Arion meniup telinga Olivia.
__ADS_1
"Boo kau benar-benar mesum! " Olivia menggembungkan pipinya dan menatap Arion.
"Bodoh! aku hanya mesum padamu saja" Arion mengecup kening Olivia, kemudian menggandeng tangan Olivia mengajaknya untuk berjalan lagi karena hari akan semakin gelap.
****
Rocky terlihat menatap senja di halaman belakang keluarga Aditama tepatnya di taman bunga milik Tiara.
Tatapan Rocky penuh kehampaan banyak hal yang sedang dia pikirkan, terlihat dari dia yang terus menghela nafas panjang.
"Tuan ada di sini? " Tanya dokter Zulfa yang kebetulan sedang mengajak Angel melihat senjata.
"Rocky ada apa dengan mu? " Tanya Angel yang terlihat khawatir melihat wajah cucunya itu.
Rocky berusaha untuk merubah ekspresi wajahnya dan tersenyum di hadapan Angel tapi itu tidak bisa membohongi Angel.
"Nenek Rocky baik-baik saja, tenang saja" Rocky berjongkok di depan neneknya yang duduk di kursi taman.
Nenek Angel mengusap wajah tampan cucunya itu "Kau pikir berapa lama aku mengenalmu! apa kau bisa membohongi ku" Tatapan Angel membuat Rocky tidak bisa membohongi nya lagi.
Rocky merebahkan kepalanya di paha neneknya dan terus menghela nafas nya, sesak terasa di dadanya, dia belum sanggup berbicara.
"Rocky, katakan apa yang terjadi selama nenek di sini? apa ada yang sangat mengganggu mu, coba ceritakan pada nenek? "
Rocky melihat kearah Zulfa "Apa aku bisa mengatakan apapun pada nenek ku? " Tanya Rocky yang khawatir jika dia menceritakan semuanya akan menggangu kesehatan neneknya.
"Tidak masalah tuan, nenek angel sangat sehat sekarang dia bisa menerima cerita apapun" Jawab zulfa.
Rocky mengerti dan mengangguk " Kalau begitu bisa tinggalkan kami berdua aku akan mengantar nenek masuk sebelum senja menghilang " Ucap Rocky.
"Baik Tuan, nyonya saya permisi" Ucap Zulfa yang mendapat anggukan dari Angel.
Setelah Zulfa pergi " Jadi Rocky coba ceritakan ada apa denganmu? "
Rocky menceritakan semua hal kepada Angel tanpa ada yang dia tutupi begitu juga dengan keinginan nya.
__ADS_1
Angel begitu terkejut dengan apa yang Rocky katakan "Rocky apa yang kau katakan ini" Ucap lirih Angel yang wajahnya terlihat sangat sedih.