MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG

MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG
Episode 192


__ADS_3

"Ini? " Aric sedikit ragu namun hanya bisa menuruti ucapan Fiona 'Jika Arion tau apakah dia akan marah? ' Ucap Aric dalam hati.


Aric melihat Alister yang sudah menunggu dengan pakaian formal, Aric Akhirnya mengerti rencana kekasihnya itu, hadiah yang Fiona ingin berikan pada Alister adalah dinner bersama Olivia.


Alister mengetuk pintu kaca mobil Aric, Fiona membuka kaca mobilnya "Kak hanya makan malam kenapa harus memakai baju se formal in... " Alister melihat pakain Fiona biasa saja membuat Alister kesal "Ini apa maksud nya? " Tanya Alister yang merasa di tipu oleh kakaknya.


Fiona melibatkan wajah Alister yang terlihat kesal akhirnya keluar "Yang akan menemani mu bukan aku, tapi" Fiona membuka pintu mobil belakang dan memperlihatkan Olivia yang terlihat begitu cantik dengan gaun se lutut yang memperlihatkan kaki jenjang nya. "Olivia turunlah" Olivia hanya bisa menuruti ucapan Fiona karena merasa tidak enak.


Fiona membantu Olivia turun dengan meraih tangannya, tangan Alister ikut di tarik dan Fiona menyatukan kedua tangan itu "Kalian berdua selamat bersenang-senang, aku sudah mem booking hotel ini, di sini makanan nya enak jika ingin menginap juga tidak masalah bye-bye" Fiona segera masuk mobil "Jangan kecewakan aku yang sudah mengatur hadiah ini ya" Fiona mengedipkan mata pada adik kesayangan nya itu.


Setelah kepergian Fiona, Alister tidak bisa melepaskan pandangan nya dari Olivia tapi sesuatu yang ada di pikiran nya melintas dia ingin melepaskan tangan nya dari Olivia namun Olivia yang lebih dulu melepaskan tangannya dari tangan Alister.


Alister tersenyum ironis senyuman yang seakan mengejek dirinya sendiri "Apa kau tidak nyaman?" Tanya Alister.


Olivia merasa dirinya bersalah makan dengan laki-laki yang bukan suaminya dia seakan merasa dirinya sedang berselingkuh "Alister bisakah kau mengantarku pu... " Ucapan Olivia tidak terselesaikan saat Alister sudah menarik tangan Olivia.


'Aku akan memastikan nya untuk terakhir kali' Alister membawa Olivia memasuki hotel yang mencakup restoran berbintang itu.


Kedatangan Alister di sambut oleh manager hotel, sesuai perintah Fiona dia harus menjamu dua orang yang sudah dia lihat dalam foto. "Silahkan Tuan dan Nona ikuti saya" Ucap Manager itu dengan sopan.


Alister mengikuti manager itu dan Olivia hanya bisa pasrah, jika dia menolak bukan kah dia akan membuat malu Alister dan dirinya sendiri.


Manager itu menempatkan mereka di kamar hotel dengan hiasan penuh dengan kelompok mawar mereka di bawa ke balkon kamar untuk makan malam dengan menikmati bintang.


Olivia sedikit takut saat melangkah kan kakinya ke dalam kamar hotel yang penuh dengan kelopak mawar itu, namun dia merasa lega saat dirinya hanya melewati nya saja.


Olivia duduk di hadapan Alister, manager hotel itu membuka anggur yang sudah dia sediakan di atas meja "Sebentar lagi makanan kalian akan segera tiba, mohon tuan dan nona menunggu, saya permisi" Ucap manager itu.


Setelah kepergian manager Olivia hanya bisa menunduk banyak hal yang dia pikirkan sekarang dia benar-benar merasa bersalah pada Arion dia ingin sekali segera bertemu dengan wajah Arion.


"Apa kau begitu enggan melihat ku? " Entah mengapa Alister terlihat begitu jauh sekali dari Olivia, dia yang selalu antusias kini terlihat tidak bersemangat.

__ADS_1


"Ti.. tidak bukan begitu" Olivia tidak tau harus mengatakan apa.


"Aku tau kau takut menyakiti kak Arion kan, tapi Olivia bisakah malam ini kau temani aku makan , anggap saja sebagai hadiah karena aku telah mencintai mu" Alister mengepalkan tangannya ada rasa kesal marah kecewa di mata Alister, Olivia terkejut mendengar ucapan Alister.


"Alister apa yang kau katakan? " Olivia tidak menyangka Alister akan menyatakan kalau dia menyukainya, tapi Olivia lebih tidak menyangka kenapa Alister membahas Arion.


Alister menenggak anggur di gelasnya dengan sekali teguk "Ukhuk ..ukhuk.." Karena minum terburu-buru Alister tersedak " Olivia aku menyukaimu sejak pertama kita bertemu, kau terlihat sangat menyilaukan kau membuatku tergerak untuk mendekati mu"


"Alister aku" Olivia bingung harus bagaimana menanggapi Alister.


Alister menuangkan anggur lagi ke gelasnya dia lagi-lagi meneguk nya dengan sekali teguk "Aku tau, aku sudah tau kau sudah bersama dengan kak Arion bukan?, tapi Olivia apa tidak bisa jika itu aku" Alister menarik tangan Olivia. Kini terlihat jelas kesedihan di mata Alister.


"Maaf" Hanya itu yang mampu keluar dari mulut Olivia, Olivia tau Alister orang baik tapi tanpa Olivia sadari hatinya sudah sepenuhnya milik Arion.


"Hahaha lucu sekali aku ini, aku masih saja mengungkapkan perasaan ku padahal aku tau jawabannya hahaha" Alister menuangkan lagi anggur di botol ke gelasnya dan segera menenggak nya dan menggenggam kuat gelas di tangannya.


"Alister maafkan aku" Olivia melihat kesedihan di dalam diri Alister, Alister tersenyum penuh arti dan dengan erat menggenggam gelas itu sampai hancur.


"Alister tangan mu" Olivia menarik tangan Alister, namun Alister menarik tangannya.


"Tidak perlu jangan sentuh" Olivia tidak bisa mendengarkan ucapan Alister karena Olivia tidak tega melihat darah yang keluar dari tangan Alister


"Tidak, ini pasti sakit jangan bergerak aku akan mengambil serpihan kacanya" Ucapan Olivia yang berusaha mencabut pelanggan kaca yang masih menancap di tangan Alister


"Sakit! sakit ini tidak terasa Olivia tapi ini sakit di sini benar-benar sakit membuatku susah bernafas, aku sudah tau aku tidak akan bisa menang darinya" Alister masih saja enggan memberikan tangannya .


"Alister jangan begini aku mohon, aku bersalah karena telah menyakiti mu jadi jangan menyakiti dirimu" Olivia tetap berusaha mengambil tangan Alister dengan hati merasa bersalah.


"Kau tidak bersalah Olivia, perasaan tidak bisa di paksa hanya saja aku pikir aku bisa memiliki mu, tapi ternyata aku yang terlalu memandang tinggi diriku dan pada akhirnya aku jatuh hingga sehancur ini" Alister dia menahan sesak dan genangan air di pelupuk mata, Alister terlihat sangat mencintai Olivia


Namun apalah daya cinta tidak bisa di paksa, dan cinta tau di mana dirinya akan tinggal.

__ADS_1


"Alister, bisakah kau berikan tanganmu" Olivia semakin panik karena darah terus mengalir dari tangan Alister.


Sampai akhirnya pelayanan yang membawakan hidangan nya datang dan terkejut melihat tangan Alister yang bergelimang darah. tanpa sengaja pelayanan itu menjatuhkan makanan yang dia bawa.


"Hahaha semuanya hancur" Alister menarik rambutnya dengan tangan penuh darah itu membuat wajah tampan nya ternoda oleh darahnya.


Olivia merasa sakit melihat orang yang dia anggap teman dan sahabat itu terlihat begitu hancur, dia dengan sekuat tenaga menarik tangan Alister " Pelayanan bawakan aku kotak pertolongan pertama " Ucap Olivia.


"Lepaskan aku jangan perdulikan aku! " Alister menipis tangan Olivia, hingga Olivia terdorong.


Olivia melihat Alister yang seperti itu membuatnya merasa bersalah dia menatap Alister tajam dan Plaaakkkkk, satu tamparan mendarat di pipi Olivia, Alister terkejut dan menatap Olivia "Haruskah aku menyakiti diriku untuk membuatmu tenang Alister" Ucapan dan perbuatan Olivia itu membuat Alister tersadar bahwa dirinya tidak mencintai Olivia dengan tulus karena.


Cinta yang tulus adalah cinta yang mampu menghapus segala kesakitan bukan membuat segala penderitaan.


"Maafkan aku Olivia, aku membuatmu menderita karena kesalahan ku sendiri, aku yang memutuskan untuk mencintai mu tapi aku bahkan tidak bisa merelakan hatiku demi kebahagiaan mu, aku memang bodoh maaf" Alister sudah mulai tenang.


Olivia mengangguk menahan tangisnya, dia menarik tangan Alister, membuang perlahan kaca yang berada di tangan Alister, dan pelayanan tadi kembali dengan kotak pertolongan pertama, Olivia membersihkan luka Alister dan membalutnya.


"Terimakasih Olivia, maafkan aku tentang malam ini" Ucapan Alister yang sudah mulai tenang.


"Aku juga minta maaf"


*****


Rocky memutar mobilnya dia baru saja mengantar Silvia kembali.


Di dalam mobil Rocky menerima telepon dari Andreas "Hallo, Rocky, Rocky segera ke rumah sakit" Ucap Andreas di seberang telepon


"Ada apa kenapa harus ke rumah sakit" Tanya Rocky, Andres menjawab pertanyaan Rocky dan membuat Rocky terkejut, Rocky tanpa sadar menghentikan mobilnya secara mendadak menbuat Arion terbentur kaca mobil.


"Rocky ada apa? " Tanya Arion yang tau Rocky seperti ini pasti ada berita yang tidak baik.

__ADS_1


__ADS_2