
"Mereka seperti itu bukan salahmu! berhenti menyalahkan dirimu sendiri Rocky!! Berhenti bersikap bodoh! " Dion mencengkram pundak Rocky.
"Berisik! apa yang kau tau! " Rocky menghempas tangan Dion hingga Dion terdorong jatuh.
Rocky berjalan ke arah Dion menekan Dion hingga Dion terbaring di lantai, Rocky berdiri di atas tubuh Dion dan membalas pukulan Dion Bughh.... buuughh.......
Dion mendorong tubuh Rocky sekuat tenaganya. "Jangan pikir aku tidak tau apapun! " Dion berhasil berdiri dia mengusap luka di sudut bibirnya dan menatap ke arah Rocky.
Rocky berdiri dan membalas tatapan Dion dengan tatapan tajam."Lebih baik kau pergi! "
Ucapan Rocky membuat Dion kesal Dion berjalan ke arah Rocky dan mencengkram kerah kemejanya "Aku tidak akan pergi sebelum kau sadar! "
"Sadar!, apa kau buta aku sepenuhnya sadar! " Rocky tak tinggal diam dia juga sudah tersulut emosinya dia menggenggam erat kerah Dion lagi lagi pukulan mendarat tepat di wajah Dion, Dion melepaskan dirinya dari cengkraman dengan mendorong kuat tubuh Rocky
Arion mendengar keributan akhirnya masuk ke dalam "Apa yang kalian lakukan! " Mata Arion bergerak tajam seperti elang menatap bergantian.
"Ada apa arion? " Aric tak tinggal Aric ikut masuk bersama Arion mata Aric melihat dia orang yang sedang berkelahi.
Aric mendekat ke arah Rocky, membantu Rocky untuk bangun.
"Apakah kalian berdua anak kecil! untuk apa Berkelahi? " Arion masih menunggu jawaban dari Rocky dan Dion.
"Rocky apa yang terjadi, kenapa kalian berkelahi? " Tanya aric pelan seelah membantu Rocky berdiri.
Dion tidak ada hal yang ingin dia katakan, Dion berjalan menuju pintu keluar "Maaf tuan atas keributan nya" Dion tidak berencana menjelaskan apa yang terjadi.
Rocky hanya bisa Mendudukan dirinya di sisi ranjang dan mengusap pipinya yang terasa sakit.
"Dion apa yang terjadi? " Tanya Andreas yang melihat wajah Dion terlihat lebam dan ujung Bibir nya pecah.
"Tidak ada apa-apa? " Dion tidak berhenti dia langsung berjalan ingin meninggalkan Olivia dan Andreas.
"Tunggu, kau harus membersihkan luka mu kau baru saja sembuh" Olivia menahan Dion
__ADS_1
"Benar yang di katakan Olivia, aku akan membersihkan lukamu" Sambung Andreas.
"Tidak perlu ini hanya luka kecil" Dion ingin melanjutkan langkahnya namun Andreas mendorong Dion untuk pergi ke ruang perawatan.
Setelah Dion dan Andreas pergi ke ruang perawatan, Olivia perlahan melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangan Rocky.
"Boo apa yang kau lakukan? " Tanya Olivia yang melihat suaminya itu mengangkat kerah Rocky.
"Biar aku memberinya pelajaran! " Arion sudah lelah dengan sikap acuh tak acuh Rocky sikap dinginnya dulu tak seperti Rocky ini yang benar-benar menutup hatinya untuk semua orang.
Arion sudah mengepalkan satu tangannya Arion ingin melayangkan pukulannya namun di tahan oleh Daniel. "Arion jangan gegabah" Ucapan Daniel itu membuat Arion melepaskan Rocky.
"Kau urus saja tembok ini pak tua! " Arion benar-benar kesal perkataan nya sama sekali tidak di dengar oleh Rocky, Rocky menutup telinga dan hatinya.
Arion pergi meninggalkan ruangan Rocky dengan wajah kesal dan kecewa.
Sedangkan Olivia hanya terdiam melihat dari atas sampai bawah tubuh Rocky yang kian kurus dan tak terurus "Rocky" Suara lirih Olivia itu terdapat makna yang dalam, Olivia benar-benar merasa orang yang dia lihat bukan Rocky karena penampilan dan prilaku nya yang berbeda.
"Olivia apa kau ingin bicara dengan Rocky? " Tanya Aric
Olivia melangkahkan kakinya duduk di tepi ranjang tepat di samping Rocky, Olivia membuka kotak itu dan mulai membersihkan luka Rocky, perlahan Olivia mengucapkan antiseptik itu di ujung bibir dan mata Rocky yang terluka karena pukulan dion "Apakah sakit? " Tanya Olivia lembut.
Rocky menggelengkan kepala nya tanpa bersuara entah kenapa di hadapan Olivia Rocky menjadi diam.
"Rocky, kau tau masa lalu ku bukan? hidup dengan ibu di rumah sakit jiwa, di siksa ibu dan adik tiri bahkan ayah yang selama hidup ku aku anggap ayah juga menyiksaku, mereka semua meninggalkan ku begitu saja membuat ku hampir kehilangan harga diriku di depan dua puluh pengawal Arion, tapi Rocky ingat kah siapa orang yang menolong ku? " Pertanyaan Olivia itu membuat Rocky terdiam, Rocky tau persis orang yang Olivia maksud itu adalah dirinya.
"Kau diam, tapi aku tau di hatimu kau sudah tau jawabannya, dia adalah orang asing yang berani menentang sepupu nya yang berkuasa demi menolong gadis yang dia tidak kenal jika kau tidak ada di sana apakah kehidupan ku akan menjadi seperti ini, Rocky kau dulu kau yang membuat langkah pertama untuk menolong ku, jadi bisakah kali ini aku yang melangkah pertama untuk menolong mu? " Olivia sidah selesai membersihkan luka di wajah Rocky.
Rocky terlihat enggan menatap Olivia, Olivia tersenyum kecut, Daniel dan Aric hanya bisa diam mendengar dan melihat keadaannya.
Olivia perlahan membalikan kotak pertolongan pertama itu, Olivia keluar tanpa membuat suara lagi.
Rocky tersenyum kecut 'Menolongku kau bahkan pergi begitu saja' Ucap Rocky dalam hati saat melihat punggung Olivia menjauh.
__ADS_1
"Rocky, semua orang memiliki masa lalu, bahkan masa lalu Olivia terlihat sangat pahit dia masih bisa berdiri di hadapanmu dan berkata ingin menolong mu? apa kau tidak malu"
"Cih! menolong, apa ini menolong? " Rocky mencibir Olivia yang tiba-tiba pergi.
"So.. soal itu" Aric tau apa maksud perkataan Rocky, tapi Aric juga tidak tau harus bicara apa tentang sikap Olivia.
"Olivia mungkin ada alasan sendiri kenapa dia pergi, Rocky aku harap kau bisa mengikhlaskan semuanya dan membuka buku baru" Daniel berusaha bersikap bijak menghadapi Rocky yang mulai menutup diri.
"Alasan? terserah saja lebih baik kalian juga ikut pergi dengan nya! Aku ingin sendiri" Rocky membaringkan tubuhnya dan menghadap ke arah jendela, Rocky enggan melihat Daniel dan Aric lagi.
Daniel dan Aric hanya bisa menghela nafas melihat sikap Rocky yang benar-benar mencoba menutup diri nya.
Beberapa menit berlalu Aric dan Daniel masih menunggu di ruangan Rocky mereka takut Rocky bersikap nekat karena kejadian hari ini.
Tak.. tak.. tak... suara langkah kaki tiba-tiba terdengar, pintu terbuka Daniel dan Aric melihat ke arah Olivia.
Terlihat Dion kembali bersama Arion dan Olivia dengan tangan penuh dengan barang.
"Olivia apa yang akan kau lakukan? " Aric menatap semua barang yang di bawa Arion dan Dion.
"Aku sudah bilang bukan tadi" Olivia tersenyum saat melihat Rocky melihat ke arahnya.
"Kenapa kau kembali? " Tanya Rocky.
"Tentu saja menepati apa yang barusan aku katakan" Olivia memegang gunting dan sisir di tangan nya "Hei Rocky segera duduk jangan biarkan ahli kecantikan ini menunggu lama" Olivia berakting seperti pemilik salon yang hendak makeover pelanggan nya.
"Ha! " Rocky terkejut dengan tingkah Olivia.
"Cepat! jangan biarkan kakak ipar mu menunggu! " Arion menatap tajam Rocky tanpa sadar Rocky duduk di kursi.
Olivia mencoba memangkas rambut Rocky dan jenggot dan kumis yang mulai tumbuh, setelah selesai Rocky di minta mandi dan mengganti pakaian nya
setelah selesai memakai pakaian nya Rocky keluar dan wajahnya terlihat bugar kembali "Nah ini baru Rocky"
__ADS_1
"Benar, ini baru Rocky, nah sekarang ayo kita pulang" Aric menarik pergi Rocky di ikuti dengan Dion Daniel.
Olivia ingin mengikuti mereka namun tangannya tiba-tiba di tarik membuat Olivia berhenti dan menengok ke arah Arion, tatapan mata Arion membuat Olivia merinding "B.. boo kau tidak apa-ap... " Ucapan nya terhenti saat bibir Arion sudah menyesap lembut bibir Olivia....