
Malam itu Arion terus saja mabuk dia menghabiskan puluhan botol anggur, selalu saja seperti ini saat ada yang mengungkit keluarga nya dia akan melarikan dirinya ke minuman alkohol itu.
"Arion hentikan kau sudah terlalu mabuk jangan lanjutkan lagi, kau harus menjaga kesehatan mu. " Ucap dokter tampan itu.
Arion sedikit menutup matanya dan melihat kearah Andreas
"A.. aku tidak mabuk te.. tenang saja. " Dia berkata seperti itu tapi kenyataan nya Kepala nya sudah di letakan di atas meja.
Andreas menggelengkan kepala nya melihat Rocki yang sudah mabuk berat karena menemani Andreas minum, malam ini Andreas haruan berjaga jadi dia tidak bisa menemani Arion minum alhasil Rocki jadi pengganti nya.
Andreas menaruh obat pereda mabuk di depan Rocki dan mulai menggoyangkan badan Rocki
"Rocki bangun aku akan mengantarkan Arion ke kamarnya, aku menaruh obat pereda mabuk di hadapanmu. " ucap Andreas yang mendapatkan respon mengangguk dari Rocki seperti nya Rocki mendengar ucapan Andreas.
Andreas dengan susah payah membawa Arion kembali ke kamarnya dan menyeduh obat pereda mabuk, Arion lebih bisa menahan rasa pahit di lidahnya dari pada melihat bentuk obat di depannya, Andreas meminumkan obat itu dan meninggalkan Arion untuk beristirahat.
Andreas kini masuk ke dalam kamar Dokter angel terlihat Raisa yang sedang duduk di tempat nya.
"Bagaimana apa semuanya baik-baik saja. " ucap Andreas yang mendekat ke arah Gurunya itu.
"Kondisi Nyonya sangat stabil tapi dia belum menunjukkan tanda-tanda untuk sadar. " jawab Raisa kepada dokter Andreas.
"Ah aku tau, membuatnya bangun adalah hal tersulit padahal racun perlahan sudah kita Detox. " Iya duduk dan mengusap punggung tangan gurunya itu.
Raisa menangkap ke khawatiran di wajah Andreas, semua orang tau Andreas sangat menghormati dokter Angel karena dia adalah orang yang Angel pilih untuk dirinya latih
"Dokter Andreas tenang saja, Nyonya pasti akan bangun saya yakin itu." Raisa tersenyum mencoba menenangkan hati dokter tampan itu
Andreas membalas senyum raisa dan mengangguk kemudian menatap kembali wajah tua gurunya itu.
Pagi menyapa Andreas masih tetap terjaga sedangkan Raisa baru saja membuka matanya
__ADS_1
Meski pekerjaan nya tidak termasuk berat tapi pekerjaan tetaplah pekerjaan pasti ada rasa capek tersendiri.
"Dokter more seperti nya akan telat dokter Andreas, jadi aku akan tetap tinggal sampai dia datang. "ucap Raisa.
Andreas tersenyum
" Kau saja pulang lebih dulu aku akan tetap disini lagi pula perawat yang menggantikan mu berjaga akan segera datang bukan? "
"Benar tapi apa dokter tidak keberatan" Raisa sungkan bagaimanapun Strata nya lebih rendah dari seorang dokter jadi dia memiliki rasa tidak enak.
Andreas tersenyum lgi
"Jangan merasa tidak enak, aku tau kemarin kau berjaga lebih lama karena menggantikan dokter More, jadi hari ini kau pulanglah dulu dan beristirahat nanti sore jangan sampai terlambat." Ucap Andreas ramah membuat Raisa akhirnya menuruti perkataan Andreas.
"Ka.. kalau begitu aku pulang dulu dokter. " ucap Raisa uang sudah mengemasi barangnya.
"Pulanglah Hati-hati di jalan." Andreas selain tampan dia memang perhatian kepada semua orang
Raisa kemudian keluar dan berjalan menuju pintu utama dia bertemu dengan Olivia yang tentu saja berjalan menuju kamar dokter angel
"Raisa." panggil Olivia membuat Raisa menghentikan langkahnya.
"Ada apa Olivia? " Ucap nya.
"Apakah dokter More sudah tiba?, sepertinya aku sedikit kesiangan? " Ucap Olivia yang tadi membantu pekerjaan bibi margareth dan Rania.
"Belum dia akan datang terlambat jad. " Ucapan Raisa terhenti.
"Olivia apa kau akan keruangan nenek? " Suara Rocki yang tiba-tiba sudah berada di percakapan keduanya.
"Iy.. iya aku akan ke sana. " jawab Olivia.
__ADS_1
"Kalau begitu ayo kita ke sana bersama" ucap Rocki yang sudah menarik tangan Olivia tapi kali ini Olivia lebih hati-hati dia melepaskan tangan Rocki
"Tuan kita harus jaga jarak atau Tuan Arion akan marah lagi dan menghinaku" ucap Olivia sendu membuat Rocki memahami apa yang Olivia rasakan dan melepaskan gandengan tangannya
"Kalau begitu aku pulang dulu, tuan Rocki permisi" Ucap raisa pamit.
"Hati-hati di jalan" ucap Olivia.
Saat ini Olivia sedang mengobrol dengan Rocki di sepanjang jalan, topik nya bermacam-macam sampai akhirnya mereka sampai di depan kamar angel
"Oh iya Olivia, Apakah kau memiliki pacar? " tanya Rocki saat Olivia ingin membuka pintu
"Ke.. kenapa Kau menanyakan ini? " Ucap Olivia yang terdengar gugup
"Haha aku hanya penasaran saja, jika kau tidak ingin menjawabnya tidak masalah" ucap Rocki menggosok tengkuknya yang tak gatal, pertanyaan itu memang sudah lama ingin Rocki tanyakan.
Olivia membuka pintu
"Pacar? tida" ucapnya terhenti saat melihat sosok tak asing di depannya begitu pula dengan Dokter yang tanpa sengaja menengok ke arah pintu, dua mata saling bertemu wajah terkejut keduanya membuat Rocki sedikit bingung.
"Apa kalian berdua saling mengenal? " Tanya Rocki yang membuat Olivia segera membuang pandangannya ke arah lain.
"Ro.. Rocki seperti nya aku melupakan sesuatu, aku kembali ke kamar ku sebentar? apa boleh. " ucap Olivia
"Tentu saja boleh, tidak masalah apa perlu aku menemanimu? " tanya rocki
"Ti.. tidak.. tidak perlu ak.. aku bisa sendiri" ucap Olivia gugup dia segera meninggalkan kamar itu.
Andreas yang melihat itu langsung mengejar Olivia tanpa berkata apapun pada rocki membuat rocki semakin bingung
"Apa mereka saling kenal? keadaan apa ini seperti nya ada sesuatu di antara mereka" ucap Rocki penasaran dia ingin mengejar mereka namun dia mengurungkan niatnya dan memilih menjaga neneknya yang di tinggal sendirian
__ADS_1