
Daniel perlahan berjalan dan berhenti tepat di depan Ranti, "Aku di sini sebagai Ayah dari menantu wanita keluarga Aditama" Daniel berjongkok dan membuka sebuah kotak kecil yang berisikan sebuah cincin.
"Apa? " Ucap Ranti dan juga seseorang yang ada di belakang Ranti yang mendengar ucapan Daniel.
Daniel melihat seseorang yang ada di belakang Ranti, itu ada Olivia dan Arion. Olivia sangat terkejut dengan ucapan Daniel.
"Tuan Daniel apa yang kau lakukan, berdirilah" Ranti panik melihat anaknya yang berada di belakang nya melihat situasi yang begitu tidak pernah dia bayangkan.
"Olivia ini, ini anu tuan ayo berdiri dulu" Ucap Ranti yang terlihat panik.
"Aku tidak akan berdiri sebelum kau memberikan jawaban, Ranti mau kah kau menikah dengan ku? " Daniel sudah mempertimbangkan semuanya dalam tiga hari, dia tidak mau hidup dalam penyesalan dan hidup sebagai pengecut, dia tidak ingin terus diam dan tidak bergerak.
Jadi Daniel memutuskan untuk terus terang mengejar Ranti, mendapatkan Ranti sebagai wanitanya.
Ranti semakin terkejut dengan pengakuan Daniel yang ingin menjadikan nya istrinya "Tuan Daniel, ak.. aku sudah memafkan kesalahan masa lalu kita itu, jadi jangan terus merasa bersalah dan melakukan hal yang tidak ingin kau lakukan" Ranti sebenarnya memiliki rasa terhadap Daniel mungkin dia sudah jatuh cinta pada Daniel tapi dia tidak ingin Daniel bersama nya karena rasa bersalah.
"Aku sudah bilang Ranti ini bukan Rasa bersalah, aku benar-benar mencintaimu, di depan Olivia aku berani bersumpah jika aku menyakitimu aku rela kehilangan nyawaku, dan di depan dua penguasa sebagai saksinya" Daniel terlihat sangat serius.
Rayyan dan Arion menghela nafas mereka berdua mengangguk bersamaan membuat Olivia mengerti Daniel benar-benar mencintai ibunya dan terlihat ibunya juga memiliki rasa yang sama.
Olivia kemudian mendekat kearah ibunya "Ibu paman Daniel terlihat sangat serius pada ibu, apa ibu tidak akan menerima ketulusannya? " Olivia mengusap pundak ibunya itu.
"Olivia, apa kau tidak akan menyalahkan ibu? " Tanya Ranti
Olivia menggelengkan kepalanya "Ibu kau sudah cukup menderita kau juga harus bahagia" Ucap singkat Olivia itu membuat Daniel tersenyum, bahkan hal yang sudah lama dia inginkan juga tercapai Olivia memanggilnya paman dengan begitu lembut.
"Tuan Daniel berdirilah, a.. aku mau menikah dengan mu" Ucap Ranti malu-malu.
Mendengar itu Daniel segera menyematkan cincin ke jari manis Ranti, kemudian Daniel berdiri dan memeluk Ranti. "Terimakasih Ranti aku tidak akan mengecewakan mu" Daniel memeluk Ranti dengan erat.
__ADS_1
Cukup lama Rayyan menunggu untuk Daniel melepaskan pelukannya namun tidak kuning di lepaskan "Ekhem... Daniel kau benar-benar pengganggu ini harusnya menjadi momen keluarga Aditama, bukan menjadi momenmu! " Gerutu Rayyan yang sudah mendengar bell pintu nya di pencet berkali-kali.
Mendengar ucapan Rayyan Daniel melepaskan pelukannya dari Ranti, membuat wajah Ranti memerah karena malu.
"Baiklah kalau begitu kalian bersiap di tempat duduk masing-masing kita lakukan konferensi pers ini" Ucap Rayyan.
Mereka semua duduk di tempat masing-masing hanya tinggal menunggu Aric yang menjemput Fiona datang.
Akhirnya mereka semua sudah berkumpul, ada Rayyan dengan Tiara bersama Aleena, ada Arion dengan Olivia, ada Aric dengan Fiona, Kenzo dan Tina juga datang bersama dengan Alister dan juga Daniel dan Ranti.
Sesi konferensi ini tentu saja menggemparkan seluruh negara karena tiga penguasa besar menjadi satu keluarga.
Sedangkan Rocky, Andreas , dan Angel yang di temani Zulfa, hanya menjadi penonton saja, Angel yang sudah menjadi keluarga Mars tidak ingin ikut campur keluarga putrinya
Banyak pertanyaan di lontarkan oleh wartawan yang mewawancarai mereka secara eksklusif.
Dan ada satu pertanyaan yang membuat semua orang terdiam "Wah di sini tuan Rayyan masih memiliki putri dan Tuan kenzo masih memiliki putra akan kah mereka berdua di jodoh kan agar persaudaraan kalian semakin erat? " Pertanyaan itu seketika membuat sunyi ruangan itu.
"Hahaha kami sebagai orang tua tidak pernah memaksa mereka, jika memang mereka berjodoh itu terserah mereka" Jawab Santi kenzo membuat Alister menatap sang papi.
"Papi apa yang kau katakan! " Ucap lirih Alister
"Papa katakan sesuatu" Aleena melihat kearah Rocky tapi Rocky tidak memberikan respon apa pun membuat Aleena melepaskan tangannya dari jas papanya.
"Sepertinya terlalu dini menanyakan itu! " Tatapan Rayyan yang penuh dengan intimidasi itu membuat semua orang terdiam.
Bagaimanapun Aleena adalah putri satu-satunya Rayyan, tentu saja tidak mudah untuk Rayyan memikirkan akan ada saat dia harus melepaskan putrinya untuk laki-laki lain.
Semua pertanyaan sudah di jawab oleh tiga keluarga itu, dan sekarang adalah sesi pengumuman dari Rayyan.
__ADS_1
Rayyan mengumumkan bahwa Aric yang akan menjadi Ahli waris keluarga Aditama dan Rayyan menghadiahkan sebuah pulau dan beberapa properti untuk anak yang di kandung Olivia.
Setelah pengumuman selesai semua kru TV itu mendapat perjamuan yang sangat megah.
Malam telah tiba, Daniel sudah mengganti bajunya dan kembali menemui Ranti. Daniel ingin mendiskusikan tentang pernikahan mereka.
Ranti dan Daniel kini berada di taman belakang rumah keluarga Aditama, Ranti memandang bunga yang masih terlihat cantik meski hanya di hiasi lampu taman yang tidak banyak.
"Tuan Daniel, soal pernikahan" Ranti terlihat ragu untuk mengatakan nya dia bahkan memegang terus cincin yang dia pakai, membuat Daniel sedikit takut.
"Ada apa? apa kau menyesali jawabanmu terhadap perasaan ku? " Tanya Daniel yang kemudian menggenggam tangan Ranti, kedua pasang mata itu saling pandang satu sama lain.
"Ti.. tidak bukan begitu hanya saja, bukankah ini terlalu cepat ak.. aku bahkan belum tau apapun tentang mu" Ucap Ranti yang merasa bersalah jika dia menerima Daniel tanpa mengetahui apa pun tentang nya.
"Tentang itu, aku bisa memberitahu mu semuanya tentangku tanpa ada yang aku tutupi, percayalah padaku, Ranti" Daniel mencium lembut bibir Ranti.
Ranti tidak bisa menolak ciuman lembut yang Daniel lakukan "Percayalah padaku" Ucap Daniel setelah melepaskan ciumannya.
Ranti tersenyum "Aku akan mempercayai mu"
"Kalau begitu besok aku akan mengajakmu ke suatu tempat di mana kau akan mengenalku sepenuhnya, tapi jika kau sudah mengenalku jangan pernah menyesal" Ucap Daniel
"Aku tidak akan menyesal"
Di sisi lain Aleena tengah berdiri di depan kamar Andreas yang tidak di kunci dia sebenarnya tidak sengaja lewat dan dia mendengar ucapan Andreas pada Arion yang membuat Aleena terdiam terpatung.
"Apa kau yakin tentang itu Andreas? " Tanya Arion tentang apa yang barusan Andreas katakan.
"Aku yakin, aku melihat dia mencarinya di hpnya" Ucap Andreas.
__ADS_1
"Konyol! aku tidak akan membiarkan nya" Ucap Arion.
'Tidak mungkin, kenapa? ' Ucap Aleena dalam hati.