MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG

MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG
Episode 148


__ADS_3

Baru saja Arion ingin melangkah pergi bersama bodyguard nya, ternyata Olivia sudah di dorong Alister ke arah kamarnya, melihat Alister yang mendorong Olivia Arion segera menghampiri Alister.


"Kalian dari mana?! " Tanya Arion dengan nada tinggi wajahnya terlihat sangat marah, menatap tajam ke arah Olivia dan Alister.


Olivia merasa takut dengan tatapan Arion itu, tatapan yang penuh kemarahan, tapi Olivia sendiri tidak tau jika dia bangun tidur sudah bersama dengan Alister.


"Kemana kami apa ada urusan nya dengan kak Arion" Alister ingin mendorong kursi roda Olivia namun di tahan oleh Arion dengan mencengkram nya kuat, matanya tidak lepas melihat ke arah Alister pandangan yang sangat tajam dan juga menusuk,. membuat Alister sedikit ketar-ketir.


"Ada! " Ucapan Arion singkat dengan penuh emosi itu mampu membuat Alister terdiam, entah mengapa dia merasa terpojok, seakan dia di sini menjadi tersangka penculikan dari istri penguasa sombong yang kaya raya.


"Tu...tuan tenanglah, Alister hanya membawaku melihat matahari terbit" Olivia sebenarnya takut untuk berbicara namun entah mengapa bibirnya dan hatinya takut jika Arion salah paham kepada mereka


Arion mengeratkan rahangnya mengepalkan tangannya "Kau, dia belum sembuh benar dan kau membawanya keluar di pagi yang ding.. " Arion tidak meneruskan kalimat nya saat dia baru menyadari bahwa Olivia memakai jaket milik Alister.


Arion mengatur nafasnya, dia menahan amarahnya jangan sampai dia merobek jaket milik Alister yang melekat di tubuh istrinya itu. Arion tanpa berbicara mengangkat kerah baju Alister "Berhenti hadir benalu!" Arion kemudian melempar Alister menjauh dari Arion dan Olivia, Arion kemudian mengambil alih kursi roda yang Olivia duduki dan mendorong kursi roda Olivia masuk ke dalam ruangan Olivia. Alister mengikuti Arion dan Olivia dari belakang namun saat Alister ingin masuk Arion sudah mengunci pintu kamar Olivia, menutup semua jendela dengan penutupnya dan mengunci semua jendela.


Arion berjalan mendekat ke arah Olivia, Olivia menelan ludahnya dengan susah payah, dia terlihat seperti istri yang tertangkap basah berselingkuh, tapi Olivia bahkan tidak tau dirinya di bawa ke atap untuk melihat matahari terbit.


Tanpa berbicara Arion menggendong tubuh Olivia dan menjatuhkan Olivia ke ranjang pasien milik Olivia, Olivia merasa ketakutan saat Arion berada di atasnya.


"Tu.. tuan apa yang ingin kau lakukan? " Tanya Olivia gugup dia benar-benar ketakutan melihat wajah Arion yang seperti nya sangat marah.


Arion melepaskan paksa jaket Alister dan membuangnya "Kenapa? aku ini suami mu apa aku tidak boleh memiliki mu seutuhnya! " Tanpa menunggu jawaban Arion langsung mencium bibir mungil Olivia.

__ADS_1


Olivia merasa ciuman Arion ini sana seperti ciuman paksa di masa lalu berbeda dengan ciuman kemarin, ini benar-benar mendominasi dan sangat menekan Olivia kuat.


Olivia sadar dia adalah istri Arion tapi dia tidak bisa memberikan dirinya seutuhnya sekarang untuk Arion apa lagi dalam keadaan seperti ini, keadaan Arion sedang marah.


Arion terus menekan ciuman nya dengan sangat ganas, tangan Arion pun berkenalan dengan benda kenyal di sana, namun tiba-tiba Arion merasa pipinya basah, Arion tersadar dan melihat Olivia yang ketakutan bercampur dengan entah itu air mata apa yang jelas Olivia sudah menetaskan air matanya


Arion melihat pemandangan itu dia tersadar dan bangun duduk dan mengacak rambutnya, dia mengusap pipi Olivia dengan lembut. "Apa sebegitu tidak inginnya kau menjadi milik ku seutuhnya Olivia" Ucap sendu Arion yang di dengar oleh Olivia, namun Olivia tak sanggup membuka mulutnya.


"Aku tau aku terlalu terburu-buru!, tapi aku sangat marah melihat mu bersama Alister" Ucap Arion tanpa sadar mengutarakan kalau dia sangat cemburu


"Tuan aku dan Alister tidak ada apa-apa aku hanya menganggapnya teman" Ucap Olivia yang masih belum bisa melihat ke arah Arion dua berusaha membenarkan pakaian nya.


"Lalu apakah Alister juga hanya menganggap mu sebagai teman?! " Dia melihat Olivia belum menyadari kalau Alister juga tertarik padanya.


"Bodoh, tidak ada wanita dan laki-laki bisa benar-benar hanya berteman! tanpa memiliki perasaan lain" Arion ingin bangkit dari duduknya, tiba-tiba mata Olivia menangkap bercak darah di lengan Arion.


Olivia refleks menahan tangan Arion, membuat Arion menatap ke arah Olivia "Ada apa? " Tatapannya penuh dengan kekecewaan.


"Tuan terluka" Ucap Olivia khawatir dia ingin menggulung lengan baju Arion, namun tangan Olivia di tahan.


"Tidak ada, ini hanya luka kecil! " Arion sendiri tidak menyadari jika darah sudah mengalir lagi di lengannya, mungkin lukanya terbuka kembali karena menggendong Olivia


"Luka kecil? jangan berbohong" Olivia terlihat sangat cemas dan khawatir karena dia tau darah sebanyak itu pasti bukan hanya luka kecil.

__ADS_1


"Kenapa apa kau ingin pura-pura khawatir padaku?, bukannya kau tidak perduli" Ucap Arion dia merasa kesal cemburu marah kepada Olivia yang begitu dekat dengan Alister.


Olivia tidak mengatakan apapun, dia langsung mengambil perban dan obat yang masih tersisa waktu itu " Tuan lepas pakaian mu aku akan membantu membersihkan luka mu dan membalut lukanya, " Arion masih saja enggan melepaskan bajunya dia malah ingin pergi.


Olivia karena sangat cemas akhirnya tanpa basa-basi langsung membantu Arion melepaskan pakaian nya, Olivia tentu saja malu melakukan hal itu tapi di mata Olivia sekarang Arion adalah pasien yang butuh perawatan nya.


Arion masih enggan membiarkan Olivia melepaskan bajunya dia terus melipat tangannya membuat Olivia benar-benar tidak bisa melepaskan baju Arion.


"Olivia menghela nafasnya, Boo bisakah aku mengobati mu? " Olivia tersenyum begitu hangat tapi tiba-tiba Arion tidak merespon, Olivia segera menundukkan kepalanya kembali


*Ah seharusnya aku memanggilnya dear saja panggilan boo ini seperti nya dia tidak menyukainya" Ucap Olivia dalam hati dia merasa Arion tidak suka panggilan ini.


"Maaf jika tuan tidak suka panggilan ini, tapi tuan aku harus mengobati luka mu, bisakah kau lepaskan bajumu" Olivia semakin khawatir saat kemeja putih itu sudah menjadi kemeja merah di bagian lengannya.


"Suka! panggil aku lagi" Arion dengan wajah nya yang datar mengatakan untuk Olivia mengulangi kata-kata nya lagi.


"Ha! ekhm... ekhm, My boo bisakah kau melepaskan kemeja mu, ku mohon" Olivia merasa malu sendiri membuat panggilan mesra seperti itu.


Tapi tak di sangka Arion menuruti ucapan Olivia dan tanpa sepengetahuan Olivia saat ini jantung Arion sedang tidak baik-baik saja, dia sedang menyembunyikan senyumnya dalam wajah datarnya.


Olivia membersihkan darah yang terus mengalir itu menekannya perlahan sampai darah sudah mulai berhenti, Olivia mengoleskan obat dan membalasnya kembali.


Arion tidak bisa mengalihkan pandangan nya kepada Olivia dan sekarang dalam diamnya dia terus bergumam "My Boo, Boo, My Boo, Boo" Dia terus mengulang panggilan sayang dari Olivia itu dan tak henti mengembangkan senyum nya.

__ADS_1


Notes: My Boo memiliki arti sayangku.


__ADS_2