
"Papa kau pulang" Teriak Aleena memecah keheningan yang terjadi sekian detik.
"Mama juga akan segera pulang sayang" Ucap Rayyan yang merentangkan tangannya membuat Aleena berlari ke pelukan sang papa dan langsung menggendong nya.
"Apa Mama akan pulang hari ini? " Tanya Aleena antusias
"Benar Mama, akan pulang hari ini"
"Bukannya besok? " Tanya Aric pada papanya
"Mama mu sudah tidak tahan berada di kamar pasien" Ucap Rayyan, benar saja setelah sadar Tiara merengek untuk pulang dan tidak ingin di rawat di rumah sakit, Rayyan yang mencintai istrinya begitu besar tentu tidak bisa menolak keinginan sang istri.
Rayyan melihat ke belakang Aleena, kini menemukan dua anak yang sangat mirip di hadapannya benar-benar pinang di belah dia, Rayyan tersenyum pemandangan yang sudah lama dia rindukan dan nantikan.
"Arion kau datang? " Rayyan tersenyum
"Hanya lewat tidak sengaja" Bohong Arion yNg membuat Rocky tepuk jidat
*Ayolah berhenti bersikap tsundere, kau yang menyuruh Dion menyetir ke rumah apa kau lupa" Gumam Rocky dia sangat gemas dengan sikap pura-pura tidak perduli Arion itu.
"Baguslah, kau sudah di sini sebaiknya kali aja semua menginap tidak perlu kembali ke hotel" Ucap Rayyan
"Hah, kau mengikuti kami? "
"Hanya menebak, kau tidak memiliki properti di sini jelas semalam kau berada di hotel" Kemampuan Rayyan menebak sesuatu tidak menurun meski dia sudah semakin menua.
"Benar paman, apa kau memiliki kamar yang besar untuk ku" Ucap Rocky berbinar
"Kau pilih saja, di rumah ini ada banyak kamar kosong, dan Arion kamar mu masih bagus seperti dulu, Mama mu selalu membersihkannya kau bisa melihat nya" Ucap Rayyan
Arion terlihat sedikit menarik ujung bibirnya mungkin karena dia bahagia Mama nya seperti nya sangat menyayanginya meski dirinya tidak ada setiap kenangan tentang nya Mama nya menjaganya dengan baik.
"Olivia dan Dion bisa tidur di kamar tamu"
"Tidak mungkin mereka tidur berdua" Ucap Arion yang tiba-tiba membuat kebeningan dan membuat semua orang menahan tawanya.
"Kamar tamu kita tidak hanya satu Arion, mereka tentu tidak tidur bersama" Ucap Rayyan tenang, dia tersenyum melihat tingkah anaknya sama dengan nya dulu yang enggan mengakui perasaan nya.
__ADS_1
"Aku tau" Ucap Arion malu-malu membuat semua orang mulai menyadari, mungkin Arion sudah tertarik pada Olivia namun sayangnya Olivia sendiri tidak menyadari apa pun.
"Baiklah Papa, ingin menyiapkan kamar untuk Mama mu, kalian terus kan berbicara, oh iya Olivia kau seorang perawat bukan? kau bisa membantuku nanti " Ucap Rayyan
"Ba.. baik tuan" Ucap Olivia menundukkan kepalanya menyetujui permintaan Rayyan.
Senja sudah menyapa, Tiara kini sudah kembali ke rumahnya. Rayyan mendorong istrinya di kursi roda
"Mama apakah tidak masalah secepat ini kembali ke rumah " Ucap Aric yang khawatir dengan kesehatan mamanya, dia mendekat ke arah sang Mama, berlutut menyamakan tinggi mereka
"Mama sudah membaik, jangan khawatir" menyentuh wajah tampan anaknya itu dan tersenyum.
Mata Tiara kini tertuju ke arah Arion, Arion
tidak tau harus apa, dia hanya diam saja dengan wajah datarnya
"Arion" Panggil lembut Tiara, membuat Aleena menyentuh tangan kakaknya dan menarik nya untuk berjalan ke arah mamanya.
Aleena menatap berbinar kakaknya berharap Arion melangkah kan kakinya, dan itu terjadi Arion perlahan menggerakkan kakinya mengikuti langkah Aleena
"Arion" Meraih tangan putranya. "Maafkan Mama" Kata itu lagi-lagi Tiara ucapkan tapi kali ini, suara dan perkataan itu membuat hati Arion ikut teriris dan terenyuh
"Terimakasih sayang " memeluk tangan Arion, namun yang tak di sangka Arion malah memeluk Mama nya dengan erat, membuat Rayyan tak dapat lagi membendung kebahagiaan yang telah Tuhan berikan hari ini padanya.
Rayyan memeluk anak dan istrinya itu, Aleena tak ingin diam dia menarik kakaknya Aric, kali ini mereka satu keluarga telah berkumpul dan saling berpelukan.
Rocky tersenyum bahagia dia sangat senang saat, Arion berhasil memaafkan kesalahan masa lalu keluarga nya dan juga menerima mereka kembali *Nenek jika kau di sini, kau pasti sangat bahagia sekarang, cepat sembuh nenek aku akan membawamu bertemu dengan putri kesayangan mu, tanpa bersembunyi lagi dari Arion" Rocky mengusap matanya
"Kau menangis? " Bisik Dion
"Aku sedang tertawa dalam kebahagiaan" jawaban itu mampu mengunci mulut Dion yang sebenarnya ingin meledek sahabat nya itu, tapi ternyata jawaban nya malah membuatnya tersentuh.
Dion salah satu orang yang tau seberapa bencinya tuan muda nya dengan keluarga nya kini dia juga merasa lega melihat pemandangan di depannya.
Rocky mengambil HP nya "Bagaimana jika aku memotret nya" Ucap Rocky yang mendapati anggukan dari Aleena dan Aric sedangkan Arion orang yang dingin itu hanya diam saja.
Aleena mengatur sedemikian rupa hingga mereka terlihat estetik di HP Rocky "Setelah H" Teriak Rocky
__ADS_1
"I" Jawab mereka semua memperlihatkan giginya
Dion hanya menggelengkan kepala nya, temannya ini benar-benar tidak bisa bertindak dengan elegan, dia selalu dengan tingkah slengean nya.
"Apa-apaan itu kak" Aleena menggembungkan pipinya, tidak menyangka dia salah satu orang yang menjawab pertanyaan konyol itu dan memberikan senyum kudanya di foto itu.
"Itu adalah perkataan orang jenius, lihat lah kalian semua terlihat bahagia di sini" Rocky menunjukkan hasil fotonya yang memuaskan bahkan, Arion yang dingin bisa terlihat hangat di foto yang memperlihatkan giginya itu.
Aleena tidak bisa membantah foto itu memang di ambil dengan cukup bagus, jadi tidak ada alasan untuk nya marah.
"Ekhm" Tiara berdehem membuat semua orang menatap padanya tak terkecuali Olivia.
"Gadis ini? siapa? " Tanya Tiara yang baru sempat bertanya pada mereka semua.
"Dia adalah" Ucapan Rocky terhenti saat Tiara malah sengaja menerka-nerka
"Apa dia kekasihmu Rocky" Ucap Tiara sembari tertawa kecil, dia sebenarnya sudah tau siapa Olivia, dia mungkin gadis yang di bicarakan suaminya tempo hari, gadis baik di sisi anaknya.
"Bibi, apa kami cocok? " Tanya Rocky sengaja merangkul kan tangannya pada pinggang ramping Olivia.
membuat Arion membulatkan matanya, menatap tajam pada Rocky, dia berbicara tanpa suara "Lepaskan tangan mu" Namin Rocky yang tidak bisa mengendalikan dirinya untuk terus menjahili Arion dan menyadarkan nya dia malah mempererat pelukannya di pinggang Olivia
"Bagaimana bi, apa cocok? " Rocky ingin mendengar komentar bibinya itu.
"Tidak cocok" Ucap Aleena dan Arion bersamaan, Dion dan Aric tertawa sedangkan Olivia tersenyum kaku.
"Kalian, benar-benar mengecewakan bagian mana tidak cocok, aku tak kalah tampan dari Arion, Olivia cantik kami sangat cocok" Ucap Rocky tak ingin kalah
"Tidak" Lagi-lagi kakak adik itu menjawab bersamaan.
"Rocky Olivia cocok dengan orang yang di cintai nya, Olivia kau menyukai Rocky? "
"Ah tidak tidak nyonya mana saya berani menyukai tuan muda kedua keluarga Mars" Olivia tersenyum kaku
"Kalau menyukai tuan muda pertama apa tidak berani? " Ucap Tiara sembari tersenyum membuat Olivia terkejut
sejenak suasana menjadi hening, sampai pintu terbuka dan seorang wanita berlari memeluk Arion membuat semua orang yang ada di sana terkejut
__ADS_1
Arion segera melepaskan pelukan gadis itu " Siapa kau? " Tanya Arion dengan mata tajamnya