MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG

MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG
Episode 118


__ADS_3

Seperti yang Arion minta Dion menghubungi Rocky namun tidak tersambung, Dion mencoba menghubungi nya lagi dan masih tidak tersambung.


"Tuan nomor Rocky tidak tersambung " Jelas Dion


"Sial! Terus coba hubungi dia" Arion memiliki firasat buruk tentang nomor Rocky yang tiba-tiba tidak bisa di hubungi


Arion sendiri mencoba menghubungi Daniel *Jika itu pak tua, harusnya ada nomor nya di sini" Arion Mencari kontak Daniel di HP nya, Baru-baru ini banyak nomor baru yang Rocky masukan di hp Arion dan Arion ingat ada nama Daniel


"Ada" Gumam pelanggan Arion, dia segera memencet gambar telepon berwarna hijau itu di HP nya


Arion memasak handsfree dlm telinganya berharap nomor Daniel dapat di hubungi dan bisa melacak keberadaan nya. "Sial apa mereka berada di hutan bagaimana nomornya tidak aktif! " Ucap kesal Arion


sedangkan Rafael handsfree nya masih tersambung dengan alat penyadap yang ada di tas Susan. Rafael terus mendengarkan percakapan yang menjijikan itu.


"Mereka ada di rumah sakit jiwa?, kenapa meraka ada di sana? " Arion menemukan lokasi terakhir yang bisa di lacak dari HP milik Rocky sedangkan milik Daniel lokasi terakhir berada di jalan yang mengarah ke lokasi rumah sakit jiwa, jadi bisa di pastikan mereka benar-benar di sana.


"Apa mereka di culik? tuan" Ucap panik Dion pertanyaan tanpa berfikir


"Apa mungkin? Susan bilang mereka datang menemui wanita gila itu, mungkin saja wanita gila ini adalah ibu kandung Olivia, dan lagi siapa yang mau menangkap serigala tua yang berbahaya dan ular licik seperti Rocky, sebelum mereka menculik Rocky dan pak tua itu mungkin penculik akan mati lebih dulu" Entah Arion sedang memuji atau menghina yang jelas Arion punya pandangan tersendiri tentang keduanya, mereka sama-sama hebat di mata Arion, meski tentu saja Arion merasa mereka tidak sehebat dirinya.


"Tuan memang hebat, tapi kenapa tuan sepanik ini" Ucap Dion yang ingat wajah khwatir Arion


"Meski mereka hebat, mereka tidak akan menyangka ada jebakan di sana, sekuat apapun hewan liar ada kalanya mereka tidak bisa menghindari jebakan, Susan ingin melenyapkan mereka kita harus tiba sebelum terjadi apa-apa pada mereka, Rafael cari jalan terdekat, dan kirimkan beberapa orang kita kesana" Ucap Arion dengan wajah yang sangat serius


"Di mengerti tuan" Ucap Rafael yang segera meningkatkan kecepatan mobilnya


*Rocky jangan biarkan terjadi apa pun pada Olivia dan juga kamu" Arion sangat menyayangi Rocky meski Rocky menyebalkan dia adalah orang yang selalu ada untuk nya saat kecil sampai sekarang.


Rafael melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi berharap akan segera sampai ke rumah sakit jiwa itu

__ADS_1


Di sisi lain


Daniel tiba-tiba memeluk Olivia dan ibunya, membuat Olivia dan Rocky sama-sama terkejut, tak terasa air mata mengalir di pipi Daniel


Rocky tidak pernah mendengar Daniel pernah bersentuhan atau berpelukan dengan lawan jenis selain Dena dan Aleena keponakan nya itu.


"Tu.. tuan" Ucap Olivia lirih namun Daniel tak mendengar nya dia tidak bisa melepaskan pelukan nya dia memeluk erat wanita yang berada di kamarnya puluhan tahun lalu, satu-satunya wanita yang mampu membuatnya merasakan surga dunia.


Daniel tanpa sadar beberapa kali mengecup pucuk kepala wanita yang dia cari selama ini, pantas dia kesulitan mencari keberadaan nya dia di kurung di tempat se mengerikan ini, Daniel juga hampir berfikir mungkin dia sudah meninggal.


"Paman, apa yang kau lakukan " Ucap Rocky yang merasa tidak nyaman dengan pandangan Olivia terhadap Daniel yang bersikap aneh


Rocky berusaha menarik tubuh pamannya itu dan membuat Daniel sadar, dan melihat dengan jelas tatapan Olivia seperti mempertanyakan banyak hal pada Daniel


"Maafkan aku Olivia sebelum nya aku dan ibumu pernah bersama" Daniel tidak mengatakan sepenuhnya kalau dia dan ibunya pernah melakukan hubungan badan, jika dia mengatakan itu mungkin saja Olivia akan berfikir buruk tentang nya "Aku hanya sangat senang bisa menemukan nya kembali" Ucap Daniel, Olivia menatap mata Daniel tidak ada kebohongan di matanya, Olivia mempercayai Daniel sepenuhnya


"Tidak apa-apa tuan, aku hanya terkejut karena tuan tiba-tiba memeluk kami" Ucap Olivia sembari mendudukkan ibunya kembali di tepi ranjang.


"Ini terjadi saat aku masih berusia 4 atau 5 tahun, ibu sering berbicara sendiri entah kenapa dan ayah akhirnya tidak tahan dan membawa ibu keluar dari rumah dan beberapa hari dia membawa Susan dan ibunya ke rumah " jelas Olivia dengan air mata yang tidak bisa dia bendung menerobos begitu saja.


"Brengs*k berani sekali dia" Daniel Mengeratkan giginya dan menggenggam erat tangannya, dia benar-benar emosi mendengar perkataan Olivia tentang perlakuan Mario pada ibunya.


"Olivia apa mungkin ibumu sengaja di buat seperti ini? " Rocky mencurigai sesuatu


"Itu... " Olivia juga pernah berfikir begitu tapi di selalu membuang prasangka nya itu.


"Jika memang di buat, ibu sudah lama di sini dan menerima perawatan harusnya ibu bisa sembuh" Ucap Olivia


*Dia terlalu baik dan tidak memiliki pikiran buruk" Rocky bergumam dalam hati "Tisa siapa yang meresepkan obat untuk tante ini" Ucap Rocky

__ADS_1


"Nyonya Ranti selalu mendapatkan resep obat dari pemilik rumah sakit" Ucap Tisa


"Tidak mungkin ada yang salah dengan obatnya Rocky, aku bahkan menghabiskan uang gajiku untuk membayar biaya pengobatan ibuku" Ucap Olivia menjelaskan


"Kau terlalu baik Olivia, tapi sayang tidak semua orang sebaik kau " Rocky menggelengkan pelan kepalanya


Daniel juga setuju mungkin saja semua adalah perbuatan Mario Harris itu yang ada di pikiran Daniel saat ini.


Kreeeekkkk...... terdengar pintu yang di tutup dan di kunci


Daniel memiliki pendengaran yang tajam dia segera berlari di pintu , dia merasa aneh kenapa tiba-tiba pintu tertutup "pintunya di kunci" Ucap Daniel


Daniel melihat ke jendela "Rocky cari celah untuk keluar dari sini" Ucap Daniel yang membuat mereka semua terkejut


"Ada apa paman? " Tanya Rocky yang heran kenapa tiba-tiba mencari celah


"Ruangan ini sudah di bakar kita harus cepat keluar dari sini" Ucap Daniel "kau apa ada pintu lain? " Tanya Daniel


"Sa.. saya tidak tau tuan seperti nya tidak ada" Ucap Tisa, dia merasa takut karena ucapan Daniel


Daniel memeriksa HP nya mati "Sial kenapa di saat seperti ini" Ucap Daniel, dia memeriksa jendela namun semua jendela memiliki pagar besi, seperti nya ruangan ini sudah di pastikan akan jadi kuburan Ranti.


"Rocky periksa HP mu! " Teriak Daniel yang membuat Rocky berhenti mengguncang pagar besi itu


"Tidak ada singnal di sini* Ucap Rocky kesal


" Sial! " Teriak Daniel


Api segera menjalar terdengar suara api yang sudah mulai membakar ruangan itu asap juga sudah mulai memenuhi ruangan, Olivia hanya bisa memeluk ibunya.

__ADS_1


Tisa membantu mencari benda yang bisa di gunakan selagi masih bisa lihat di ruangan berasap itu...


"Ukhuk-ukhuk... sial apinya sudah mulai menjadi" Ucap Rocky panik.....


__ADS_2