MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG

MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG
Episode 91


__ADS_3

Arion masih memeluk Olivia, entah mengapa ada perasaan nyaman menghampiri sekujur tubuh nya, ada rasa enggan untuk melepaskan gadis yang sedang berada di pelukan nya itu.


Cukup lama Arion memeluk Olivia tiba-tiba mobil terguncang seperti nya melewati sebuah lubang, itu menyadarkan Olivia dan mendorong Arion.


Arion menatap Dion dengan tatapan tajam seakan ingin membunuh Dion karena menghentikan momen berharga untuk Arion.


Dion bergidik ngeri saat melihat wajah tuan mudanya dari kaca mobil *Oh , jangan biarkan tuan muda merampas bonus tahunan ku" Ucap Dion dalam hati.


Seketika Olivia duduk menjauh dari Arion jarak yang sangat jauh, Arion menatap tajam Olivia "Apa kau sedang meledek ku! " Ucapan Arion seketika membuat Olivia bingung.


"Ti... tidak mana berani saya meledek tuan" Ucap Olivia dengan gugupnya, dia tidak memiliki keberanian untuk meledek Arion, tapi mengapa Arion berkata seperti itu.


"Lalu? kenapa kau menjaga jarak sejauh itu apa aku ini sangat bau! " Olivia terkejut mendengar ucapan Arion dia tidak menyangka Arion memiliki pemikiran seperti itu.


"Tidak tuan, tuan muda sangat wangi benar-benar wangi meskipun baru saja dari luar tuan masih sangat wangi" Ucap Olivia begitu saja tanpa berfikir panjang.


Dam perkataan Olivia mampu mengembangkan senyum di wajah tuan muda yang dingin itu meski hanya sekian detik "Benarkah!"


"aku bersungguh-sungguh tuan muda" Olivia memberikan ekspresi bersungguh-sungguh nya membuat Arion lagi-lagi tak tahan menarik ujung bibirnya melihat tingkah imut Olivia.


"Kalau begitu kemari jangan terlalu jauh! " Olivia hampir tersedak mendengar ucapan Arion yang tidak pernah Olivia bayangkan akan keluar dari mulut Arion sendiri.


Arion menatap Olivia, membuat Olivia tak dapat membantah ucapan Arion kemudian duduk lebih dekat dengan Arion.


Hal mengejutkan lagi-lagi terjadi, Arion menyenderkan Kepala nya di bahu Olivia "Tu..tuan" Ucap Olivia gugup


"Sebentar saja aku lelah" Hanya itu yang keluar dari mulut Arion, Arion memejamkan matanya, hanya sebentar dia sudah tertidur.


Olivia melirik ke arah Arion "Dia benar-benar tidur, seperti nya benar-benar lelah" Ucap Olivia dia berusaha tetap ada di posisi nya tidak ingin mengganggu tidur Arion.


Mobil tiba-tiba bergoyang mungkin melewati jalan yang sedikit tidak mulus, membuat kepala Arion hampir jatuh dari pundak Olivia, tapi Olivia dengan sigap menahannya dia bahkan menyentuh wajah yang selalu berekspresi dingin itu, "Wajah yang begitu lembut bagaimana bisa berekspresi begitu dingin setiap hari nya" Gumam Olivia yang di dengar oleh Arion sendiri. Arion sebenarnya sudah terbangun saat tubuhnya agak terguncang namun tak menyangka Olivia tetap. menjaga posisi kepalanya hingga menyentuh wajah nya.


Arion masih berpura-pura tidur dengan sesekali mencuri pandang wajah cantik yang sangat dekat dengannya itu.


Sampai akhirnya mobil telah masuk ke kediaman Mars. Olivia masuk bersama dengan Arion.


Membuat Rocky mengerutkan dahinya, sedikit berfikir lalu mengerti, Arion pasti membuat masalah untuk Alister *Alister kau tidak harusnya bersaing dengan sang penguasa, lebih baik kau segera mundur " Ucap Rocky dalam hati untuk Alister.


"Bagaimana ke adaan nenek? " Tanya Arion saat melihat Rocky turun dari tangga dan melihat ke arah mereka.


"Sudah sadar, dia sedang berbicara dengan Aric di dalam, aku turun untuk mengisi air" memperlihatkan teko yang dia bawa.

__ADS_1


Arion segera berlari meninggalkan Olivia dan Rocky sedangkan Dion tentu saja kembali ke kantor.


"Rocky" Olivia mengikuti Rocky yang berjalan ke dapur.


"Iya Olivia ada apa? " Rocky melihat ke arah Olivia wajahnya terlihat bingung seperti ada pertanyaan yang mengganjal hatinya.


"Apakah aku bisa keluar dari rumah ini setelah Nyonya angel siuman? " Tanya Olivia dengan ragu-ragu.


"Soal itu aku tidak bisa memastikan nya Olivia, ini semua tergantung bagaimana keputusan Arion" Rocky tentu saja tidak tau apa keputusan Arion, tetap mempertahankan Olivia atau malah membebaskan Olivia.


Olivia menunduk lesu "Aku mengerti kesalahan ayahku memanglah fatal, aku bersedia menanggung nya" Ucap Olivia tanpa ragu meski wajahnya menunjukkan ekspresi sedih.


Rocky mengusap kepala Olivia "Beruntung nya ayahmu memiliki putri sebaik kamu, tapi sayang sekali dia malah menyia-nyiakan nya"


Olivia tersenyum miris, perkataan Rocky tidak meleset sama sekali, dia tidak pernah di perlakuan layaknya seorang putri oleh ayahnya, apalagi setelah adiknya hadir di tengah mereka, bahkan kehidupan Olivia semakin hancur tak tersisa.


"Olivia" Suara akrab itu membuat Olivia buru-buru pergi dari sana, Rocky melihat Andreas benar-benar tidak mau menyerah dengan Olivia.


Andreas ingin mengejar Olivia tapi di tahan oleh Rocky "Biarkan dia sendiri, dokter Andreas bisakah kau memberinya waktu! dia sudah memiliki banyak beban pikiran jangan kau tambah lagi, apa kau tidak kasihan? " Andreas terdiam ucapan Rocky benar-benar masuk ke dalam hati Andreas


*Apa aku menambah beban hidupnya? " Pertanyaan itu ada di dalam hati dan pikiran Andreas.


Di dalam kamar Arion menatap Aric yang tengah berbincang dengan Angel.


"Nenek" Suara itu mampu membuat Angel menatap pemilik suara dengan tatapan penuh kerinduan.


"Arion, kau melakukan yang terbaik sayang" Ucapan itu mampu membuat sang penguasa berjalan ke pelukan neneknya dengan mata yang sudah memerah.


Arion hanya diam dan memeluk nenek nya dengan penuh kasih sayang, begitupun nenek Angel dia melepaskan semua kerinduan nya pada cucu tersayang nya itu


Adegan itu berlangsung cukup lama, Arion sedikit meneteskan air mata nya dia sangat bersyukur orang yang sangat dia sayangi masih di berikan kesempatan untuk bangun dan bersama kembali dengan nya.


"Apa kau menangis? " Angel melepaskan pelukannya mengusap air matanya


"Pertanyaan macam apa itu nenek, aku tidak pernah menangis" Ucap Arion berbohong.


Angel tersenyum senang "Tapi seperti nya kau bertambah besar" Ucap neneknya


"Apa maksud nenek? memangnya aku anak kecil bisa bertumbuh lagi! " Arion menarik sebentar ujung bibirnya dia senang neneknya sudah bisa bercanda.


"Bukan begitu, nenek pikir saat nenek sadar nenek akan melihat tubuhmu yang semakin kurus tapi seperti nya kau bertambah berat badan" Ucap neneknya yang merasa Arion tambah berisi.

__ADS_1


"Bagaimana dia tidak tambah gemuk nenek, ada seorang sandera yang membuatnya tambah gemuk" Sindir Rocky sambil menaruh teko isi air di meja kecil di samping ranjang.


"Siapa yang kau sebut gemuk? kau ingin ke Afrika!! " Menatap tajam Rocky, membuat Rocky bergidik ngeri.


"Haha ayolah brother aku ini hanya bercanda" Rocky merangkul saudaranya itu dengan senyum.


"Rocky siapa sandera yang kau maksud? " Ucapan Rocky membuat nenek Angel penasaran, apa yang terjadi selama dia tidur.


"Nenek dia hanya bercanda" Ucap Arion yang tidak ingin neneknya berfikir


"Apa sandera yang kau maksud Olivia? " Aric menebak dengan tepat, karena Rocky mengacungkan jempol.


"Olivia? Arion jawab apa yang terjadi? " Angel bertanya dengan tegas.


Arion sangat patuh kepada neneknya dia tidak bisa berbohong dan melakukan trik hanya pada neneknya saja "Dia anak Mario Harris" Ucap ragu Arion


"Bagaimana dia ada di sini kau membawanya paksa? " Arion hanya diam, bukan dia tidak berani membantah neneknya dia hanya Tak ingin kesehatan neneknya tidak stabil.


"Kau diam, kalau begitu Rocky ceritakan semua yang terjadi" Ucap tegas nenek Angel.


"Nenek, ini kenapa jadi Rocky"


"Bicara atau kau ke Afrika" Ucap angel yang tau Rocky paling tidak mau di kirim ke sana.


"Ini akan panjang" Rocky menggosok tengkuknya yang tak gatal


"Aku mampu mendengarkan sepanjang apa pun ceritamu" Angel memang di kenal tegas sebagai seorang nenek dan dokter, tapi dia sangat menyayangi kedua cucunya itu.


"Baiklah" Rocky menceritakan awal mula Olivia datang dan menerima beberapa siksaan secara fisik dan mental, menceritakan keterlibatan Olivia dalam pertemuan Arion dan sang mama, tidak ada yang terlewat Rocky menceritakan dengan detail apa yang Olivia alami.


Arion hanya diam, dia baru menyadari betapa kejamnya dia pada Olivia saat mendengar cerita Rocky.


Sedangkan Aric merasa kasihan terhadap Olivia yang hampir saja kehilangan kesucian nya dengan 20 bodyguard.


Angel mengusap bulir air mata yang menerobos keluar "Rocky, panggil Olivia kemari" Ucap Nenek Angel.


Apa yang akan terjadi?


terus baca jangan lupa, like, komen, rate, gift dan vote ya kak


Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2