MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG

MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG
Episode 218


__ADS_3

Pagi menyapa, Arion bangun terlebih dulu senyuman di wajahnya melebar saat dia melihat wanita yang dia cintai masih berada di pelukannya.


Arion menyibak rambut yang sedikit menutupi wajah istrinya itu, Arion kemudian mengecup kening Olivia, membuat Olivia terbangun karena merasakan sebuah sentuhan.


"Selamat pagi boo" Ucap Olivia saat matanya sudah mulai terbuka dan melihat sosok Arion di depannya.


Olivia sedikit tersenyum membuat Arion mengernyitkan dahinya "Apa ada yang lucu di wajah ku? " Tanya Arion yang merasa dirinya sedang di tertawa istrinya.


Olivia dengan cepat menggelengkan kepalanya? "Tidak ada apa-apa? " jawab singkat Olivia.


Arion menarik pinggang Olivia membuat jarak mereka semakin habis bahkan Olivia bisa merasakan sapuan nafas dari Arion "Lalu apa yang kau tertawakan? "


Olivia tertawa kecil "Aku menertawai kita, dulu kita bahkan tidak bisa saling menatap tapi sekarang aku bisa menatap mu begitu dekat "


"Olivia apa kau membenci aku yang dulu? " Wajah Arion berubah menjadi masam dia seperti sedang menyesal.


Olivia menggelengkan kepalanya "Kita sudah membahasnya, kau melakukan itu karena kau membenci orang yang menyakiti nenekmu, wajar saja jika saat itu kau tidak berfikir dengan jernih"


"Aku terlalu terburu-buru hingga menempatkan mu ke dalam bahaya, andai saja Rocky tidak ada mungkin saja aku akan mencelakai mu"


"Sudah ku bilang jangan menyalahkan dirimu, boo, yang lalu biarlah berlalu" Olivia mengecup sebentar bibir Arion untuk menenangkan Arion.


Arion yang mendapat kan kecupan di bibirnya pagi-pagi tentu saja membalas kecupan itu menjadi morning kiss yang sangat hot.


"Boo, Jangan-jangan lakukan lagi" Ucap Olivia saat merasakan tangan Arion sdang bermain di bawah sana.


"Kenapa, aku ingin menebus kesalahan ku di masa lalu" Arion sudah mulai menggoda Olivia.


"Ta.. tapi tidak dengan cara ini, emmmhh" Olivia merasa sesuatu menjalar di tubuhnya.


"Tentu saja harus dengan cara ini, jika menebusnya dengan cara ini kita bisa mendapatkan bonus Arion junior" bisik lembut Arion.


"Kyaaaa ka.. kau mesum" Ucapan Olivia menahan arus yang mengalir ke tubuhnya.


"Kau sudah mengatai ku mesum, jadi lebih baik aku menunjukan seberapa mesumnya aku" Arion menyerang Olivia dengan membabibuta tanpa ampun Arion menerobos pertahan Olivia membuat Olivia melenguh berkali-kali karena Arion benar-benar menyerang Olivia sampai akhirnya Olivia terkapar lemas di bawah Arion sedangkan Arion terus bermain jungkat jungkit hingga membuat Olivia Melenguh untuk kedua kalinya kali ini Arion melenguh bersama dengan Olivia menandakan mereka berdua sudah mencapai puncak dari kenikmatan pagi hari ini.


Karena olahraga pagi yang dia lakukan Olivia berakhir terlambat ke dapur dan tidak membantu apapun.

__ADS_1


"Rania maaf aku tidak membantu mu memasak" Ucapan Olivia tidak enak pada Rania.


"Tidak masalah aku tau kau sangat sibuk hehe" Ucapan dan tawa Rania itu seperti sedang meledek Olivia membuat wajah Olivia memerah.


"Ak.. aku tidak sibuk" Ucap Olivia polos.


"Kau sibuk, sibuk membuat tuan muda kecil" Ucapan Rania seketika membuat wajah Olivia seperti udang rebus yang baru saja matang.


"Ra.. Rania apa yang kau katakan"


"Hahaha, Olivia Olivia" Rania gemas dengan sikap malu-malu Olivia, tapi tanpa Rania tau mata emang sedang mengawasi nya dan bahkan berjalan ke arahnya.


"Aku lihat kau terlalu santai Rania! apa aku harus mengembalikan mu ke camp pelatihan! " Mendengar ucapan Arion Rania sampai tak sanggup menelan ludah nya karena merinding dengan ucapan dan tatapan tajam Tuan nya itu.


"Boo apa yang kau lakukan jangan pindahkan Rania" Olivia menatap suaminya itu.


"Kalau begitu kurangi berbicara saat bekerja " Tatapan tajam Arion itu masih mengalah pada Rania membuat Rania mengerti.


'Bohong tatapan itu, Jangan-jangan tuan cemburu padaku yang bercanda dengan Olivia? ' Rania bertanya pada dirinya sendiri. "Baik tuan maaf saya akan menyelesaikan pekerjaan saya" Rania segera memindahkan masakannya ke meja makan, Olivia ingin membantu namun tangannya di tarik oleh Arion.


Mereka semua sudah berkumpul di ruang makan, semua orang makan bersama


Setelah makan Aric ,Daniel, Arion dan Olivia bersiap untuk berangkat menjenguk Rocky.


Sedangkan Fiona dan Alister memilih pergi untuk mendapatkan oleh-oleh untuk orang tuanya.


Dion sudah menunggu di depan rumah "Tuan kita berangkat? " Tanya Dion.


"Ya kau pergi dengan pak tua dan Aric, aku dan Olivia akan mengikuti kalian dari belakang"


"Baik tuan" Dion ingin duduk di belakang kursi kemudi namun di hentikan oleh Aric.


"Dion biar aku yang menyetir " Ucapan aric mendapat anggukan dari Dion.


Mereka melajukan mobil ke rumah sakit yang di tempati Rocky di sana Rocky selalu di pantau oleh Moreno dan Andreas.


Sesampainya di sana Andreas sudah menunggu mereka di depan ruangan Rocky. "Apa dia sudah lebih baik? " Tanya aric pada Andreas.

__ADS_1


"Masih sama dia hanya merespon sekedar nya tidak seperti Rocky yang dulu yang selalu ceria dan mencairkan suasana"


Jawaban Andreas membuat Olivia yang mendengar nya merasa iba. Arion juga hanya bisa menggenggam erat tangannya


"Apa kita bisa menemuinya? " tanya Aric


"Tentu saja, tapi lebih baik kalian bergantian untuk menemuinya" Ucap Andreas.


"Baiklah aku akan menemuinya dulu" Dion sangat ingin bertemu sahabat nya itu.


Andreas melihat ke arah Arion seperti menunggu persetujuan Arion, Arion mengangguk.


"Baiklah kau boleh masuk" Mendengar Andreas menyetujui permintaan nya Dion segera masuk.


Dion melihat pemandangan yang sama seperti yang dia lihat di komputer Arion, Rocky masih menatap jendela.


"Apa yang sedang kau lakukan?" Suara Dion yang tidak asing di telinga Rocky membuat Rocky menatap Dion sekilas.


"Kau sudah sembuh? " Pertanyaan Dion di jawab pertanyaan lain oleh Rocky.


"A, aku sudah membaik, tapi aku lihat kau yang sedang tidak baik"


"Apa yang kau katakan aku sangat baik"


"Baik apanya? kau bukan seperti Rocky yang aku kenal"


"Lalu apa aku terlihat seperti iblis? " perkataan Rocky itu tidak seperti Rocky yang sedang bercanda.


"Rocky berhenti terbelenggu masa lalu! "


"Aku tidak terbelenggu apapun" Dion berjalan ke arah Rocky.


Dion menarik kerah baju Rocky dan menyeret Rocky berdiri menghadap ke arahnya tiba-tiba buuuughhh... satu pukulan ringan mendarat di pipi Rocky "Kau seperti ini ingin membuat kami semua khawatir hah! " Teriak Dion yang sudah tidak tahan dengan sikap dingin dan cuek Rocky.


Bukannya marah Rocky hanya tersenyum dan mengusap ujung bibirnya "Kau ingin aku kembali menjadi Rocky yang bodoh, yang salah mempercayai orang atau yang membiarkan cinta pertama nya mati sia-sia" Rocky tersenyum sinis.


"Mereka seperti itu bukan salahmu! berhenti menyalahkan dirimu sendiri Rocky!! Berhenti bersikap bodoh! " Dion mencengkram pundak Rocky.

__ADS_1


__ADS_2