MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG

MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG
Episode 89


__ADS_3

"Te.. terimakasih" Ucap Olivia menerima makanan yang Alister berikan namun belum sampai Olivia mengambil kepiting itu, Arion sudah mengambil terlebih dulu.


"Kebetulan aku tidak tau cara memakan kepiting, kau bisa melayani ku " Ucap Arion menatap Olivia.


"Ba.. baik tuan" Olivia merasa takut dengan tatapan intimidasi dari Arion.


"Tidak perlu Olivia, tidak mudah bagimu untuk datang ke pantai dan makan di restoran ini, aku saja yang membantu kak Arion" Alister sengaja mengucapkan kalimat itu, agar Arion tau bahwa Alister tau banyak tentang Olivia.


"Aku tidak mau! kau layani aku! " Ucap Arion membuat Olivia mengangguk


"Dia bukan pelayanmu atau pun anak buahmu sekarang, ini bukan jam kerja " Alister tidak mau Olivia menuruti kemauan Arion.


"Dia adalah barang milik ku terserah ku menyuruhnya apa, Alister lihat batasan mu! " Olivia merasa sesak mendengar ucapan Arion yang selalu lagi-lagi menganggapnya barang, dia lebih suka Arion menyebutnya orangnya seperti tempo hari.


"Sudahlah, jika kak Arion masih saja ribut, Olivia maaf kita tunda makan nya" Menatap lembut Olivia membuat Arion semakin keras mengeratkan giginya.


Olivia merasa tidak enak dengan Alister yang susah payah membawanya kemari, dan memesan begitu banyak makanan "Alister kau makan saja dengan baik, aku akan membantu tuan dan kemudian makan" Olivia tersenyum memandang Alister mereka berdua saling pandang.


Di pikiran Arion kini merasa mereka berdua sebagai kekasih dan dia terlihat seperti orang ketiga, membuat Arion benar-benar marah.


Arion menatap Dion dengan tatapan tajam, sekali liat juga mengerti Dion berdiri dan mundur dari tempat duduknya. "Duduk di sini!! " Melirik kursi yang di tinggalkan Dion karena terpaksa.


"Kenapa duduk saja harus di atur! " Alister benar-benar menganggap remah Arion, perintah Arion ternyata mutlak bagi Olivia, tapi Alister juga tidak ingin menyerah kesempatan nya masih ada belasan jam lagi.


Olivia terlihat berpindah dan duduk di samping Arion, membuat Alister juga segera pindah ke depan Olivia sebelum tempat nya di duduki Dion.


Melihat Olivia dan Alister saling berhadapan membuat Arion lagi-lagi menelan kemarahan , ingin sekali dia menghajar Alister yang menatap Olivia penuh kasih sayang itu.


"Kupas kan udang untukku! " Arion ingin membuat Olivia sibuk dan tidak ada waktu untuk melihat Alister.


Olivia mengupas kan Udang untuk Arion, dengan cepat satu buah udang berhasil Olivia kupas dan di letakan di piring Arion.


Arion dengan senang hati memakannya melirik Alister tentu saja untuk menunjukkan kekuasaannya, namun tak di sangka saat Arion menengok Alister baru saja selesai mengupas uangnya dan

__ADS_1


"Aa Olivia, ini untuk kerja keras mu mengupas kan udang untuk bos mu" Alister menyodorkan udang yang baru saja dia kupas ke pada Olivia, Olivia ingin menolak tapi ekspresi tulus yang Alister tunjukkan tak bisa membuat Olivia mengecewakan nya.


"Te.. terimakasih " Olivia ingin mengambil udang itu tapi tak di sangka Alister berdiri dan menyuapi nya langsung ke mulut Olivia.


"Bagaimana enak? " Tanya Alister dengan senyum yang menghiasi wajahnya, berbanding terbalik dengan wajah Arion yang di penuhi amarah, pemandangan barusan mampu membuatnya merasakan sesak yang teramat tidak nyaman


"Enak ini enak" Olivia benar-benar merasa udang itu enak, berbeda dengan udang yang pernah dia makan, mungkin karena udang itu masih fresh.


"Tentu saja, karena udang nya aku sendiri yang menyuapi nya untuk mu" Alister mencoba menggoda Olivia membuat wajah Olivia tersipu merah, sama dengan Arion yang kini wajahnya merah tapi merah padam menahan amarah.


Dion hanya bisa diam, menelan dengan susah payah saliva nya dan berdoa * Ya Tuhan jangan ada pertumpahan darah di sini" Dion baru pertama kali melihat wajah tuannya begitu marah.


Br aaakk........


Arion tidak tahan lagi dia menggebrak mejanya membuat semua makanan. Olivia ketakutan melihat ekspresi yang Arion tunjukkan, dia sampai bergidik ngeri.


"Dion ayo pergi" Akhirnya Arion tidak tahan lagi melihat kemesraan yang Alister tunjukkan untuk Olivia "Dion! apa kau tuli ayo pergi! " Dion sudah berdiri dan berjalan ke arah Arion tapi Arion masih mengucapkan kalimat yang sama dua kali Mungkin ucapan ini untuk Olivia namun Olivia ternyata tidak mengerikan maksud Arion.


"Hati-hati di jalan kak Arion" Alister dengan senang hati melihat kepergian Arion dia bahkan melambaikan tangannya.


Sedangkan Olivia memilih menundukkan wajahnya tatapan tajam yang Arion lakukan padanya tadi membuat Olivia merasa dingin di sekujur tubuhnya *Dia benar-benar marah, tapi apa yang membuatnya semarah itu? " Olivia bertanya dalam hatinya.


Setelah kepergian Arion, Olivia menatap beberapa udang yang jatuh di meja karena gebrakan Arion "Bagaimana ini " Melihat makanan yang berserakan di meja.


"Tidak usah khawatir kita bisa memesannya lagi, kita pindah meja dan biarkan pelayan membersihkan nya ok" Alister mengatakannya dengan tenang.


"Tidak usah kita masih bisa memakan yang ada di piring" Udah Olivia yang tau seberapa mahalnya makanan ini, gajinya di rumah sakit selama sebulan mungkin belum bisa membayarnya.


"Ini terlalu berantakan untuk di sebut meja makan, kita pindah" Ucap Alister yang ingin memberikan yang terbaik untuk Olivia.


Olivia hanya diam saat, alister mengangkat tangannya kepada pelayan, menyuruhnya membersihkan nya dan juga memesan menu baru di meja baru.


"Pesan menu yang sama seperti in.. " Ucapan Alister tidak selesai saat Olivia sudah berbicara lagi.

__ADS_1


"Satu porsi kepiting dan udang, dua piring nasi " Olivia tidak ingin menghabiskan banyak uang Alister


"Kenapa hanya dua porsi? apakah cukup? " Alister khawatir jika tidak bisa menyenangkan Olivia.


"Ini sangat cukup Alister" Olivia tersenyum hangat.


Alister tersenyum bahagia saat nanya di sebut oleh Olivia tanpa embel-embel tuan ataupun tuan muda


"Olivia panggil namaku lagi? " Alister berharap namanya di sebut lagi oleh Olivia


Namun Olivia sendiri tidak sadar menyebut nama alister begitu akrab, mungkin Olivia merasa alister bisa jadi teman yang baik seperti Rocky jadi membuatnya tidak sadar menyebutkan nama Alister.


"Tidak ada yang perlu di ulangi" Ucap. Olivia malu, Alister tersenyum dia tentu tidak ingin memaksa Olivia


"Tuan pesanan nya bagaimana? " Pelayan itu tidak tahan melihat keakraban mereka yang terlihat seperti kemesraan untuk pelayan jomblo ini.


"Seperti yang Nona ini pesan"


pelayan itu segera pergi menyiapkan pesanan yang di pesan Alister dan Olivia, lumayan cepat makanan itu sudah datang.


Olivia dan Alister makan dengan tenang, setelah selesai makan Alister segera membayar, saat keluar dari restoran


"Biar aku membayar setengah nya " Ucap ragu-ragu Olivia, meski Olivia tau dia akan kehabisan banyak tabungannya tapi dia merasa tidak enak untuk makan cuma-cuma makanan yang begitu mahal.


"Tidak perlu, jumlah ini bahkan tidak mengurangi uang yang aku kumpul kan" Ucap Alister.


Sekilas Olivia melihat jumlah n yang berdebat begitu panjang di total nota itu dia menelan saliva nya dengan susah payah " Tapi " Olivia ragu untuk melanjutkan ucapan nya


"Aku tidak perlu uangmu Olivia, temani saja aku hari ini " Alister mengusap lembut kepala Olivia.


Adegan itu di saksikan sang penguasa yang tengah memantaunya "Berani sekali dia menyentuh kepalanya! apa tangannya ingin aku patah kan" Ucapan Arion yang ternyata belum pergi. Dion hanya bisa diam dan berharap dirinya tidak menjadi sasaran amarah tuan mudanya.


__ADS_1


Hai kakak reader sambil nunggu aku up bisa baca karya aku yang baru tamat ini ya, di jamin seru, yang suka action, romantis, cewek kuat wajib banget baca, menu komplit pokoknya


TERIMAKASIH


__ADS_2