
"Tunggu apa maksud perkataan mu paman? " Aric menatap penuh selidik
"Ekhemm ak.. aku itu.. itu maksudku" Daniel gugup tak berujung membuat Angel bersuara
"Tunggu jangan katakan laki-laki yang merebut kesucian ibunya Olivia adalah paman? " Aric menatap tajam menunggu sebuah kejelasan dari Daniel
Daniel menunduk lesu bagaimana lagi dia tidak bisa menyembunyikan kebenaran nya, Dia akhirnya hanya mengangguk lemah tanpa bersuara
"Astaga paman laki-laki pengecut yang tidak bertanggung jawab itu kau, kau benar-benar membuatku malu" Aric bahkan menjilat ludahnya sendiri teringat akan dirinya yang membanggakan keluarganya, ternyata laki-laki brengs*k itu pamannya sendiri
"Aku ingin bertanggung jawab tapi aku tidak menemukannya" Jawab Daniel dengan malu-malu
"Bagaimana bisa paman kau tidak menemukan nya" Aric tidak yakin dengan kecerdasan Daniel yang setara dengan Papa nya hal mustahil jika tidak bisa menemukan seseorang kecuali. Daniel tidak serius mencarinya "Apa kau tidak serius mencarinya? "
"Aku sangat serius mencarinya, tapi sama sekali tidak bisa menemukan nya" Ucap Daniel
"Wajar saja, justin pernah mendengar rumor setelah pertunangan kakak kandung Mario Harris menghilang dan Mario Harris kembali dengan Olivia dan ibunya bahkan data kakak Mario Harris menghilang setelah kematian ayah dan ibu Mario Harris" Ucap Angel
"Jadi Olivia kemungkinan besar adalah keponakan Mario Harris tapi bagaimana dia begitu tega dengan keponakan kandung nya sendiri" Daniel merasa tidak Terima dia mengeratkan tangannya kuat mungkin saja jika Mario Harris ada di hadapannya akan terbaring dengan satu pukulan yang menyimpan dendam kuat itu
"Kenapa tidak tega, paman kemungkinan besar kematian kakak ayah dan ibunya Mario Harris itu atas ulahnya" Tebak Aric dengan mendengar cerita dari neneknya
"Mungkin saja, aku akan mencari tahu dengan detail tentang keluarga Harris ini" Ucap Daniel
"Apakah perlu bantuan ku? " Tanya Aric menawarkan diri
"Tidak perlu" Daniel tentu saja tidak ingin martabatnya jatuh dua kali di depan keponakan nya
"Bagus ketemukan kebenaran nya dan jangan lupa untuk bertanggung jawab paman" Ledek Aric yang sebenarnya masih tidak menyangka orang yang dia katai seorang pengecut adalah pamannya sendiri
"Tentu saja! kali ini aku tidak akan melepaskan wanitaku dan anak ku" Ucap Daniel yakin dan langsung menganggap Olivia anaknya
__ADS_1
"Paman kau melakukan dengan baik" Aric memberikan jempol pada sikap Daniel yang langsung menganggap Olivia putri nya hanya karena ibunya Olivia cinta satu malam nya
"Tentu saja aku akan menjaga mereka dengan baik aku tidak akan melewatkan mereka lagi" Daniel tersenyum penuh arti dan berdiri sembari berlalu pergi tanpa
Aric menatap punggung Daniel dia merasa terketuk hatinya ada rasa ingin memperjuangkan cintanya tapi dia tidak mau merusak persaudaraan nya dengan Fiona karena Aric tau jika dia maju itu percuma saja karena orang yang Fiona cintai adalah Arion
Angel terlihat mulai mengantuk karena hari sudah semakin larut, Aric melihat neneknya yang sudah di landa kantuk "Nenek istirahat lah aku akan pergi" Ucap Aric
"Baiklah, kau juga jangan begadang" Ucap angel yang mendapat anggukan dari Aric
Di sisi lain Arion menaiki mobilnya bersama dengan Andreas "Kau punya mobil sendiri bukan" Ucap Arion yang masih merasa Andreas adalah saingan nya
"Apakah kau benar-benar jatuh cinta dengan Olivia? " Andreas ingin memastikan sesuatu
"Apa kau belum lama mengenalku! apa kau buta! " Ucap kesal Arion
"Aku melihat nya" Ucap Andreas yang kemudian diam tak banyak bicara dia sedang bergulat dengan dirinya untuk meyakinkan melepaskan Olivia untuk Arion sahabat nya
Arion pun sama tidak ingin banyak bicara dia langsung saja mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang
"Arion seperti nya kita di ikuti " Ucap Andreas yang mulai mengencangkan sabuk pengaman nya
Arion yang sedari tadi hanya melihat ke depan dan tidak menghiraukan ke adaan belakang akhirnya menatap spionnya dia melihat beberapa mobil mengikutinya
Namun bukannya panik Arion malah tersenyum "Akhirnya kau menggigit umpan ku Mario Harris" Arion sudah memprediksi nya, karena dia sudah menyuruh Dion untuk membuat pesan Anonim kepada orang-orang di dunia bawah bahwa Rocky wakil Arion telah mengalami kecelakaan kebakaran di rumah sakit jiwa dan pelakunya sudah di amankan.
"Tunggu apa maksud nya ini Arion? Mario Harris? ayah Olivia ada apa ini? " Andreas merasa bingung dia tidak tau menau apa yang sedang terjadi
"Tenang saja kau hanya perlu tenang kau tidak akan mati" Arion sangat percaya diri dia hanya perlu membawa mereka semua ke markasnya
"Tunggu kita hanya berdua " Andreas melihat banyak mobil jika di hitung itu ada 4 atau lima mobil yang mengikuti mereka
__ADS_1
"Tidak masalah" Ucap Arion santai
"Arion kau lihat mereka menambah kecepatan nya " Andreas mulai sedikit merasa aneh
"He tunggu apa mereka ingin menangkap ku? punya nyali apa mereka berani menantang ku" Ucap Arion sombong
"Arion kau lebih baik jangan meladeni mereka tambah kecepatan nya " Andreas memberikan saran pada Arion
"Baiklah aku tau kau tidak bisa membantu rival mu untuk bertarung " Ucap Arion sembari menginjak pedal gas menambah kecepatan mobilnya
"Apa kau bilang, Arion meski kita menyukai wanita yang sama bukan berarti aku akan mengorbankan persahabatan kita! hanya saja mereka berjumlah banyak dan tidak tau membawa senjata atau tidak" Ucap Andreas menjelaskan kenapa dia ingin Arion melajukan mobilnya ketimbang berhenti dan melawan
Arion tersenyum dia tau Andreas akan berkata seperti itu karena bagaimana pun hanya Andreas yang bisa begitu dekat dengannya selain Rocky saat pertama kali dia menginjakkan kaki di keluarga Mars
"Ini bukan waktunya untuk tersenyum bukan" Andreas melihat senyuman yang sama saat pertama dia berkata akan menjadi sahabat nya sewaktu mereka kecil
"Tidak bisa menambah kecepatan lagi" Ucapan Arion berbarengan dengan laju mobil yang semakin lambat
"Tunggu apa maksud mu? Arion kau tidak akan menyerah bukan? " Tanya Andreas
"Ambulu senjata di bangku belakang ada di bawah jok, ambil senjata yang bisa kau pakai" Ucap Arion
"Tunggu.. tunggu dulu kau tidak akan berhen... " Ucapan Andreas terhenti saat suara tembakan dan suara ban meletus terdengar
Doooooorrr... Duaaarrrrrrr...
Mobil yang Arion kendarai sedikit oleng namun masih bisa Arion kendalikan mereka berhenti dengan selamat
"Ck! mereka ingin menjemput ajal mereka benar-benar manusia bodoh! " Ucap Arion sombong dia melepaskan jasnya menggulung kemejanya.
Andreas dengan cepat mengambil senjata untuk nya dan Arion "Apa aku masih bisa melakukan nya" Andreas sudah lama tidak berlatih menembak semenjak dia fokus dalam dunia kedokteran
__ADS_1
"Jangan menjadi beban untuk ku!" Ucapan Arion terdengar meremehkan tapi sebenarnya sedang memberikan sahabat nya itu semangat
"Siapa yang akan menjadi beban siapa? " Ucap Andreas sembari tersenyum senyuman yang sama saat dulu mereka masih sering berlatih bersama dua singa tidur sudah terbangun