
Sejenak Olivia merasa bingung, ada rasa takut untuk mendekat pada Arion, dia tidak siap untuk menerima perlakuan kasar lagi dari Arion, namun di satu sisi Olivia ingin membantu Arion.
Akhirnya Olivia memutuskan untuk membuatkan teh hangat, Olivia membawanya perlahan.
"Tu.. Tuan di minun dulu" Ucap Olivia memberikan teh nya pada Arion.
"Taruh saja".
" Tuan minumlah sedikit agar kau merasa lebih baik"
Olivia menyodorkan cangkir berisi teh hangat itu namun tak di sangka Arion memegang tangan Olivia dan mengarahkannya untuk membantu dia minum.
Olivia merasa canggung, namun dia tetap memegang Cangkir itu.
Bel pintu kamar berbunyi, membuat Olivia bergegas menaruh cangkir itu dan berlalu meninggalkan Arion.
*Ada apa dengan Tuan Muda dia bersikap sangat aneh" Ucap Olivia dalam hati, merasa perlakuan Arion dari tadi sangat aneh. "Atau mungkin ini karena dia mabuk? " Gumam Olivia sembari membuka pintu.
"Ah Tuan Dion, ada apa? " Tanya Olivia saat melihat Dion berada di depan kamar hotel itu.
"Ini obat pereda mabuk untuk Tuan, kau bantu minumkan" Ucap Dion sembari memberikan obat kepada Olivia. Dion yang mungkin sedikit lelah tanpa sengaja menjatuhkan obat itu sebelum Olivia mengambil nya. "Maaf aku cerobo..... " Ucap Dion terhenti saat tangannya menyentuh lembut tangan Olivia yang mengambil obat itu juga
Olivia terkejut karena menyentuh tangan Dion dia segera ingin berdiri tegak tanpa sengaja membentur wajah Dion
Duk.....
"Ah" Suara itu keluar dari mulut Dion yang langsung berdiri dan menutupi hidung nya yang terbentur
"Ma... maaf Tuan aku tidak sengaja benar-benar tidak sengaja" Olivia panik dia langsung mengusap hidung Dion yang terlihat merah setelah Dion membuka tangannya.
"Tidak.. Tidak.. Tidak masalah kau tenang saja"
"Tapi, maafkan kecerobohan ku" Ucap Olivia merasa tidak enak dan menarik tangannya dari wajah Dion
__ADS_1
"Tidak apa Nona lebih baik membantu Tuan sekarang"
"Tapi hidung tuan Dion? "
"Tenang saja aku baik-baik saja"
"Maaf sekali lagi aku minta maaf"
Dion menggeleng dan tersenyum, entah mengapa kini wajah Dion memerah.
"Jangan lupa pastikan tuan meminum obatnya"
"Ya aku mengerti, terimakasih Tuan Dion"
Dion hanya mengangguk dan pergi meninggalkan Olivia. di pertengahan jalan Dion menekan dadanya "Ada apa dengan ku apa sakit hidung bisa membuat jantung berdebar kencang? " Gumam Dion.
"Apakah tuan Dion baik-baik saja wajah nya sangat merah, apa kepala ku terlalu keras membentuknya? itu tidak mungkin hidung nya tidak mengeluarkan darah, atau tuan Dion juga mabuk? ah sudahlah jangan pikirkan lagi lebih baik aku pikirkan untuk membantu tuan muda meminum obatnya" Ucap Olivia yang bergegas untuk menghancurkan satu tablet obat itu, namun tiba-tiba terdengar suara benda terjatuh di kamar Arion.
*Apakah aku melakukan salah kenapa dia sekarang sangat menakutkan " Ucap Olivia dalam hati dia merasakan hawa mencekam menyelimuti nya.
*Wanita ini sangat pandai menggoda beraninya dia menyentuh wajah Dion dengan begitu tenang hah! benar-benar menjengkelkan!! "Arion menarik rambutnya
membuat Olivia semakin khawatir, " Ja.. jangan menyakiti diri sendiri tuan, tuan minum obatnya " Ucap Olivia yang tanpa sadar masih membawa satu tablet obat di tangannya. *Apa yang aku lakukan, aku tidak ingin di cekik lagi" Ucap Olivia yang dengan cepat malah memasukkan obat itu kedalam mulutnya.
Arion yang melihat itu menarik Olivia dan membuat mereka berciuman, membuat obat itu tertelan oleh Arion. Arion melepaskan ciuman nya dan terlihat ujung bibir nya tertarik, seketika suasana mencekam itu menghilang.
*Apakah tuan Arion tersenyum? apa dia mesum tersenyum setelah mencium? " Olivia berdialog dengan dirinya dalam hati.
Olivia segera menyadarkan dirinya dan mengambil puing-puing cangkir yang Berserakan. "Tuan kau beristirahatlah aku akan membereskan nya"
Arion hanya diam saja entah mengapa perasaan nya merasa lebih baik setelah merasakan bibir lembut dan manis milik Olivia
Olivia memungut satu persatu puing di lantai itu, tanpa sengaja tangannya tergores "Auu " Ucap nya membuat Arion menatap jari yang tergores dan berdarah itu.
__ADS_1
Arion yang sebenarnya tidak sepenuhnya mabuk segera membawa Olivia ke gendongan nya, membuat Olivia merasa bingung.
"Tuan ada apa? kenapa menggendong ku? " a Ucap Olivia
"Apa kau bodoh tanganmu terluka!! " Ucap Arion yang menurunkan Olivia di depan wastafel, dan memutar keran itu menjulurkan jari Olivia yabg terluka agar ter basuh oleh air.
"Tuan aku bisa melakukan nya sendiri, dan lagi ini bukan luka bakar Tuan, ini terasa perih sebenarnya cukup mengusapnya saja dengan antiseptik" Ucap Olivia membuat Arion merasa canggung, apa lagi posisi mereka kini sangat dekat.
"Aku tidak tau! " Ucap Arion yang merasa sedikit malu dan menjauh dari Olivia.
melihat wajah malu-malu Arion yang baru pertama Olivia lihat, Olivia tersenyum "Tidak masalah Tuan, tapi terimakasih telah mencemaskan luka kecil ini" Ucap Olivia dengan senyum di wajahnya
"Ha! apa kau pikir kau layak untuk aku cemaskan, aku hanya tidak ingin barang milik ku mempunyai bekas luka " Ucap Arion seketika merubah ekspresi nya. Meski Arion sebenarnya sangat senang mendapatkan ucapan terimakasih dari Olivia, tapi ke sombongan nya membuat nya tidak ingin mengakui perasaan senangnya dia malah mengucapkan kata-kata yang sebenarnya menyakiti hati Olivia.
*Bodoh sekali kau Olivia sejak kapan Tuan yang begitu angkuh itu perduli padamu" Olivia memaki dirinya sendiri
Olivia kembali ke kamar Arion untuk membersihkan serpihan cangkir itu, namun dia di tahan oleh Arion.
"Kau duduk saja sebentar lagi ada pegawai hotel yang akan membersihkan nya" Ucap Arion.
"Tidak perlu Tuan, aku bisa membersihkan nya"
"Kau berani sekali membantahku? apa kau pikir kita satu kamar lalu kau bisa menolak perintahku! " Arion sebenarnya khawatir jika jari Olivia terluka lagi, tapi cara memperlakukan Olivia sangat lah kasar, benar-benar buah tidak jatuh jauh dari pohonnya.
"Ma.. maafkan saya Tuan" Ucap Olivia langsung bersikap formal dia langsung beranjak pergi dari kamar Arion, dia menuju sofa yang ada di kamar itu, baru saja duduk petugas kebersihan hotel sudah memencet bel.
Pelayan itu segera membersihkan serpihan cangkir itu tanpa ada yang tersisa sedikit pun.
setelah selesai pelayan itu pamit, tanpa terlupakan Olivia mengucapkan terimakasih pada pelayan itu dengan wajah yang ramah di selimuti senyum yang menawan.
Arion yang melihat nya lagi-lagi merasa tidak senang *Bagaimana dia bisa tersenyum dengan semua orang dan dia tidak pernah tersenyum setulus itu padaku!" Arion menggenggam tangannya kesal atau lebih tepatnya dia merasa cemburu.
Olivia merasa dingin di balik punggung nya, dia menengok ke arah belakang nya dan melihat Arion menatap nya tajam, Olivia merasa merinding *Sebenarnya apa yang terjadi padanya? apa dia menderita bipolar? " Ucap perawat cantik itu yang merasa perubahan mood Arion terlalu cepat sebentar terlihat senang sebentar terlihat sangat marah.
__ADS_1