
Di sisi lain.
Para tuan muda itu berada di tempat pelatihan menembak milik Daniel.
Mereka tengah memilih senjata apa yang akan mereka pakai, karena Rocky membuat permainan siapa yang kalah dalam permainan menembak ini akan membayar semua tagihan malam ini.
Arion sudah duduk dengan tenang dia sudah memilih senjata untuk nya, Rocky melihat sepupunya itu sudah duduk.
"Kau yakin ingin menggunakan itu? " Tanya Rocky
"Jika kau mahir memakai senjata apapun kau akan menang! " Ucap sombong Arion, tapi kesombongan nya sepadan dengan kehebatan nya.
"Ya ya baiklah, aku tau kau sangat hebat tapi kita belum tau keahlian mereka mungkin lebih hebat dari mu? " Rocky sengaja mengatakan itu sebenarnya Rocky hanya ingin menguji siapa di antara Alister dan Arion yang lebih unggul.
"Ck! Meragukan ku apa kau ingin mati" Ucapnya dingin membuat Rocky dengan susah payang menelan saliva nya.
Mereka kini bersiap pada posisi nya dia orang pertama Daffin dan Davian, dilihat dari kasat mata pun sudah terlihat Davian yang lebih unggul dan benar saja tim pertama dimenangkan oleh Davian.
Tim kedua Alister melawan Arion, Asisten berjalan ke posisinya "Kak bisakah kita bertaruh berdua? " Ucap Alister pada Arion membuat Arion menatap Alister penuh curiga.
"Taruhan apa yang ingin kau tawarkan padaku! " Arion menatap Alister tidak suka.
"Jika aku memang biarkan aku mengajak Olivia satu hari penuh 24 jam bersamaku" Ucap Alister yakin sekali bahwa dia akan menang melawan Arion.
"Kalau aku yang menang bagaimana? " Arion tersenyum tidak suka pada Alister.
"Aku belum terpikirkan soal itu"
"Kau keliatan nya sangat percaya diri akan menang, Apa kau tau di atas langit masih ada langit" Sindir Arion.
"Baiklah, jika aku kalah ambil satu properti ku itu tidak masalah bukan? "
__ADS_1
"Boleh juga, kita lihat apakah satu malam yang kau inginkan bersama dengannya akan tercapai atau tidak" Arion memandang remeh Alister.
Arion mulai membidik sasaran begitupun dengan Alister, sasaran pertama cukup mudah satu buah semangka besar tentu mudah untuk membidik nya, satu persatu sasaran di ganti hingga kini satu buah jeruk di gantung dan di gerakan, mereka bersiap membidik buah jeruk bergerak itu.
Arion memperhitungkan gerakan jeruk begitupun dengan Alister, pelatuk di tarik bersama-sama dan
Door......
Dua tembakan terdengar bersama seperti satu suara, dan keduanya berhasil membidik jeruk itu membuat semua orang takjub
"Aku rasa mereka memiliki keahlian menembak yang setara, tapi kenapa mereka seserius ini, ini hanya latihan saja" Ucap Davian heran.
"Mereka tidak suka bercanda seperti mu kak" Kritik Daffin pada Davian
"Ck! mereka mungkin memiliki sebuah taruhan" Ucap Davian, mereka memang tidak mendengar taruhan yang di ucapkan oleh mereka berdua.
"Di antara kalian tidak ada yang menang" Ucap Rocky
"Pertandingan lain? kau mau pertandingan apa? " Tanya Rocky pada Arion.
"Menembak sangat mudah bagaimana jika kita bertanding memanah" Ucap Arion dengan sombong bagaimana pun dia menguasi semua teknik perlindungan diri.
"Tunggu pertandingan tidak akan adil jika lawan mu tidak menguasainya" Rocky tidak tau apakah Alister bisa memanah atau tidak.
"Ok, tidak masalah" Jawaban itu membuat Rocky terkejut tidak banyak orang di era ini mau mempelajari seni memanah Rocky pikir hanya Arion saja orang yang membuang waktu nya belajar hal yang hanya menjadi seni di era ini.
"Kau yakin? apa kau bisa? jujur saja aku tidak mempelajari memanah ini hanya seni tidak bisa di katakan bela diri"
"Itu otak kau saja yang bodoh, saat terdesak semua yang kita pelajari akan berguna! " Arion membuka suaranya seperti biasa kata-kata nya sangat tajam untuk sepupunya itu.
"Kebetulan aku orang yang suka tantangan mencoba hal baru tidak masalah, jadi memanah aku bisa melakukan nya" Ucap Alister seperti nya dia bersungguh-sungguh untuk memenangkan pertandingan di antara mereka.
__ADS_1
"Ok akan aku menyiapkan busur dan panahnya dalam waktu 20 menit bagaimana pun di siang tidak ada busur panah ini area untuk menembak dengan pistol" Sindir Rocky yang tak menyangka Alister sama dengan Arion sangat enggan untuk menorehkan kata kalah dan mengalah.
20 menit berlalu Rocky berhasil menyiapkan dua busur panah dan masing-masing 3 anak panah kali ini target mereka adalah papan target tentunya.
"Tidak ada siapa yang pertama memulai, kalian lakukan bersama di akhir aku akan hitung skornya" Ucap Rocky memberitahu rangkaian permainan nya
"Terserah! " Jawab dingin Arion yang mulai menjajal busurnya memantapkan posisinya begitupun Alister dia cukup meyakinkan mungkin ini juga akan menjadi pertandingan yang sangit
Rocky memberikan Aba-aba tembakan pertama.. Anak panah Arion mengenai warna kuning bagian dalam yang artinya Arion mendapatkan 10 poin sedangkan Alister mengenai papan target warna kuning bagian luar poin Alister 9. tembakan ke dua Arion mengenai papan target waran kuning bagian luar nilainya 9 sedangkan Alister mengenai papan target warna kuning bagian dalam yang artinya nilainya 10.
"Ini adalah bidikan terakhir jika anak panah kalian sama-sama mengenai papan target warna kuning bagian dalam, maka pertandingan di anggap seri" Teriak Rocky dan benar saja hasil akhir nya ada seri.
Alister tersenyum melihat Arion yang terlihat frustasi, dia selalu menganggap dirinya lebih dari semua orang tapi alasan kenapa di pertandingan ke dua Arion mendapatkan nilai 9, tanpa di sengaja tangannya terluka oleh anak panahnya sendiri membuatnya sedikit tidak fokus.
"Jadi haruskan kita melanjutkan permainkan kak Arion" Ucap Alister menantang.
"Kalian apakah akan bersenang-senang sendiri, bagaimana jika aku yang usulkan pertandingan 3 kalian ah mungkin pertandingan terakhir kalian" Ucap Davian tersenyum, senyuman nya penuh dengan arti.
"Boleh, pertandingan apa kak? " Tanya Alister dia yang paling muda tentu dia bertanya dengan sopan.
"Rocky kemari" Ucap Davian
Rocky berjalan ke arah Davian, Davian kemudian membisikkan sesuatu ke telinga Rocky, Rocky terlihat beberapa kali mengangguk mengerti membuat daffin, Arion dan Alister bertanya-tanya permainan apa yang Davian usulkan.
"Kenapa seperti wanita harus ber bisik-bisik!!! katakan saja apa yang ingin kita mainkan" Ucap Arion yang sebagai Gantelman tentu saja tidak suka tidak berterus terang dalam sebuah permainan.
"Kau akan tau setelah kita sampai " Ucap Rocky yang terlihat antusias.
"Ck! terserah sajalah! " Arion malas menanggapi lagi tingkah sok misterius Davian dan Rocky, Arion memilih berjalan lebih dulu meninggalkan tempat itu, melihat Arion berjalan keluar Alister mengikuti nya
"Kak, jika kau tidak mau mengikuti permainan yang kak Davian sarankan, bagaimana jika Tuan Muda Arion mengaku kalah saja, dan biarkan aku satu hari bersama dengannya" Ucap Alister lirih
__ADS_1
"Mimpi saja sang penguasa tidak pernah kalah atau mengaku kalah!, sampai sini kau paham? " Ucap Arion sombong.