MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG

MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG
Episode 116


__ADS_3

"Apa kau terkejut? " Ucap Olivia sembari memaksakan senyumnya ada mata yang mulai terlihat menyedihkan


"Siapa yang ada di sini? " Tanya Rocky dengan nada pelan tidak ingin menyinggung Olivia


"Ibuku" Ucap Olivia menahan air matanya dia sedikit menunduk


Deg....


Perkataan Olivia mampu membuat dada Daniel merasa tidak enak, *Apakah itu mungkin dia? tapi kenapa dia berada di sini? " Banyak pertanyaan melintas di pikiran Daniel rasanya, Daniel ingin segera berlari untuk melihat ibu dari Olivia itu


Dan benar saja tanpa sadar Daniel sudah berjalan masuk terlebih dulu, namun Rocky menarik Daniel "Paman kau mau kemana? " Tanya Rocky yang bingung dengan perubahan perilaku Daniel yang seakan terdorong untuk segera masuk padahal Daniel tau ini adalah rumah sakit jiwa.


Daniel menghentikan langkahnya dia tersadar dan melihat Rocky yang menahan nya "Aku hanya ingin ke toilet" Kilah Daniel yang dirinya sendiri juga baru menyadari kalau dia bergerak begitu saja.


"Paman di ruangan ibuku ada kamar mandi tersendiri paman bisa menggunakan nya" Ucapan Olivia itu mendapat anggukan dari Daniel


Mereka bertiga berjalan masuk ke rumah sakit jiwa Olivia menemui petugas yang merawat ibunya selama ini.


"Olivia kau datang " Sapa Tisa petugas yang menjaga ibu Olivia selama ini


"Iya Tisa, bagaimana keadaan ibuku? " Tanya Olivia yang sudah sangat merindukan ibunya


"Seperti biasa, belum ada perubahan signifikan" Ucapan Tisa


Tisa melihat kedua orang yang berada di belakang Olivia, tatapan yang seakan mencurigai Daniel dan Rocky, Olivia menyadari itu


"Dia adalah bos baruku, kau tidak perlu waspada mereka sangat baik sehingga menemaniku untuk bertemu dengan ibu ku" Olivia menerangkan keadaannya agar tisa tidak menaruh curiga


"Baiklah kita ke kamar ibumu" Ucap tisa dia sangat akrab dengan Olivia karena dia dan Olivia tidak berbeda jauh dalam masalah umur.

__ADS_1


Tisa berjalan lebih dulu bersama Olivia sedangkan Rocky dan Daniel berjalan di belakang mereka.


Mereka melewati berapa lorong, dan berjalan cukup jauh dari pintu utama rumah sakit, lebih tepatnya ruangan ibu nya Olivia ada di sisi terbelakang.


Daniel merasa kesal melihat apa yang ada di depannya dia merasa ruangan yang ibu nya Olivia tempati tidak ubahnya sebuah kandang hewan bahkan ini lebih buruk.


"Hei kau! " Ucap Daniel pada tisa ketika mereka berhenti di depan ruangan itu


"Tuan berbicara pada saya? " Entah mengapa Tisa merasa takut mendengar suara Daniel yang seakan terdengar marah


"Kau pikir aku bicara dengan udara! kenapa ibu nya di tempat kan di tempat terbelakang dan di penuhi semak belukar, bahkan kandang Harimau keponakan ku Lebih bagus dari ini! Ucap Daniel yang sudah tidak tahan ingin mengutarakan apa yang ada di pikiran nya


" So.. soal ini saya tidak tau menau tuan, pihak keluarga lah yang memilih tempat nya" Ucap Tisa merasa takut sehingga dia merasa gugup


Daniel mendengar penjelasan Tisa tentu saja reflek menengok ke arah Olivia, begitupun dengan Rocky.


"Ini semua adalah perintah Ayah lagi pula ini adalah tempat yang mampu aku bayar tuan, aku juga ingin tempat yang layak tapi aku memilih untuk memberikan pengobatan yang baik di banding tempat, karena selama ibuku di sini Ayah sama sekali tidak membantuku membayar biaya pengobatan ibu" Olivia menahan air mata yang sudah menggenang di pelupuk mata


"I.. ini tuan saya tidak bisa membantu, tuan harus membicarakan ini dengan pemilik rumah sakit, karena beliau yang bertanggung jawab" Tisa mengatakan apa yang harus Daniel lakukan, memang semua di kontrol langsung oleh pemilik rumah sakit.


"Sudahlah paman soal itu kita bicarakan nanti, saat ini lebih baik membawa Olivia bertemu ibu nya" Ucap Rocky yang menyudahi pembahasan tentang memindahkan ibu Olivia.


"Ya" Ucap singkat Daniel, di dalam hati Daniel sekarang merasa sangat tertekan dia takut apa yang dia duga selama ini salah, tapi dia juga takut jika apa yang dia duga benar, jika itu benar akankah bisa Daniel melihat penderitaan nya.


Tisa membuka pintu ruangan ibu Olivia di rawat baru saja di buka Olivia segera masuk dan memeluk wanita setengah baya yang duduk dengan tatapan kosong menatap ke arah depan dengan tangan dan kaki terikat


"Tisa, bagaimana ibuku bisa terikat? apa ada yang salah? ada apa dia sebelumnya baik-baik saja" Ucap Olivia terkejut terakhir kali ibunya tidak terikat seperti itu hatinya sangat sedih, dia tidak bisa menahan tangisnya saat memeluk ibunya erat


"Ma.. maaf Olivia pemilik rumah sakit kemarin memeriksa ibumu dan mengatakan kalau ibumu tiba-tiba mengamuk saat berbicara dengan beliau"

__ADS_1


" Mengamuk? ibuku tidak pernah mengamuk dia tidak mungkin mengamuk" Olivia tidak percaya, sebelum di bawa ke rumah sakit ibunya Olivia bahkan masih bisa berbicara dengan sadar tapi entah kenapa saat itu dia sering berbicara sendiri dan membuat malu ayahnya alhasil ibunya berakhir di rumah sakit jiwa ini.


"Aku juga tidak tau Olivia, beliau yang mengatakan dan melarang kami untuk melepaskan ikatannya" Jelas tisa


Rocky sudah masuk di ambang pintu, sedangkan Daniel terlihat masih ragu untuk melangkah kan kakinya untuk masuk


"Paman apa kau akan tetap di luar " Tanya Rocky, Daniel hanya diam kemudian dengan hati-hati melangkahkan kakinya masuk dan melihat dua wanita berpelukan wajah ibunya Olivia sedikit tertutup rambut sedikit membuat Daniel sedikit ragu, tapi karena penasaran dengan berani Daniel berjalan dan menyibak kan rambut ibunya Olivia


Dan benar saja Daniel terdiam seketika saat melihat wajah wanita yang ada di pelukan Olivia, wajah Daniel terlihat tanpa ekspresi


Di sisi lain, Arion dan Dion terus menyelidiki Susan dan akhirnya mendapat kan hasil, dia mendapatkan informasi kalau Susan berada di sebuah cafe


"Kita harus pasang alat pelacak pada Susan" Ucap Arion yang mendapati Susan yang berada di sebuah cafe untuk makan


"Caranya bagaimana tuan, dia mengenali kita, kita tidak mungkin bisa mendekatinya "Ucap Dion


" Rafael apa kau lupa dengan dia, dia selama ini hanya di camp rahasia Susan ini tidak akan pernah melihat Rafael" Arion mengorbankan Rafael untuk mendekati Susan "Hubungi dia kita bertemu di cafe tempat Susan berada."


Mereka akhirnya bertemu, Rafael masuk kedalam mobil Arion


" Tuan apa tidak ada cara lain, apa aku harus mendekati wanita seperti itu" Rafael bahkan sudah merasa jijik membayangkan dia harus menggoda Susan.


"Ada kau kembali ke rumah sekarang bawa adikmu keluar dari keluarga Mars dan aku akan menerima surat pengunduran dirimu! " Ucap Arion serius, Arion tau meski Rafael orang yang begitu susah di atur, tapi di dalam hatinya dia orang yang paling setia dengan Arion dan keluarga Mars


"Tuan jangan lakukan saya akan melakukan nya dengan cepat" Ucap Rafael dengan Rasa jijik menjalar di seluruh tubuhnya, Rafael tidak menyukai wanita yang sering tidur dengan banyak lelaki, dan dengan melihat sekilas wajah Susan Rafael pun sudah tau kalau Susan bukan perempuan baik-baik.


*Tuan Arion aku sudah bersumpah kalau bukan kematian aku akan selalu setia pada , karena saya berhutang nyawa pada anda, meski harus mendekati wanita menjijikkan itu aku akan lakukan " Rafael berbicara pada dirinya sendiri


#Hei kakak readers aku punya kabar nih, aku punya novel baru yang gak kalau seru dari ini judulnya JANDA MILIK TUAN MAFIA

__ADS_1


Silahkan mampir ya masukan ke dalam favorit juga


__ADS_2