MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG

MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG
Episode 69


__ADS_3

Arion kemudian menarik tangan Olivia dan berjalan pergi.


"Hei, kau mau kemana? " Tanya Rocky pada Arion uang berjalan melewatinya.


"Apakah kau bodoh! tentu saja pergi berbelanja" Jawab Arion tanpa berhenti


"Tunggu dulu, Arion aku ikut kau tidak mungkin familiar dengan kota ini bukan, sudah banyak yang berubah" Ucap Aric


Arion menghentikan langkahnya, menengok kepada Aric "Aku ini punya ingatan yang bagus" Ucapnya sombong.


"Keras kepala!! " Teriak Aric


Fiona langsung berjalan dan melepaskan tangan Arion dan Olivia "Aku juga ikut, aku akan menunjukan jalan, kau tidak keberatan kan? " Menengok ke arah Olivia yang menggelengkan kepalanya, Fiona menarik tangan Olivia menggantikan tangan Arion.


Arion menatap tidak suka pada Fiona "Apa-apaan gadis ini" Gumam Arion, Arion berjalan dan ingin merampas kembali tangan Olivia namun Aric lebih dulu merangkul pundak Arion.


"Biarkan wanita berjalan dengan wanita, beri kebebasan pada Olivia jangan membuatnya tertekan atau dia akan semakin menjauh dari mu" Ucap Aric yang membuat Arion mengurungkan Niatnya.


"Hei, namamu Olivia bukan?, Aku Fiona" Fiona memulai perkenalannya dengan Olivia.


"Saya Olivia" Ucap Olivia sopan dan tersenyum.


"Apa kau kekasih kak Arion, seperti nya dia sangat peduli padamu


Olivia tersenyum kaku *peduli? aku hanya sebuah barang miliknya, peduli yang dia maksud hanya takut barangnya rusak" Ucap Olivia dalam hati, bagaimana hal itu yang selalu Arion ucapkan.


"Tidak mungkin, Nona Fiona salah mengartikan, saya ini hanya salah satu perawat di rumah sakit nya, saya bertugas menjaga Nyonya angel, dan karena suatu kesalahan saya berakhir ikut ke sini" Olivia yang tau Fiona sangat tertarik pada Arion menjelaskan semuanya Agar tidak menjadi salah paham, karena Olivia tau kecemburuan wanita sangat menyeramkan.


Mendengar penjelasan Olivia, Fiona sedikit mengembangkan senyumnya, dia merasa Olivia gadis yang jujur dan tidak akan berbohong.


"Emm aku mengerti, Olivia bisakah kau memanggilku Fiona, sebutan Nona ini aku tidak menyukai nya" Ucap Fiona tersenyum pada Olivia.


"Saya tidak berani, Nona adalah kerabat dari Tuan Rayyan, tidak pantas untuk saya memanggil"


Fiona menghentikan langkahnya "Panggil Fiona atau aku tidak bergerak" Ucap Fiona.

__ADS_1


Olivia tersenyum dia melihat gadis di depannya sangat imut "Baiklah No eh Fiona aku akan mencoba nya".


"Bagus sekarang kita Adalah teman" Fiona mengangkat tangan Olivia dan tersenyum ke Arah Olivia.


Arion yang sedari tadi melihat tingkah dua gadis di hadapannya hanya bingung, namun senyuman Olivia membuatnya sadar mungkin membiarkan Olivia bersama Fiona adalah hal benar.


Sedangkan Aric juga menatap dua gadis di depan nya, namun arah matanya tertuju pada Fiona, senyuman Fiona tak kalah lembut dengan senyuman Olivia, tanpa sadar dua tuan muda itu tersenyum menatap dua gadis cantik di hadapannya.


Aric berlari mendahului Fiona dan Olivia "Tunggu aku akan mengambil mobil" Ucap Aric


Aric kini sudah berada dalam mobil, dan menghentikan mobilnya di hadapan Fiona, Olivia dan Arion.


Fiona ingin Naik di jok belakang namun, Arion menahan pintu mobil itu "Kau duduk di depan!! " Ucapnya singkat menatap Fiona


"Tidak mau! " Ucap Fiona tegas dan membalas tatapan Arion.


"Aku bilang kau duduk di depan" Arion sedikit berteriak


"Kakak Arion, aku tidak mau apa kau tidak dengar" Ucap Fiona tak kalah keras.


Aric tersenyum melihat sikap Olivia yang termasuk bijaksana, "Kau tidak suka keributan? " Tanya Aric


"Bukan begitu, mereka berdua ingin duduk di bangku belakang, bukankah harus bagiku untuk mengalah" Ucap Olivia yang membuat Aric tertawa ternyata pikiran Olivia sederhana itu, dia tidak tau maksud dari dua orang yang sedang bertengkar di belakang.


"Arion Fiona, segera masuk hari akan semakin siang jika kalian terus berdebat" Ucap Aric.


Arion masuk ke dalam mobil, Fiona tersenyum senang saat dia bisa duduk berdua di jok belakang bersama Arion.


Aric melajukan mobilnya ke sebuah supermarket terdekat.


"Kenapa tidak menyewa koki terbaik saja, kita tidak perlu repot berbelanja" Ucap Arion yang baru menyadari jika belanja adalah hal merepotkan dan baru kali ini dia melakukan nya.


"Kak Arion ini adalah makan keluarga menjamu keluarga dengan makanan kita buat itu akan terasa ketulusan nya" Ucap Fiona.


"Heh! menyewa koki juga sama halnya, kita juga mengeluarkan uang untuk itu" Ucap Arion.

__ADS_1


"Tidak bisa bicara dengan orang keras kepala" Ucap Fiona.


"Lalu siapa yang akan memasak, tidak mungkin Mama bukan? " Ucap Arion mambuat Fiona terdiam.


" Tuan jika tidak keberatan aku bisa membantu" Ucap Olivia.


"Ada beberapa pelayan di rumah, aku juga bisa membantu jika di perlukan " Ucap Aric sekilas tersenyum pada Olivia.


"Benar kakak Aric jago membuat disert, Parfait yang kakak buat sangat enak, Olivia kau harus mencoba nya" Ucap Fiona, dia seperti sedang menjodohkan Aric dengan Olivia dengan menunjukkan sisi baik Aric.


"Benarkah, bisakah mengajari resep nya padaku Tuan, i.. itu jika Tuan tidak keberatan" Olivia tiba-tiba merutuki ucapannya bagaimana bisa dia meminta Aric mengajarinya, Aric dan Arion adalah satu kasta, dia tentu saja tidak memiliki kualifikasi untuk belajar dari Aric.


"Boleh, aku tidak keberatan, hanya sebuah makanan sederhana, aku belajar karena Mama menyukai makanan itu" Ucap Aric yang memang mempelajari membuat makanan manis karena Mama nya menyukai nya.


"Tidak perlu Tuan, aku hanya asal bicara" Ucap Olivia yang tidak ingin berada lebih jauh dengan keluarga Arion dan Aric, dalan hati Olivia sebenarnya dia ingin segera pergi dari genggaman Arion.


"Kenapa tiba-tiba tidak mau? " Ucap Aric yang melihat dari kaca, Arion menatap nya tidak suka, Aric menghela nafasnya.


"Olivia ini kesempatan bagus, kau bisa belajar dari seorang jenius" Ucap Fiona yang seperti nya terus mendekat kan keduanya.


Sampai akhirnya Aric memarkirkan mobilnya, "Kita sudah sampai" Ucap Aric yang segera turun.


Mereka berempat berjalan masuk ke supermarket tentu saja, mereka berempat membuat semua mata mengagumi ketampanan dan kecantikan mereka.


"Bagaimana jika kita berpencar, katakan saja apa yang harus kami beli" Ucap Fiona


"Baiklah kalau begitu, Olivia kau bisa membeli makanan untuk menu pembuka dan makanan, utama, kita juga bisa melakukan barbeque bersama, Davian sangat menyukainya" Ucap Aric


"Aku mengerti " Ucap Olivia mengangguk dia melangkah pergi, tanpa bicara Arion mengikuti Olivia dari belakang.


Membuat Fiona ingin mengejarnya, tapi Aric menahan tangan Fiona, "Kau mau kemana? kau imut dengan ku" Ucap Aric.


"Kakak Aric kau tau betapa lama aku menunggu dia pulang? aku tidak mungkin membiarkannya berjalan dengan wanita lain? " Fiona menggembungkan pipinya


"Masih banyak waktu untuk mu bersama Arion, kau jangan khawatir" Aric mengusap kepala Fiona, sepintas terlihat wajah Aric yang kecewa, namun segera merubah ekspresi nya dan tersenyum

__ADS_1


__ADS_2