
"Seperti nya aku tau sesuatu" Ucap Rocky yang membuat Arion menghentikan langkahnya menatap Rocky seakan meminta pertanggung jawaban atas perkataan nya
Tapi Rocky tidak menghentikan langkahnya dia malah melewati Arion begitu saja, membuat Arion kesal dengan tingkah seenaknya sepupunya itu hanya Rocky yang mampu bersikap begitu terhadap nya.
"Sialan dia tidak berhenti" Gumam lirih Arion yang kemudian melanjutkan langkahnya
Sesampainya di dalam markas, Rocky, dion, Andreas dan Arion memilih berada di ruang rahasia dulu, selain untuk berbicara Andreas mau mengobati tangan Arion yang terluka dengan benar.
Andreas mencari kotak pertolongan pertama itu tentu saja ada di ruangan rahasia di sana juga banyak obat yang Arion pesan dari Andreas
"Ternyata kau terluka? " pertanyaan Rocky ini terdengar meledek di telinga Arion
"Kau sedang meledek ku! kau pikir aku bisa bertarung dengan tenang saat dokter tidak kompeten dalam bertarung ikut bersamaku" Ucap Arion yang menyalahkan Andreas
Rocky sebenarnya tau Arion mungkin terluka karena lengah mengkhawatirkan Andreas karena bagaimana pun Andreas bukan petarung ulung
"Ya maaf saja, profesi ku ini dokter bukan tukang pukul! " Ucap Andreas sembari membalut luka Arion, Andreas tentu saja sadar kenapa Arion bisa terluka
"Hahaha aku pikir kalian akan menjadi musuh setelah Arion membawa ibumu" Rocky mengatakan apa yang ada di pikiran nya dengan terus terang itu membuat suasana menjadi canggung, Andreas bahkan berhenti sejenak saat membalut luka Arion.
Dion menyenggol Rocky, membuat Rocky sadar ini bukan waktunya membahas itu
Andreas menghela nafasnya "Arion, aku punya permintaan" Ucap Andreas yang membuat Arion mengangguk
Di pikiran Arion mungkin Andreas ingin dia membebaskan ibunya malam ini "Kau ingin aku membebaskan ibu mu? " Ucap Arion
"Tentu saja, tapi tidak malam ini berikan saja dokter untuk merawat tangan dan kakinya yang patah, biarkan dia merenungkan kesalahan nya malam ini" Ucap Andreas hanya dengan ini dia bisa meneduhkan rasa bersalah nya pada Olivia dan juga tidak mengurangi rasa hormat pada ibunya
Semua orang terkejut mendengar ucapan Andreas, mereka semua tidak menyangka Andreas akan begitu tegas pada ibunya, tapi mereka pikir pilihan Andreas itu benar, tidak akan ada efek jera jika langsung membebaskan ibunya Andreas
"Aku mengerti aku akan menyuruh anak buah Rafael mengobati ibumu" Ucap Arion di antara ank buahnya ada juga yang memiliki keahlian medis bahkan lulusan kedokteran, Andreas mengangguk
Setelah Andreas selesai mengobati Arion mata Arion menatap Rocky masih menunggu penjelasan Rocky yang mengatakan tau sesuatu
Rocky menelan ludahnya kasar melihat tatapan Arion "Hei jangan menatapku seperti itu"
"Lalu katakan apa maksud mu tadi" Ucap Rocky
__ADS_1
"Dia adalah pengawal Georgi, aku beberapa kali melihat nya bersama dengan Georgi" Ucap Rocky membuat Arion mengepalkan tangannya
"Dia benar-benar cari mati, sepertinya kita harus menangani dia dulu" Ucap Arion menatap dion
"Baik tuan, semua data tentang kecurangan perusahaan tuan Georgi sudah saya temukan"
"Lakukan seperti yang kita rencana kan" Ucap Arion tersenyum penuh arti
"Tunggu apa yang kalian rencana kan, apa kalian lupa ada orang di belakang Georgi" Ucap Rocky
"Aku pikir orang ini sama seperti ku dia akan tidak akan memelihara sampah" Ucap Arion yang yakin dengan langkahnya ini
"Terserah kau saja, lalu orang tadi bagaimana? " Tanya Rocky
"Kau mengingat kan ku pada sesuatu, periksa seluruh tubuhnya, aku ingin dia tetap hidup" Ucap Arion
"Tuan... tuan" suara Rafael terdengar mengetuk pintu dengan panik, Rocky segera membukakan pintu
Saat melihat Rafael Arion menghela nafas "Apa sudah mati" Ucap Arion membuat semua terdiam
"Be.. benar tuan, dia menggigit lidahnya sepertinya ada racun yang di tanam di sana" jelas Rafael
"Panggil anak buah mu yang ada di camp pelatihan, perketat markas kita, ikan sudah memakan umpannya" Ucap Arion tersenyum penuh arti "Ya meskipun sayang sekali aku sudah susah payah membawanya ke markas ku tapi malah sia-sia" Arion bersikap seperti korban, tapi sesungguhnya dia sudah memperhitungkan itu
"Malam ini seperti nya harus tidur di sini" Ucap Arion yang kemudian melangkah ke sebuah pintu di ruang rahasia itu
"Kau ingin tidur di sini?! " Tanya Rocky
"Tentu saja, aku tidak akan membiarkan dokter itu sendirian tidur di sini bukan" Arion tau Andreas tidak akan tega meninggalkan ibunya
Andreas tersenyum dia terharu akan sikap Arion yang masih sama terhadap nya, meski terlihat dingin dan tidak perduli tapi sebenarnya Arion sangat perduli pada mereka yang dia anggap berharga di hidupnya
"Rocky Siapakah futon kalian tidak akan tidur di lantai kan, aku juga tidak memaksa kalian untuk tidur" Ucapan Arion ini benar-benar tidak enak di dengar tapi apalah daya dia adalah keturunan si pahit lidah
"Berisik aku tau! aku juga tidak ingin tidur satu ranjang dengan mu" Ucap kesal Rocky dia tau Arion tidak akan membiarkan orang lain tidur di ranjang nya
Dion dan Rocky menyiapkan futon, Rafael berjaga di ruang bawah tanah lagi sedangkan Andreas tentu saja tidur di lantai di futon yang Rocky siapkan
__ADS_1
Malam sudah semakin larut Arion bahkan sudah selesai membersihkan dirinya dan bersiap untuk tidur Rocky sudah terlelap lebih dulu, Dion juga sudah mulai terlelap sedangkan Andreas masih terjaga
"Kau tidak bisa tidur? " Tanya Arion yang sadar Andreas belum tidur
"Arion, bisakah kau menjaga Olivia untuk ku? " Ucap Andreas
Arion menghela nafas "Untuk apa aku menjaga Olivia untuk mu, karena dia adalah milik ku menjaganya adalah tugasku" Jawab Arion tegas
Mendengar ucapan Arion Andreas tersenyum kecut "Bahagiakan dia"
"Sudah menjadi kewajiban laki-laki untuk membahagiakan wanitanya" Ucapan Arion itu terdengar seakan menyindir nya yang tidak bisa membahagiakan Olivia
Andreas terdiam, dalam diamnya dia berdoa untuk hubungan Arion dan Olivia *Olivia kau akan bahagia bersama dengan Arion, selamat tinggal Olivia maaf untuk kesakitan yang pernah aku buat" Ucap Andreas dalam hati
Mereka semua akhirnya tertidur...
****
Pagi menyapa, Arion, Rocky dan Dion sudah bersiap untuk pergi dari markas sedangkan Andreas sedang bersama dengan Rafael untuk melihat ibunya
"Andreas aku tidak menemani mu berjumpa dengan ibumu, ada hal penting yang harus aku lakukan" Ucap Arion
"Aku mengerti" Jawab Andreas
Arion, Rocky dan Dion bergegas meninggalkan markas, di dalam mobil
"Tuan kita kemana? " Tanya Dion yang menyetir
"Ke rumah sakit, tapi sebelumnya kita beli sesuatu" Ucap Arion yang kini terlihat mulai aktif
"Heh, jadi hal penting yang kau katakan adalah menjenguk Olivia" Ucap Rocky menyindir
"Berisik! tidak suka kau bisa turun! " Ucap kesal Arion, Rocky memang suka meledek Arion
Dion tertawa kecil melihat sahabat nya di marahi bosnya, membuat Rocky diam dari pada dia benar-benar di suruh turun.
Saat ini Arion sudah sampai di rumah sakit, dia melihat dua bodyguard masih berjaga di depan, namun saat dirinya membuka pintu. Mata Arion membulat sempurna melihat pemandangan yang ada di depan matanya, tangannya mengepal, rahang nya mengerat keras.
__ADS_1
#maaf ya kak beberapa hari ini up nya tidak teratur karena kesehatan ku menurun, terimakasih juga buat yang masih setia dan mendoakan saya Terimakasih banyak