MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG

MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG
Episode 79


__ADS_3

Mereka menempuh perjalanan cukup panjang, saat ini mereka sudah mendarat ke negara A tempat Arion di besarkan.


"Akhirnya bisa menginjakkan kaki kesini, Arion kau sangat kejam membuat keluarga Aditama dan keluarga besar yang lain tidak bisa menginjakkan kaki kemari" Keluh Devian saat mereka menginjakkan kaki di bandara negara A itu.


Arion hanya diam tidak berbicara, bagaimanapun saat itu dia benar-benar sangat membenci keluarga Aditama.


Dion telah menyiapkan beberapa mobil untuk mereka semua pergi ke rumah Arion.


Beberapa saat berlalu mereka semua sudah sampai di rumah Arion, Davian bertepuk tangan "Kau memiliki rumah tak kalah besar dengan milik paman" Ucap Davian.


"Ini rumah keluarga Mars bukan milik ku" Ucap Arion singkat


saat berada di depan pintu, pintu di buka oleh Andreas yang menggantikan bibi margareth yang membuka pintu.


"Kau sudah pulang? " Tanya Andreas kepada Arion tapi arah matanya mencuri pandang pada Olivia, Olivia menundukkan wajahnya tidak ingin bertatapan dengan Andreas.


"Ekhm!! minggir" Ucap Arion yang masuk menyenggol tubuh Andreas, tangan Arion pun tidak lupa Menggandeng tangan Olivia membuat Andreas mengepalkan tangannya.


Andreas menerka-nerka apa yang telah terjadi dengan Arion kenapa terlihat begitu lebih dekat dan lebih tenang saat bersama Olivia, sebelumnya dia sangat memusuhi Olivia.


Mereka semua duduk di ruang tamu bibi margareth di bantu Rania membuat minuman untuk semua orang.


Arion yang sudah merindukan neneknya tentu saja langsung menemui neneknya dengan Olivia yang masih berada di sampingnya.


Arion baru menyadari bahwa sepanjang jalan dia menggandeng tangan Olivia dia dengan cepat melepaskan tangan Olivia dalam genggaman nya "Kau jangan berfikir yang aneh-aneh aku tidak sengaja menggandeng tanganmu" Ucap Arion yang tanpa sadar langsung menggenggam tangan Olivia saat melihat Andreas berada di depannya tadi.


"Aku tau tuan" Olivia memilih tidak ambil pusing, dia juga tau posisinya dia tidak bisa protes atau pun mengeluh dengan setiap perlakuan Arion padanya

__ADS_1


"kalau begitu kau keluarlah aku ingin bicara berdua dengan nenek" Ucap Arion pada Olivia, kali ini ucapan Arion sedikit terdengar lebih lembut di telinga Olivia.


Olivia mengangguk dan pergi meninggalkan Arion dan neneknya berdua.


"Nenek apa kabar? maaf aku pergi telalu lama, kau baik-baik saja kan nenek?, aku sudah berbaikan dengan Mama dia juga baru saja sembuh jadi dia belum bisa menemuimu, aku harap nenek juga segera sembuh seperti Mama" Arion menggenggam tangan neneknya menciumnya mengusapnya ke pipi nya, inilah sisi anak kecil yang hanya Arion tunjukkan pada neneknya.


Arion terus berbincang dengan neneknya dia menceritakan semua hal yang terjadi, tak terkecuali perasaan yang dia anggap sebuah penyakit yang di turunkan oleh papanya.


Cukup lama Arion berbicara dengan neneknya hingga dia memutuskan untuk kembali ke ruang tamu.


Arion Turun dari tangga, Arion segera berdiri dan berjalan menghampiri Arion, "Arion bisakah aku bertemu dengan nenek" Ucap Aric yang ingin melihat keadaan neneknya.


"Aku juga" Ucap daffin dan Davian bersama-sama. dan langsung berdiri mendekat kearah Arion


"Jangan terlalu lama, jangan ganggu istirahat nya! " Ucap Arion "


"Ok kami mengerti" Tiga laki-laki tampan itu


Sedangkan Daniel dan Alister terus berbincang mengenai bisnis Alister yang dia kembangkan dengan Arion.


Arion melihat sekeliling mencari seseorang yang tadi dia suruh keluar, dia berjalan ke sisi dion yang memilih duduk menyendiri dengan laptop di tangannya, Dion memanglah penggila kerja sangat bertolak belakang dengan Rocky.


"Di mana dia? " Tanya Arion yang tiba-tiba pada Dion, membuat Dion sedikit bingung.


"Siapa tuan? " Tanya Dion Yang menghentikan pekerjaan nya, Arion menyesali keputusannya bertanya pada Dion.


"Sudahlah lanjutkan pekerjaan mu aku tidak mengganggu, setelah selesai kirim padaku akau akan mengeceknya"

__ADS_1


"Baik tuan " Dion kembali bekerja dengan serius sedangkan Arion memilih berjalan mencari seseorang yang dia cari.


Di sisi lain.


"Lepaskan aku! " Ucap Olivia berusaha menghempaskan tangan Andreas tapi tidak berhasil tenaga Olivia terlalu lemah di banding Andreas yang menggenggam nya lumayan kuat.


"Tidak akan, aku tidak akan melepaskan mu untuk kedua kalinya Olivia" Bukannya melepaskan Olivia Andreas malah memeluk erat Olivia. "Aku sudah tau semuanya Olivia, maafkan Ibuku, Olivia" Andreas memeluk dengan erat tubuh Olivia. Andreas merutuki dirinya bagaimana doa bisa tidak tau perbuatan yang ibunya lakukan pada Olivia, jika Dion dan Rocky tidak menemukan bukti transaksi ibunya dan Mario dia tidak akan tau jika ibunya membayar Mario untuk membuat Olivia menjauh darinya tanpa alasan.


Olivia terdiam saat ini dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan.


"Olivia aku tidak akan melepaskan mu, meski ibuku melarang ku"


"Lalu jika kau tidak melepaskan ku apa kau pikir aku bahagia? apa kau tau bagaimana ibumu memperlakukan ku" Olivia berusaha menahan tangisnya dia teringat saat ibunya mempermalukan Olivia di depan umum membuat Olivia harus pindah dari kampus yang sama dengan Andreas, bagaimana ibu Andreas membuat ayahnya memukulinya karena dekat dengan Andreas.


"Olivia aku minta maaf, aku tidak akan pernah membiarkan ibuku melakukan nya lagi, saat itu aku tidak tau apa-apa tapi sekarang aku berjanji padamu aku akan menjagamu Olivia aku berjanji" Andreas tidak memberikan ruang untuk Olivia melepaskan dirinya dari pelukannya "Olivia berikan aku kesempatan"


Air mata Olivia tak dapat terelakkan perlahan jatuh ke pundak Andreas "Ini sudah terlambat" Ucap Olivia dengan air mata yang tidak bisa dia bendung


"Tidak, tidak jangan katakan itu Olivia, aku mohon beri aku kesempatan aku sangat mencintai mu Olivia" Andreas tak kuasa menahan tangisnya dia memohon sungguh-sungguh


"Maaf aku tid.. " Ucapan Olivia terhenti saat Andreas mempererat pelukan nya


"Jangan katakan itu Olivia, aku sangat mencintai mu aku tau kau juga masih mencintai ku, aku mohon Olivia beri aku kesempatan" Ucap Andreas melemah dia benar-benar tidak ingin berpisah dengan Olivia lagi.


Olivia melepaskan pelukan Andreas "Maaf " Ucap Olivia sebelum pergi dia mengusap air matanya


"Olivia" Gumam Andreas melihat punggung Olivia menjauh

__ADS_1


*Andreas berpisah adalah hal baik untuk kita berdua aku tidak mau sesuatu terjadi padanya saat ibumu tau kita bersama" Ucap Olivia menghapus Air matanya


sedangkan seseorang dari tadi mengamati mereka berdua dia mengepalkan tangannya dadanya terasa sangat sesak apalagi melihat kedua orang yang menangis bersama seakan masih ada rasa yang tertinggal di hati keduanya "Kesempatan? tidak akan ada kesempatan kedua untuk hubungan kalian" Ucap laki-laki itu kemudian berjalan pergi


__ADS_2