MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG

MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG
Episode 136


__ADS_3

Cukup lama Aric berbicara dengan Mama nya, mamanya terus saja menyemangati Aric untuk mengungkapkan perasaan nya, hanya saja Aric merasa jika hubungan nya tidak berakhir baik, Aric takut persahabatan nya juga akan berakhir.


"Ma, biarkan Aric berfikir ma" Ucap Aric ingin mengakhiri obrolan yang membuatnya tersudut


"Baiklah Mama mengerti, sampai jumpa lusa jaga kesehatan mu, dan jangan lupa jaga baik-baik saudara mu dan nenekmu" Ucap Tiara sebelum mengakhiri telpon nya


"Mama juga jaga kesehatan Mama" Aric mematikan telepon nya, dan lagi setelah telepon itu mati layar HP nya lagi-lagi menunjukkan wajah cantik yang selalu ada dalam pikiran nya


"Fiona" Gumam lirih Aric di satu sisi Aric ingin memperjuangkan cintanya namun di sisi lain ada rasa takut kehilangan orang yang dekat dengan nya, mungkin itu pengaruh saat dulu dia dan Arion selalu bersama dan tiba-tiba saat dia sadar Arion sudah pergi, mungkin pengalaman nya yang membuatnya takut untuk kehilangan lagi apalagi setelah kepindahan Arion, Fiona lah yang menjadi teman baiknya


Aric menghela nafasnya panjang tidak tau lagi harus apa, dia menatap lama HP nya kemudian menekan kontak nama Fiona yang di ujungnya ada emoticon senyum


Aric memantapkan hatinya untuk mengetik sebuah pesan untuk Fiona


📱Aric: Aku tunggu kedatangan mu Fiona.


Setelah mengetik pesan itu Aric segera memasukkan HP nya kedalam sakunya dia terlalu takut untuk berharap Fiona membalasnya


Aric lebih memilih segera ke dapur untuk makan pagi, namun saat berada di ruang makan tidak ada orang sama sekali


"Bibi margareth di mana Rocky dan Arion? apakah mereka belum pulang? " Tanya Aric


"Belum tuan" Jawab singkat bibi margareth


Aric hanya mengangguk kecil dan kemudian menikmati sarapan yang sudah di siapkan


Setelah selsai sarapan dia membawakan sarapan ke kamar neneknya "Nenek kita sarapan lalu minum obat ya" Ucap Aric

__ADS_1


Nenek angel hanya menuruti perkataan cucunya setelah selesai sarapan dia langsung minum obat


Aric selalu berkomunikasi dengan Rocky dia tau apa yang terjadi dengan mereka dan Olivia jadi Aric memutuskan untuk ke rumah sakit.


"Nenek hari ini aku ada janji dengan Rocky nenek tidak apa-apa kan di rumah bersama Rania, aku sudah meminta rania menjaga nenek sebelum dokter Andreas tiba" Ucap Aric


"Apakah Olivia belum kembali? " Tanya Angel


"Mungkin besok nek, Aric juga tidak tau " Kilah Aric dia tidak ingin membuat neneknya khawatir bagaimana juga nenek angel sangat menyukai Olivia dan menyayangi nya


"Biarkan saja mungkin dia butuh liburan sedikit lama, kasihan sudah lama Arion mengurungnya di sini" Ucap Angel merasa kasihan pada Olivia yang menjadi korban saat dirinya terbaring koma.


Aric hanya mengangguk saja tidak tau harus berbicara apa, di pikiran Aric saat ini lebih baik pergi untuk menghindari banyak pertanyaan dari neneknya "Nenek Aric berangkat, nenek baik-baik di rumah, Rania akan segera kemari menemani nenek" Aric memeluk neneknya dan berlalu pergi


Aric berjalan keluar di sana sudah ada Dion yang di suruh Rocky untuk menjemput Aric


Saat Aric sudah naik ke mobil "Di mana Rocky? apa dia sudah di rumah sakit? " Tanya Aric


Dion menjalankan mobilnya menuju rumah sakit, Di perjalanan Aric mencoba membuka HP nya dia ingin melihat apakah ada balasan dari Fiona, ternyata Fiona hanya membalas pesannya dengan stiker bergambar ibu jari itu, melihat balasan itu Aric hanya menghela nafas *Seperti nya jalan ku akan sangat panjang" Ucap Aric dalam diamnya.


*****


Setelah Arion selesai menyuapi Olivia, Arion membantu Olivia meminum obat yang sudah perawat siapkan


Arion kemudian berjalan untuk mengambil kursi roda, Arion membawa kursi roda itu mendekat ke arah Olivia, itu membuat Olivia terkejut, tanpa aba-aba Arion lalu menggendong Olivia untuk duduk di kursi roda


"Emh tuan ini tidak perlu aku bisa berjalan sendiri" Ucap Olivia yang merasa canggung

__ADS_1


"Kakimu terkilir " Ucap singkat dan tegas yang keluar dari mulut Arion tidak bisa Olivia bantah.


Arion perlahan mendorong keluar kursi roda Olivia, mata Rocky membulat sempurna baru kali ini seorang tuan penguasa mendorong kursi roda yang di duduki oleh wanita.


"Kondisikan matamu! " Ucap Arion menatap tajam Rocky membuat Rocky bergidik ngeri, seperti nya Arion salah sangka, Arion pikir Rocky menatap Olivia


Rocky hanya berdecak, melihat sepupunya yang over protect kepada Olivia bahkan salah paham kepadanya.


Arion dengan perlahan mendorong kursi roda yang di naiki Olivia, Rocky mengikuti mereka dari jarak yang lumayan jauh agar dirinya aman dari prasangka tuan penguasa yang pencemburu.


Arion dan Olivia sudah sampai di depan ruangan ibunya Olivia, di sana sudah ada Daniel yang berpakaian layaknya perawat laki-laki dan menyuapi ibunya Olivia, itu membuat Olivia Arion dan juga Rocky terkejut dan heran


"Apa yang kau lakukan di sini pak tua! " Tanya Arion dengan nada dingin dan wajah datar


"Apa kau tidak bisa melihat! " Daniel masih tetap menyuapi ibu Olivia yang masih terlihat diam dan pandangan yang kosong


"Aku tau paman, tapi kau tidak perlu memakai baju perawat bukan? " Tanya Rocky to the poin


"Ck! itu urusanku mau pakai apapun! apa aku meminta uangmu untuk membeli ini" Ucap ketus Daniel, Daniel melakukan semua itu agar ibu Olivia tidak merasa terganggu akan kehadiran nya, Daniel pelan-pelan melakukan pendekatan kepada ibunya Olivia sampai ibunya Olivia sembuh dia akan berusaha dekat untuk mendapatkan hati Ranti, mau bagaimanapun pertemuan pertama mereka itu sebuah kesalahan untuk ibunya Olivia, tapi tidak bagi Daniel, bagi Daniel Ranti adalah perempuan terakhir yang mampu menggerakkan hatinya, maka dari itu Daniel akan sampai akhir memperjuangkan Ranti hingga menjadi miliknya seutuhnya dan di mulai dengan ketulusan bukan kesalahan.


"Tuan bisakah kalian meninggalkan kami berdua? " Tanya Olivia pada Rocky Daniel dan tentu saja Arion


Arion mengangguk di ikuti Daniel dan Rocky yang berjalan meninggalkan rungan Ranti, Olivia perlahan mendorong kursi rodanya dia pelan pelan berdiri dan duduk di tepi ranjang Ranti


"Ibu bagaimana keadaanmu? " Tanya Olivia dia tau ibunya tidak akan menjawabnya karena selama di rumah sakit jiwa ibunya tidak pernah merespon banyak hal


"Ol.. liv.. via.. " Gumamnya pelan namun masih bisa Olivia dengar, mata Olivia berbinar sekian lama akhir nya ibunya memanggil namanya meski matanya masih dengan tatapan kosong

__ADS_1


Olivia memeluk tubuh ibunya begitu erat, air mata tak lagi bisa Olivia bendung, ini adalah air mata bahagia "Ibu Olivia harap ibu akan sembuh dan tidak bertemu dengan ayah lagi" Bisik Olivia dalam pelukannya


Tiba-tiba Olivia terpikir apakah jika dia terus di rumah sakit dia dan ibunya tidak akan ketahuan oleh ayahnya, terbesit di pikiran Olivia untuk pergi jauh dari negara ini *Haruskah kita pergi" Olivia memiliki kekhawatiran sendiri dia takut ayahnya menemukan ibunya.


__ADS_2