MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG

MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG
Episode 115


__ADS_3

Olivia terus berusaha untuk tidur namun dia tidak bisa menghilangkan ingatannya tentang Arion yang seperti sudah menempel dalam pikiran nya?, akhirnya Olivia memilih untuk minum tapi ternyata air yang ada di kamar nya sudah habis, Olivia terpaksa harus ke dapur dan mengisi teko airnya


Olivia pelan-pelan membuka pintu dan menutupnya kembali dia berjalan ke arah dapur dan melihat Arion yang tengah duduk di ruangan makan.


Olivia yang melihat Arion kemudian ragu untuk melanjutkan perjalanan nya ke dapur, baru saja dia akan berbalik badan Arion sudah melihat nya.


"Kau menghindari ku? " Ucapan itu mampu menghentikan langkah Olivia


"Ma.. mana mungkin saya berani menghindari tuan" Ucap Olivia setengah gugup


Arion berjalan ke arah Olivia, tanpa sadar Olivia berjalan mundur, Arion juga tidak menghentikan langkahnya meski Olivia berjalan mundur


Tapi saat Olivia terus berjalan mundur dan hampir menabrak vas yang ada di belakang nya Arion dengan sigap menarik Olivia sampai ke pelukan nya dan hampir saja memecahkan teko yang ada di tangannya.


Sekian detik waktu seakan berhenti pada adegan saling pandang itu, kedua pasang mata itu seakan saling berkomunikasi membuat waktu seakan berhenti berputar sampai akhirnya


"Ekhemm apa aku datang di saat yang salah, baiklah aku akan kembali dan pura-pura tidak melihat apapun" Ucaoan Rocky mengagetkan Olivia dan Arion


Olivia yang terkejut akhirnya mendorong tubuh Arion namun karena gerakan itu


Pyaar.....teko air itu lepas dari tangan Olivia


"Ah aku memecahkannya untung saja tidak mengenai kaki tuan, tuan mundurlah aku akan membereskannya " Olivia sudah akan berjongkok untuk membersihkan nya tapi iya di tahan oleh Arion


"Rocky kau yang mengagetkan nya, kau yang harus membereskan nya" Arion menatap ke arah Rocky tatapan yang begitu menusuk


"Tunggu dulu kenapa harus ak.. " Ucapan Rocky terhenti saat dia melihat wajah Arion yang ingin menghabisinya itu, Rocky dengan terpaksa harus menyetujui permintaan Arion


"Tuan saya yang memecahkannya tidak perlu merepotkan Rocky" Ucapan Olivia itu mampu membuat Arion terlihat kesal, Olivia begitu santai memanggil nama Rocky itu membuat darah Arion mendidih


"Cepat bereskan! " Teriak Arion kencang pada Rocky membuat Rocky merinding sekujur tubuh sedangkan Olivia menyadari seperti nya Arion sangat marah


*Seperti nya tuan marah, apa teko itu sangat mahal? " Gumam Olivia dalam hati, dia pikir Arion marah karena sebuah teko


Arion menarik tangan Olivia membawanya dengan sedikit kasar, Olivia tidak bisa menolak tarikan yang begitu kencang itu


Rocky ingin melarang Arion, tapi melihat Arion yang saat ini Rocky percaya Arion tidak akan menyakiti Olivia


Arion membawa Olivia masuk dalam kamarnya dan menutup pintu kamarnya, ini membuat Olivia sedikit takut, dia teringat saat Arion dengan paksa merobek bajunya waktu di gudang saat itu.


"Tu.. tuan apa yang ingin kau lakukan" Ucapan Olivia ketakutan tubuhnya bahkan sampai bergetar

__ADS_1


Arion melihat itu dia menggelengkan kepalanya dan kemudian menyenderkan kepalanya di pundak Olivia yang sedikit bergetar itu "Olivia sampai kapan kau akan ketakutan terhadapku" Gumam lirih Arion, setiap ucapannya terdrngar sendu, dia benar-benar menyesali perbuatannya di masa lalu


"Bisakah kau sedikit mempercayai ku, bisakah kau menyebut nama ku seperti kau menyebut nama Rocky" Perkataan ini terdengar oleh Olivia membuat Olivia terdiam


"Keluar, aku tidak akan mengulanginya! " Teriak Arion setelah dia mengangkat kepalanya dari pundak Olivia


Olivia dengan cepat keluar dan menutup. pintu kamar Arion, ada perasaan sakit di hati Olivia melihat tingkah Arion yang seperti sedang frustasi.


Arion benar-benar frustasi karena keraguan Olivia yang masih besar terhadapnya."Olivia " Menatap pintu yang baru saja di tutup


Olivia memutuskan untuk kembali ke kamarnya tanpa minum satu gelas air pun, dia segera menutup matanya agar dia terlelap


Hampir satu jam Olivia menutup mata akhirnya kantung menyerangnya dan diapun terlelap


Pagi menyapa


Semua makanan sudah di atas meja, Olivia yang hari ini tidak berkerja dia kembali ke kamar dan bersiap untuk pergi dengan Rocky


Olivia menatap baju yang ada di tangan nya dia merasa tidak enak karena selama ini dia banyak memakai baju Rania, meski beberapa baju yang dia dapat saat berada di keluarga aditama tapi masih banyak baju Rania yang dia pakai


"Ada apa? tidak suka? kau hari ini bisa keluar aku memilih baju yang nyaman untuk mu" Ucap Rania yang baru saja selesai berganti baju


"Apa yang kau katakan, kita adalah teman jangan begitu sungkan Olivia" Ucap Rania


Olivia benar-benar terharu dengan sikap tulus Rania terhadapnya, Olivia memeluk hangat Rania "Terimakasih" Ucap Olivia menangis bahagia


"Hei jangan menangis, kau bisa memakai semua barang ku, kita adalah teman" Ucap Rania yang membalas pelukan Olivia "Cepat mandi takutnya tuan Rocky sudah menunggu mu" Ucap Rania


Olivia mengangguk dan segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya


Setelah selesai bersiap, Olivia keluar dari kamar dia berjalan dan melihat Rocky yang masih ada di ruang makan bersama dengan paman Daniel.


"Kau sudah siap? " Tanya Rocky yang melihat kedatangan Olivia


Olivia mengangguk "Sudah" jawab Olivia tersenyum


"Sebenarnya kau mau kemana? apa kau mau ke rumah mu? " tebak Rocky


"Kau akan tau saat kita sampai nanti" Ucap Olivia membuat Rocky penasaran


"Kalian akan pergi? " Tanya Daniel yang masuk dalam obrolan Rocky dan Olivia

__ADS_1


"Iya tuan" Ucap sopan Olivia


"Bagus kalau begitu, aku akan pergi bersama kalian, aku ingin ke rumah sakit" Daniel belum sempat membeli mobil baru, dan juga Alister pagi sekali sudah berangkat ke kantor, Daniel tidak bisa menyuruhnya untuk mengantarkan nya


"Ini" Olivia agak ragu dan melihat kearah Rocky, seperti nya Olivia tidak ingin banyak orang tau dia pergi kemana


"Paman, bagaimana jika kau memakai mobil Arion, di sini sangat banyak mobil" Rocky mengerti Olivia tidak akan nyaman jika Daniel ikut dengan mereka


"Tidak! Rocky apa kau tidak memperbolehkan ku menebang mobil mu?! " Daniel menatap Rocky tatapan yang mengintimidasi


"Ahaha tidak mungkin tidak boleh, paman kau boleh ikut mobilku " Rocky tertawa canggung


Olivia hanya bisa pasrah dia tidak bisa memaksa Rocky untuk menolak Daniel, Olivia tau jika Rocky menolak Daniel, dia akan dalam masalah.


"Olivia apa tidak masalah? " Tanya Daniel yang membuat Olivia tersenyum kaku "Tentu tidak Tuan"


Pada akhirnya mereka bertiga berada di mobil yang sama, dengan suasana yang sangat sangat canggung


Rocky menjalankan mobil nya, dia melihat danis sekilas "Paman ke rumah sakit mana aku harus mengantarmu? " Tanya Rocky


"Kau seperti nya sangat ingin aku cepat turun dari mobilmu! apa aku mengganggu kalian berkencan" Ucapan Daniel sangat menusuk


"Tidak kami tidak berkencan" Ucap Rocky dan Olivia bersama-sama


"Kalau begitu biarkan aku ikut kalian mau kemana, lagi pula aku masih memiliki banyak waktu untuk ke rumah sakit" Ucap dani


Rocky melihat Olivia dalam kaca mobil karena Olivia duduk di belakang, Rocky memainkan matanya seakan bertanya bagaimana ini.


Olivia merasa Daniel bukan orang yang jahat tidak masalah jika Daniel ikut, Olivia kemudian mengangguk menandakan memperbolehkan Daniel untuk ikut


"Kalian diam, apa kalian benar akan berkencan" Ucap Daniel


Olivia mengatur nafasnya "Tuan kami tidak ingin berkencan Rocky hanya ingin mengantarkan saya ke suatu tempat, jika tuan ingin ikut tidak masalah tapi tempat ini bukan tempat yang biasa" Ucap Olivia menjelaskan


"Tidak masalah" Jawab singkat Daniel


"Kalau tuan tidak keberatan tidak masalah jika tuan ikut" Olivia berbicara dengan sopan


Olivia menunjukkan jalan kemana mereka harus pergi, sampai akhirnya mobil yang Rocky kendarai berhenti


"Olivia ini? " Tanya Rocky seakan tak percaya melihat apa yang mereka kunjungi, Daniel pun hanya terdiam, sedangkan Olivia mengangguk dan tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2