
Setelah cukup lama mereka berciuman Arion kemudian melepaskan ciuman mereka "Jadi bisakah kita mengumumkan tentang pernikahan kita? " Pertanyaan Arion itu membuat Olivia terdiam
"Tidak" Ucapan Olivia itu membuat Arion membulatkan matanya jika jawabannya tidak bukankah itu menjadi titik awal lagi.
"Olivia bukankan kau bilang sudah menerimaku? " Tanya Arion yang kecewa dengan sikap Olivia itu.
"Tidak untuk di depan publik tapi di depan keluarga mu mungkin tidak apa-apa" Ucap Olivia malu-malu tapi jawaban itu cukup membuat Arion merasa tenang. Lagi pula untuk mengumumkan dong depan publik sekarang bukan waktu yang tepat karena Arion masih memiliki PR menemukan orang di balik Mario Harris yang mencelakai neneknya dan Aric.
"Aku mengerti kita mulai dari keluarga dulu, ini waktu yang tepat" Arion mengecup kening Olivia dan memeluknya pelukan yang begitu hangat membuat Olivia tak bisa untuk tidak membalas pelukan itu.
Mereka cukup lama di dalam mobil membuat Aleena yang sebenarnya sudah menunggu tidak sabar pada akhirnya gadis kecil itu berlari menggenggam tangan papanya dan berjalan ke mobil Arion dan mengetuk pintu mobil Arion.
"Kakak! tok... tok.. tok.. pa coba lihat di kaca kenapa kak Arion lama apa dia terjebak di dalam" Ucapan Aleena sangat masuk akal pasalnya mereka sudah lama parkir tapi tidak segera ke luar.
"Hm baiklah" Rayyan baru saja ingin mendekat dan melihat Arion namun tiba-tiba kaca di buka.
"Apa yang sedang kalian lakukan, Aleena minggir" Ucap Arion yang selalu dingin dengan orang lain.
Rayyan menarik putrinya pelan untuk menjauh dari pintu mobil, Arion akhirnya turun di ikuti dengan Olivia.
Melihat Olivia turun Aleena tentu saja langsung memeluk Olivia dan membawa Olivia untuk segera bermain dengannya. "Kakak apa kau baik-baik saja? aku pikir kakak dan kak Arion terjebak di dalam" Ucapan Aleena itu sulit untuk Olivia tanggapi.
"Tidak hanya saja ada yang kakakmu bicarakan" Ya sepenuhnya Olivia tidak bohongkan dia memang berbeda dengan Arion meskipun ada sedikit bumbu lain yang terjadi.
"Hee apa itu? apa yang kak Arion bicarakan apa dia mengungkapkan perasaan nya" Ucapan Aleena itu sangat tepat di tambah ekspresi menggemaskan dari Aleena benar-benar membuat pipi Olivia memerah.
"Apa yang kau bicarakan Aleena, kenapa kau masih kecil bicaranya seperti itu apa kau membaca buku aneh? " Olivia membawa Aleena ke gendongan nya.
Aleena menggelengkan Kepala nya "Tidak ada buku aneh Aleena hanya membaca novel Kontrak Nikah Tuan Mafia" Jawab jujur Aleena.
"Aleena seperti nya itu bukan bacaan untuk anak kecil " Olivia tertawa canggung bagaimana gadis yang harusnya belum lancar membaca itu malah sudah sangat pandai membaca malah sudah membaca novel seperti itu.
__ADS_1
"Aleena bukan anak kecil, Aleena adalah gadis jenius" Ucapan sombong Aleena itu sama persis dengan sifat sombong kakaknya mungkinkah keluarga Aditama memiliki gen sombong, itulah yang Olivia pikirkan sekarang sembari tersenyum kaku.
"Kakak mengerti tapi kurangi membaca Novel seperti itu ya " Olivia menurunkan Aleena dan mengusap kepalanya.
"Baiklah" Aleena mengangguk dengan senyuman yang menghiasi wajahnya.
"Apa yang kau lakukan dengan Olivia? " Tanya Rayyan dengan menatap putranya itu.
"Tentu saja melakukan hal yang harus pria lakukan" Jawab Arion sembarangan yang membuat Rayyan tiba-tiba memukul kepala putranya itu.
"Jangan memaksa nya melakukan hal yang tidak di sukai atau kau akan menyesal saat dia pergi darimu" Ucapan Rayyan ini berdasarkan pengalaman nya.
"Dia tentu saja bersedia karena dia adalah istriku" Ucapan Arion tanpa ekspresi itu membuat Rayyan menghentikan langkahnya membuat Arion berjalan terlebih dulu.
"Apa dia bilang istrinya, tunggu dulu bocah kurang ajar apa yang kau katakan itu benar" Pria paruh baya yang masih terlihat tampan itu berusaha mengajar putranya yang sudah berjalan semakin jauh darinya.
Arion sudah sampai di tikar tempat mamanya bersantai bersama nenek nya Arion melepaskan sepatunya dan duduk di samping mamanya.
"Ini semua karena anakmu yang hampir membuat jantung papanya lepas dari tempat nya! " Ucap Rayyan sembari mengatur nafasnya.
"Rayyan duduk dulu nak" Ucap Angel yang menyodorkan minum pada anak menantunya itu.
"Sebentar bu, Olivia Aleena kemari sebentar" Panggil Rayyan membuat Olivia terkejut entah mengapa dadanya langsung saja berdetak tak beraturan seperti ada firasat sesuatu akan terjadi.
"Baik!, Ayo kak papa sudah memanggil mungkin kita akan makan bersama" Aleena menggandeng tangan Olivia yang entah mengapa tiba-tiba menjadi dingin.
"Kakak kenapa tangan mu begitu dingin, apa kau sakit? " Tanya Aleena yang hanya bisa Olivia jawab dengan menggelengkan kepala.
Olivia tentu tidak mungkin menjawab tangannya dingin karena merasa gugup karena firasat nya mengatakan Arion sudah menceritakan masalah pernikahan dengan Papanya.
Aleena menarik tangan Olivia berjalan dengan penuh bahagia namun kringat dingin Olivia mulai bercucuran 'Apa yang akan tuan Rayyan dan Nyonya Tiara katakan, apa mereka akan menentang pernikahan kami? dan apa yang akan nyonya angel pikirkan tentangku? , Olivia apakah sebaiknya kau kabur' Ucap Olivia dalam hati.
__ADS_1
Saat ini Aleena sudah duduk di tengah nenek dan ibunya, sedangkan saat Olivia ingin duduk di samping Agel "Kau duduk di sana! " Ucapan Rayyan yang terdengar tegas dan menunjuk ke arah Arion.
Olivia duduk di samping Arion dengan wajah yang mulai memucat, Arion tau Olivia merasa gugup tapi Arion dengan sengaja menggenggam tangan Olivia membuat Olivia terkejut tidak hanya Olivia tapi Angel,Tiara dan Aleena pun karena baru kali ini Arion terang-terangan menggenggam tangan Olivia.
"Apa kalian sudah lihat" Ucap Rayyan yang terlihat kesal, membuat Olivia tidak berani menatap Rayyan dia takut tuan Rayyan tidak menyetujui pernikahan nya.
Aleena, Angel dan Tiara mengangguk bersama-sama "Arion jelaskan apa maksud mu tadi! Apa kau benar-benar sudah menikah dengan Olivia! " Ucapan Rayyan itu membuat ketiga wanita beda generasi itu terkejut.
"Arion apa yang di katakan papamu benar? " Olivia Menggenggam tangan Arion dan sedikit menggelengkan kepala karena gugup.
****
Rocky berlari lagi dia melihat sosok yang sudah lama hilang dari pandangan nya, Rocky berlari ke arah wanita itu menarik wanita itu dan memeluknya "Kau kembali? " Ucap Rocky saat dia berhasil memeluk wanita itu.
Wanita itu sedikit mendorong Rocky dan menatap Rocky perlahan dan kemudian tersenyum "Ya aku kembali" Ucap nya yang membuat Rocky tidak bisa menahan untuk memeluknya lagi sampai
"Ekhm Rocky" Sampai suara Dion menyadarkan Rocky dan melepaskan pelukan nya.
"Silvia kemana saja kau selama ini? " Tanya Rocky menatap Silvia dengan tatapan penuh kerinduan.
"Maafkan aku, aku pergi tanpa berbicara apapun" jawab Silvia dengan senyum di wajahnya.
"Kau terlihat banyak berubah ya! " Ucap dion yang membuat Silvia menatap kearah Dion.
"Tidak sama sekali tidak" Ucap Silvia yang sembari melambaikan kedua tangannya seperti gugup.
"Nah karena kau sudah kembali bagaimana jika kita makan bersama" Ucap Rocky yang merangkul Silvia dan membawanya pergi.
"Rocky apa kau lupa akan sesuatu kita masih ada pekerjaan" Ucap Dion mengingatkan Rocky.
"Hanya sebentar untuk melepas rasa rindu" Ucap Rocky yang sudah pergi membawa Silvia terlebih dahulu
__ADS_1
'Apakah dia bodoh! Rocky apa kau lupa siapa yang Silvia cintai? ' Gumam Dion dalam hati dan langsung mengikuti Rocky dan Silvia.