MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG

MENIKAH DENGAN PENGUASA SOMBONG
Episode 233


__ADS_3

"Nona Aleena" Panggil seseorang yang membuat Aleena dan Rocky menengok ke arahnya.


"Siapa? " Tanya Rocky pada Aleena


"Dia adalah..... " Ucapan Aleena tidak selesai


"Nona sedang apa di sini? apakah terpisah dari tuan Aric? " Ucap Zulfa yang melihat kiri kanan mencari keberadaan Aric dan tidak menemukannya.


"Aku tidak terpisah dengan kak Aric, hanya saja kami memang berpencar"


"Tunggu, nona berpencar dengan tuan Aric sendirian? bagaimana bisa, meski Mall ini milik keluarga Aditama tapi nona tidak bisa pergi sendiri" Zulfa terlihat khawatir dia memang selalu mengutamakan anggota keluarga Aditama sesuai dengan saran dan nasehat kakeknya.


"Dokter zulfa aku tidak sendiri, lihat" Aleena menunjuk Rocky yang berada tidak jauh darinya"


"Ah, Nona membawa bodyguard salah saya tidak tau, maaf Nona" Ucap zulfa menundukkan kepala pada Aleena tanda dia meminta maaf.


"Dia bukan bodyguard! " Bela Aleena entah mengapa Aleena tidak suka zulfa menganggap Rocky sebagai bodyguard nya.


"Ah bukan ya? " zulfa agak malu, dia masih saja tidak bisa memahami karakter orang baik-baik makannya dalam hubungan dia selalu mudah tertipu.


"Saya adalah sepupu jauh Aleena" Ucap Rocky yang akhirnya angkat bicara, agar tidak dikira orang mencurigakan.


"Ah maaf Tuan saya tidak tahu, saya dokter zulfa dokter keluarga Aditama" Zulfa memperkenalkan dirinya.


"Rocky" Ucap singkat Rocky, Rocky pun tidak menerima uluran tangan dari zulfa.


Zulfa mengalami hal yang sama dua kali, dia hanya bisa tersenyum terpaksa "Kalau begitu saya pergi dulu Nona Aleena selamat berbelanja" Zulfa memilih pergi, melihat sikap kakak Aleena dan sepupu nya sama dia tidak ingin berada dalam masalah.


"Ya, dokter juga selamat berbelanja" Ucap Aleena, entah mengapa Aleena senang Rocky tidak menerima uluran tangan Zulfa.


"Dingin, apa semua kerabat tuan Rayyan yang ada di luar negeri semua dingin" Zulfa bergidik setelah bergumam lirih


Rocky melihat kearah Aleena "Apa ada yang mau di beli lagi? " Tanya Rocky.


Aleena sebenarnya ingin membelikan Rocky pakaian namun Aleena merasa ragu dan berakhir tidak jadi, Aleena menggelengkan kepalanya "Tidak ada"


"Baiklah kalau begitu kita tunggu mereka di cafe saja" Ucap Rocky yang tidak suka berada di keramaian.

__ADS_1


"Baik" Aleena patuh, dia membayar apa yang dia beli, meski sebenarnya dia bisa mengambil tanpa membayar namun Tiara selalu mengajarkan untuk membayar meski itu milik kita sendiri, itu untuk mempermudah karyawan menghitung penghasilan kata sang mama.


Mereka berdua akhirnya memilih cafe yang berada di ujung dan sangat sepi.


Arion membawa Olivia ke toko perhiasan, bagaimanapun selera orang dewasa dan anak-anak berbeda jika Aleena hanya membelikan pakaian Arion tentu membelikan perhiasan mewah.


"Hadiah pernikahan bukannya untuk dua orang boo, jika membeli kalung kita hanya memberinya pada mamanya Fiona bukan" Ucap Olivia, yang membuat Arion mengangguk.


"Kau benar, kalau begitu beli untuk dirimu saja, hadiah nya bisa itu saja" Arion menunjuk pada patung kucing yang terbuat dari emas.


"Hmm, Boo apa kau sengaja membawaku kesini untuk membeli sesuatu? " tanya Olivia curiga.


"Tidak sengaja, hanya saja kebetulan kau bilang perhiasan tidak bisa di jadikan kado pernikahan jadi tidak ada salahnya menyuruh istriku untuk membelinya bukan" Ucapan Arion tidak bisa di bantah lagi.


"Aku sudah memiliki beberapa perhiasan dari mu, tidak perlu beli lagi" Ucap Olivia yang tidak di dengarkan oleh Arion yang sudah menunjuk satu set perhiasan.


"Cobalah, ini terlihat bagus" Arion memberikan satu set perhiasan dengan bertahtakan Red Diamond.


"Boo ini tidakkah terlalu mencolok? " Tanya Olivia


"Boo" Olivia tersipu malu


"Baiklah bungkus ini, dan patung di sana" Ucap Arion pada pelayan yang sedari tadi melayani mereka.


Saat Olivia melihat bukti pembayarannya matanya hampir melompat keluar "Boo kau yakin membuang uang sebanyak ini hanya untuk satu set perhiasan ini, ini bahkan lebih mahal dari patung kucing emas itu" Ucap Olivia yang melihat deretan nol itu.


"Kau pikir suami mu itu siapa sayang, bahkan 100 set perhiasan seperti ini tidak akan membuatku bangkrut" Ucap Arion dengan sombong. "Sayang sekali di sini tidak ada perhiasan yang memiliki Pink Diamond, jika ada aku akan membelinya"


Olivia punya firasat pink diamond yang Arion katakan itu harganya pasti lebih mahal dari apa yang dia dapat sekarang "Untung saja tidak ada" Olivia mengucapkan apa yang ada di pikiran nya.


"Tapi aku akan mencarinya di negara kita, di sini memang sedikit tertinggal"


Olivia tidak tau harus berkata apa lagi, suaminya memang kaya raya namun dia tidak ingin suaminya menghamburkan uangnya untuk nya, apalagi Olivia tidak terlalu suka memakai perhiasan yang mencolok 'Lebih baik cepat ganti topik Olivia' Ucap Olivia pada dirinya "Boo kita sudah berbelanja, bisakah kau menghubungi yang lain, mereka sudah selesai belum? " Ucap Olivia


"Aleena sudah selesai dia menunggu di cafe" Ucap Arion.


"Baiklah kita ke sana saja" Ucap Olivia menggandeng suaminya.

__ADS_1


Sesampainya mereka di cafe, Arion melihat Andreas yang terlihat kelelahan "Kau baik-baik saja? " Tanya Arion pada Andreas.


"A, aku baik" Ucap Andreas singkat,membuat Arion melihat ke arah Aric yang hanya senyum dan memainkan alisnya.


"Baiklah, ayo kita makan siang" Ucap Aric yang mendapat anggukan dari semuanya kecuali Arion yang menatap curiga pada Aric.


Mereka semua makan bersama dengan tenang...


Siang berlalu begitu cepat saat ini semuanya sudah bersiap menghadiri ulang tahun pernikahan kenzo dan tina.


"Aleena kau sudah siap? " Tanya Tiara yang mengetuk pintu kamar Aleena


"Iya ma, sebentar lagi Aleena turun" Ucap putri kecil itu.


"Boo, sudah beberapa kali aku mengganti pakaian ku? apakah tidak ada yang cocok" Ucapan Olivia yang tengah mengganti pakaian nya untuk beberapa kali.


'Bagaimana aku mengatakan nya dia sangat cantik menggunakan gaun-gaun itu, tapi aku tidak rela untuk membaginya pada orang lain' Alasan sebenarnya kenapa Olivia mengganti gaunnya berkali-kali.


"Boo, ini gaun kelima aku sudah lelah bisakah kau mengatakan aku cocok dengan ini" Mata Arion tak bisa berkedip kecantikan Olivia benar-benar tidak bisa di tutupi meskipun dengan gaun sederhana yang Arion pilihkan.


Arion mendekat kearah Olivia "Bagaimana jika kita tidak usah datang " Bisik Arion yang membuat Olivia bingung.


"Kenapa? apa kau terlalu malu membawaku boo? jika iya lebih baik kau berangkat sendiri aku di rumah saja"


Arion segera menggelengkan Kepala nya "Kau bukan membuat ku malu membawamu, tapi kau membuatku takut untuk membawa mu" Ucap Arion sembari memeluk tubuh indah istrinya itu.


"Takut? untuk apa takut? "


"Bagaimana aku tidak takut, istriku begitu cantik dan mempesona bagaimana jika ada yang ingin membawanya" goda Arion pada istrinya


"Apakah tuan penguasa akan diam saja? "


"Tidak akan, aku akan mengirim siapapun yang berani menggoda istriku ke neraka. "


"Lalu untuk apa tuan penguasa takut, suamiku ini lebih hebat berkali-kali lipat dari oang di luar sana" Olivia menyambut pelukan Arion dengan melingkarkan tangannya ke leher suaminya.


"Ekhem biasalah kalian berhenti saling menggoda perutku terasa mual, mama menyuruh kak Arion cepat turun" Ucap Aleena yang entah kapan masuk ke kamar Arion. "Sepertinya aku harus menyucikan telinga dan mataku" Gerutu Aleena yang melangkah pergi

__ADS_1


__ADS_2