
Daniel bergegas mencari Rocki berjalan dengan cepat terlihat panik dan tergesa-gesa mata Daniel menghangat
Rocki tidak ada ruangan Angel di dapur pun tidak ada, "Bocah ini apa masih tidur! " Ucap Daniel yang akhirnya pergi menuju kamar Rocki
"Rocki bangun!!! " Mengetuk tidak sabar pintu kamar Rocki terus mengetuk suaranya makin keras membuat Rocki yang sedang mandi bergegas menyelesaikan nya
"Ya paman sebentar" Ucapnya yang baru selesai melilitkan handuk di pinggangnya
Rocki berjalan membuka pintu "Ada apa paman? " Ucap Rocki, Rocki terkejut melihat mata Daniel yang terlihat memerah
"Ikut aku! bawa aku bertemu dengan Arion! " Ucap Daniel to the poin
"Hah?! a.. ada apa ini paman kenapa tiba-tiba " Ucap Rocki yang ikut panik dengan sikap Daniel yang terkesan terburu-buru itu karena Daniel biasanya bersikap angkuh dan santai
"Cepat! kau dan Arion harus kembali ke negara ku sekarang!! " Ucap Daniel suaranya mulai meninggi Daniel kali ini begitu memaksa
"Tenang dulu paman, i.. ini sebenarnya ada apa! jelaskan dulu padaku? " Ucap Rocki yang benar-benar bingung dengan sikap Daniel
"Baik cepat berganti aku menunggu mu di mobil kita jemput bocah itu dan akan ku jelas kan apa yang terjadi! " Ucap Daniel lagi yang berjalan meninggalkan Rocki dan menunggu di dalam mobil
Rocki dengan cepat berganti pakaian dan berlari masuk kedalam mobil Daniel "Lama!"ucap Daniel saat Rocki sudah masuk ke dalam mobil
Rocki menghela nafas seketika kecepatan nya berganti pakaian tak ada artinya di mata Daniel " Maaf Paman " Ucapnya yang tak mau ambil pusing ucapan Daniel
Daniel tak menanggapi ucapan Rocki dia segera melajukan mobilnya "Dia ada di mana?! " Ucapan Daniel yang membuat Rocki terdiam
"I.. itu Aku tidak tau" Ucap Rocki sembari menggosok tengkuknya yang tak gatal
"Bodoh! kau benar-benar bodoh! " Ucap Daniel menghentikan laju mobil nya dan memukul keras kepala Rocki membuat Rocki mengaduh kesakitan " Cepat telpon dia ada di mana! kita jemput dan langsung pergi!! " Ucap Daniel menatap Rocki kesal dia sudah pusing sedih dengan apa yang dia dengar dan sekarang harus menghadapi Rocki yang sangat lamban
"Ba.. baik paman, kau jangan marah aku juga terburu-buru sampai lupa menelpon Arion dan paman juga tidak mengatakan ada apa? " Ucap Rocki mengeluh
"Berisik! banyak bicara cepat telpon" Ucap Daniel lagi
__ADS_1
Rocki menelpon Arion beberapa kali namun belum juga di angkat Dan Arion memilih melacak GPS di handphone Arion dan mendapatkan lokasi keberadaan nya "ketemu dia di villa, hah villa ini? "Ucapan rocki agak terkejut melihat Arion membawa Olivia ke villa itu
" Cepat berikan alamat nya padaku" Ucap Daniel
"Biar aku saja yang mengemudi paman, agar lebih cepat aku hafal jalannya" Ucap Rocki yang turun dan beralih ke belakang kemudi, Daniel mengikuti perkataan Rocki karena dia juga terburu-buru hati Daniel sudah bergemuruh ingin segera kembali ke negara nya
Di tempat Lain
Olivia terbangun perlahan-lahan membuka matanya dia melihat sekeliling dan merasa aneh dia meraba tempat tidur empuk nya, lalu tersadar dan membulatkan matanya "Ba.. Bagaimana aku bisa di sini? " Tanya Olivia bingung dia ingat tadi malam dia bukannya tidur di atas meja setelah membalut luka sang kucing "Ti.. tidak mungkin Tuan Muda yang membawaku kemari bukan, Oliv... oliv sadarlah itu tidak mungkin" Ucap Olivia pada dirinya sendiri
"Apa yang tidak mungkin " Suara laki-laki itu mengejutkan Olivia, Ya Arion keluar dari kamar mandi bukan hanya suaranya saja yang mengejutkan Olivia tapi juga pemandangan yang ada di depan nya, Olivia segera menutup matanya
Olivia semakin kebingungan setelah melihat Arion di kamar mandi itu, Olivia segera memeriksa bajunya "Untung saja masih lengkap" Ucap Olivia lega melihat masih ada baju yang menempel di tubuhnya
"Tentu saja masih lengkap Aku tidak akan menyentuh wanita yang seperti mu" Ucap Arion yang mendengar ucapan Olivia
Olivia menelan kasar ludahnya "Tu...Tuan kenapa berada di sini? " Tanya gugup Olivia
"Kenapa? ini villa ku ini juga kamarku, kenapa aku tidak boleh di sini! " Menatap tajam ke arah Olivia dan tersenyum sinis
Arion berjalan dan juga memikirkan hal yang sama, dia teringat kejadian aneh pada dirinya semalam
Flashback ke Malam tadi Arion berjalan keluar dari kamar yang di tempati Olivia namun langkah nya terhenti setelah menutup pintu
Tiba-tiba teringat wajah cantik Olivia saat tertidur dan entah mengapa membuat Arion ingin kembali masuk ke dalam kamar
Arion mengurung kan niat nya dan melangkah pergi namun tak berapa lama Arion kembali dan memilih tidur di sofa, ada rasa curiga Olivia akan meninggalkan villa itu
Lamunan Arion terhenti saat berada di depan lemari karena Olivia menjerit "Hei kecilkan suaramu" Ucap Arion bingung kenapa gadis ini malah berteriak
"Ma.. maaf Tuan ap.. apa Tuan akan berganti pakaian aku akan keluar" Ucap Olivia yang terpikir tidak mungkin dia tetap berada di situ saat Arion berganti baju bukan? "
"Kenapa? kenapa kau keluar? bukan kah hewan peliharaan menyukai saat majikan nya melakukan apapun" Ucap Arion
__ADS_1
Olivia tersenyum getir ucapan itu terasa menyakitkan untuk nya "Saya akan keluar membuat sarapan" Ucap Olivia segera bangkit dari tidurnya tak tahan tentunya batinnya yang terus menerus di perlakuan seperti barang ataupun hewan peliharaan
Olivia turun dari ranjang berjalan ingin keluar namun tiba-tiba Arion menatapnya" Siapa yang menyuruh mu untuk keluar? " Ucapnya dengan nada dingin
membuat Olivia menghentikan langkahnya "Maaf Tuan akan berganti sebaiknya saya keluar" Ucap Olivia
"He! aku yang mengatur hidupmu, bantu aku berpakaian" Ucap Arion
* Apakah dia ingin mengguncang jiwaku? Bagaimana aku bisa membantunya berpakaian"Ucap gadis polos itu dalam batinnya
"Cepat! " Ucap Arion
Olivia diam tak bergerak dia melihat sekilas ke arah Arion, Arion hanya membalut pinggang ke bawah dengan handuk bagaimana mungkin Olivia mengganti nya berpakaian itu yang ada di pikiran Olivia
"Ah sudahlah! kau keluar saja" Ucapan Arion itu membuat Olivia lega dia bergegas keluar dengan wajah tegang yang beransur menghilang tak terasa ujung bibir Arion terangkat membuat nya terkejut sendirian "Apa aku tersenyum" Ucap Arion yang memang sudah lama tak merasa sesenang ini perasan mengerjai Olivia ini membuatnya sedikit merasa senang
Arion mengganti pakaian nya dan bergegas keluar bau masakan tercium membuat Arion sedikit bingung villa ini sudah lama tidak iya tempati hanya sesekali ada pembersih online yang dia sewa untuk membersihkan tempat ini "Kenapa bisa ada bau masakan? " Ucap nya tak habis pikir
Dia bergegas ke meja makan dia melihat apa yang tersaji di sana, memang tidak istimewa hanya ada Mie instan tapi itu membuat Arion merasa lapar dia kemudian duduk
"A.. aku hanya menemukan ini di dalam lemari Tuan" Ucap Olivia sedikit takut
namun tak mendapat respon dari Arion
Mie instan itu adalah mie terakhir yang rocki tinggalkan saat mereka berkunjung di sana
Arion melahap makanan itu, makanan yang tak pernah dia sentuh seumur hidupnya bahkan jika rocki memasaknya dia tidak akan tergoda tapi kali ini entah mengapa melihat mie dalam masakan Olivia membuatnya ingin memakannya malah sudah memakannya
Tak butuh waktu lama, dua piring mie instan itu di habiskan oleh Arion membuat Olivia memegangi perutnya tentu saja menahan laparnya "Kau bersihkan " Ucap Arion
Saat Olivia mulai mengangkat piring itu di atas meja suara pintu di buka, Arion sudah tau siapa yang membuka pintu itu karena hanya beberapa orang yang tau kata sandi pintu itu
Namun saat yang masuk adalah Daniel mata Arion membulat "Untuk apa kau kesini? " Ucap nya sedikit kesal
__ADS_1
"Ikut aku! " Ucap Daniel tanpa basa-basi
"Aku tidak mau! " Ucapnya datar